بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
الرسالة القشيرية
Riwayat-riwayat Karamah yang tidak disebutkan
sanad-sanadnya 4
وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الصُّوفِيُّ قَالَ : حَدَّثَنَا أَبُو الفَرَجِ الوَرْثَانِيُّ قَالَ : سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ الحُسَيْنِ الجَلَنْدِيَّ بِطَرَسُوسَ قَالَ : سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللهِ ابْنَ الجَلَّاءِ يَقُولُ : كُنَّا فِي غُرْفَةِ سَرِيٍّ السَّقَطِيِّ بِبَغْدَادَ ، فَلَمَّا ذَهَبَ مِنَ اللَّيْلِ شَيْءٌ . . لَبِسَ قَمِيصاً نَظِيفاً وَسَرَاوِيلَ ، وَلَبِسَ رِدَاءً وَنَعْلًا ، وَقَامَ لِيَخْرُجَ ، فَقُلْتُ : إِلَى أَيْنَ فِي هَذَا الوَقْتِ ؟ فَقَالَ : أَعُودُ فَتْحاً المَوْصِلِيَّ . فَلَمَّا مَشَى فِي طُرُقَاتِ بَغْدَادَ . . أَخَذَهُ العَسَسُ وَحَبَسُوهُ ، فَلَمَّا كَانَ الغَدُ . . أُمِرَ بِضَرْبِهِ مَعَ المَحْبُوسِينَ ، فَلَمَّا رَفَعَ الجَلَّادُ يَدَهُ . . وَقَفَتْ يَدُهُ ، فَلَمْ يَقْدِرْ أَنْ يُحَرِّكَهَا ، فَقِيلَ لِلْجَلَّادِ : اضْرِبْ ، فَقَالَ : بِحَذَائِي شَيْخٌ وَاقِفٌ يَقُولُ : لَا تَضْرِبْهُ ، فَتَقِفُ يَدِي لَا تَتَحَرَّكُ ، فَنَظَرُوا مَنِ الرَّجُلُ ، فَإِذَا هُوَ فَتْحٌ المَوْصِلِيُّ ، فَلَمْ يَضْرِبُوهُ . ا
ا
أَخْبَرَنَا الشَّيْخُ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيُّ قَالَ : حَدَّثَنَا [أَبُو] الحَارِثِ الخَطَّابِيُّ قَالَ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الفَضْلِ قَالَ : حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ : حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى البَصْرِيُّ قَالَ : كَانَ أُنَاسٌ مِنْ قُرَيْشٍ يَجْلِسُونَ إِلَى عَبْدِ الوَاحِدِ بْنِ زَيْدٍ ، فَأَتَوْهُ يَوْماً وَقَالُوا : إِنَّا نَخَافُ مِنَ الضِّيقَةِ وَالحَاجَةِ ، فَرَفَعَ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ وَقَالَ : اللَّهُمَّ ؛ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ المُرْتَفِعِ الَّذِي تُكْرِمُ بِهِ مَنْ شِئْتَ مِنْ أَوْلِيَائِكَ ، وَتُلْهِمُهُ الصَّفِيَّ مِنْ أَحْبَابِكَ . . أَنْ تَأْتِيَنَا بِرِزْقٍ مِنْ لَدُنْكَ تَقْطَعُ بِهِ عَلَائِقَ الشَّيْطَانِ مِنْ قُلُوبِنَا وَقُلُوبِ أَصْحَابِنَا هَؤُلَاءِ ، فَأَنْتَ الحَنَّانُ المَنَّانُ القَدِيمُ الإِحْسَانِ ، اللَّهُمَّ ؛ السَّاعَةَ السَّاعَةَ . قَالَ : فَسَمِعْتُ قَعْقَعَةً وَاللهِ لِلسَّقْفِ ، ثُمَّ تَنَاثَرَتْ عَلَيْنَا دَنَانِيرُ وَدَرَاهِمُ ، فَقَالَ : عَبْدُ الوَاحِدِ بْنُ زَيْدٍ : اسْتَغْنُوا بِاللهِ عَنْ غَيْرِهِ ، فَأَخَذُوا ذَلِكَ ، وَلَمْ يَأْخُذْ عَبْدُ الوَاحِدِ شَيْئاً (١) . ا
ا
سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللهِ الشِّيرَازِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللهِ مُحَمَّدَ بْنَ عَلِيٍّ الخُوزِيَّ بِجُنْدَيْسَابُورَ قَالَ : سَمِعْتُ الكَتَّانِيَّ يَقُولُ : رَأَيْتُ بَعْضَ الصُّوفِيَّةِ - وَكَانَ غَرِيباً مَا كُنْتُ أُثْبِتُهُ (٢) - تَقَدَّمَ إِلَى الكَعْبَةِ وَقَالَ : يَا رَبِّ ؛ مَا أَدْرِي مَا يَقُولُ هَؤُلَاءِ - يَعْنِي : الطَّائِفِينَ - انْظُرْ مَا فِي هَذِهِ الرُّقْعَةِ ، قَالَ : فَطَارَتِ الرُّقْعَةُ فِي الهَوَاءِ وَغَابَتْ (٣) . ا
ا
وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ : سَمِعْتُ عَبْدَ الوَاحِدِ بْنَ بَكْرٍ الوَرْثَانِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ عَلِيِّ بْنِ الحُسَيْنِ المُقْرِئَ بِطَرَسُوسَ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللهِ ابْنَ الجَلَّاءِ يَقُولُ : اشْتَهَتْ وَالِدَتِي عَلَى وَالِدِي يَوْماً مِنَ الأَيَّامِ سَمَكاً ، فَمَضَى وَالِدِي إِلَى السُّوقِ وَأَنَا مَعَهُ ، فَاشْتَرَى سَمَكَةً وَوَقَفَ يَنْتَظِرُ مَنْ يَحْمِلُهَا ، فَرَأَى صَبِيًّا وَقَفَ بِحِذَائِهِ مَعَ صَبِيٍّ (٤) ، فَقَالَ : يَا عَمُّ ؛ تُرِيدُ مَنْ يَحْمِلُهُ ؟ فَقَالَ : نَعَمْ ، فَحَمَلَهُ وَمَشَى مَعَنَا ، فَسَمِعْنَا الأَذَانَ ، فَقَالَ الصَّبِيُّ : أَذَّنَ المُؤَذِّنُ ، وَأَحْتَاجُ أَنْ أَتَطَهَّرَ وَأُصَلِّيَ ، فَإِنْ رَضِيتَ ، وَإِلَّا . . فَاحْمِلِ السَّمَكَةَ ، وَوَضَعَ الصَّبِيُّ السَّمَكَ وَمَرَّ . ا
قَالَ : فَقَالَ أَبِي :
فَنَحْنُ أَوْلَى أَنْ نَتَوَكَّلَ فِي السَّمَكِ ، فَدَخَلْنَا المَسْجِدَ
وَصَلَّيْنَا ، وَجَاءَ الصَّبِيُّ وَصَلَّى ، فَلَمَّا خَرَجْنَا . .
فَإِذَا بِالسَّمَكِ مَوْضُوعٌ مَكَانَهُ ، فَحَمَلَهُ وَمَضَى مَعَنَا
إِلَى دَارِنَا . ا
ا
فَذَكَرَ
وَالِدِي ذَلِكَ لِوَالِدَتِي ، فَقَالَتْ : قُلْ لَهُ حَتَّى يُقِيمَ
عِنْدَنَا وَيَأْكُلَ مَعَنَا ، فَقُلْنَا لَهُ ، فَقَالَ : إِنِّي صَائِمٌ
، فَقُلْنَا : فَتَعُودُ إِلَيْنَا بِالعَشِيِّ ، فَقَالَ : إِذَا
حَمَلْتُ مَرَّةً فِي اليَوْمِ لَا أَحْمِلُ ثَانِيَةً ، فَأَدْخُلُ
المَسْجِدَ إِلَى المَسَاءِ ، ثُمَّ أَدْخُلُ عَلَيْكُمْ ، فَمَضَى . ا
ا
فَلَمَّا
أَمْسَيْنَا . . دَخَلَ الصَّبِيُّ ، فَأَكَلْنَا ، فَلَمَّا فَرَغْنَا . .
دَلَلْنَاهُ عَلَى مَوْضِعِ الطَّهَارَةِ ، وَرَأَيْنَا فِيهِ أَنَّهُ
يُؤْثِرُ الخَلْوَةَ ، فَتَرَكْنَاهُ فِي بَيْتٍ . ا
ا
فَلَمَّا
كَانَ فِي بَعْضِ اللَّيْلِ . . كَانَ لِقَرِيبٍ لَنَا بِنْتٌ زَمِنَةٌ ،
فَجَاءَتْ تَمْشِي ، فَسَأَلْنَاهَا عَنْ حَالِهَا ! فَقَالَتْ : قُلْتُ :
يَا رَبِّ ؛ بِحُرْمَةِ ضَيْفِنَا أَنْ تُعَافِيَنِي ، فَقُمْتُ . ا
ا
قَالَ
: فَمَضَيْنَا لِنَطْلُبَ الصَّبِيَّ ، فَإِذَا الأَبْوَابُ مُغْلَقَةٌ
كَمَا كَانَتْ ، وَلَمْ نَجِدِ الصَّبِيَّ ، فَقَالَ أَبِي : فَمِنْهُمْ
صَغِيرٌ ، وَمِنْهُمْ كَبِيرٌ . ا
Dan Muhammad bin 'Abdillah as-Sufi
menceritakan kepada kami, ia berkata: Abu al-Faraj al-Wartani menceritakan
kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Muhammad bin al-Husain al-Jalandi di
Tharsus berkata: Aku mendengar Abu 'Abdillah ibn al-Jalla' berkata:
"Dahulu kami berada di kamar Sari as-Saqathi di Baghdad. Ketika sebagian
malam telah berlalu, beliau mengenakan gamis yang bersih, celana, selendang,
dan sandal, lalu berdiri untuk keluar. Aku bertanya: 'Ke mana engkau pada waktu
seperti ini?' Beliau menjawab: 'Aku hendak menjenguk Fath al-Maushili.' Ketika
beliau berjalan di jalanan kota Baghdad, penjaga malam ('asas) menangkap
dan menahannya. Keesokan harinya, beliau diperintahkan untuk dipukul bersama
para tahanan lainnya. Ketika algojo mengangkat tangannya, tangannya mendadak
kaku dan tidak bisa digerakkan. Dikatakan kepada algojo itu: 'Pukullah!' Algojo
menjawab: 'Di sampingku ada seorang syeikh yang berdiri dan berkata: Jangan
pukul dia!, lalu tanganku kaku tidak bisa digerakkan.' Mereka pun melihat
siapa laki-laki itu, dan ternyata dia adalah Fath al-Maushili, maka mereka
tidak jadi memukulnya."
Syeikh Abu 'Abdirrahman as-Sulami
mengabarkan kepada kami, ia berkata: [Abu] al-Harits al-Khatthabi menceritakan
kepada kami, ia berkata: Muhammad bin al-Fadhl menceritakan kepada kami, ia
berkata: 'Ali bin Muslim menceritakan kepada kami, ia berkata: Sa'id bin Yahya
al-Bashri menceritakan kepada kami, ia berkata: "Dahulu ada sekelompok
orang dari kaum Quraisy yang sering duduk majelis bersama 'Abdul Wahid bin
Zaid. Suatu hari mereka mendatanginya dan berkata: 'Sesungguhnya kami takut
akan kesempitan hidup dan kemiskinan.' Maka 'Abdul Wahid mengangkat kepalanya
ke langit dan berdoa: 'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan
nama-Mu yang mahatinggi, yang dengannya Engkau memuliakan siapa yang Engkau
kehendaki dari para wali-Mu, dan Engkau ilhamkan kepada hamba pilihan dari
kekasih-kekasih-Mu... agar Engkau mendatangkan rezeki dari sisi-Mu kepada kami,
yang dengannya Engkau memutuskan keterikatan setan dari hati kami dan hati
sahabat-sahabat kami ini. Engkaulah Yang Maha Pengasih, Maha Pemberi, dan Maha
Kekal Kebaikan-Nya. Ya Allah, berikanlah saat ini juga, saat ini juga!' Ia
(Sa'id) berkata: Demi Allah, aku mendengar suara gemerutuk dari atap rumah,
kemudian berjatuhanlah uang-uang dinar dan dirham kepada kami. 'Abdul Wahid bin
Zaid lalu berkata: 'Merasacukup (sejahtera)-lah kalian bersama Allah dari
selain-Nya.' Mereka pun mengambil uang itu, sedangkan 'Abdul Wahid tidak
mengambilnya sedikit pun."
Aku mendengar Abu 'Abdillah
asy-Syirazi berkata: Aku mendengar Abu 'Abdillah Muhammad bin 'Ali al-Khuzi di
Jundaisabur berkata: Aku mendengar al-Kattani berkata: "Aku melihat
seorang sufi—ia adalah orang asing yang tidak begitu aku kenal—maju mendekati
Ka'bah dan berdoa: 'Wahai Tuhan, aku tidak tahu apa yang diucapkan oleh
orang-orang ini (yakni orang-orang yang sedang thawaf). Lihatlah apa yang ada
di dalam kertas catatan ini.' Beliau berkata: Tiba-tiba kertas catatan itu
terbang ke udara dan menghilang."
Dan aku mendengarnya berkata: Aku
mendengar 'Abdul Wahid bin Bakr al-Wartani berkata: Aku mendengar Muhammad bin
'Ali bin al-Husain al-Muqri' di Tharsus berkata: Aku mendengar Abu 'Abdillah
ibn al-Jalla' berkata: "Suatu hari ibuku sangat menginginkan ikan kepada
ayahku. Maka ayahku pergi ke pasar dan aku bersamanya. Beliau membeli seekor
ikan lalu berdiri menunggu orang yang bisa membawakannya. Beliau melihat
seorang anak laki-laki yang sedang berdiri bersama anak laki-laki lainnya, lalu
anak itu berkata: 'Wahai paman, apakah engkau membutuhkan orang untuk
membawanya?' Ayahku menjawab: 'Ya.' Anak itu membawa ikannya dan berjalan
bersama kami. Tiba-tiba kami mendengar suara azan, lalu anak itu berkata:
'Muazin telah mengumandangkan azan, dan aku harus bersuci lalu shalat. Jika
engkau berkenan (menungguku), maka baiklah. Jika tidak... silakan bawa sendiri
ikan ini.' Anak itu pun meletakkan ikannya lalu berlalu pergi."
Ia (Abu 'Abdillah ibn al-Jalla')
berkata: Ayahku berkata: "Kita lebih berhak untuk bertawakal dalam urusan
ikan ini." Maka kami masuk ke masjid dan shalat, anak itu pun datang dan
shalat. Ketika kami keluar... ternyata ikan itu masih tergeletak di tempatnya.
Anak itu membawanya lalu pergi bersama kami ke rumah kami.
Ayahku menceritakan hal itu kepada
ibuku, lalu ibuku berkata: "Katakan padanya agar dia tinggal bersama kita
dan makan bersama kita." Kami menyampaikan hal itu kepadanya, tetapi ia
berkata: "Aku sedang berpuasa." Kami berkata: "Kalau begitu
kembalilah kepada kami di waktu petang." Ia menjawab: "Jika aku sudah
membawa beban sekali dalam sehari, aku tidak akan membawanya untuk kedua kali.
Aku akan masuk masjid hingga sore hari, lalu baru mendatangi kalian." Ia
pun berlalu pergi.
Ketika hari sudah petang... anak itu
masuk (ke rumah kami), lalu kami makan. Setelah selesai... kami tunjukkan
padanya tempat bersuci, dan kami melihat ia lebih menyukai kesendirian (khalwah),
maka kami meninggalkannya di dalam sebuah kamar.
Ketika di sebagian malam... salah
seorang kerabat kami memiliki seorang anak perempuan yang lumpuh (zaminah),
tiba-tiba anak itu datang berjalan kaki! Kami pun bertanya tentang keadaannya,
ia menjawab: "Aku berdoa: Ya Tuhanku, demi kehormatan tamu kita ini,
sembuhkanlah aku, lalu aku pun berdiri dan bisa berjalan."
Ia (Ibn al-Jalla') berkata: Kami pun
pergi mencari anak itu, namun ternyata pintu-pintu rumah masih terkunci
sebagaimana semula, dan kami tidak menemukan anak itu. Maka ayahku berkata:
"Di antara mereka (para wali) ada yang masih kecil, dan ada pula yang
sudah dewasa."
ا
سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ الحُسَيْنِ يَقُولُ : حَدَّثَنَا أَبُو الحَارِثِ الخَطَّابِيُّ قَالَ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الفَضْلِ قَالَ : حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ : حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى البَصْرِيُّ قَالَ : أَتَيْتُ عَبْدَ الوَاحِدِ بْنَ زَيْدٍ وَهُوَ جَالِسٌ فِي ظِلٍّ ، فَقُلْتُ لَهُ : لَوْ سَأَلْتَ اللهَ أَنْ يُوَسِّعَ عَلَيْكَ الرِّزْقَ . . لَرَجَوْتُ أَنْ يَفْعَلَ ، فَقَالَ : رَبِّي أَعْلَمُ بِمَصَالِحِ عِبَادِهِ ، ثُمَّ أَخَذَ حَصَى مِنَ الأَرْضِ ، ثُمَّ قَالَ : اللَّهُمَّ ؛ إِنْ شِئْتَ أَنْ تَجْعَلَهَا ذَهَباً . . فَعَلْتَ ، فَإِذَا هِيَ - وَاللهِ - فِي يَدِهِ ذَهَبٌ ، فَأَلْقَاهَا إِلَيَّ وَقَالَ : أَنْفِقْهَا أَنْتَ ، فَلَا خَيْرَ فِي الدُّنْيَا إِلَّا لِلآخِرَةِ (١) . ا
ا
سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ اللهِ الصُّوفِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ الحُسَيْنَ بْنَ أَحْمَدَ الفَارِسِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ الدَّقَّاقَ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَحْمَدَ بْنَ مَنْصُورٍ يَقُولُ : قَالَ لِي أُسْتَاذِي أَبُو يَعْقُوبَ السُّوسِيُّ : غَسَّلْتُ مُرِيداً ، فَأَمْسَكَ إِبْهَامِي وَهُوَ عَلَى المُغْتَسَلِ ، فَقُلْتُ : يَا بُنَيَّ ؛ خَلِّ يَدِي ، أَنَا أَدْرِي أَنَّكَ لَسْتَ بِمَيِّتٍ ، وَإِنَّمَا هِيَ نَقْلَةٌ مِنْ دَارٍ إِلَى دَارٍ ، فَخَلَّى يَدِي . ا
ا
وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا بَكْرٍ أَحْمَدَ بْنَ مُحَمَّدٍ الطَّرَسُوسِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ إِبْرَاهِيمَ بْنَ شَيْبَانَ يَقُولُ : صَحِبَنِي شَابٌّ حَسَنُ الإِرَادَةِ ، فَمَاتَ ، فَاشْتَغَلَ قَلْبِي بِهِ جِدًّا ، وَتَوَلَّيْتُ غُسْلَهُ ، فَلَمَّا أَرَدْتُ غَسْلَ يَدَيْهِ . . بَدَأْتُ بِشِمَالِهِ مِنَ الدَّهْشَةِ ، فَأَخَذَهَا مِنِّي وَنَاوَلَنِي يَمِينَهُ ، فَقُلْتُ : صَدَقْتَ يَا بُنَيَّ ، أَنَا غَلِطْتُ . ا
ا
وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا النَّجْمِ المَقْرِئَ البَرْدَعِيَّ بِشِيرَازَ يَقُولُ : سَمِعْتُ الدَّقَّاقَ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَحْمَدَ بْنَ مَنْصُورٍ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا يَعْقُوبَ السُّوسِيَّ يَقُولُ : جَاءَنِي مُرِيدٌ بِمَكَّةَ فَقَالَ : يَا أُسْتَاذُ ؛ أَنَا غَداً أَمُوتُ وَقْتَ الظُّهْرِ ، فَخُذْ هَذَا الدِّينَارَ وَاحْفِرْ لِي بِنِصْفِهِ ، وَكَفِّنِّي بِالنِّصْفِ الآخَرِ . ثُمَّ لَمَّا كَانَ الغَدُ . . جَاءَ وَطَافَ ، ثُمَّ تَبَاعَدَ وَمَاتَ ، فَغَسَّلْتُهُ وَكَفَّنْتُهُ ، وَوَضَعْتُهُ فِي اللَّحْدِ ، فَفَتَحَ عَيْنَهُ ، فَقُلْتُ : أَحَيَاةٌ بَعْدَ المَوْتِ ؟! فَقَالَ : أَنَا حَيٌّ ، وَكُلُّ مُحِبٍّ لِلَّهِ حَيٌّ (٢) . ا
Aku mendengar Muhammad bin al-Husain
berkata: Abu al-Harits al-Khatthabi menceritakan kepada kami, ia berkata:
Muhammad bin al-Fadhl menceritakan kepada kami, ia berkata: 'Ali bin Muslim
menceritakan kepada kami, ia berkata: Sa'id bin Yahya al-Bashri menceritakan
kepada kami, ia berkata: Aku mendatangi 'Abdul Wahid bin Zaid ketika beliau
sedang duduk di bawah naungan tempat berteduh, lalu aku berkata kepadanya:
"Sekiranya engkau memohon kepada Allah agar melapangkan rezekimu... aku
berharap Dia akan mengabulkannya." Beliau menjawab: "Tuhanku lebih
tahu tentang kemaslahatan hamba-hamba-Nya." Kemudian beliau mengambil
sebutir kerikil dari tanah dan berdoa: "Ya Allah, jika Engkau berkenan
menjadikannya emas... Engkau pasti melakukannya." Tiba-tiba—demi
Allah—kerikil di tangannya berubah menjadi emas. Beliau melemparkannya kepadaku
seraya berkata: "Nafkahkanlah ini olehmu, tidak ada kebaikan di dunia ini
kecuali untuk persiapan akhirat."
Aku mendengar Muhammad bin 'Abdillah
as-Sufi berkata: Aku mendengar al-Husain bin Ahmad al-Farisi berkata: Aku
mendengar ad-Daqqaq berkata: Aku mendengar Ahmad bin Manshur berkata: Guruku
Abu Ya'qub as-Susi menceritakan kepadaku, ia berkata: "Aku memandikan
jenazah seorang murid (murid), lalu ia menggenggam ibu jariku ketika ia
berada di atas tempat pemandian. Aku berkata: 'Wahai anakku, lepaskan tanganku,
aku tahu engkau belum mati, ini hanyalah perpindahan dari satu tempat ke tempat
lain.' Maka ia pun melepaskan tanganku."
Dan aku mendengarnya berkata: Aku mendengar
Abu Bakr Ahmad bin Muhammad at-Tharasusi berkata: Aku mendengar Ibrahim bin
Syaiban berkata: "Seorang pemuda yang memiliki niat/keinginan baik
bersahabat denganku, lalu ia meninggal dunia. Hatiku sangat bersedih/terpaut
padanya, dan aku sendiri yang mengurus pemandian jenazahnya. Ketika aku hendak
memandikan kedua tangannya... aku memulai dari tangan kirinya karena
terkejut/terperanjat. Tiba-tiba ia menarik tangannya dariku dan menyodorkan
tangan kanannya kepadaku, maka aku berkata: 'Engkau benar wahai anakku, aku
yang telah keliru.'"
Dan aku mendengarnya berkata: Aku
mendengar Abu an-Najm al-Muqri' al-Barda'i di Shiraz berkata: Aku mendengar
ad-Daqqaq berkata: Aku mendengar Ahmad bin Manshur berkata: Aku mendengar Abu
Ya'qub as-Susi berkata: "Seorang murid mendatangiku di Mekkah lalu
berkata: 'Wahai Ustaz, besok aku akan meninggal pada waktu Zhuhur. Ambil uang
dinar ini, pakailah setengahnya untuk menggali kuburku, dan setengahnya lagi
untuk mengafaniku.' Ketika keesokan harinya... ia datang dan melakukan thawaf,
kemudian ia menjauh dan meninggal dunia. Aku pun memandikan dan mengafaninya,
lalu ketika aku meletakkannya di liang lahat, ia membuka matanya. Aku berkata:
'Apakah ada kehidupan setelah kematian?!' Ia menjawab: 'Aku hidup, dan setiap
orang yang mencintai Allah itu hidup.'"
سَمِعْتُ الشَّيْخَ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ الحَسَنِ البَغْدَادِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا عَلِيِّ بْنَ وَصِيفٍ المُؤَدِّبَ يَقُولُ : تَكَلَّمَ سَهْلُ بْنُ عَبْدِ اللهِ يَوْماً فِي الذِّكْرِ ، فَقَالَ : إِنَّ الذَّاكِرَ لِلَّهِ عَلَى الحَقِيقَةِ لَوْ هَمَّ أَنْ يُحْيِيَ المَوْتَى . . لَفَعَلَ ، وَمَسَحَ يَدَهُ عَلَى عَلِيلٍ بَيْنَ يَدَيْهِ ، فَبَرَأَ وَقَامَ . ا
ا
سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللهِ الشِّيرَازِيَّ يَقُولُ : أَخْبَرَنِي عَلِيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَحْمَدَ قَالَ : حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ قَالَ : حَدَّثَنَا الحَسَنُ بْنُ عُمَرَ قَالَ : سَمِعْتُ بِشْرَ بْنَ الحَارِثِ يَقُولُ : كَانَ عَمْرُو بْنُ عُتْبَةَ يُصَلِّي وَالغَمَامُ فَوْقَ رَأْسِهِ ، وَالسَّبُعُ حَوْلَهُ يُحَرِّكُ ذَنَبَهُ .ا
ا
وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللهِ بْنَ مَفْلَحٍ يَقُولُ : سَمِعْتُ المَغَازِلِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ الجُنَيْدَ يَقُولُ : كَانَتْ مَعِي أَرْبَعَةُ دَرَاهِمَ ، فَدَخَلْتُ عَلَى السَّرِيِّ وَقُلْتُ : هَذِهِ أَرْبَعَةُ دَرَاهِمَ حَمَلْتُهَا إِلَيْكَ ، فَقَالَ : أَبْشِرْ يَا غُلَامُ ، فَإِنَّكَ تُفْلِحُ ، كُنْتُ أَحْتَاجُ إِلَى أَرْبَعَةِ دَرَاهِمَ ، فَقُلْتُ : اللَّهُمَّ ابْعَثْهَا عَلَى يَدَيْ مَنْ يَفْلَحُ عِنْدَكَ .ا
ا
وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ : حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَحْمَدَ الطَّبَرِيُّ قَالَ : حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَ : حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ يَحْيَى قَالَ : حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ : حَدَّثَنِي أَبُو إِبْرَاهِيمَ اليَمَانِيُّ قَالَ : خَرَجْنَا نَسِيرُ عَلَى سَاحِلِ البَحْرِ مَعَ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَدْهَمَ ، فَانْتَهَيْنَا إِلَى غَيْضَةٍ فِيهَا حَطَبٌ يَابِسٌ كَثِيرٌ ، وَبِالقُرْبِ مِنْهُ حِصْنٌ ، فَقُلْنَا لإِبْرَاهِيمَ بْنِ أَدْهَمَ : لَوْ أَقَمْنَا اللَّيْلَةَ هَا هُنَا وَأَوْقَدْنَا مِنْ هَذَا الحَطَبِ ، فَقَالَ : افْعَلُوا ، فَطَلَبْنَا النَّارَ مِنَ الحِصْنِ ، فَأَوْقَدْنَا ، وَكَانَ مَعَنَا الخُبْزُ ، فَأَخْرَجْنَا نَأْكُلُ ، فَقَالَ وَاحِدٌ مِنَّا : مَا أَحْسَنَ هَذَا الجَمْرَ لَوْ كَانَ لَنَا لَحْمٌ نَشْوِيهِ عَلَيْهِ ! فَقَالَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَدْهَمَ : إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَقَادِرٌ عَلَى أَنْ يُطْعِمَكُمُوهُ . قَالَ : فَبَيْنَا نَحْنُ كَذَلِكَ . . إِذَا بِأَسَدٍ يَطْرُدُ أَيِّلًا ، فَلَمَّا قَرُبَ مِنَّا . . وَقَعَ وَانْدَقَّ عُنُقُهُ ، فَقَامَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَدْهَمَ وَقَالَ : اذْبَحُوهُ ، فَقَدْ أَطْعَمَكُمُ اللهُ ، فَذَبَحْنَاهُ ، وَشَوَيْنَا مِنْ لَحْمِهِ وَالأَسَدُ وَاقِفٌ يَنْظُرُ إِلَيْنَا .ا
ا
سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ الحُسَيْنِ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا القَاسِمِ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَلِيٍّ الشَّجَرِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ حَامِداً الأَسْوَدَ يَقُولُ : كُنْتُ مَعَ إِبْرَاهِيمَ الخَوَّاصِ فِي البَادِيَةِ سَبْعَةَ أَيَّامٍ عَلَى حَالَةٍ وَاحِدَةٍ ، فَلَمَّا كَانَ السَّابِعُ . . ضَعُفْتُ ، فَجَلَسْتُ ، فَالْتَفَتَ إِلَيَّ وَقَالَ : مَا لَكَ ؟ فَقُلْتُ : ضَعُفْتُ ، فَقَالَ : أَيُّمَا أَغْلَبُ عَلَيْكَ : المَاءُ أَوِ الطَّعَامُ ؟ فَقُلْتُ : المَاءُ ، فَقَالَ : المَاءُ وَرَاءَكَ ، فَالْتَفَتُّ فَإِذَا عَيْنٌ مَاءٌ كَاللَّبَنِ الحَلِيبِ ، فَشَرِبْتُ وَتَطَهَّرْتُ وَإِبْرَاهِيمُ يَنْظُرُ وَلَمْ يَقْرَبْهُ . فَلَمَّا أَرَدْتُ القِيَامَ . . هَمَمْتُ أَنْ أَحْمِلَ مِنْهُ ، فَقَالَ : أَمْسِكْ ؛ فَإِنَّهُ لَيْسَ مِمَّا يُتَزَوَّدُ مِنْهُ .ا
Aku mendengar Syaikh Abu
'Abdirrahman as-Sulami berkata: Aku mendengar Muhammad bin al-Hasan al-Baghdadi
berkata: Aku mendengar Abu 'Ali bin Washif al-Mu'addib berkata: Sahl bin
'Abdillah pada suatu hari berbicara mengenai dzikrullah, lalu ia
berkata: "Sesungguhnya orang yang berzikir kepada Allah dengan
sebenar-benarnya, sekiranya ia berniat untuk menghidupkan orang yang mati...
niscaya ia mampu melakukannya." Lalu ia mengusapkan tangannya pada seorang
yang sakit di hadapannya, seketika orang sakit itu sembuh dan berdiri.
Aku mendengar Abu 'Abdillah
asy-Syirazi berkata: 'Ali bin Ibrahim bin Ahmad mengabarkan kepadaku, ia
berkata: 'Utsman bin Ahmad menceritakan kepada kami, ia berkata: Al-Hasan bin
'Umar menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Bisyir bin al-Harits
berkata: "Dahulu 'Amru bin 'Utbah shalat sementara awan menaungi di atas
kepalanya, dan binatang buas di sekitarnya menggerak-gerakkan ekornya."
Dan aku mendengarnya berkata: Aku
mendengar Abu 'Abdillah bin Maflah berkata: Aku mendengar al-Maghazili berkata:
Aku mendengar al-Junaid berkata: "Aku memiliki empat dirham, lalu aku
menemui Sari (as-Saqathi) dan berkata: 'Ini ada empat dirham yang kubawakan
untukmu.' Maka Sari berkata: 'Bergembiralah wahai pemuda, sesungguhnya engkau
akan beruntung! Tadi aku sangat membutuhkan empat dirham, lalu aku berdoa: Ya
Allah, kirimkanlah uang itu melalui tangan orang yang beruntung di sisi-Mu.'"
Dan aku mendengarnya berkata:
Ibrahim bin Ahmad at-Thabari menceritakan kepadaku, ia berkata: Ahmad bin Yusuf
menceritakan kepada kami, ia berkata: Ahmad bin Ibrahim bin Yahya menceritakan
kepada kami, ia berkata: Ayahku menceritakan kepadaku, ia berkata: Abu Ibrahim
al-Yamani menceritakan kepadaku, ia berkata: "Kami keluar berjalan di tepi
pantai bersama Ibrahim bin Adham, lalu kami sampai di sebuah belukar yang
terdapat banyak kayu bakar kering, dan di dekatnya ada sebuah benteng. Kami
berkata kepada Ibrahim bin Adham: 'Sekiranya kita bermalam di sini malam ini
dan menyalakan api dari kayu bakar ini.' Beliau menjawab: 'Lakukanlah.' Maka
kami meminta api dari benteng tersebut lalu menyalakannya. Saat itu kami
membawa roti, lalu kami mengeluarkannya untuk dimakan. Salah seorang dari kami
berkata: 'Betapa indahnya bara api ini seandainya kita memiliki daging untuk
dipanggang di atasnya!' Ibrahim bin Adham berkata: 'Sesungguhnya Allah 'Azza wa
Jalla Maha Kuasa untuk memberi kalian makan daging.' Ia berkata: Ketika kami
sedang demikian... tiba-tiba ada seekor singa yang mengejar seekor rusa (ayyil).
Ketika sudah dekat dengan kami... rusa itu jatuh dan lehernya patah. Ibrahim
bin Adham pun berdiri dan berkata: 'Sembelihlah, sungguh Allah telah memberi
kalian makan.' Maka kami menyembelihnya dan memanggang dagingnya, sementara
singa itu berdiri memperhatikan kami."
Aku mendengar Muhammad bin al-Husain
berkata: Aku mendengar Abu al-Qasim 'Abdullah bin 'Ali asy-Syajari berkata: Aku
mendengar Hamid al-Aswad berkata: "Aku pernah bersama Ibrahim al-Khawwash
di padang sahara selama tujuh hari dalam satu kondisi (tanpa makan dan minum).
Ketika tiba hari ketujuh... aku merasa lemah lalu terduduk. Beliau menengok
kepadaku dan bertanya: 'Ada apa denganmu?' Aku menjawab: 'Aku merasa lemah.'
Beliau bertanya: 'Mana yang lebih sangat engkau butuhkan: air atau makanan?'
Aku menjawab: 'Air.' Beliau berkata: 'Air ada di belakangmu.' Aku pun menengok,
tiba-tiba ada mata air yang putih seperti susu murni. Aku minum dan bersuci
dengannya, sementara Ibrahim hanya melihat dan tidak mendekatinya. Ketika aku
hendak berdiri... aku berniat membawa bekalan air darinya, lalu beliau berkata:
'Tahanlah (jangan bawa); karena air ini bukan untuk dijadikan bekal
perjalanan.'"
سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللهِ بنَ عَبْدِ اللهِ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللهِ الدَّبَّاسَ البَغْدَادِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ فَاطِمَةَ أُخْتَ أَبِي عَلِيٍّ الرُّوذْبَارِيِّ تَقُولُ : سَمِعْتُ زَيْتُونَةَ خَادِمَةَ أَبِي الحُسَيْنِ النُّورِيِّ وَكَانَتْ تَخْدُمُهُ وَخَدَمَتْ أَبَا حَمْزَةَ وَالجُنَيْدَ قَالَتْ : كَانَ يَوْمٌ بَارِدٌ ، فَقُلْتُ لِلنُّورِيِّ : أَحْمِلُ إِلَيْكَ شَيْئاً ؟ فَقَالَ : نَعَمْ ، فَقُلْتُ : أَيُّ شَيْءٍ تُرِيدُ ؟ فَقَالَ : خُبْزٌ وَلَبَنٌ ، فَحَمَلْتُ وَكَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ فَحْمٌ ، وَكَانَ يُقَلِّبُهَا بِيَدِهِ وَقَدِ اشْتَعَلَتْ ، فَأَخَذَ يَأْكُلُ الخُبْزَ وَاللَّبَنَ يَسِيلُ عَلَى يَدِهِ وَعَلَيْهَا سَوَادُ الفَحْمِ ، فَقُلْتُ فِي نَفْسِي : مَا أَقْذَرَ أَوْلِيَاءَكَ يَا رَبِّ ! مَا فِيهِمْ أَحَدٌ نظِيفٌ ! قَالَتْ : فَخَرَجْتُ مِنْ عِنْدِهِ ، فَتَعَلَّقَتْ بِي امْرَأَةٌ وَقَالَتْ : سُرِقَتْ لِي رُزْمَةُ ثِيَابٍ ، وَجَرُّونِي إِلَى الشُّرْطِيِّ ، فَأُخْبِرَ النُّورِيُّ بِذَلِكَ ، فَخَرَجَ وَقَالَ لِلشُّرْطِيِّ : لَا تَتَعَرَّضُوا لَهَا ؛ فَإِنَّهَا وَلِيَّةٌ مِنْ أَوْلِيَاءِ اللهِ ، فَقَالَ الشُّرْطِيُّ : كَيْفَ أَصْنَعُ وَالمَرْأَةُ تَدَّعِي ؟ قَالَ : فَجَاءَتْ جَارِيَةٌ وَمَعَهَا الرُّزْمَةُ المَطْلُوبَةُ ، فَاسْتَرَدَّ النُّورِيُّ المَرْأَةَ وَقَالَ لَهَا : تَقُولِينَ بَعْدَ هَذَا : مَا أَقْذَرَ أَوْلِيَاءَكَ ؟! قَالَتْ : فَقُلْتُ : قَدْ تُبْتُ (١) . ا
ا
وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ : سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ اللهِ الشِّيرَازِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ فَارِسٍ الفَارِسِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا الحَسَنِ خَيْراً النَّسَّاجَ يَقُولُ : سَمِعْتُ الخَوَّاصَ يَقُولُ : عَطِشْتُ فِي بَعْضِ أَسْفَارِي ، وَسَقَطْتُ مِنَ العَطَشِ ، فَإِذَا أَنَا بِمَاءٍ رُشَّ عَلَى وَجْهِي ، فَفَتَحْتُ عَيْنَيَّ ، فَإِذَا بِرَجُلٍ حَسَنِ الوَجْهِ رَاكِبٍ دَابَّةً شَهْبَاءَ ، فَسَقَانِي المَاءَ ، وَقَالَ : كُنْ رَدِيفِي . وَكُنْتُ بِالحِجَازِ ، فَمَا لَبِثْتُ إِلَّا يَسِيراً فَقَالَ لِي : مَا تَرَى ؟ فَقُلْتُ : أَرَى المَدِينَةَ !! فَقَالَ : انْزِلْ وَأَقْرِئْ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنِّي السَّلَامَ وَقُلْ : أَخُوكَ الخَضِرُ يَقْرِئُكَ السَّلَامَ .ا
ا
سَمِعْتُ الشَّيْخَ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيَّ يَقُولُ : سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ الحَسَنِ البَغْدَادِيَّ يَقُولُ : قَالَ أَبُو الحَدِيدِ : سَمِعْتُ المُظَفَّرَ الجَصَّاصَ يَقُولُ : كُنْتُ أَنَا وَنَصْرٌ الخَرَّاطُ لَيْلَةً فِي مَوْضِعٍ ، فَتَذَاكَرْنَا شَيْئاً مِنَ العِلْمِ ، فَقَالَ الخَرَّاطُ (١) : إِنَّ الذَّاكِرَ لِلَّهِ فَائِدَتُهُ فِي أَوَّلِ ذِكْرِهِ أَنْ يَعْلَمَ أَنَّ اللهَ ذَكَرَهُ ، فَبِذِكْرِ اللهِ ذَكَرَهُ . قَالَ : فَخَالَفْتُهُ ، فَقَالَ : لَوْ كَانَ الخَضِرُ هَا هُنَا . . لَشَهِدَ بِصِحَّتِهِ . قَالَ : فَإِذَا نَحْنُ بِشَيْخٍ يَجِيءُ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ ، حَتَّى بَلَغَ إِلَيْنَا وَسَلَّمَ وَقَالَ : صَدَقَ ، الذَّاكِرُ لِلَّهِ بِفَضْلِ ذِكْرِ اللهِ لَهُ ذَكَرَهُ ، فَعَلِمْنَا أَنَّهُ الخَضِرُ .ا
ا
سَمِعْتُ الأُسْتَاذَ أَبَا عَلِيٍّ الدَّقَّاقَ رَحِمَهُ اللهُ يَقُولُ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى سَهْلِ بْنِ عَبْدِ اللهِ وَقَالَ : إِنَّ النَّاسَ يَقُولُونَ : إِنَّكَ تَمْشِي عَلَى المَاءِ ، فَقَالَ : سَلْ مُؤَذِّنَ المَحَلَّةِ ؛ فَإِنَّهُ رَجُلٌ صَالِحٌ لَا يَكْذِبُ ، قَالَ : فَسَأَلْتُهُ ، فَقَالَ المُؤَذِّنُ : لَا أَدْرِي هَذَا ، وَلَكِنَّهُ كَانَ فِي بَعْضِ هَذِهِ الأَيَّامِ نَزَلَ الحَوْضَ لِيَتَطَهَّرَ ، فَوَقَعَ فِي المَاءِ ، فَلَوْ لَمْ أَكُنْ أَنَا . . لَبَقِيَ فِيهِ .ا
Aku mendengar Abu 'Abdillah bin
'Abdillah berkata: Aku mendengar Abu 'Abdillah ad-Dabbas al-Baghdadi berkata:
Aku mendengar Fathimah (saudara perempuan Abu 'Ali ar-Rudzbari) berkata: Aku
mendengar Zaitunah pelayan Abu al-Husain an-Nuri—yang melayaninya dan juga
pernah melayani Abu Hamzah serta al-Junaid—berkata: "Hari itu sangat
dingin, lalu aku berkata kepada an-Nuri: 'Bolehkah aku bawakan sesuatu
untukmu?' Beliau menjawab: 'Ya.' Aku bertanya: 'Apa yang engkau inginkan?'
Beliau menjawab: 'Roti dan susu.' Maka aku membawakannya, dan saat itu di
hadapannya ada bara arang yang menyala yang beliau bolak-balikkan dengan
tangannya. Lalu beliau mulai memakan roti dan susu yang mengalir di tangannya
yang berjelaga/hitam bekas arang. Maka aku berkata dalam hati: Betapa
kotornya para wali-Mu wahai Tuhan! Tidak ada seorang pun dari mereka yang
bersih! Zaitunah berkata: Lalu aku keluar dari tempatnya, tiba-tiba seorang
wanita memegangku dan berkata: Buntalan pakaianku telah dicuri, lalu
mereka menyeretku ke kantor polisi. Hal itu terdengar oleh an-Nuri, maka beliau
keluar dan berkata kepada polisi: Jangan kalian ganggu dia, karena ia adalah
salah satu wali Allah. Polisi itu berkata: Bagaimana aku harus bertindak
sementara wanita ini menuduhnya? Zaitunah berkata: Tiba-tiba datang seorang
budak perempuan membawa buntalan yang dicari tersebut, maka an-Nuri memanggil
kembali wanita itu dan berkata padanya: Apakah engkau masih akan mengatakan
setelah ini: Betapa kotornya para wali-Mu?! Zaitunah berkata: Maka aku
berkata: Sungguh aku telah bertobat."
Dan aku mendengarnya berkata: Aku
mendengar Muhammad bin 'Abdillah asy-Syirazi berkata: Aku mendengar Muhammad
bin Faris al-Farisi berkata: Aku mendengar Abu al-Hasan Khair an-Nassaj berkata:
Aku mendengar al-Khawwash berkata: "Aku sangat kehausan dalam salah satu
perjalananku hingga jatuh pingsan. Tiba-tiba ada air yang dipercikkan ke
wajahku, lalu aku membuka kedua mataku dan melihat seorang pria berwajah tampan
menunggangi hewan tunggangan berwarna abu-abu (syahba'). Ia memberiku
minum air lalu berkata: Naiklah di belakangku. Padahal waktu itu aku
berada di Hijaz, tetapi tidak lama kemudian ia bertanya kepadaku: Apa yang
engkau lihat? Aku menjawab: Aku melihat Kota Madinah!! Ia berkata: Turunlah
dan sampaikan salam dariku kepada Rasulullah SAW, serta katakanlah: Saudaramu
Khidir menyampaikan salam untukmu."
Aku mendengar Syaikh Abu
'Abdirrahman as-Sulami berkata: Aku mendengar Muhammad bin al-Hasan al-Baghdadi
berkata: Abu al-Hadid berkata: Aku mendengar al-Muzhaffar al-Jasshas berkata:
"Aku dan Nashr al-Kharrat berada di suatu tempat pada suatu malam, lalu
kami berdiskusi tentang suatu ilmu. Al-Kharrat berkata: Sesungguhnya orang
yang berzikir kepada Allah, manfaat baginya pada awal zikirnya adalah ia
mengetahui bahwa Allah telah mengingatnya terlebih dahulu, maka dengan zikir
Allah-lah ia bisa berzikir kepada-Nya. Abu al-Hadid berkata: Maka aku
membantahnya, lalu al-Kharrat berkata: Sekiranya Nabi Khidir ada di sini...
niscaya ia akan bersaksi atas kebenaran hal ini. Ia berkata: Tiba-tiba kami
melihat seorang syeikh melayang datang di antara langit dan bumi hingga sampai
kepada kami, lalu mengucapkan salam dan berkata: Dia benar, orang yang
berzikir kepada Allah itu bisa berzikir berkat karunia zikir (ingatan) Allah
kepadanya. Maka kami pun tahu bahwa beliau adalah Nabi Khidir."
Aku mendengar Al-Ustadz Abu 'Ali
ad-Daqqaq RHM berkata: Seorang pria mendatangi Sahl bin 'Abdillah lalu berkata:
"Sesungguhnya orang-orang mengatakan bahwa engkau bisa berjalan di atas
air." Sahl menjawab: "Tanyakanlah kepada muazin lingkungan ini,
karena ia adalah pria saleh yang tidak pernah berbohong." Pria itu
berkata: Maka aku menanyakannya, lalu muazin itu menjawab: "Aku tidak tahu
soal itu, tetapi pada suatu hari ia turun ke kolam untuk bersuci lalu
terpeleset jatuh ke dalam air. Sekiranya saat itu bukan karena aku... niscaya
ia sudah tenggelam di dalamnya."
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
KISAH-KISAH TENTANG KAROMAH 1
KISAH-KISAH TENTANG KAROMAH 2
KISAH-KISAH TENTANG KAROMAH 3
KISAH-KISAH TENTANG KAROMAH 5
Daftar Isi
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.