بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
BAB III : BERIMAN KEPADA YANG GAIB
ويجب الإيمان بوجود الجن إجماعاً لثبوت ذلك بالكتاب والسنة في مواضع أشهر من أن تذكر ، كقوله تعالى : ( وَخَلَقَ الجان من مارج من نار ) ، وقوله تعالى : ( يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ والإنس ) ، وقوله تعالى : ( وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَراً من الْجِنَّ يَسْمَعُونَ الْقُرْآنَ ) إلى غير ذلك . وهم أجسام لطيفة تتشكل بأشكال مختلفة قادرة على الأعمال الشاقة ، ومنهم المطيع والعاصى ، والمؤمن والكافر ، ومنهم الشياطين شأنهم الشر والإغواء وإلقاء الناس فى الفساد بتذكير أسباب المعاصى واللذات. ( واعلم ) أنه لا يمتنع ظهور الملائكة والجن والشياطين على بعض الأبصار في بعض الأحوال
JIN
Berdasarkan kesepakatan para ulama, selain beriman kepada mala. ikat, kita juga wajib mempercayai keberadaan jin. Sungguh, keberadaan jin telah ditegaskan di dalam Alqur’an dan sunnah. Seperti di dalam firman Allah Ta’ala, “Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.”
Allah Ta’ala berfirman, “Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sang. gup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.”
Allah Ta’ala berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Alqur’an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan-(nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) membeni peringatan.”
Jin adalah jisim lembut yang bisa mewujud dalam beragam bentuk dan bisa melakukan pekerjaan yang berat dan sulit. Di antara mereka ada yang taat dan ada yang pembangkang. Ada yang beriman dan ada yang kafir. Di antara mereka juga ada yang setan, yang kerjaannya berbuat jahat dan menyesatkan, menjerumuskan manusia ke dalam kerusakan dengan merangsang sebab-sebab maksiat dan kenikmatan tubuh.
Tidak tertutup kemungkinan malaikat, jin dan setan itu bisa tampak pada waktu dan keadaan tertentu.
ويجب الإيمان بالعرش والكرسي واللوح والقلم ( أما ) العرش فهو جسم عظیم نورانی علوی محیط بجميع الأجسام ، وهذا على القول بكرويته ، ومشهور السنة أنه قبة عظيمة يحمله الآن أربعة من الملائكة ، ويحمله في الآخرة ثمانية لعظم تجلى الحق سبحانه وتعالى ، ونمسك عن القطع بتعيين حقيقته لعدم العلم بها ( وأما الكرسي ) فهو جسم جسم عظیم عضـ نوراني تحت العرش فوق السماء السابعة بينها وبينه من المسافة مالا يعلمه إلا الله تعالى ، ونمسك عن القطع بتعيين حقيقته أيضاً . وعن أبي موسى وغيره أنه لؤلؤة ، وقال على ومقاتل : كل قائمة من قوائم الكرسي طولها مثل السموات السبع والأرضين ( وأما اللوح ) فهو جسم نوراني كتب فيه القلم بإذن الله تعالى ما كان وما يكون إلى يوم القيامة ، وهو يكتب فيه الآن على التحقيق من أنه يقبل المحو والإثبات (وأما القلم) فهو جسم عظيم نورانى خلقه الله وأمره بكتب ما كان وما يكون إلى يوم القيامة . وهذه الأربعة قد خلقها الله تعالى الحكم وفوائد يعلمها الله سبحانه وتعالى ، وإن قصرت عقولنا عن الوقوف عليها ، ولم يخلقها تعالى لاحتياج منه إليها ، فلم يخلق العرش لاستتاره به ، كما يستتر أحدنا بالسطح ، ولا الكرسي للجلوس عليه ، ولا اللوح والقلم لحفظ ما غاب عن علمه ، تعالى عن ذلك علواً كبيراً
AL-ARSY, AL-KURSI, AI-LAUH AL-MAHFUZH DAN AL-QALAM
Hal lain yang wajib diyakini keberadaannya adalah al-Arsy, al-Kursi, al-Lauh al-Mahfuzh dan al-qalam. Al-Arsy adalah jisim yang besar nan agung bersifat cahaya, tinggi yang meliputi semua jisim. Menurut satu pendapat, bentuknya adalah bulat. Menurut hadis yang masyhur, al’Arsy berupa Kubah yang amat besar yang sekarang disangga oleh empat malaikat, dan kelak di akhirat disangga oleh delapan malaikat, karena demikian agungnya tajalli Dzat Allah Ta’ala. Kita tidak perlu memastikan bentuk sejatinya, karena tidak ada pengetahuan tentangnya.
Al-Kursi adalah jisim yang besar nan agung bersifat cahaya, berada di bawah al-‘Arsy, di atas langit ketujuh. Jarak antara langit ketujuh dan al-Kursi tak terukur, hanya Allah yang mengetahuinya. Kita tidak perlu memastikan bentuk sejatinya, karena tidak ada pengetahuan tentangnya. Di dalam riwayat dari Abu Musa disebutkan bahwa al-Kursi itu berupa intan. Sayidina “Ali dan Mugatil berkata, “Panjang masing-masing kaki al-Kursi sepanjang langit yang tujuh dan bumi yang tujuh.
Al-Lauh al-Mahfuzh adalah jisim bersifat cahaya, yang padanyadengan izin Allah—al-Qalam (pena) menuliskan semua yang telah terjadi dan yang akan terjadi sampai Hari Kiamat.
Al-Oalam adalah jisim yang besar nan agung bersifat cahaya. Allah menciptakannya dan memerintahnya untuk menuliskan semua yang telah terjadi dan yang akan terjadi hingga Hari Kiamat.
Allah Ta’ala menciptakan keempat makhluk besar itu untuk hikmah dan faedah yang diketahui-Nya, meski akal kita terlalu kerdil untuk bisa memahaminya. Allah menciptakannya bukan karena Dia membutuhkannya. Allah menciptakan al-‘Arsy bukan untuk bernaung seperti kita bernaung di bawah atap, atau menciptakan al-Kursi untuk tempat duduk-Nya. Allah menciptakan al-Oalam dan al-Lauh al-Mahfuzh untuk menjaga yang hilang atau ghaib dari ilmu-Nya. Sungguh, Allah Mahasuci dari semua itu. Allah Mahatinggi nan Mahaagung.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar Isi
Download Terjemah Kitab Tanwirul Qulub
Download Kitab Tanwirul Qulub (arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.