بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
BAB III :
BERIMAN KEPADA YANG GAIB
الباب الثالث
في السمعيات
أي الأمور التي لا يستقل العقل بمعرفتها بل لا تعرف إلا بالسمع من الكتاب أو السنة ، وقد اتضح لك يا أخى مما سلف أنه يجب على كل مكلف الإيمان بكل ما جاء به النبي صلى الله عليه وسلم حيث إنه لا شك في ثبوت رسالته ، وأنها عامة لسائر الخلائق بالأدلة القطعية اليقينية ، وإذا علمت ذلك
Bab ini berisi uraian tentang sam’iyyat. Yakni hal-hal yang tidak bisa diketahui dan dipahami dengan akal semata, bahkan hanya bisa dikenal melalui informasi dari Alqur’an dan sunnah.
Wahai saudaraku, Anda sudah memahami dari bab terdahulu bahwa setiap orang mukallaf wajib mengimani semua yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw. Sungguh, tidak ada keraguan akan kerasulannya. Kerasulan Muhammad saw. bersifat umum bagi semua makhluk, dengan dalil-dalil yang pasti dan meyakinkan.
فنقول : يجب على كل مكلف الإيمان بالملائكة عليهم الصلاة والسلام إجمالا وتفصيلا . وهم أجسام لطيفة نورانية قادرة على أن تتشكل بأشكال مختلفة . كاملة في العلم والقدرة على الأعمال الشاقة . وشواهد إثباتهم من
الكتاب والسنة كثيرة لا تعد ولا تحصى كقوله تعالى : ( لَنْ يَسْتَنْكِف الْمَسِيحُ أَنْ يَكُونَ عَبْداً لله ولا الملائكة المقربون ) وقوله تعالى :
) إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إلى الملائكة أَنَّى مَعَكُمْ ) وقوله تعالى ( إن الله وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النبي ) أما الإيمان يهم إجمالا ؛ فهو أن نعتقد أن الله ملائكة لا يوصفون بذكورة ولا بأنوثة ، ولا يأكلون ولا يشربون ولا ينامون ولا يتناكحون وهم عباد مكرمون ( لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ) . ( يُسْبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لا يَفْتَرُونَ ) ( وهم مِن خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ ) ولا يعلم عددهم إلا الله
MALAIKAT
Setiap orang mukallaf wajib beriman kepada malaikat, secara global dan rinci. Malaikat adalah jisim lembut bersifat cahaya dan mampu mewujud dalam beragam bentuk, ilmunya sempurna dan mampu melaksanakan amal-amal yang sangat berat. Kesaksian dari Alqur’an dan sunnah tentang keberadaan malaikat sungguh banyak, tidak terhitung. Seperti firman Allah Ta’ala, “Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barang siapa yang enggan untuk menyembah-Nya dan menyombongkay, diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.”
Allah Ta’ala berfirman, (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan ke, pada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkaniah (pendirian) orang-orang yang telah beriman.”
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat. Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Beriman kepada malaikat secara total adalah meyakini bahwa Allah Ta’ala mempunyai malaikat-malaikat, yang tidak berjenis kelamin, tidak makan, tidak minum, tidak tidur dan tidak menikah. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan, …yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” Dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepadaNya. Tidak ada yang mengetahui jumlah mereka selain Allah Ta’ala.
وأما الذين تجب معرفتهم تفصيلا فهم ( جبريل) أمين الوحى ( وميكائيل ) الموكل بأرزاق العالم ( وإسرافيل ) الموكل بالنفخ في الصور ( وملك الموت ) الموكل بقبض الأرواح ( ومنكر ونكير) الموكلان بسؤال الميت في القبر، والملائكة الموكلون بكتابة ما يصدر من العبيد لكل واحد ملكان يوصف كل منهما بأنه رقيب أي مراقب ، وعتيد أى حاضر ( ومالك ) خازن النار ( ورضوان ) خازن الجنان (وحملة العرش الثمانية . فمن أنكر وجودهم أو أنكر واحداً من هؤلاء المذكورين فهو كافر مخلد في النار قطعاً ، إلا منكراً ونكيراً للخلاف فيهما ، وإنكارهما فسق وليس بكفر . هذا ويجب اعتقاد ما وصفهم الله تعالى به من أنهم عباد مكرمون : ( لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ ما يُؤْمَرُونَ ( وأما ما اشتهر من قصة هاروت وماروت وجعلهما ملكين يعلمان الناس السحر مع زيادة كذب المؤرخين أنهما عوقبا ومسخا ، فذلك كله كذب وزور وباطل لا يحل اعتقاده ولا سماعه ، وإنما الذي يجب اعتقاده فيهما أنهما إن لم يكونا ملكين فالأمر واضح ، وإن كانا ملكين فتعليمهما السحر لم يكن لأجل العمل به ، بل للتحرز منه بتعريف حقيقته ، وبيان شره وعقوبته ، ولهذا أخبر الله تعالى أنهما ما كانا ( يعلِّمَانِ مِنْ أحدٍ حتى يقولا إنما نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ) وهذا كتعليم حقيقة الزنا وأنواع الربا ليتحرز المكلف عنها لأن التحرز من الشر موقوف على معرفته ، ولهذا قال حذيفة رضى الله عنه : كان الناس يسألون النبي صلى الله عليه وسلم عن الخير وكنت أسأله عن الشر مخافة أن أقع فيه
Para malaikat yang wajib diketahui secara rinci adalah Jibril sang penyampai wahyu, Mika’il yang diberi tugas mengatur rezeki, Israfil yang bertugas meniup sangkakala, Malaikat Maut yang bertugas mencabut ruh, Munkar dan Nakir yang bertugas menanyai mayit di dalam kubur, Ragib’ dan ‘Atid yang bertugas mencatat setiap yang dilakukan oleh hamba Allah, Malik yang bertugas menjaga neraka, Ridhwan yang bertugas menjaga surga, dan malaikat penyangga ‘Arsy yang berjumlah delapan. Barangsiapa mengingkari keberadaan mereka, atau mengingkari keberadaan salah satu dari mercka, berarti dia telah kafir dan akan kekal di neraka. Hanya saja mengingkari malaikat Munkar dan Nakir tidak sampai membuat seseorang menjadi kafir, melainkan fasik, karena adanya perselisihan tentang keduanya.
Kita mesti percaya dan yakin bahwa malaikat adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan, “Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Adapun cerita yang populer tentang Harut dan Marut, yang mengisahkan bahwa keduanya adalah malaikat yang mengajarkan ilmu sihir kepada manusia, dengan bumbu kebohongan tukang dongeng yang mengatakan bahwa keduanya disiksa dan dialih rupa karena perbuatannya, itu merupakan cerita bohong dan sesat. Tidak boleh dipercaya.
Tentang Harut dan Marut yang perlu kita percaya adalah keberadaannya. Jika keduanya bukan malaikat, maka perkara mereka mengajarkan sihir sudah jelas. Sedangkan jika mereka berdua adalah malaikat, maka tindakan mereka mengajarkan sihir kepada manusia itu bukan untuk diamalkan, melainkan agar manusia yang diajarinya itu bisa menjaga diri dari serangan sihir, dengan mengetahui hakikat sihir dan memahami secara jelas keburukan dan siksanya. Karena itu Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Harut dan Marut, tidak mengajarkan sesuatu kepada seorang pun sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu, sebab itu janganlah kamu kafir” Harut dan Marut mengajarkan sihir bukan untuk diamalkan, melainkan untuk menerangkan berbagai masalah seperti hakikat zina dan macam-macam riba, agar si mukallaf bisa menghindarkan diri darinya. Karena kejahatan dan keburukan dapat dihindari dengan pengetahuan tentangnya. Khudzaifah r.a. berkata, “Orang-orang bertanya kepada Nabi Muhammad saw. tep, tang kebaikan. Tetapi aku bertanya kepada beliau tentang keburukan, karena aku takut terjerumus ke dalamnya.”
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar Isi
Download Terjemah Kitab Tanwirul Qulub
Download Kitab Tanwirul Qulub (arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.