بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
Terjemah Kitab
Mukasyafah Al-Qulub
Al-Muqarrib Ila Hadrah ‘Allam Al-Ghuyub Fi‘Al-Tashawwuf
Al-Hujjah Al-Islam Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali
31. Menjauhi Dunia & Celaan Terhadapnya 6

Abu Sulaiman Addarani berkata: "Bilamana akherat berada di ruang hati maka dunia akan mendesaknya. Kalau dunia ada dihati, maka akherat tidak akan mendesaknya karena akherat adalah mulia dan dunia terhina".
Pendapat ini amat memberatkan dan menurut hemat kami sebagaimana dijelaskan Sayyar bin Hikam yang benar, dia berkata: "Bila dunia dan akherat berkumpul dalam hati. maka keduanya akan saling mengalahkan dan yang kalah akan mengikuti". Malik bin dinar berkata:"Seberapa engkau perhatian pada duniamu, maka akherat keluar dari hatimu. Sebaliknya, Seberapa engkau perhatian akherat tentu dunia akan keluar dari hatimu". Pendapat Malik ini mengambil dari pendapat Ali KW yang mengatakan: "Dunia dan akherat laksana 2 orang yang dimadu. Bila engkau membuat puas salah satunya tentu yang akan jatuh".
Hasan RA berkata: "Sungguh aku memandang beberapa kalangan manusia; mereka memandang dunia lebih hina daripada debu yang berterbangan, tidak ambil peduli apakah dunia masih berputar atau tidak".
Seorang lelaki berkata pada Hasan RA: "Bagaimana pendapat kamu mengenai lelaki yang dikayakan oleh Allah! Kemudian menyumbangkan pada orang lain sekaligus dia bersilaturrahmi pada sanak famili, kemudian hartanya dibuat bersenang-senang; apakah itu baik!".
Kata Hasan RA: "Tidak. Andaikan semua dunia ini miliknya, maka tak ada bagian untuknya kecuali hanya secukupnya dan mengamalkan buat bekal esok dihari Kefakiran".
Kata Imam Fudlail: "Andaikan dunia diberikan padaku dengan halal tanpa adanya perhitungan, pasti aku tidak akan memandang kotor sebagaimana kotornya bangkai sebab khawatir akan pakaiannya".
Diberitakan ketika Umar RA datang ke Syam, Abu Ubaidah RA menjemputnya dengan naik unta. Ia memberi salam pada Umar RA dan berkata sedikit. Lalu keduanya ke suatu tempat, disana tidak ada apa-apa kecuali pedang, perisai dan karung (tas), Umar RA berkata: "Sebaiknya engkau mengambil perlengkapan". Ubaidah menjawab: "Ya Amirul mukminin, hanya ini yang bisa membuat kami tidur siang".
Sufyan berkata: "Ambillah dunia untuk dirimu dan akherat untuk hatimu". Hasan berkata: "Demi Allah! Sungguh bani israil yang menyembah Tuhan Maha Pengasih berubah menyembah berhala ketika cinta akan dunia".
Wahab berkata: Aku banyak membaca Kitab-Kitab;
"Dunia merupakan keberuntungan bagi yang berakal dan kelengahan bagi yang bodoh, mereka tersisi karena tidak mengenal, minta dikembalikan tapi tidak dikembalikan".

Lukman berwasiat untuk anaknya: "Hai anakku, engkau sudah tidak mengurusi dunia semenjak engkau disana, lalu hanya mengurusi akherat. Engkau memandang perkampungan dekat adalah lebih dekat daripada perkampungan yang kau lihat jauh".
Kata Sa'id bin Mas'ud: "Bila engkau melihat hamba yang semakin kaya dunianya dan menurun akheratnya, dan ia senang dengan keadaan itu, maka orang ini tertipu namun tidak merasa tertipu".
Amr bin Ash berkata diatas mimbar: "Demi Allah! Aku tidak pernah melihat ada manusia yang merasa senang dengan sesuatu yang dibenci oleh Nabi SAW. Demi Allah, tak ada 3 hal bagi Rasulullah SAW kecuali ada yang membahayakan beliau SAW daripada yang bermanfaat".
Hasan berkata setelah membaca firman Allah: "Sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdaya kamu(QS.Lukman:33)". Siapa yang berfirman: "Tentu pasti Allah Dzat yang menciptakan dunia lebih mengetahui segala isinya.
Takutilah dunia yang amat menyibukkan, sebab dunia adalah tempat kesibukan. Seorang lelaki tak akan membuka pintu kesibukan kecuali pintu itu terus membukanya 10 pintu".
Dia berkata: "Orang miskin selalu ridho dengan harta halalnya yang dihisab dan yang haram dijadikan siksa,,,(dst), anak cucu Adam selalu merasa sedikit harta (kurang) dan tidak merasa sedikit amalnya, dan mereka masih bisa bergembira dengan bencana didunia saja".
Al-Hasan menulis surat kepada Umar bin Abdul Aziz: Salam atasmu. Amma ba’du: Sepertinya engkau adalah orang terakhir yang ditetapkan kematian atasnya.
Umar menjawab: Seakan-akan kamu berada di dunia yang tidak pernah ada dan seakan-akan engkau berada di akhirat yang tetap ada.
Al-Fudhail bin Iyadh berkata: Masuk dalam dunia adalah mudah, tetapi keluar darinya adalah sulit.
Seorang bijak berkata: Sungguh mengherankan manusia yang mengetahui bahwa kematian adalah nyata, bagaimana ia gembira. Dan sungguh mengherankan, manusia yang mengetahui bahwa neraka adalah nyata, bagaimana ia tertawa.mSungguh mengherankan manusia yang melihat dunia berubah-ubah terhadap penghuninya, bagaimana ia merasa tenang dengannya. Sungguh mengherankan manusia yang mengetahui bahwa takdir adalah nyata, bagaimana ia bersusah payah.

Seorang lelaki dari Najran berumur 200 tahun datang kepada Mu’awiyah ra. la bertanya kepada orang itu tentang dunia, bagaimana ia mendapatinya.
Orang itu menjawab: Beberapa tahun mengalami cobaan dan beberapa tahun mengalami kesejahteraan, hari demi hari dan malam demi malam. Ada anak dilahirkan dan orang meninggal. Kalau tidak ada anak yang lahir, niscaya punahlah manusia. Kalau tidak ada manusia yang meninggal, niscaya sempitlah dunia dengan penghuninya.
Kemudian orang itu berkata kepadanya: Tanyakanlah apa saja yang engkau inginkan.
Mu’awiyah berkata: Umur yang sudah lewat, lalu engkau mengembalikannya atau ajal yang datang, lalu engkau menolaknya.
Orang itu menjawab: Aku tidak bisa melakukan itu.
Mu’awiyah berkata: Kalau begitu, aku tidak butuh kepadamu.
Dawud Ath-Tha’iy rahimahullah berkata: Hai anak Adam, engkau gembira dengan tercapainya angan-anganmu. Sesungguhnya engkau mencapainya dengan habisnya umurmu. Kemudian engkau menunda amalmu seakan-akan manfaatnya untuk orang lain.
Bisyir berkata: Barangsiapa meminta dunia kepada Allah, sesungguhnya ia meminta kepada-Nya untuk berdiri lama di hadapan-Nya.
Abu Hazim berkata: Tiada sesuatu di dunia yang menggembirakanmu, melainkan Allah menempelkan padanya sesuatu yang menyusahkanmu.
Al-Hasan berkata: Tidaklah keluar jiwa anak Adam (manusia) dari dunia, melainkan ia merasakan tiga penyesalan.
la tidak puas dengan harta yang dikumpulkannya dan tidak mencapai keinginan yang diharapkannya dan tidak menyediakan bekal yang cukup untuk akhirat yang didatanginya.
Abu Sulaiman berkata: Tidaklah sabar dari mengikuti nafsu dunia, melainkan orang yang di hatinya terdapat sesuatu yang menyibukkannya dengan akhirat.
Malik bin Dinar berkata: Kita sepakat mencintai dunia. Maka sebagian dari kita tidak menyuruh sebagian lainnya (berbuat baik) dan sebagian dari kita tidak melarang sebagian yang lain (dari peruatan mungkar), sedangkan Allah tidak membiarkan kita dalam keadaan ini. Kiranya aku tahu siksa Allah yang mana akan menimpa kita.
Berkata Abu Hazim: Dunia yang sedikit melalaikan dari banyak akhirat.
Al-Hasan berkata: Hinakanlah dunia. Demi Allah, dunia tidak lebih enak bagi seseorang daripada dunia itu bagi yang menghinakannya.
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsen. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Terjemahan Kitab Mukasyafatul Qulub 31. Menjauhi Dunia & Celaan Terhadapnya 6
Description : Terjemah Kitab Mukasyafah Al-Qulub Al-Muqarrib Ila Hadrah ‘Allam Al-Ghuyub Fi‘Al-Tashawwuf Al-Hujjah Al-Islam Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali ...