بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

BAB III :
KEMATIAN, BARZAKH DAN AKHIRAT
( فصل )
ومما يجب اعتقاده أن الموت ينزل بكل ذى روح لقوله تعالى :( كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ) ، وقوله تعالى : ( إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ ) والأحاديث فى ذلك كثيرة ، ولأنه من الجائزات عقلا التي ورد بها الشرع فوجب اعتقادها ، والموت هو انقطاع تعلق الروح بالبدن على النحو الذى كان فى الدنيا ، ومفارقة وحياولة بينهما ، وتبدل حال بحال، و انتقال من دار إلى دار . وفى خطبة عمر بن عبد العزيز ( إِنَّمَا خُلِقْتُمْ للأبدِ وَلَكِنَّكُمْ تَنْتَقِلُون من دارٍ إلى دار ) وصح ذلك عن عتبة بن غزوان الصحابي الجليل وغيره
Salah satu hal yang wajib diimani keberadaannya adalah al-maut (kematian). Kematian pasti akan menimpa setiap yang bernyawa, berdasarkan firman Allah Ta’ala, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” Allah Ta’ala juga berfirman, “Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).
Selain keterangan dari Alqur’an, banyak pula keterangan hadis yang menegaskan adanya kematian. Kematian merupakan hal yang wenang menurut akal dan dijelaskan oleh syara’. Karena itu keberadaannya wajib diimani.
Mati adalah keterputusan hubungan yang terjalin di dunia antara ruh dan badan, keterpisahan dan keterhalangan antara ruh dan badan, pergantian dari satu keadaan ke keadaan yang lain dan perpindahan dari alam ke alam lain. Di dalam khotbah “Umar ibn “Abdul ‘Aziz disebutkan, “Sesungguhnya kalian diciptakan untuk selamanya. Tetapi kalan akan berpindah-pindah dari satu alam ke alam yang lain.” Keterangan tersebut absah dari “Utbah bin Ghazwan, seorang sahabat agung Rasulullah saw.
وممايجب اعتقاده أن ملك الموت وهو عزرائيل يقبض الأرواحكلها بإذن الله تعالى ولو براغيث ، لقوله تعالى : ( قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الذِي وُكُلَ بِكُمْ ) ولما روى الطبراني وغيره عن ملك الموت ، ( وَالله لَوْ أَرَدْتُ قُبْضَ رُوحٍ بَعُوضَةٍ مَا قَدَرْتُ عَلَى ذلِكِ حَتَّى يَكُون اللهُ هُوَ الَّذِي يَأذنُ بِقَبْضِها ( وذكر بعضهم أن الله تعالى هو الذي يقبض روح ملك الموت وأرواح الشهداء ، وأن مثل ذلك من قرأ دبر كل فريضة آية الكرسي ، وكذا أهل الجوع في الدنيا ، وذكر في ذلك حديثاً ( فإن قلت ) جاء في القرآن إسناد التوفى إلى الله تعالى وإلى الملائكة ، قال تعالى، الله يتوفى الأنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا ) وقال الله تعالى ، ( حَتَّى إذا جاء أحدكم الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا ( فالجواب أن إضافة التوفى إلى الله تعالى لأنه هو الفاعل حقيقة أي الخالق للفعل ، وإلى ملك الموت لأنه المباشر للقبض ، وللملائكة لأنهم أعوانه . فإن قيل ( إذا مات خلق كثير في أماكن) (فإن قيل) إذا مات خلق كثير في أماكن متعددة فكيف يتولى قبض الجميع ؟
(قلت) إن الدنيا بين يديه كالقصعة بين يدى الأكل يأخذ منها ما شاء . فعن أنس بن مالك قال ، لقى جبريل ملك الموت بنهر فارس ، فقال ، يا ملك الموت كيف تستطيع قبض الأنفس عند الوباء ، فهنا عشرة آلاف وههنا كذا وكذا ؟ فقال له ملك الموت ، نزوى لى الأرض حتى كأنهم بين فخذى فالتقطهم بيدى و (عزرائيل) بالعربية معناه عبد الجبار وهو ملك عظيم هائل المنظر مفزع جداً ، والخلق بين عينيه ، وله أعوان عديدون يترفق بالمؤمن ويأتيه في صورة حسنة دون غيره ، ومجيء الموت والعبد على عمل صالح يكون سهلا، ويسهله أيضاً السواك فيما ذكره جماعة واستدلوا بحديث عائشة في الصحيحين في قصة سوا كه صلى الله عليه وسلم عند موته ، ومما يسهل الموث وجميع ما بعده من الأهوال ما ذكره المحقق السنوسي وغيره ركعتان ليلة الجمعة بعد المغرب يقرأ فيهما بعد الفاتحة سورة الزلزلة خمس عشرة مرة
Kita harus yakin bahwa malaikat yang mencabut ruh, yaitu “Izra’il, pasti akan bisa mencabut semua ruh dengan izin Allah. Sungguh, Allah Ta’ala telah berfirman, Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.”
Di dalam hadis tentang Malaikat Maut yang diriwayatkan oleh athThabrani disebutkan, “Demi Allah, kalaupun ruh seekor nyamuk yang hendak aku cabut, niscaya aku tidak akan sanggup mencabutnya sebelum Allah mengizinkan.”
Ada ulama yang berpendapat, Allah Ta’ala sendiri yang mencabut ruh malaikat maut dan ruh para syuhada, begitu juga ruh orang yang selalu membaca Ayat Kursi setiap usai shalat dan orang yang ahli lapar (berpuasa) di dunia. Pendapat ini berdasarkan hadis.
Apabila Anda berkata, “Di dalam Alqur’an ada keterangan yang menyandarkan langsung pencabutan ruh kepada Allah, sedangkan pada ayat lainnya pencabutan ruh itu disandarkan kepada malaikat. Sebagaimana tampak pada firman Allah Ta’ala, “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.” Pada ayat lain Allah Ta’ala berfirman, “…Sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.”
Jawabannya adalah: proses mematikan disandarkan kepada Allah karena pada hakikatnya Dialah sang pelaku, yakni Dialah yang menciptakan perbuatan mematikan itu. Sedangkan penyandarannya kepada Malaikat Maut karena dialah yang dipercaya oleh Allah untuk melakukannya, karena para malaikat adalah pembantu-pembantu-Nya.
Apabila banyak orang mati secara bersamaan di tempat yang berbeda, bagaimana bisa Malaikat Maut mencabut semua ruh orang-orang yang mati itu sendirian? Tentu bisa. Karena baginya, dunia ini bagai piring di hadapan orang makan. Dia akan dengan mudah mengambi apa pun darinya yang dia kehendaki.
Anas ibn Malik berkata, “Suatu kali, Jibril menemui Malaikat Maut di sungai Faris (Persia), lalu bertanya, “Wahai Malaikat Maut, bagaimana engkau sanggup mencabut banyak nyawa ketika terjadi wabah penyakit Pada waktu yang bersamaan, di sini ada sepuluh ribu manusia mati, dj tempat lain juga demikian?” Malaikat Maut menjawab, “Bumi ini di. dekatkan kepadaku seakan-akan berada di kedua pahaku. Aku tinggal mengambilinya dengan tanganku.”
Makna “Izra’il di dalam bahasa Arab adalah Abdul Jabbar. Malaikat “Izra’il adalah malaikat yang besar yang tampilannya amat menakutkan dan mengerikan. Makhluk yang ada dunia ini berada di depan matanya. Ia mempunyai pembantu yang sangat banyak. Jika mendatangi orang yang beriman, dia berwujud baik dan menyenangkan, tidak menakutkan. Tetapi bagi orang yang tidak beriman, dia tampak dalam rupa yang amat mengerikan. Dan kematian akan terasa ringan bagi orang yang shalih.
Hal lain yang dapat meringankan kematian adalah bersiwak, sebagaimana dituturkan oleh ulama. Pendapat ini didasari dengan hadis “A’isyah di dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim tentang kisah Nabi Muhammad saw. bersiwak sebelum wafat. Hal lain yang dapat meringankan kematian dan semua teror setelah kematian—sebagaimana dituturkan oleh al-MuHaqqig as-Sanusi dan lainnya—adalah shalat dua rakaat yang dilakukan tiap malam Jumat setelah maghrib, yang pada tiap rakaatnya membaca Surah az-Zalzalah lima belas kali usai membaca al-Fatihah.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar Isi
Download Terjemah Kitab Tanwirul Qulub
Download Kitab Tanwirul Qulub (arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Terjemah Kitab Tanwir al Qulub BAB III : KEMATIAN, BARZAKH DAN AKHIRAT
Description : BAB III : KEMATIAN, BARZAKH DAN AKHIRAT ( فصل ) ومما يجب اعتقاده أن الموت ينزل بكل ذى روح لقوله تعالى :( كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْم...