31 Tentang
Menjauhi Dunia & Celaan Terhadapnya 3

Diriwayatkan: Suatu hari Nabi Isa AS merasa berat atas turunnya hujan, kilat dan petir, dan dia cepat-cepat mencari perlindungan, dan ia menemukan kemah yang cukup lumayan jauh, setelah sampai disana ternyata didalamnya ada seorang wanita, terpaksa ia harus pergi lagi. Ia menemukan sebuah gua, sesampai disana ternyata didalam gua ada harimau. Lalu ia meletakkan tangannya dan berdo'a: "Ya Tuhan, Engkau banyak menciptakan tempat berlindung, namun Engkau tidak menghendaki sebagai tempat berlindung".
Kemudian Allah menurunkan wahyu: "Tempat berlindungmu adalah Rahmat-KU. Kelak Aku akan menikahkan kamu dengan 100 bidadari, Aku menciptakan mereka dengan Kekuasaan-KU dan Aku akan menjamu dalam pesta nikah kalian selama 4.000 tahun, dimana seharinya selama umur dunia, dan AKU akan memerintahkan seseorang untuk mengumumkan:
"Dimanakah zuhud didunia, maka datanglah pesta pernikahan Isa bin Maryam sebagai orang zuhud didunia".
Isa bin Maryam berkata: "Kecelakaan besar bagi maniak dunia, ia akan mati dan meninggalkan dunia beserta isinya, dunia menipunya tapi mereka merasa tentram. Dia menomorsatukan dunia, padahal dunia jelas menghinakannya. Dan amat celaka bagi yang tertipu, dunia sudah menampakkan jelas terhadap apa yang mereka benci. Sesungguhnya ia menjauhkan para pencinta dunia dengan yang dicintai, dan mereka merasakan sebagaimana yang dijanjikan. Kecelakaan besar buat para pencinta dunia, dimana kesalahan merupakan amalan mereka, dan bagaimana kelak akan memikul dosa-dosanya".
Dikatakan: Bahwa Allah menurunkan wahyu terhadap Nabi Musa AS: "Apa hubunganmu dengan perkampungan orang-orang yang dzalim! Sungguh dia bukanlah daerahmu, maka keluarkan perhatianmu dan pisahkan mereka dengan akalmu. Perkampungan buruk jelas milik orang-orang dzalim, dan sebaik-baik perkampungan ialah yang ditempati orang-orang beramal. Hai Musa, Aku menunggu orang-orang dzalim dan kuserahkan buat orang yang didzalimi".
Diriwayatkan: Sesungguhnya Nabi SAW memanggil Abu Ubaid bin Al Jarrah RA. Abu Ubaid RA pun datang dengan membawa harta dari Bahrain. Para sahabat Nabi SAW mendengar kedatangan Abu Ubaid dan mereka berjama'ah shubuh bersama Nabi SAW. Setelah shalat mereka menghadang beliau SAW, sampai Nabi SAW tersenyum memandang mereka. Beliau SAW bersabda: "Aku sudah menyangka kalian pasti mendengar kedatangan Abu Ubaid dengan membawa sesuatu". Mereka berkata: "Benar, Ya Rasul".
Nabi SAW melanjutkan: "Bergembiralah, dan tahan dulu kegembiraan kalian. Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan menimpa kalian, namun aku khawatir duniamu disejahterakan seperti orang-orang sebelum kamu. Kamu berlomba-lomba mengajar dunia sebagaimana mereka, kemudian dunia mencelakai kalian sebagaimana mencelakai mereka".

Abu Sa'id Sl Khudri RA berkata bahwa Nabi bersabda: "Sungguh amat yang kukhawatirkan ialah sesuatu yang diberikan Allah buat kalian dari berkah-berkah bumi". Ada yang bertanya:
"Apa berkah-berkah bumi, wahai Nabi!". Nabi SAW bersabda:"Keindahan dunia". Lanjut Nabi SAW: "Jangan sibukkan hati kalian dengan mengingatnya, apalagi memperoleh kenyataannya".
Ammar bin Sa'id RA berkata: Isa AS memasuki desa, dan para penduduknya didepan rumah atau dijalan-jalan telah meninggal dunia. Isa berkata: "Hai Hawariyyun, mereka meninggal dunia karena kutukan. Andaikan mereka mati bukan karena kutukan tentu mereka bisa saling mengubur". Mereka berkata: "Wahai Rasul (Isa), kami senang kalau mendengar tragedi mereka". Dan Nabi Isa bertanya kepada Allah SWT. Allah menurunkan wahyu: "Panggilan mereka di malam hari tentu mereka akan menjawab".
Dan ketika malam tiba Isa menuju puncak gunung dan memanggil mereka: "Hai penghuni desa!". Mereka menjawab: "Malam hari kami selamat, pagi harinya kami sudah masuk neraka Hawiyah". Isa bertanya: "Kenapa begitu". Mereka menjawab: "Kami terlalu mencintai dunia dan mentaati orang yang berbuat maksiat". Isa bertanya: "Bagaimana contoh kalian mencintai dunia". Mereka menjawab: "Laksana anak kecil mencintai ibunya, bila menghadap akan gembira dan bila mundur akan susah dan menangisi dunia". Isa bertanya:
"Bagaimana kawan-kawanmu yang tidak menjawab pertanyaanku". Mereka menjawab:
"Mereka dikendalikan para malaikat amat kasar dengan api". Isa bertanya: "Mengapa engkau bisa menjawab pertanyaanku". Katanya: "Aku berada diantara mereka, namun aku bukan golongan mereka, dan ketika siksa menjatuhi mereka, aku pun kena siksa bersama mereka, sehingga nasibku terlantar di pinggir neraka Jahannam; aku tidak tahu apakah masuk neraka Jahannam atau selamat". Nabi Isa bertanya kepada pengikutnya: "Sesungguhnya makan roti dengan kadar gandum yang rendah, atau memakai kain kasar, tidur di tempat sampah, itu lebih baik, lebih selamat dari dunia dan akherat".
Annas RA berkata: "Unta Nabi SAW dijuluki Adhba' (telinga sobek, padahal telinga unta Nabi SAW tidak sobek), juga dijuluki paling pelan jalannya. Tiba-tiba ada seorang badui membawa unta sampai mendahului unta Nabi SAW membuat para muslimin kurang senang. Nabi SAW pun bersabda: "Sesungguhnya hal yang paling benar menurut Allah ialah tidak mengangkat derajat sesuatu dari sudut dunia, melainkan akan direndahkan".

Isa AS berkata: "Siapa yang mampu mendirikan rumah diatas ombak!". Demikianlah dunia, maka jangan jadikan dunia tempat tinggal". Dikatakan kepada Isa AS:
"Berikan kami satu ilmu yang membuat Allah mencintai kami". Isa menjawab: "Bencilah dunia, pasti Allah mencintaimu".
Kata Abu Darda' RA, bahwa Nabi SAW bersabda: "Andaikan kamu tahu apa yang kuketahui niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Dunia menurutmu amat rendah dan kamu pasti mengutamakan akherat". Abu Darda' berpendapat: "Andaikan kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu pasti keluar dari daratan bumi sambil menjerit dan menangisi dirimu sendiri, dan kamu akan meninggalkan hartamu".
Tak ada seorang penjaga dan tiada pula yang kembali kecuali sesuatu yang tidak ada. Angan-anganmu telah membaurkan mata hatimu untuk mengenal akherat, sehingga dunia menguasai kalian dan kalian seolah-olah tidak memiliki ilmu. Sebagian kalian ada yang lebih hina dari binatang karena sulit meninggalkan kesenangan dunia. Lalu mengapa kalian tidak saling mencintai dan menasehati! Padahal kalian saudara seagama. Tidak akan tersisa kesenangan duniamu kecuali kotoran hati, dan andai kalian bersatu dalam kebajikan tentu kalian saling mencintai. Lalu mengapa kalian tidak saling menasehati dalam urusan dunia dan akherat!
Kalian tidak akan saling memberi nasehat dan tidak mampu menolong dalam segi akherat, dikarenakan hatimu hanya ada sedikit iman. Andaikan kalian yakin akan kebaikan akherat dan mengenal bahayanya sebagaimana kalian mengenal dunia, pasti kalian mengutamakan akherat, sebab dialah yang lebih mengerti urusan-urusanmu.
Kalau kamu berpendapat: "Cinta merupakan hal yang jelas dan masuk akal" Maka kami melihatmu meninggalkan jelasnya duniawi. Kalian bersusah payah bersama penderitaan dan pekerjaan yang mungkin saja kalian tidak akan menemukan ujungnya. Maka jelek-jeleknya kamu adalah kalian semua, sebab kalian tidak menguatkan iman kalian. Kalau kalian ragu dengan apa yang dibawa Nabi SAW, maka datangilah kami agar kami menjelaskan tentang Nur yang akan membuat hatimu bahagia. Demi Allah! Kalian bukanlah orang yang kurang akal, sehingga kami memaklumi alasan kalian. Kami telah menampakkan kebenaran dunia menurut pendapatmu dan selalu mengambil yang terbaik dalam segala urusan kalian.
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)