بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
TERJEMAH KITAB
RISALATUL-QUSYAIRIYYAH
Bab Keempat
5. *AL-HAIBAH WA AL-UNS *
**الـهَيْـبَةُ والـ أُنْسُ**
وهمَا فوقَ القبْضِ والبسْطِ ، فكما أنَّ
القبْضَ فوقَ رتْبةِ الخوفِ ، والبسْطَ فوقَ منزلَةِ الرجاءِ . . فالـهَيْبةُ أعلى
مِنَ القبْضِ ، والـأُنْسُ أتمُّ مِنَ البسْطِ
وحقُّ الـهَيْبةِ الغَيْبَةُ ؛ فكلُّ هائِبٍ
غائِبٌ ، ثُمَّ يتفاوتُونَ في الهَيْبةِ حسَبَ تباينِهِمْ في الغَيْبةِ فمنْهُمْ
ومِنْهُمْ
وحقُّ الـأُنْسِ صحْوٌ بحَقٍّ ؛ فكلُّ مستأنِسٍ
صاحٍ ، ثُمَّ يتباينُونَ حسَبَ تباينِهِمْ في الشِّرْبِ
قالوا : أدْنَى محلِّ الـأُنْسِ : أنَّهُ
لَوْ طُرِحَ في لَظَى . . لَمْ يتكدَّرْ أنْسُهُ عليهِ
قالَ الجُنيدُ : كنتُ أسمَعُ السَّرِيَّ
يقولُ : يبلُغُ العبْدُ إلى حدٍّ لَوْ ضُرِبَ وجْهُهُ بالسيفِ . . لَمْ يشعُرْ ، وكانَ
في قلبي منهُ شيءٌ ، حتَّى بانَ لي أنَّ الأمرَ كذلِكَ
وحُكِيَ عَنْ أبي مقاتِلٍ العَكِّيِّ قالَ
: دخلْتُ على الشِّبْليِّ وهُوَ ينْتِفُ الشَّعْرَ مِنْ حاجبِهِ بمنْقاشٍ ، فقلْتُ
: يا سيِّدي ؛ أنْتَ تفعلُ هذَا بنفسِكَ ويعودُ أَلَمُهُ إِلى قلبي ! فقالَ : ويْلَكَ
، الحقيقةُ ظاهرةٌ لي ولَسْتُ أُطيقُها ، فهُوَ ذَا ، أُدْخِلُ الأَلَمَ على نفسي لعلِّي
أُحِسُّ بهِ فيسْتَتِرُ عنِّي ، فلَسْتُ أجِدُ الأَلَمَ ، وليسَ يستَتِرُ عنِّي ، وليسَ
لي بهِ طاقَةٌ
وحالُ الـهَيْبةِ والـأُنْسِ وإنْ جلَّتَا
فأهْلُ الحقيقةِ يعُدُّونهما نقْصاً ؛ لتضمُّنِهما تغيُّرَ العبْدِ ؛ فإنَّ أهْلَ التمكينِ
سمَتْ أحوالُهُمْ عَنِ التغيُّرِ ، وهُمْ مـحْوٌ في وجودِ العَيْنِ ، فلا هَيْبةَ لَهُمْ
ولا أُنْسَ ، ولا عِلْمَ ولا حِسَّ
والحكايةُ معروفةٌ عَنْ أبي سعيدٍ الخَرَّازِ
أنَّهُ قالَ : تِهْتُ في البادِيةِ مرَّةً ، فكنْتُ أقولُ
أَتِيهُ فَلَا أَدْرِي مِنَ التِّيهِ مَنْ
أَنَا ... سِوَى مَا يَقُولُ النَّاسُ فِيَّ وَفِي جِنْسِي
أَتِيهُ عَلَى جِنِّ الْبِلَادِ وَإِنْسِهَا
... فَإِنْ لَمْ أَجِدْ شَخْصاً أَتِيهُ عَلَى نَفْسِي
قالَ : فسمعتُ هاتفاً يهتِفُ بي
أَيَا مَنْ يَرَى الأَسْبَابَ أَعْلَى وُجُودِهِ
... وَيَفْرَحُ بِالتِّيهِ الدَّنِيِّ وَبِالأُنْسِ
فَلَوْ كُنْتَ مِنْ أَهْلِ الْوُجُودِ حَقِيقَةً
... لَغِبْتَ عَنِ الأَكْوَانِ وَالْعَرْشِ وَالْكُرْسِي
وَكُنْتَ بِلَا حَالٍ مَعَ اللهِ وَاقِفاً
... تُصَانُ عَنِ التَّذْكَارِ لِلْجِنِّ وَالإِنْسِ
وإِنَّما يرتقي العبْدُ عَنْ هذِهِ الحالِ
بالوجودِ
**AL-HAIBAH WA AL-UNS **
(RASA TAKUT DISERTAI PENGHORMATA & RASA
DEKAT/MESRA)
Kedua kondisi ini (*Haibah* dan *Uns*) berada di atas
tingkat *Qabdh* (sempit) dan *Basth* (lapang). Sebagaimana *Qabdh* berada di
atas tingkatan *Khauf* (takut) dan *Basth* di atas *Raja'* (harap), maka
**Haibah** lebih tinggi daripada *Qabdh*, dan **Uns** lebih sempurna daripada
*Basth*.
**Hakikat Haibah (Kewibawaan/Rasa Segan) adalah *Ghaibah*
(hilangnya kesadaran diri):** Maka setiap orang yang merasakan *haibah* pasti
melupakan dirinya (*ghaib*). Tingkatan *haibah* mereka berbeda-beda sesuai
dengan perbedaan tingkat *ghaibah* (fana) yang mereka alami.
* **Hakikat Uns (Kemesraan/Kedekatan) adalah *Sahw*
(kesadaran penuh bersama Allah):** Setiap orang yang merasakan *uns* berada
dalam keadaan sadar (*sahw*). Tingkatan mereka juga berbeda-beda sesuai
perbedaan kedalaman rasa (*syirb*) yang mereka reguk.
Para ulama tasawuf berkata:
> *"Tingkat paling rendah dari rasa Uns (dekat
dengan Allah) adalah: seandainya seseorang dilemparkan ke dalam kobaran api
neraka, rasa mesra/dekatnya dengan Allah tidak akan terganggu sedikit
pun."*
Kesaksian para Wali tentang Keadaan ini
**Al-Junaid berkata:**
> *"Aku pernah mendengar As-Sari As-Saqathi berkata:
Seorang hamba bisa mencapai tingkat spiritual di mana seandainya wajahnya
ditebas dengan pedang, ia tidak akan merasakannya sedikit pun. Dahulu dalam
hatiku ada sedikit keraguan akan hal itu, sampai akhirnya makin jelas bagiku
bahwa hal tersebut memang nyata."*
**Dikisahkan dari Abu Muqatil Al-'Akki, beliau berkata:**
> *"Aku menemui Asy-Syibli ketika beliau sedang
mencabut bulu alisnya dengan pinset/penjepit. Aku berkata: 'Wahai tuanku,
mengapa engkau menyiksa dirimu sendiri seperti ini, padahal rasa sakitnya
sampai mengiris hatiku?' Asy-Syibli menjawab: 'Celaka kamu! Hakikat
(manifestasi keagungan Allah) tampak begitu jelas di hadapanku dan aku tak
sanggup menanggungnya. Maka aku timpakan rasa sakit ini pada diriku, dengan
harapan rasa sakit ini dapat menyadarkanku sehingga Hakikat itu tersamar
dariku. Namun ternyata aku tidak merasakan sakit itu, Hakikat itu pun tidak
tersamar dariku, dan aku sungguh tidak kuat menanggungnya.'"*
# Pandangan Ahli Hakikat tentang Haibah dan Uns
Kondisi *Haibah* dan *Uns*, meskipun sangat agung, dianggap
sebagai **kekurangan (*naqsh*)** oleh para Ahli Hakikat (*Ahlul Tahqiq*). Sebab
kedua kondisi tersebut masih melibatkan perubahan/gejolak pada diri hamba
(*taghayyur*).
Adapun **Orang yang memiliki *Tamkin* (kemantapan
spiritual)**, kondisi mereka telah melampaui segala bentuk perubahan. Mereka
telah lebur (*mahw*) dalam Wujud Hakiki (*'Ain*), sehingga bagi mereka tidak
ada lagi istilah *haibah*, tidak ada *uns*, tidak ada pengetahuan (*'ilm*), dan
tidak ada pula perasaan indrawi (*hiss*).
# Syair Abu Said Al-Kharraz dan Suara Tanpa Rupa
Kisah yang terkenal dari **Abu Said Al-Kharraz**, beliau
menceritakan:
> *"Suatu ketika aku tersesat di padang pasir, lalu
aku melantunkan syair "*
* *Aku kebingungan hingga tak lagi tahu siapakah diriku
ini... selain apa yang dikatakan orang-orang tentangku dan tentang bangsaku.*
* *Aku merasa bangga/unggul atas bangsa jin dan manusia di
negeri ini... Jika tak kutemui seorang pun, maka aku akan bangga atas diriku
sendiri.*
Beliau melanjutkan: *"Tiba-tiba aku mendengar suara
tanpa rupa (*hatif*) berseru kepadaku "*
* *Wahai orang yang melihat sebab-sebab sebagai wujud
tertinggi dari keberadaannya... Dan merasa gembira dengan kebanggaan diri yang
rendah serta rasa mesra (uns)!*
* *Seandainya engkau benar-benar bagian dari Ahli Wujud yang
hakiki... Niscaya engkau akan fana (gaib) dari alam semesta, Arasy, dan Kursi.*
* *Dan engkau akan berdiri bersama Allah tanpa terikat
kondisi spiritual (hal)... Terjaga dari sebutan/ingatan jin maupun manusia.*
> Seorang hamba hanya dapat naik melampaui
kondisi-kondisi (*hal*) ini dengan mencapai **Wujud yang Hakiki** (*Al-Wujud*).
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.