بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
Terjemah Kitab
Mukasyafah Al-Qulub
Al-Muqarrib Ila Hadrah ‘Allam Al-Ghuyub Fi‘Al-Tashawwuf
Al-Hujjah Al-Islam Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali
31. Menjauhi Dunia & Celaan Terhadapnya 7

Al-Hasan berkata pula: Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, Dia memberinya suatu pemberian, kemudian berhenti. Apabila habis, Allah mengulangi lagi pemberiannya. Apabila seorang hamba menjadi hina di sisi Allah, Dia lapangkan dunia baginya selapang-lapangnya.
Muhammad ibnul Munkadir berkata: Apa pendapatmu, andaikata seseorang berpuasa sepanjang tahun, tidak berbuka dan mengerjakan shalat malam dan tidak tidur dan menyedekahkan hartanya dan berjihad di jalan Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah, tetapi ia didatangkan pada hari kiamat, lalu dikatakan: Orang ini membesarkan dalam pandangannya apa yang dikecilkan Allah dan mengecilkan dalam pandangannya apa yang dibesarkan Allah. Bagaimana engkau melihat keadaannya.
Siapa di antara kita yang tidak demikian? Dunia besar di sisinya, padahal kita melakukan banyak dosa dan kesalahan.
Abu Hazim berkata: Beban dunia dan akhirat menjadi berat. Adapun beban akhirat, engkau tidak akan mendapat penolong atasnya.
Adapun beban dunia, tidaklah engkau menepukkan tanganmu kepada sesuatu darinya, melainkan engkau dapati seorang fasik telah mendahuluimu kepadanya.
Abu Hurairah berkata: Dunia tergantung di antara langit dan bumi seperti wadah yang sudah usang. la berseru kepada Tuhannya sejak Allah menciptakannya hingga hari Allah memusnahkannya: Ya Tuhanku, ya Tuhanku, mengapa Engkau membenciku?
Maka Allah menjawab: Diamlah, hai makhluk tak berharga.
Abdullah ibnul Mubarak berkata: Cinta dunia dan dosa-dosa di dalam hati telah mengelilinginya, maka kapan kebaikan bisa sampai kepadanya?
“Wahab bin Munabbih berkata: Barangsiapa menggembirakan hatinya dengan kesenangan dunia, ia pun telah menyalahi hikmah.
Barangsiapa meletakkan syahwatnya di bawah telapak kakinya, ia pun menyingkirkan syaitan dari bayangannya dan siapa yang ‘Imunya mengalahkan hawa nafsunya, maka dialah yang menang.
Dikatakan kepada Bisyir: Si Fulan meninggal.
Bisyir berkata: la mengumpulkan dunia dan pergi ke akhirat dan menyia-nyiakan dirinya.
Dikatakan kepadanya: la dulu melakukan begini dan melakukan begini. Mereka menyebut macam-macam kebaikan.
Bisyir berkata: Ini tidak berguna ketika ia mengumpulkan dunia.

Seorang bijak berkata: Dunia membuat kita benci kepadanya, sedangkan kita mencintainya. Maka bagaimana jika ia menampakkan kecintaan kepada kita.
Dikatakan pada Hakim: Dunia itu untuk siapa?
la menjawab: Untuk orang yang meninggalkannya.
Kemudian dikatakan: Akhirat itu untuk siapa?
la menjawab: Bagi orang yang mencarinya.
Hakim berkata: Dunia adalah negeri yang rusak dan lebih rusak darinya adalah hati orang yang membangunnya. Surga adalah negeri yang makmur dan yang lebih makmur darinya adalah hati orang yang mencarinya.
Al-Junaid berkata: Adalah Asy-Syafi’i rahimahullah termasuk murid yang berbicara dengan kebenaran mengenai dunia. la menasihati seorang saudaranya dalam agama Allah dan membuatnya takut kepada Allah.
Asy-Syafi’i berkata: Hai saudaraku, sesungguhnya dunia adalah tempat licin yang menggelincirkan dan tempat kehinaan. Kemakmurannya akan berakhir dengan kehancuran, penghuninya , akan memasuki perpisahan, kekayaannya akan berubah menjadi kemiskinan. Memperbanyak harta di dalamnya akan menimbulkan kesulitan dan kesulitan di dalamnya akan menjadi kemudahan.
Maka berlindunglah kepada Allah dan puaslah dengan rezeki Allah. janganlah engkau berutang dari negerimu yang fana untuk menuju negerimu yang kekal, karena kehidupanmu adalah bayangan yang lenyap dan dinding yang miring. Perbanyaklah amalmu dan pendekkan angan-anganmu.
Ibrahim bin Adham berkata kepada seorang lelaki: Mana yang lebih engkau sukai, satu dirham di dalam mimpi atau satu dinar dalam keadaan terjaga?
Orang itu menjawab: Satu dinar dalam keadaan terjaga.
Ibrahim berkata: Engkau berdusta, karena yang engkau sukai di dunia seakan-akan engkau menyukainya di dalam mimpi dan yang tidak engkau sukai di akhirat seakan-akan engkau tidak menyukainya dalam keadaan terjaga.
Isma’il bin Iyasy berkata: Teman-teman kami dulu menamai dunia babi betina.
Maka mereka berkata: “Menyingkirlah dari kami, hai babi”. Andaikata mereka menemukan nama yang lebih buruk dari itu, niscaya mereka menamainya dengan nama itu.
Ka’ab berkata: Dunia akan menyebabkan kalian mencintainya hingga kalian menyembahnya dan pemiliknya.
Yahya bin Mu’adz Ar-Razi rahimahullah berkata: Orang-orang berakal ada tiga macam: Orang yang meninggalkan dunia sebelum dunia meninggalkannya dan membangun kuburnya sebelum memasukinya dan membuat Penciptanya ridha sebelum berjumpa dengan-Nya.
la berkata pula: Kesialan dunia adalah sedemikian rupa sehingga ia memberimu angan-angan terhadapnya dan melalaikanmu dari menaati Allah. Maka bagaimana bila masuk di dalamnya?
Bakrin bin Abdullah berkata: Barangsiapa ingin mencukupi dirinya dari dunia dengan dunia adalah seperti orang yang memadamkan api dengan jerami.

Bundarin berkata: Apabila engkau melihat para pecinta dunia berbicara tentang zuhud, maka ketahuilah bahwa mereka menjadi sasaran ejekan syaitan.
la berkata pula: Barangsiapa serakah terhadap dunia, apinya akan membakarnya hingga menjadi abu.
Barangsiapa yang serakah terhadap akhirat, ia pun akan dibentuk oleh apinya sehingga menjadi lempengan emas yang bisa dimanfaatkan. Dan barangsiapa mendekatkan dirinya kepada Allah azza wa jalla, ia pun dibakar oleh api tauhid sehingga menjadi permata yang tak terhingga nilainya.
Ali karromallahu wajhahu berkata: Sesungguhnya dunia itu ada enam macam, yaitu: makanan, minuman, pakaian, kendaraan, istri yang dinikahi dan sesuatu yang dicium.
Makanan yang paling mulia adalah madu dan ia adalah susu bercampur air bagi lalat. Minuman yang paling mulia adalah air dan ia diminum oleh orang baik maupun orang fajir (fasik). Pakaian yang paling berharga adalah sutera dan ia adalah tenunan ulat sutera. Kendaraan yang paling mulia adalah kuda dan di atasnya orang orang terbunuh.
Yang paling mulia dinikahi adalah istri dan ia adalah tempat kencing dalam tempat kencing.
Ada wanita yang menghiasi bagian yang terbaik darinya dan dimaksudkan sesuatu yang paling buruk darinya.
Wangi-wangian yang paling mulia adalah misik (kasturi)
padahal misk adalah sejenis dengan darah".
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsen. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Terjemahan Kitab Mukasyafatul Qulub 31. Menjauhi Dunia & Celaan Terhadapnya 7
Description : Terjemah Kitab Mukasyafah Al-Qulub Al-Muqarrib Ila Hadrah ‘Allam Al-Ghuyub Fi‘Al-Tashawwuf Al-Hujjah Al-Islam Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali...