
Mengapa kalian sudah bergembira dengan sedikit memperoleh dunia, dan amat sedih bila hal sedikit itu musnah, sehingga amat jelas kesedihanmu di dahi kalian. Dan lidahmu akan berkata-kata mengumpat bencana, padahal kamu menegakkan dosa didalamnya.
Sebagian besar orang-orang awam diantara kalian banyak yang meninggalkan agama, dimana hatimu tidak melintas kesedihan sedikitpun. Dan sungguh aku melihat Allah membiarkan kalian. Kalian saling bertemu dan bergembira, namun sesungguhnya kalian saling membenci kawan-kawannya, sebab kalian khawatir si kawan akan akan melakukan hal yang sama. Sehingga terjadilah saling pendendam meliputi kehidupan kalian. Sungguh aku amat gembira dibebaskan dari kalian, lalu mempertemukan aku dengan mereka yang bisa melihat-Nya. Andaikan orang yang mampu melihat Allah, melihat kalian tentu mereka tidak sabar melihat sikap kalian... (dst).
Nabi Isa AS berkata: "Hai Hawariyyun, puaskan dirimu dengan merendahkan dunia menyelamatkan agama sebagaimana puasnya para pengejar dunia dengan merendahkan agama dan menyelamatkan dunia". Senada pernah dikatakan: "Aku melihat lelaki paling rendah dalam agama yang mereka terima, dan aku tidak melihat mereka puas dengan penghidupan yang rendah. Kalian merasa cukup dengan agama dari raja dunia sebagaimana cukupnya raja-raja dunia mereka melepaskan agama".
Nabi Isa berkata:"Hai pencari dunia, berbuatlah baik, kamu meninggalkan itupun lebih baik". Nabi SAW bersabda: "Sungguh akan datang zaman pada kalian sepeninggalku yang akan melahap iman kalian sebagaimana api melahap kayu bakar".
Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa AS: "Hai Musa, sekali-kali jangan condong terhadap dunia, tentu kamu tidak akan datang pada-KU dengan membawa kesalahan besar yang lebih berat dari itu". Nabi Musa AS melewati seorang lelaki yang menangis. Musa pulang, lelaki itu tetap menangis, Nabi Musa AS berkata: "Ya Tuhan, hamba-MU menangis karena takut pada-MU". Allah SWT berfirman:
"Hai anak Imran, andaikan ia menangis sampai otaknya keluar bersama air matanya, atau dia mengangkat tangan sampai kedua tangannya patah, AKU tidak akan mengampuninya sebab dia amat mencintai dunia".

Perkataan Para Sahabat Nabi SAW, Ali KW berkata:
"Barangsiapa yang mengumpulkan 6 hal, maka dia akan memperoleh harapan masuk surga dan meninggalkan neraka: Orang yang mengenal Allah dan berbakti padanya.
Mengenal syetan dan menentangnya. Mengenal kebenaran lalu mengikutinya. Mengenal kebatilan dan menjauhinya
Mengenal dunia dan melemparnya, dan Mengingat akherat serta mencarinya.
Hasan RA berkata: "Semoga Allah menurunkan rahmat buat orang yang menjadikan dunia sebagai barang titipan, dan mereka menyampaikan terhadap orang yang berhak menerimanya, serta (kelak) akan berangkat dengan ringan". Lanjut Hasan RA: "Barangsiapa yang bersikap sombong akan agamamu, maka sombongkan padanya, dan barangsiapa yang bermewah-mewah terhadap dunia, maka lemparkan dunia di lehernya".
Lukman AS berkata: "Wahai anakku, dunia ibarat laut yang dalam, dia telah menenggelamkan banyak manusia. Maka perahumu ialah takwa kepada Allah 'Azza Wa Jalla, muatannya iman kepada Allah SWT, dan layarnya berupa tawakkal pada-Nya agar kamu selamat. Dan aku melihatmu saat ini bukan orang yang selamat".
Imam Fudlil RA berkata: Lama sekali fikiranku merenungkan kandungan ayat ini: "Sesungguhnya Kami menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan, untuk menguji mereka, siapa diantara mereka yang baik perbuatannya. Dan sesungguhnya Kami jadikan pula bumi yang tanahnya amat kering. (QS.18 Al Kahfi:7-8)".
Sebagian Hukama berkata: "Sesungguhnya engkau tidak pagi-pagi mencari dunia, kecuali sebelum engkau sudah ada pemiliknya, dan sesudah engkau pun ada pemilik lainnya. Tiada dunia buatmu kecuali makanan buat malam dan siang, maka jangan engkau rusak ketika makan, namun berpuasalah untuk dunia dan berbukalah saat di akherat. Sesungguhnya modal dunia adalah hawa nafsu dan labanya berupa neraka".
Ada yang bertanya pada pendeta: "Bagaimana pendapatmu mengenai waktu". Dia menjawab: "Waktu bisa merusak anggota badan, memperbarui angan-angan, mendekatkan pada kematian dan jauh dari harapan". Ditanya lagi:
"Bagaimana keadaan pelakunya". Jawabnya: "Orang yang memperoleh dunia akan payah, dan orang yang tertinggal pun akan lelah".
Sebagaimana yang dikatakan:

Sebagaimana yang dikatakan: "Barangsiapa yang memuji dunia dengan barang yang menggembirakan, maka sungguh umurku menjadi sumpahku, sebab amat sedikit ia mencelanya. Dan ketika dunia gagal, akan membuat penyesalan bagi seseorang. Kalau dia datang, dia akan berbuat banyak akan kesusahan". Sebagian Hukama berkata:
"Dunia sudah ada dan disana belum ada. Dunia akan pergi, disana aku pun tidak ada, maka aku tidak akan menghendakinya. Kehidupan dunia sangat menyulitkan dan kejernihannya merupakan kekeruhan, pemiliknya penuh kekhawatiran; kadang nikmatnya hilang, bencana dan datang sekaligus kematian sudah ditentukan".
Hukama berkata: "Diantara cela dunia ialah tidak diberikan kepada seseorang apa yang menjadi hak-nya, dunia kadang ada yang dilebihkan atau dikurangkan". Sufyan berkata:
"Apakah engkau pernah melihat nikmat yang dimurkai! Ialah nikmat yang diletakkan bukan pada pemiliknya".
Abu Sulaiman Ad Darani berkata: "Barangsiapa yang menghendaki dunia dengan dasar cinta, maka tidak akan diberinya sesuatu kecuali dia akan terus menginginkan. Dan barangsiapa yang mencari akherat dengan rasa cinta, maka dia tidak akan diberikan kecuali terus menerus menginginkan. Dan 2 masalah ini tidak akan ada batasnya".
Ada lelaki yang bertanya pada Abu Hazim: "Aku menjelaskan padamu mengenai dunia, dan tak ada satu pun rumah buatku". Abu Hazim menjawab:"Perhatikan apa yang diberikan Allah padamu tentang dunia; janganlah kamu memperolehnya kecuali dengan jalan halal dan jangan meletakkan kecuali dengan benar, sehingga kecintaan dunia tidak berbahaya buatmu".
Perkataan itu benar, sebab kalau dia menghukum dirinya hanya karena itu, pasti dia akan sengsara dan mengeluh akan keluar dari dunia.
Yahya bin Mu'adz berkata: "Dunia tempat bersarangnya syetan, maka janganlah mencuri apapun dari sarang itu sebab bisa saja dia datang dan mencarimu".
Fudlail berkata: "Andaikan dunia ini terdiri dari emas (Yang tidak kekal) dan akherat terdiri dari tanah liat (yang kekal), tentu kita memilih tanah liat yang kekal daripada emas yang tidak abadi. Lalu bagaimana kalau kita sungguh-sungguh telah memilih tanah liat yang kekal atau emas yang tidak kekal". Abu Hazim berkata:"Takutlah pada dunia, sebab ada riwayat yang datang padaku bahwa pada hari kiamat kelak akan dihadapkan seorang hamba yang mengagungkan dunia. Dikatakan padanya:"Inilah orang yang mengagungkan sesuatu yang dihinakan Allah".
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)