بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
TERJEMAH KITAB
RISALATUL-QUSYAIRIYYAH
Bab Keempat
AR RUH
الرُّوحُ
والأرْواحُ مُخْتَلَفٌ فيها عندَ أهْلِ التحْقيقِ مِنْ أهْلِ السنَّةِ . فمنْهُمْ مَنْ يَقُولُ : إنَّها الحَياةُ (١) ومنهُمْ مَنْ يَقُولُ : إنَّها أعيانٌ موْدَعَةٌ في هذِهِ القَوالِبِ لطيفَةٌ أجرَى اللهُ العادَةَ بخَلْقِ الحَياةِ في القَالَبِ ما دامَتِ الأرْواحُ في الأبْدانِ (٢) ؛ فالإنسانُ حَيٌّ بالحَياةِ ، ولكِنِ الأرْواحُ موْدَعَةٌ في القَوالِبِ ، ولَها ترَقٍّ في حالِ النومِ ، ومُفارَقَةٌ للبدَنِ ثمَّ رُجُوعٌ إليهِ (٣) . وإنَّ الإنسانَ هوَ الرُّوحُ والجسَدُ ؛ لأنَّ اللهَ سبْحانَهُ وتَعالىٰ سَخَّرَ هذِهِ الجُمْلَةَ بعْضَها لبعْضٍ ، والحشْرُ يَكُونُ للجُمْلَةِ ، والمَثابُ والمُعاقَبُ الجُمْلَةُ . والأرْواحُ مخْلُوقَةٌ ، ومَنْ قالَ بقِدَمِها فهو مُخْطِئٌ خطَأً عظِيماً (٤) ، والأخْبارُ تدُلُّ علىٰ أنَّها أعيانٌ لطيفَةٌ
RUH
(ROH)
- Perbedaan Pendapat Ulama Ahlussunnah tentang Ruh: Para ulama ahli hakikat dari kalangan Ahlussunnah
berbeda pendapat mengenai hakikat ruh:
- Sebagian dari mereka berpendapat: Ruh adalah kehidupan
itu sendiri.
- Sebagian lainnya berpendapat: Ruh adalah entitas/wujud
halus (a'yan lathifah) yang dititipkan di dalam raga ini.
Allah memberlakukan kebiasaan (sunnatullah) dengan menciptakan kehidupan
pada raga selama ruh tersebut berada di dalam badan. Maka, manusia hidup
dengan adanya kehidupan, namun ruh tetap merupakan entitas yang
diletakkan di dalam raga. Ruh memiliki kemampuan untuk naik/berkelana
saat manusia tidur, serta berpisah sementara dari jasad lalu kembali lagi
kepadanya.
- Hakikat Manusia dan Sifat Ruh:
- Hakikat manusia adalah gabungan antara ruh dan
jasad; karena Allah SWT telah menundukkan struktur ini satu sama
lain. Oleh karena itu, proses kebangkitan (hasyr), penerimaan
pahala, maupun siksaan ditujukan kepada keseluruhan struktur (jumlatur-rajul)
tersebut.
- Ruh adalah makhluk (diciptakan). Barang siapa yang mengatakan bahwa ruh itu qadim
(tidak berawal/kekal seperti sifat Allah), maka ia telah melakukan
kesalahan yang sangat besar. Dalil-dalil dan riwayat menunjukkan bahwa
ruh adalah entitas/wujud yang halus (a'yan lathifah).
27. SIRR
السِّرُّ
يحْتَمِلُ أنَّها لطيفَةٌ موْدَعَةٌ في القَالَبِ كالرُّوحِ . وأصُولُهُمْ تقْتَضي : أنَّها محَلُّ المُشاهَدَةِ ، كما أنَّ الأرْواحَ محَلٌّ للمَحَبَّةِ ، والقُلُوبَ محَلٌّ للمَعارِفِ . وقالُوا : السِّرُّ : ما لكَ عليهِ إشْرافٌ ، وسِرُّ السِّرِّ : ما لا اطِّلاعَ عليهِ لغيرِ الحَقِّ سبْحانَهُ . وعنْدَ القَوْمِ علىٰ موجَبِ مواضَعاتِهِمْ ومقْتَضىٰ أصُولِهِمْ : السِّرُّ ألْطَفُ مِنَ الرُّوحِ (١) ، والرُّوحُ أشْرَفُ مِنَ القَلْبِ . ويَقُولُونَ : الأسرارُ مُعْتَقَةٌ عنْ رِقِّ الأغْيارِ ؛ مِنَ الآثارِ والأطْلالِ . ويُطْلَقُ لفْظُ (السِّرِّ) : علىٰ ما يَكُونُ مَصُوناً مكْتُوماً بيْنَ العَبْدِ والحَقِّ سبْحانَهُ في الأحْوالِ (٢) ، وعليهِ يُحْمَلُ قَوْلُ مَنْ قالَ : أسْرارُنا بِكْرٌ لمْ يَفْتَضَّها وَهْمُ واهِمٍ . ويَقُولُونَ : صُدُورُ الأحْرارِ قُبُورُ الأسرارِ . وقالُوا : لوْ عَرَفَ زِرِّي سِرِّي . . لطَرَحْتُه
SIRR
(RAHASIA HATI)
- Definisi dan Kedudukan Sirr: Ada kemungkinan bahwa sirr adalah substansi
halus (lathifah) yang ditiupkan/dititipkan di dalam raga
sebagaimana halnya ruh. Prinsip dasar ajaran para sufi menghendaki bahwa:
- Sirr
adalah tempat terjadinya musyahadah (penyaksian spiritual akan
keagungan Allah).
- Ruh
adalah tempat bersemayamnya mahabbah (rasa cinta kepada Allah).
- Qalb (Hati)
adalah tempat bersemayamnya ma'rifah (pengetahuan spiritual).
- Tingkatan Sirr: Para ulama sufi berkata:
- Sirr
adalah apa yang engkau miliki pengawasan/kesadaran atasnya.
- Sirrus-Sirr (Rahasia dari Rahasia): adalah apa yang tidak dapat diketahui atau diakses
oleh siapa pun selain Allah SWT.
- Hierarki Tingkatan Batin: Menurut kesepakatan dan istilah para sufi:
- Sirr
lebih halus/lembut daripada Ruh.
- Ruh lebih mulia daripada Qalb (Hati).
- Sifat-Sifat Sirr:
- Para sufi berkata: "Sirr (rahasia batin) itu
merdeka dari perbudakan selain Allah (hal-hal baru/duniawi), baik berupa
jejak-jejak masa lalu maupun reruntuhan materi."
- Istilah Sirr juga digunakan untuk menyebut segala
hal yang dijaga dan dirahasiakan antara seorang hamba dengan Allah SWT
dalam berbagai kondisi spiritual (ahwal). Atas dasar inilah
dipahami ungkapan tokoh yang menyatakan: "Rahasia-rahasia kami
adalah perawan yang belum pernah tersentuh oleh persangkaan orang yang
berprasangka."
- Ungkapan Hikmah tentang Menjaga Sirr:
- Para ulama sufi berkata: "Dada orang-orang
yang merdeka adalah kuburan bagi rahasia-rahasia (sudurul ahrari quburul
asrar)."
- Mereka juga berkata: "Jikalau kancing bajuku
sampai mengetahui rahasia batinku... niscaya akan kubuang kancing
itu."
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : TERJEMAH RISALATUL-QUSYAIRIYYAH (Bab 4): 26-27. R U H - SIRR (RAHASIA HATI)
Description : TERJEMAH KITAB RISALATUL-QUSYAIRIYYAH الرسالة القشيرية Bab Keempat AR RUH الرُّوحُ والأرْواحُ مُخْتَلَفٌ فيها عندَ أهْلِ التحْقيقِ مِنْ ...