بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Terjemah Kitab Tanwir al Qulub BAB III :
Tiupan
Sangkakala
ومما يجب الإيمان به النفخ في الصور. قال تعالى: (وَنُفِخَ فِي الصُّورِ) وهو قرن ينفخ فيه إسرافيل (فَصَعِقَ) أي خرّ ميتاً من كان من الأحياء وقتئذ، أو مغشياً عليه من كان قد مات، وهم الأرواح التي في البرزخ، وهذه هي النفخة الأولى (مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ) وهم جبريل وميكائيل وإسرافيل وملك الموت فإنهم لا يموتون عند النفخة كغيرهم من الملائكة، بل يموتون بعدها، ويحيون قبل النفخة الثانية، وحملة العرش، وخزنة الجنة والنار، والحور والولدان والشهداء، فإنهم يكونون في شغل بنعيمهم عن هول تلك النفخة
هذا وقوله تعالى: (كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ) إن كان المراد بالهلاك فيه قابلية الفناء بالذات فالعموم على ظاهره، لأن كل ما عدله تعالى ممكن الوجود قابل للعدم، وإن كان المراد به عدم الانتفاع به بالإماتة أو تفريق الأجزاء، استثنى منه العرش والكرسي واللوح والقلم والجنة والنار ومن فيهما والأرواح. (ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى) وهي النفخة الثانية، وذلك بعد أن يأمر الله السماء أن تمطر فينزل منها ماء فينبتون منه كما ينبت البقل. وبين النفختين أربعون سنة
Tiupan
Sangkakala
(Dan di
antara hal yang wajib diimani) adalah tiupan sangkakala. Allah Ta'ala
berfirman: "Dan ditiuplah sangkakala." Sangkakala adalah tanduk yang
ditiup oleh Malaikat Israfil. "Maka matilah (shaiqa)" maksudnya
matilah semua yang masih hidup saat itu, atau jatuh pingsan bagi mereka yang
sudah mati (yaitu ruh-ruh di alam Barzakh). Ini adalah Tiupan Pertama.
"Siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki
Allah." Mereka yang dikecualikan (tidak mati seketika) adalah Jibril,
Mikail, Israfil, dan Malaikat Maut; mereka tidak mati pada saat tiupan tersebut
seperti malaikat lainnya, melainkan mati setelahnya dan dihidupkan kembali
sebelum tiupan kedua. Termasuk yang dikecualikan adalah para pemikul Arsy,
penjaga Surga dan Neraka, bidadari, pelayan surga (wildan), serta para syuhada,
karena mereka sibuk dengan nikmat mereka sehingga tidak merasakan kedahsyatan
tiupan tersebut.
Mengenai
firman Allah: "Segala sesuatu akan binasa kecuali Wajah-Nya (Allah),"
jika yang dimaksud binasa adalah "potensi untuk tiada", maka ayat ini
berlaku umum karena segala sesuatu selain Allah adalah mungkinul wujud (bisa
ada dan bisa tiada). Namun jika yang dimaksud binasa adalah kematian atau
tercerai-berainya bagian tubuh, maka dikecualikan darinya: Arsy, Kursi, Lauhul
Mahfuz, Qalam, Surga, Neraka beserta isinya, serta ruh-ruh.
Tiupan Kedua
"Kemudian
ditiup sangkakala itu sekali lagi." Ini adalah Tiupan Kedua. Hal itu
terjadi setelah Allah memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, lalu
turunlah air yang membuat jasad-jasad manusia tumbuh (bangkit) darinya
sebagaimana sayur-sayuran tumbuh dari tanah. Jarak antara kedua tiupan tersebut
adalah 40 tahun.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar Isi
Download Terjemah Kitab Tanwirul Qulub
Download Kitab Tanwirul Qulub (arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Terjemah Kitab Tanwir al Qulub BAB III : Tiupan Sangkakala
Description : Terjemah Kitab Tanwir al Qulub BAB III : Tiupan Sangkakala ومما يجب الإيمان به النفخ في الصور. قال تعالى: (وَنُفِخَ فِي الصُّورِ) وهو ...