بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 35.
35. TENTANG MENJADIKAN PERLINDUNGAN SELAIN ALLAH & PENJELASAN PADANG MAHSYAR
الباب الخامس والثلاثون
في اتخاذ ولي من دون الله سبحانه وتعالى وفي بيان العرصات
قال الله تعالى ولا تركنوا إلى الذين ظلموا فتمسكم النار الآية قال بعض المفسرين أجمع أهل اللغة على أن الركون مطلق الميل والسكون يسيراً أو كثيراً
وقال عبد الرحمن بن زيد الركون هنا الاذعان وذلك أن لا ينكر عليهم كفرهم وعن عكرمة لا تصنعوهم والظاهر من الآية عموم النهي عن الركون إلى المشركين وفسقة المسلمين
وقال النيسابوري في تفسيره . قال المحققون الركون المنهي عنه هو الرضا بما عليه الظلمة أو تزين طريقتهم وحسنين عند غيرهم ومشاركتهم في شيء من أبواب المظالم فأما مداخلتهم لدفع شيء من الضر أو اجتلاب منفعة عاجلة فغير داخلة في الركون قال وأقول هذا من طريق المعاش والرخصة ومقتضى التقوى هو الاجتناب عنهم بالكلية أليس الله بكاف عبده . أه .
قلت ولقد صدق فحسم مادة الركون إليهم ولا سيما في هذه الأزمان التي لا يمكن فيها إنكار المنكر والأمر بالمعروف مع ما في الركون إليهم من الغرور والغرور وإذا كان حال الميل في الجملة إلى من وجد منه ظلم ما في الإفضاء إلى مساس النار وهكذا فما ظنك بمن يميل إلى الراسخين في الظلم والعدوان ميلا عظيما ويتهالك على صحبتهم ومنادمتهم ويلقى شراشرة على مؤانستهم ومعاشرتهم ويبتهج بالتزين بزيهم ويمد عينيه إلى زهرتهم الفانية ويغبطهم بما أوتوا من القطوف الدانية وهو في الحقيقة من الحبة طفيف ومن جناح البعوضة خفيف بمعزل عن أن تميل إليه القلوب ضعف الطالب والمطلوب . قال المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
Allah Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka.” Hud: 13.
Dan Abdurrahman bin Zaid berkata: Rukun (bersandar) di sini adalah ketundukan, yaitu tidak mengingkari kekufuran.
Diriwayatkan dari Ikrimah: Janganlah kalian berbuat baik kepada mereka.
Yang jelas dari ayat itu ialah keumuman larangan untuk condong kepada kaum musyrikin dan kaum muslimin yang fasik.
An-Naisaburi berkata mengenai penafsirannya, ia berkata: Para peneliti berkata: Kecondongan yang dilarang ialah ridha dengan tindakan orang-orang yang zalim atau membaguskan dan membenarkan jalan mereka pada selain mereka dan ikut serta dengan mereka dalam melakukan suatu kezaliman.
Adapun masuk dalam golongan mereka untuk menolak bahaya dan mendatangkan manfaat yang cepat, maka hal itu bukan termasuk kecondongan.
la berkata: Saya katakan: Ini dari jalan penghidupan dan rukhsah, sedangkan tuntutan ketakwaan adalah menjauhi mereka secara menyeluruh.
Allah Ta’ala berfirman: (Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya). Az-Zumar: 36.
Saya katakan: Dia berkata benar. Memutus alasan kecondongan kepada mereka adalah lebih utama, terutama di masa-masa ini yang tidak memungkinkan untuk mengingkari kemungkaran dan menyuruh berbuat kebaikan di samping kecondongan itu bisa menyebabkan ghurur.
Apabila keadaan condong secara umum kepada orang yang zalim berakibat disentuh api neraka, maka bagaimana dugaanmu terhadap orang yang condong kepada orang-orang yang kokoh dalam kezaliman dan permusuhan dengan kecondongan yang besar dan bersungguh-sungguh dalam menemani mereka, senang bergaul dengan mereka, gembira meniru pakaian mereka dan menginginkan kesenangan hidup mereka dan iri dengan kenikmatan yang diberikan kepada mereka.
Padahal, dibandingkan dengan biji gandum hal itu adalah remeh dan dibandingkan dengan sayap nyamuk adalah ringan, jauh dari kecondongan hati kepadanya.
Sungguh lemah siapa yang menginginkan dan yang diinginkan.
Nabi SAW bersabda: “Manusia mengikuti kebiasaan temannya, hendaklah seseorang dari kamu melihat dengan siapa dia berteman.”
وروي مثل الجليس الصالح مثل حامل المسك إن لم يعطك أصابك.
من ريحه ومثل الجليس السوء كمثل صاحب الكير إن لم يحرفك أصابك من دخانه قال الله تعالى مثل الذين اتخذوا من دون الله أولياء كمثل العنكبوت اتخذت بيتا الآية
وقال من عظم غنيا لغناه فقد ذهب ثلث دينه وقال إذا مدح الفاسق غضب الرب واهتز لذلك العرش وقال الله تعالى يوم ندعوا كل أناس بإمامهم يعني في عرصات القيامة
وقد اختلف المفسرون في تعيين الإمام الذي يدعى كل أناس به فقال ابن عباس وغيره أنه كتاب كل إنسان الذي فيه عمله أي يدعى كل إنسان بكتاب عمله ويؤيد هذا قوله تعالى فأما من أوتي كتابه بيمينه الآية
وقال ابن زيد الامام هو الكتاب المنزل فيقال يا أهل التوراة يا أهل الانجيل يا أهل القرآن وقال مجاهد وقتادة إمامهم نبيهم فيقال هاتوا متبعي إبراهيم هاتوا متبعي موسى هاتوا متبعي عيسى هاتوا متبعي محمد ﷺ وعليهم وقال علي بن ابي طالب رضي الله عنه المراد بالامام إمام عصرهم فيدعى أهل كل عصر بإمامهم الذي كانوا به يأتمرون بأمره وينتهون بنهيه .
وفي الحديث الصحيح عن ابن عمر قال قال رسول الله ﷺ إذا جمع الله
الأولين والآخرين يوم القيامة رفع لكل غادر لواء فيقال هذه غدرة فلان ابن فلان
وروى الترمذي وغيره عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله ﷺ في تفسير هذه الآية يدعى أحدهم فيعطى كتابه بيمينه ويمد له في جسمه ستين ذراعا ويبيض وجهه ويجعل على رأسه تاج من لؤلؤ يتلالاً فينطلق إلى أصحابه فيرونه من بعيد فيقولون اللهم اثتنا بهذا وبارك لنا في هذا حتى يأتيهم فيقول أبشروا لكل رجل منكم مثل هذا وأما الكافر فيسود وجهه ويمد له في جسمه ستين ذراعا على صورة آدم ويلبس تاجا فيراه اصحابه فيقولون نعوذ بالله من شر هذا اللهم لا تأتنا بهذا
Diriwayatkan: Perumpamaan teman duduk yang baik (orang Shalih) adalah seperti pembawa minyak misik. Jika ia tidak memberimu, maka engkau terkena baunya. Dan perumpamaan teman duduk yang buruk adalah seperti tukang besi yang menggunakan alat penghembus api. Jika ia tidak membakarmu, maka engkau terkena asapnya.
Allah Ta’ala berfirman: “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah.” Al-Ankabut: 41
Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa mengagungkan seorang kaya karena kekayaannya, lenyaplah dua pertiga agamanya.”
Nabi SAW bersabda: Apabila orang fasik dipuji, Tuhan marah dan Arsy berguncang karena itu.” Allah Ta’ala berfirman: (ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya). Al-Isra’: 71.
Yakni di padang mahsyar (tempat manusia berkumpul) pada hari kiamat.
Para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai penentuan imam yang setiap umat dipanggil dengannya.
Ibnu Abbas dan lainnya berpendapat: Sesungguhnya ia adalah kitab setiap manusia yang memuat amalnya.
Hal itu dikuatkan oleh firman Allah Ta’ala: (Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya). Al-Haqqah: 19.
Abu Zaid berkata: Al-Imam ialah kitab yang diturunkan.
Maka dikatakan: Hai pengikut Taurat, hai pengikut Al-Qur’an.
Mujahid dan Qatadah berkata: Imam mereka adalah nabi mereka.
Maka dikatakan: Kemarilah pengikut Ibrahim, kemarilah pengikut Musa, kemarilah pengikut Isa, kemarilah pengikut Muhammad SAW.
Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: Yang dimaksud dengan Al-Imam ialah imam di zaman mereka. Kemudian orang-orang di setiap masa dipanggil dengan imam mereka yang mereka ikuti perintahnya dan berhenti berbuat karena larangannya.
Disebutkan dalam hadits sahih dari ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Apabila Allah mengumpulkan orang-orang terdahulu dan terakhir pada hari kiamat, diangkat bagi setiap pengkhianat satu panji, kemudian dikatakan: Ini pengkhianatan si Fulan bin Fulan.”
Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya dari Abi Hurairah r.a., ia berkata: Bersabda Rasulullah SAW mengenai penafsiran ayat ini: Seseorang dari mereka diberi kitabnya di sebelah kanannya dan dipanjangkan baginya pada tubuhnya sepanjang enam puluh hasta. Wajahnya menjadi putih dan diletakkan di atas kepalanya mahkota dari mutiara yang berkilauan. Kemudian ia pergi kepada teman-temannya dan mereka melihatnya dari jauh.
Mereka berkata: “Ya Allah, berikan ini kepada kami dan berkatilah kami pada mahkota ini” hingga ia mendatangi mereka, lalu berkata: Gembiralah kalian, setiap orang lelaki dari kalian mendapat seperti , ini.
Adapun untuk orang kafir, wajahnya menjadi hitam dan dipanjangkan baginya pada tubuhnya enam puluh hasta dalam bentuk Adam dan ia memakai sebuah mahkota. Teman-temannya melihatnya. Mereka berkata: Kita berlindung dengan Allah dari keburukan orang ini. Ya Allah, jangan berikan ini kepada kami.
قال فيأتيهم فيقولون اللهم اخزه فيقول أبعدكم الله فان لكل رجل منكم مثل هذا وقال الله تعالى إذا زلزلت الأرض زلزالها وأخرجت الأرض أثقالها إلى آخر السورة قال ابن عباس رضي الله عنهما أي تحركت من أسفلها وأخرجت ما في جوفها من الأموات والدفائن
وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال قرأ رسول الله ﷺ يومئذ تحدث أخبارها قال اتدرون ما أخبارها قالوا الله ورسوله أعلم قال فان اخبارها أن تشهد على كل عبد وأمة بكل عمل على ظهرها وعن رسول الله ﷺ انه قال تحفظوا من الأرض فانها أمكم وأنه ليس من أحد عامل عليها خيرا أو شراً إلا وهي مخبرة أخرجه الطبراني
Kemudian ia mendatangi mereka. Maka mereka berkata: Ya Allah, hinakanlah dia.
Orang itu menjawab: Semoga Allah menjauhkan kalian. Sesungguhnya setiap orang dari kalian mendapat mahkota seperti ini.
Allah Ta’ala berfirman: “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya yang dahsyat. Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandungnya).” Az-Zalzalah: 1-2 hingga akhir surah.
Ibnu Abbas r.a. berkata: Yakni berguncang dari bawahnya dan mengeluarkan mayit-mayit dan barang-barang terpendam darinya.
Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah SAW membaca: (Pada hari itu bumi menceritakan beritanya). Az-Zalzalah:4.
Beliau berkata: Tahukah kalian apa beritanya?
Para sahabat menjawab: Allah dan rasul-Nya lebih tahu.
Nabi SAW berkata: Beritanya ialah dia bersaksi atas setiap hamba laki-laki dan hamba perempuan dengan setiap amal yang dikerjakan di atas punggungnya.
Diriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: “Berhati-hatilah kalian terhadap bumi, karena dia adalah ibumu dan tidaklah seorang beramal baik atau buruk, melainkan dia memberitahu.” Hadits riwayat Thabarani.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 35. MENJADIKAN PERLINDUNGAN SELAIN ALLAH & PENJELASAN PADANG MAHSYAR
Description : Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 35. 35. TENTANG MENJADIKAN PERLINDUNGAN SELAIN ALLAH & PENJELASAN PADANG MAHSYAR الباب الخامس والثلاثو...