بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
TERJEMAH KITAB
RISALATUL-QUSYAIRIYYAH
Bab Keempat
20. AN- N A F A S
النَّفَسُ
النَّفَسُ : تَرْوِيحُ القُلُوبِ بِلَطَائِفِ الغُيُوبِ
وَصَاحِبُ الأَنْفَاسِ أَرَقُّ وَصْفاً مِنْ صَاحِبِ الأَحْوَالِ ، فَكَأَنَّ صَاحِبَ الوَقْتِ مُبْتَدِئٌ ، وَصَاحِبَ الأَنْفَاسِ مُنْتَهٍ ، وَصَاحِبَ الأَحْوَالِ بَيْنَهُمَا
فَالأَحْوَالُ وَسَائِطُ ، وَالأَنْفَاسُ نِهَايَةُ التَّرَقِّي
فَالأَوْقَاتُ لِأَصْحَابِ القُلُوبِ ، وَالأَحْوَالُ لِأَرْبَابِ الأَرْوَاحِ ، وَالأَنْفَاسُ لِأَهْلِ السَّرَائِرِ
وَقَالُوا : أَفْضَلُ العِبَادَاتِ : عَدُّ الأَنْفَاسِ مَعَ اللهِ تَعَالَى
وَقَالُوا : خَلَقَ اللهُ تَعَالَى القُلُوبَ وَجَعَلَهَا مَعَادِنَ المَعْرِفَةِ ، وَخَلَقَ الأَسْرَارَ وَرَاءَهَا وَجَعَلَهَا مَحَلًّ لِلتَّوْحِيدِ ، فَكُلُّ نَفَسٍ حَصَلَ مِنْ غَيْرِ دَلَالَةِ المَعْرِفَةِ وَإِشَارَةِ التَّوْحِيدِ عَلَى بِسَاطِ الاضْطِرَارِ .. فَهُوَ مَيِّتٌ ، وَصَاحِبُهُ مَسْؤُولٌ عَنْهُ
سَمِعْتُ الأُسْتَاذَ أَبَا عَلِيٍّ الدَّقَّاقَ رَحِمَهُ اللهُ يَقُولُ : ( العَارِفُ لَا يَسْلَمُ لَهُ النَّفَسُ ؛ لِأَنَّهُ لَا مُسَامَحَةَ تَجْرِي مَعَهُ ، وَالمُحِبُّ لَا بُدَّ لَهُ مِنْ نَفَسٍ ؛ إِذْ لَوْلَا أَنْ يَكُونَ لَهُ نَفَسٌ .. لَتَلَاشَى ؛ لِعَدَمِ طَاقَتِهِ عَلَى تَرْكِهِ )
Helaan Napas Spiritual (An-Nafas)
An-Nafas (napas spiritual) adalah: penyejukan/keharuman hati
melalui kelembutan-kelembutan karunia dari alam gaib (lata'if al-ghuyub).
Dan pemilik Al-Anfas (orang yang berada pada tingkatan napas)
memiliki sifat yang lebih halus/lembut dibandingkan pemilik Al-Ahwal
(kondisi spiritual). Seolah-olah pemilik Al-Waqt (waktu/momen) adalah
seorang pemula (mubtadi'), pemilik Al-Anfas adalah orang yang
sudah mencapai puncak (muntahi), sedangkan pemilik Al-Ahwal
berada di antara keduanya.
Maka Al-Ahwal adalah perantara, sedangkan Al-Anfas adalah
puncak dari pendakian spiritual (taraqqi).
Sebab itu, Al-Awqat (waktu-waktu) adalah bagi para pemilik hati (ashab
al-qulub), Al-Ahwal adalah bagi para pemilik roh (arbab al-arwah),
sedangkan Al-Anfas adalah bagi para pemilik rahasia batin (ahl
as-sarā'ir).
Para ahli sufi berkata: "Ibadah yang paling utama adalah
menghitung/menjaga setiap helaan napas bersama Allah Ta'ala."
Mereka juga berkata: "Allah Ta'ala menciptakan hati dan menjadikannya
sebagai tambang makrifat (pengetahuan Ilahi), dan menciptakan rahasia batin
(as-sirr) di baliknya serta menjadikannya sebagai tempat bagi tauhid. Maka
setiap helaan napas yang terhembus tanpa adanya petunjuk makrifat dan isyarat
tauhid di atas hamparan keterpaksaan/kebutuhan mutlak kepada Allah
(al-idhtirar)... maka napas itu adalah mati, dan pemiliknya akan dimintai
pertanggungjawaban atasnya."
Aku mendengar Al-Ustadz Abu Ali ad-Daqqaq rahimahullah berkata: "Seorang
'arif (yang mengenal Allah dengan sempurna) tidak pernah luput/bebas begitu
saja dalam setiap helaan napasnya; karena tidak ada toleransi/kelonggaran
baginya. Sedangkan seorang muhibb (pecinta) harus memiliki helaan napas
(istirahat spiritual); sebab sekiranya ia tidak memiliki helaan napas...
niscaya ia akan lebur/binasa karena ketidakmampuannya untuk menanggungnya tanpa
helaan napas tersebut."
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : TERJEMAH RISALATUL-QUSYAIRIYYAH (Bab 4): 20. AN- N A F A S
Description : TERJEMAH KITAB RISALATUL-QUSYAIRIYYAH الرسالة القشيرية Bab Keempat 20. AN- N A F A S النَّفَسُ النَّفَسُ : تَرْوِيحُ القُلُوبِ بِلَطَائِف...