بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

BAB I:
KETUHANAN (Sifat-sifat Allah) 6
والمتقابلات ستة: وهي: الوجود والعدم والمقادير والصفات والأزمنة والأمكنة والجهات، فالممكن يقبل كل واحد منها قبولا مساوياً لقبول ما يقابله ، وليس أحد المتقابلين أولى بالقبول من الآخر فهو سبحانه وتعالى يخصص الممكن بالوجود بدلاً عن مقابله وهو العدم، أو بالعدم بدلا عن مقابله وهو الوجود ، وليس الممكن أولى بقبول أحدهما منه بقبول الآخر ويخصصه بالمقدار المخصوص في الطول والقصر والتوسط بينهما بدلا عن سائر المقادير التي يقبلها الجرم على السواء ويخصصه بصفة مخصوصة بدلا عن مقابلتها ، كالسواد بدلا عن الحمرة أو البياض مثلا . وكالحركة بدلا عن السكون ، والعلم بدلا عن الجهل . وغير ذلك من الصفات المخصوصة التي يقبلها الجرم ويقبل ما يقابلها على السواء . ويخصصه بالوجود في زمان كذا بدلا عن مقابله مما قبله أو بعده . بأن يوجده في ساعة كذا من يوم م كذا في شهر كذا من سنة كذا بدلا عن الزمان المتقدم والمتأخر ، ويخصصه بالوجود في مكان كذا بدلا عن مقابله كوجوده ببولاق بدلا عن وجوده بالعراق ، ويخصصه بالوجود في جهة كذا بدلا عن مقابلها كوجوده في المشرق بدل المغرب. فيجب أن نعتقد أن الله تعالى إرادة عامة التعلق بجميع الممكنات وضدها «الكراهة» والدليل على وجوب اتصافه تعالى بالإرادة وأنها عامة التعلق بجميع الممكنات واستحالة الكراهة عليه «عقلا» أنه لو لم يكن مريداً لكان مكرها والكراهة نقص في حقه تعالى والإرادة كمال له والنقص في حقه تعالى محال، وأيضاً لو لم يكن مريداً مختاراً لكان مقهوراً مجبوراً . فلا يكون قادراً كيف وقد سبق البرهان على وجوب اتصافه تعالى بالقدرة وأنها عامة التعلق بجميع الممكنات وأيضاً فقد خصص الحوادث ببعض الطرفين الجائزين على السواء
Di alam ini, hal yang saling berlawanan itu ada enam.
Yaitu, ada dan tiada, ukuran, sifat, zaman, tempat dan arah. Segala sesuatu
yang mumkin (semesta alam), memiliki kemungkinan untuk mencrima secara sama
masing-masing kategori berlawanan itu. Masing-masing pihak dari dua hal
berlawanan itu tidak lebih utama untuk diterima daripada yang lainnya. Allah
Ta’ala mengkhususkan sesuatu dengan ada sebagai ganti dari kebalikannya, yakni
tiada, atau Dia mengkhususkannya dengan tiada sebagai ganti dari kebalikannya,
yakni ada. Hal mumkin memiliki potensi untuk menerima kekhususan tersebut
secara sama, antara menerima ada dan tiada.
Allah juga mengkhususkan al-mumkin dengan ukuran
tertentu seperti, panjang-pendek dan besar-kecilnya. Lalu mengkhususkannya
dengan sifat tertentu sebagai ganti dari sifat kebalikannya, seperti hitam
sebagai ganti dari putih atau merah, gerak sebagai ganti dari diam, atau
mengetahui sebagai ganti dari tidak mengetahui. Allah juga mengkhususkannya
dengan keberadaannya pada masa tertentu sebagai ganti dari keberadaannya pada
masa sebelumnya atau sesudahnya. Misalnya, sesuatu itu ada pada jam sekian pada
hari tertentu di bulan anu pada tahun tertentu, sebagai ganti dari
keberadaannya pada masa sebelum atau sesudahnya. Selain itu, Allah juga
mengkhususkan sesuatu itu dengan keberadaannya di tempat tertentu dan tidak di
tempat lain, misalnya berada di Bolag, tidak di Irak. Kemudian Allah juga
mengkhususkannya dengan keberadaannya di arah tertentu, seperti di timur atau
di barat.
Karena itu, kita wajib meyakini benar bahwa Allah
Ta’ala berkehendak yang kehendak-Nya itu berkaitan dengan seluruh al-mumkinat
(semesta selain Dia). Kebalikan dari sifat iradah adalah karahah (terpaksa).
Akal telah menunjukkan kemestian Allah Ta’ala memiliki
sifat berkehendak dan mustahil terpaksa, dan bahwa kehendak-Nya itu berkaitan
umum dengan seluruh makhluk. Seandainya Allah Ta’ala tidak berkehendak, tentu
Dia terpaksa. Dalam hak Allah Ta’ala, terpaksa merupakan kekurangan (ketidak sempurnaan),
sedangkan berkehendak merupakan kesempurnaan. Dan kekurangan merupakan sifat
yang mustahil ada pada Allah. Selain itu, jika Allah Ta’ala tidak berkehendak
dan tidak merdeka menentukan pilihan, berarti Dia terpaksa dan terjajah. Dan
itu berarti Allah tidak kuasa. Padahal telah jelas dan tegas argumen kemestian
Allah Ta’ala bersifat kuasa, dan bahwa kuasa-Nya itu meliputi seluruh mumkinat.
وكل مخصص لا بد أن يكون مريداً مختاراً ولو تعلقت ببعض الممكنات دون بعض لكانت حادثة لافتقارها إلى مخصص يخصصها بالبعض وقد تقدم دليل وجوب قدم صفاته تعالى وإلا لزم الترجيح بلا مرجح وهو باطل «ونقلا» قوله تعالى : (وَلَوْ شَاء ربك لآمَنَ مَنْ فى الأرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعاً ) ، وقوله تعالى : ( إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْء إِذا أَرَدْنَاهُ أَنْ نَقُولَ له كُنْ فَيَكُون ) ، ولا فرق بين المشيئة والإرادة واعلم أن القدرة والإرادة لا تتعلقان بالواجب ولا بالمستحيل بل لا تتعلقان إلا بالممكنات وبيان ذلك مما يطول به المقام ، وبالجملة فيجب أن نذعن ونقر بأن كل ما برز في ملك الله من العدم إلى الوجود فهو مخلوق مقدور الله وحده على وفق ما أراده تعالى أزلاً فماشاء الله كان وما لم يشأ لم يكن وهو ولى التوفيق وأما العلم » فهو صفة وجودية قديمة قائمة بذاته تعالى تتعلق بالشيء على وجه الإحاطة به على ما هو به دون سبق خفاء ، والمراد بالشيء ما يشمل الواجبات والمستحيلات والجائزات كلياتها وجزئياتها إجمالا وتفصيلا فيعلم تعالى بعامه القديم ذاته وصفاته ويعلم عدم المستحيل كحدوثه تعالى وعجزه ووجود شريك له تعالى ويعلم الأشياء أزلاً على ماهى عليه ، وكونها وجدت في الماضي أو موجودة في الحال أو توجد في الاستقبال وضد العلم و الجهل » وما في معناه بمعلوم ما كالظن والشك والوهم والذهول والغفلة والنسيان والسهو، والدليل على وجوب اتصافه تعالى بالعلم واستحالة الجهل عليه أن الجهل صفة نقص في حقه تعالى ، والنقص في حقه تعالى محال يجب تنزيهه عنه فلزم اتصافه تعالى بصفات الكمال ومنها العلم
Adapun dalil naqli yang menunjukkan kemestian adanya
sifat iradah pada Allah Ta’ala adalah firman-Nya, “Dan jika Tuhanmu
menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka
apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang
beriman semuanya?”
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya perkataan Kami
terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya:
“Kun (jadilah)”, maka jadilah ia.” Tidak ada perbedaan antara al-masyi’ah dan
al-iradah.
Ketahuilah bahwa qudrah dan iradah tidak berkaitan
dengan hal yang wajib adanya atau yang mustahil adanya. Qudrah dan iradah hanya
berkaitan dengan segala yang mumkin. Kami tidak akan menjelaskannya di sini
karena terlalu betele-tele.
Kesimpulannya, kita wajib meyakini dan menegaskan bahwa
segala sesuatu yang digelar di kerajan Allah dari ketiadaan menjadi ada adalah
makhluk yang ditentukan oleh Allah sesuai dengan kehendak-Nya di zaman azali.
Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi. Dan apa yang tidak dikehendaki-Nya,
pasti tidak akan terjadi. Sungguh, Dia Sang Penguasa taufiq.
Sifat kesembilan
yang mesti adanya pada Allah Ta’ala adalah al ilmu (mengetahui). Sifat
mengetahui merupakan sifat terdahulu yang ada bersamaan keberadaan Dzat-Nya. Pengetahuan
Allah Ta’ala terhadap sesuatu apa adanya bersifat meliputi dan tidak didahului
oleh kesamaran. Yang dimaksud sesuatu di sini mencakup semua yang wajib adanya,
yang mustahil adanya dan yang mungkin adanya, keseluruhannya dan bagiannya,
secara umum maupun terperinci. Dengan ilmu-Nya yang terdahulu, Allah Ta’ala
mengetahui Dzat-Nya dan sifat-sifat-Nya, mengetahui ketidakadaan hal yang
mustahil bagi-Nya, seperti kemustahilan Dia bersifat baru, lemah dan mempunyai
sekutu. Allah Ta’ala mengetahui segala sesuatu apa adanya di zaman azali serta
kemenjadiannya di masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.
Kebalikan dari al-“Imu adalah al-jahl (tidak
mengetahui) dan yang semakna denganya, seperti zhann (menyangka), syakk
(meragu), wahm (menduga), ghaflah (lalai), nisyan (lupa) dan sahwu (keliru).
Dalil yang menunjukkan kemestian Allah Ta’ala bersifat
mengetahui dan mustahil Dia bersifat tidak mengetahui adalah kenyataan bahwa
tidak mengetahui merupakan sifat ketidaksempurnaan bagi Allah Ta’ala. Sifat
ketidaksempurnaan merupakan hal yang mustahil ada pada Dzat Allah Ta’ala, Allah
mesti suci darinya. Allah Ta’ala mesti disifati dengan sifat-sifat
kesempurnaan, yang di antaranya adalah sifat mengetahui.
Daftar Isi
Download Terjemah Kitab Tanwirul Qulub
Download Kitab Tanwirul Qulub (arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.