بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
TERJEMAH KITAB
RISALATUL-QUSYAIRIYYAH
Bab Keempat
2. Maqam (Kedudukan Spiritual)
**المَقَامُ**
وَالْمَقَامُ:
مَا يَتَحَقَّقُ العَبْدُ بِمَنَازِلِهِ مِنَ الأدَابِ مِمَّا يُتَوَصَّلُ
إِلَيْهِ بِنَوْعِ تَصَرُّفٍ، وَيَتَحَقَّقُ بِهِ بِضَرْبِ تَطَلُّبٍ
وَمُقَاسَاةِ تَكَلُّفٍ
فَمَقَامُ كُلِّ أَحَدٍ: مَوْضِعُ إِقَامَتِهِ عِنْدَ ذَلِكَ، وَمَا هُوَ مُشْتَغِلٌ بِالرِّيَاضَةِ لَهُ
وَشَرْطُهُ:
أَلَّا يَرْتَقِيَ مِنْ مَقَامٍ إِلَى مَقَامٍ آخَرَ مَا لَمْ يَسْتَوْفِ
أَحْكَامَ ذَلِكَ المَقَامِ؛ فَإِنَّ مَنْ لَا قَنَاعَةَ لَهُ... لَا
يَصِحُّ لَهُ التَّوَكُّلُ، وَمَنْ لَا تَوَكُّلَ لَهُ... لَا يَصِحُّ لَهُ
التَّسْلِيمُ، وَكَذَلِكَ مَنْ لَا تَوْبَةَ لَهُ... لَا تَصِحُّ لَهُ
الإِنَابَةُ، وَمَنْ لَا وَرَعَ لَهُ... لَا يَصِحُّ لَهُ الزُّهْدُ
وَالمُقَامُ - بِضَمِّ المِيمِ -: هُوَ الإِقَامَةُ؛ كَالْمُدْخَلِ بِمَعْنَى الإِدْخَالِ، وَالمُخْرَجِ بِمَعْنَى الإِخْرَاجِ
وَلَا
يَصِحُّ لِأَحَدٍ مُنَازَلَةُ مَقَامٍ إِلَّا بِشُهُودِ إِقَامَةِ اللهِ
إِيَّاهُ بِذَلِكَ المَقَامِ؛ لِيَصِحَّ بِنَاءُ أَمْرِهِ عَلَى قَاعِدَةٍ
صَحِيحَةٍ
سَمِعْتُ الأُسْتَاذَ أَبَا عَلِيٍّ الدَّقَّاقَ
رَحِمَهُ اللهُ يَقُولُ: لَمَّا دَخَلَ الوَاسِطِيُّ نَيْسَابُورَ.. سَأَلَ
أَصْحَابَ أَبِي عُثْمَانَ: بِمَاذَا كَانَ يَأْمُرُكُمْ شَيْخُكُمْ؟
فَقَالُوا: كَانَ يَأْمُرُنَا بِالْتِزَامِ الطَّاعَاتِ وَرُؤْيَةِ
التَّقْصِيرِ فِيهَا، فَقَالَ: أَمَرَكُمْ بِالمَجُوسِيَّةِ المَحْضَةِ،
هَلَّا أَمَرَكُمْ بِالغَيْبَةِ عَنْهَا بِرُؤْيَةِ مُنْشِئِهَا
وَمُجْرِيهَا؟
وَإِنَّمَا أَرَادَ الوَاسِطِيُّ بِهَذَا:
صِيَانَتَهُمْ عَنْ مَحَلِّ الإِعْجَابِ، لَا تَعْرِيجاً فِي أَوْطَانِ
التَّقْصِيرِ، أَوْ تَجْوِيزاً لِلإِخْلَالِ بِأَدَبٍ مِنَ الأَدَابِ
**Maqam (Kedudukan Spiritual)**
**Maqam** adalah apa yang dicapai oleh seorang hamba berupa tingkatan adab (etika spiritual) yang dapat dijangkau melalui suatu usaha/tindakan, serta diraih melalui pencarian dan penderitaan/kesungguhan dalam berjuang (berusaha keras).
Maka, maqam setiap orang adalah kedudukan tempat ia berada pada tingkatan tersebut, serta apa yang sedang ia perjuangkan melalui latihan spiritual (*riyadhah*).
**Syarat Maqam:** Seorang hamba tidak boleh naik dari satu maqam ke maqam lainnya sebelum ia memenuhi hukum-hukum (hak-hak dan kewajiban) dari maqam tersebut. Sebab, barangsiapa yang tidak memiliki *qana'ah* (rasa cukup), maka tidak sah *tawakal*-nya. Barangsiapa yang tidak memiliki *tawakal*, maka tidak sah *taslim*-nya (penyerahan dirinya). Demikian pula, barangsiapa yang tidak memiliki *taubat*, maka tidak sah *inabah*-nya (kembali kepada Allah). Dan barangsiapa yang tidak memiliki *wara'*, maka tidak sah *zuhud*-nya.
Pengucapan **Al-Muqam**—dengan membaca *dammah* pada huruf *mim*—berarti *al-iqamah* (menempatkan/pemberhentian), seperti kata *al-mudkhal* yang berarti memasukkan, dan *al-mukhraj* yang berarti mengeluarkan.
Tidak sah bagi seseorang menempati suatu maqam kecuali dengan menyaksikan/menyadari bahwa Allah-lah yang menempatkannya pada maqam tersebut, agar tatanan urusannya berdiri di atas landasan yang benar.
Aku mendengar Ustaz Abu Ali Ad-Daqqaq *rahimahullah* berkata: Ketika Al-Wasiti memasuki Kota Naisabur, ia bertanya kepada murid-murid Abu Utsman: *"Dengan apa syekh kalian biasa memerintahkan kalian?"* Mereka menjawab: *"Beliau memerintahkan kami untuk senantiasa taat dan selalu melihat kekurangan/kelalaian diri dalam ketaatan tersebut."* Maka Al-Wasiti berkata: *"Beliau telah memerintahkan kalian dengan kemajusian murni! Mengapa beliau tidak memerintahkan kalian untuk 'bebas/alpa' dari ketaatan itu dengan cara melihat Sang Pencipta dan Penggerak ketaatan tersebut?!"*
Maksud Al-Wasiti dengan ucapan ini hanyalah untuk menjaga mereka dari tempat ujub (rasa kagum pada diri sendiri), bukan berarti membenarkan untuk tinggal dalam kelalaian, atau membolehkan merusak/mengabaikan adab dari adab-adab yang ada.
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : TERJEMAH RISALATUL-QUSYAIRIYYAH (BAB 4): 2. Maqam (Kedudukan Spiritual)
Description : TERJEMAH KITAB RISALATUL-QUSYAIRIYYAH الرسالة القشيرية Bab Keempat 2. Maqam (Kedudukan Spiritual) **المَقَامُ** وَالْمَقَامُ: مَا يَتَحَق...