بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
TERJEMAH KITAB
Bab Keempat
19. SYARIAT DAN HAKIKAT
الشَّرِيعَةُ وَالحَقِيقَةُ
الشَّرِيعَةُ : أَمْرٌ بِالْتِزَامِ العُبُودِيَّةِ ، وَالحَقِيقَةُ : مُشَاهَدَةُ الرُّبُوبِيَّةِ
فَكُلُّ شَرِيعَةٍ غَيْرِ مُؤَيَّدَةٍ بِالحَقِيقَةِ فَغَيْرُ مَقْبُولٍ ، وَكُلُّ حَقِيقَةٍ غَيْرِ مُقَيَّدَةٍ بِالشَّرِيعَةِ فَغَيْرُ مَحْصُولٍ
فَالشَّرِيعَةُ جَاءَتْ بِتَكْلِيفِ الخَلْقِ ، وَالحَقِيقَةُ إِنْبَأَتْ عَنْ تَصْرِيفِ الحَقِّ
وَالشَّرِيعَةُ أَنْ تَعْبُدَهُ ، وَالحَقِيقَةُ أَنْ تَشْهَدَهُ
وَالشَّرِيعَةُ قِيَامٌ بِمَا أَمَرَ ، وَالحَقِيقَةُ شُهُودٌ لِمَا قَضَى وَقَدَّرَ ، وَأَخْفَى وَأَظْهَرَ
سَمِعْتُ الأُسْتَاذَ أَبَا عَلِيٍّ الدَّقَّاقَ يَقُولُ : قَوْلُهُ : ﴿ إِيَّاكَ نَعْبُدُ ﴾ : حِفْظٌ لِلشَّرِيعَةِ ، ﴿ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴾ : إِقْرَارٌ بِالحَقِيقَةِ
وَاعْلَمْ : أَنَّ الشَّرِيعَةَ حَقِيقَةٌ مِنْ حَيْثُ إِنَّهَا وَجَبَتْ بِأَمْرِهِ ، وَالحَقِيقَةَ أَيْضاً شَرِيعَةٌ مِنْ حَيْثُ إِنَّ المَعَارِفَ بِهِ سُبْحَانَهُ أَيْضاً وَجَبَتْ بِأَمْرِهِ
Syariat (Asy-Syarī'ah) dan Hakikat (Al-Haqīqah)
Syariat adalah: perintah untuk berkomitmen menjalankan penghambaan ('ubūdiyyah).
Sedangkan Hakikat adalah: penyaksian (musyāhadah) terhadap sifat
Ketuhanan (rubūbiyyah).
Maka setiap syariat yang tidak dikuatkan oleh hakikat adalah tidak diterima
(ditolak), dan setiap hakikat yang tidak diikat/dibatasi oleh syariat
adalah tidak berbobot (tidak berlapas/sia-sia).
Syariat datang membawa pembebanan syariat (taklīf) bagi makhluk,
sedangkan hakikat memberitahukan tentang kehendak dan kekuasaan (taṣrīf)
Allah Yang Mahabenar.
Syariat adalah agar engkau menyembah-Nya, sedangkan hakikat adalah
agar engkau menyaksikan-Nya.
Syariat adalah menegakkan apa yang Dia perintahkan, sedangkan hakikat adalah
menyaksikan apa yang telah Dia putuskan, takdirkan, sembunyikan, dan tampakkan.
Aku mendengar Al-Ustadz Abu Ali ad-Daqqaq berkata: Firman-Nya: "Hanya
kepada Engkaulah kami menyembah" (إِيَّاكَ
نَعْبُدُ) adalah menjaga syariat, sedangkan firman-Nya: "Dan
hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan" (وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ) adalah pengakuan terhadap hakikat.
Ketahuilah, bahwasanya syariat itu pada hakikatnya adalah hakikat itu
sendiri dilihat dari sudut pandang bahwa ia wajib dilakukan berdasarkan
perintah-Nya. Begitu pula hakikat pada dasarnya adalah syariat dilihat dari sudut
pandang bahwa pengetahuan/pengenalan (ma'ārif) kepada Allah Yang Maha
Suci juga diwajibkan berdasarkan perintah-Nya.
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : TERJEMAH RISALATUL-QUSYAIRIYYAH (Bab 4): 19. SYARIAT DAN HAKIKAT
Description : TERJEMAH KITAB RISALATUL-QUSYAIRIYYAH الرسالة القشيرية Bab Keempat 19. SYARIAT DAN HAKIKAT الشَّرِيعَةُ وَالحَقِيقَةُ الشَّرِيعَةُ :...