بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
Terjemah Kitab Tanwir al Qulub BAB III :
Malaikat pencatat amal
( ومما يجب اعتقاده )
أن على العباد من وقت التكليف حفظة يكتبون أعمالهم وأقوالهم حتى المباح والأنين في المرض ، وعمل القلب يجعل الله لهم علامة عليه يميزون بها بين حسنه وسيئه ، وهي رائحة خبيثة تحصل عند صدور السيء . فقد سئل سفيان كيف تعلم الملائكة أن العبد هم بحسنة أو سيئة فقال : إذا هم بحسنة وجدوا ريح المسك ، وإذا هم بسيئة وجدوا ريح النتن اهـ . والأصل في ذلك قوله تعالى : ( وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ كِرَاماً كَاتِبِينَ يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ ) ووردت بذلك السنة وانعقد الإجماع عليه ، فوجب اعتقاده ، فمن كذب به أو شك فيه فهو كافر ، ولكل عبد ملكان أحدهما يكتب الحسنات ، والآخر يكتب السيئات ، والأول أمير على الثاني لا يمكنه من كتب السيئة إلا بمضي ساعات من غير توبة أو غيرها من المكفرات ، فإن استغفر في أثنائها كتبها كاتب الحسنات حسنة واحدة ، وإن لم يحصل استغفار ولا غيره قال لكاتب السيئات : اكتب أراحنا الله منه ، ولا يفارقان العبد في مدة حياته إلا عند الخلاء وعند الجماع ، ولذا طلبت الاستعاذة عند الأول ، والبسملة عند الثاني ، فإذا مات المؤمن قعد ملكاه على قبره يستغفران له إلى يوم القيامة ، وإذا مات الكافر قعد ملكاه يلعنانه إلى يوم القيامة ( فإن قلت ) قد علمنا أن الله تعالى غنى عن ذلك ( قلت ) فائدة الكتابة أمران : أحدهما : دنيوي ، وهو الانكفاف عن المعاصي في دار الدنيا ، لأنهم إذا علموا أن ملائكة تحفظ عليهم أفعالهم ويكتبونها انزجروا عن المعاصي . والآخر أخروي وهو إقامة الحجة عليهم في الآخرة إذا أنكروا وقالوا ما عملنا
Hal lain yang wajib diyakini oleh setiap mukallaf adalah kenyataan bahwa pada diri setiap hamba, sejak masa taklif ada malaikat yang bertugas mencatat amal perbuatan dan perkataannya, meski sekadar rintihannya saat sakit. Allah memberi tanda-tanda bagi amal hatinya agar malaikat dapat membedakan antara amal hatinya yang baik dan yang buruk. Tanda-tanda itu berupa bau wangi bila amal hatinya baik dan bau busuk bila amal hatinya buruk.
Sufyan ats-Tsauri pernah ditanya, “Bagaimana malaikat bisa mengetahui bahwa si hamba bermaksud melakukan perbuatan yang baik atau buruk?” Beliau jawab, “Apabila si hamba berniat melakukan amal yang baik, mereka mencium wangi misik. Namun apabila si hamba berniat melakukan keburukan, mereka mencium bau busuk.”
Kenyataan adanya malaikat pencatat amal pada diri setiap mukallaf berdasarkan firman Allah Ta’ala, “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaan itu). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Keterangan ini juga diperkuat dengan hadis dan ijmak, kita wajib meyakininya. Barangsiapa mendustakannya atau meragukannya, berarti dia kafir.
Bagi setiap orang ada dua malaikat, yang satu pencatat amal baik dan yang satu lagi pencatat amal buruk. Malaikat yang pertama (pencacat amal baik) sebagai pemimpin bagi yang kedua (pencatat amal buruk). Malaikat pencatat amal buruk hanya akan menuliskan amal buruk si hamba bila amal buruk tersebut sudah berlalu beberapa saat tanpa diikuti dengan pertobatan atau perbuatan-perbuatan lain yang bisa menjadi kifarat baginya. Apabila di sela-sela perbuatan buruk itu si hamba membaca istighfar, malaikat pencatat amal baik akan menuliskan satu kebaikan baginya. Tetapi apabila perbuatan buruk itu sama sekali tidak disertai istighfar atau hal-hal lain yang bisa menjadi kifaratnya, maka malaikat pencatat amal baik akan berkata kepada malaikat pencatat amal buruk, “Catatlah (amal buruknya)! Semoga Allah mengistirahatkan kita darinya.”
Kedua malaikat itu tidak akan berpisah dari setiap hamba selama dia hidup, kecuali saat si hamba buang hajat dan menggauli istrinya. Karena itu si hamba dituntut meminta perlindungan kepada Allah ketika masuk kakus dan membaca basmallah ketika hendak besetubuh.
Apabila seorang hamba mati dan dia mati dalam keadaan mukmin, kedua malaikat penyertanya itu akan duduk di atas kuburnya dan memohonkan ampun kepada Allah hingga Hari Kiamat. Apabila hamba yang mati itu mati dalam keadaan kafir, maka kedua malaikat itu akan duduk di atas kuburnya sambil terus mengutuknya hingga Hari Kiamat
Jika Anda bertanya, “Bukankah kita tahu bahwa Allah tidak mem. butuhkan catatan amal.” Saya jawab: ada dua faedah pencatatan itu Pertama, bersifat duniawi, yakni mencegah maksiat di dunia. Apabila manusia tahu bahwa semua perbuatan dirinya akan dicatat oleh kedua malaikat itu, niscaya ia akan menjaga diri dari maksiat. Kedua, bersifar ukhrawi, yakni sebagai hujjah bagi mereka di Hari Kiamat kelak bila mereka mungkir dan berkata bahwa mereka tidak melakukan amal perbuatan itu.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar Isi
Download Terjemah Kitab Tanwirul Qulub
Download Kitab Tanwirul Qulub (arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Terjemah Kitab Tanwir al Qulub BAB III : Malaikat pencatat amal
Description : Terjemah Kitab Tanwir al Qulub BAB III : Malaikat pencatat amal ( ومما يجب اعتقاده ) أن على العباد من وقت التكليف حفظة يكتبون أعمالهم وأقو...