بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab Ke-66.
Penjelasan
tentang Tercelanya Sifat Sombong dan Ujub
الباب السادس والستون
في بيان ذم الكبر والعجب
اعلم أرشدني الله وإياك خير الدنيا والآخرة أن الكبر والإعجاب يسلبان الفضائل ويكسبان الرذائل وحسبك من رذيلة تمنع سماع النصح وقبول التأديب ولذلك قالوا العلم يضيع بين الحياء والكبر والعلم حرب للمتعالي كما أن السيل حرب للبناء العالي . ا
ا
قال ﷺ لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال حبة من كبر وقال ﷺ من جر ثوبه خيلاء لا ينظر الله إليه وقال الحكماء لا يدوم الملك مع الكبر وقد قرن الله سبحانه وتعالى الكبر بالفساد ، فقال تعالى تلك الدار الآخرة نجعلها للذين لا يريدون علوا في الأرض ولا فساداً وقال تعالى سأصرف عن آياتي الذين يتكبرون في الأرض بغير الحق قال بعض الحكماء ما رأيت متكبراً إلا تحول ما به بي يعني أتطاول عليه وكان ابن عرانة من أقبح الناس كبرا .ا
ا
( روي ) أنه قال لغلامه اسقني ماء فقال : نعم ، فقال إنما يقول نعم من يقدر أن يقول لا اصفعوه ودعا أكاراً فكلمه ، فلما فرغ دعا بماء فتمضمض به استقذاراً لمخاطبته ويقال فلان وضع نفسه في درجة لو سقط منها لتكسر .ا
ا
( قال الجاحظ ) المشهورون بالكبر من قريش بنو مخزوم وبنو أمية ومن العرب بنو جعفر ابن كلاب وبنو زرارة بن عدي وأما الأكاسرة فكانوا لا يعدون الناس إلا عبيداً وأنفسهم إلا أرباباً وقيل لرجل من بني عبد الدار ألا تأتي الخليفة فقال أخاف أن لا يحمل الجسر شرفي ، وقيل للحجاج بن أرطأة مالك لا تحضر الجماعة قال : أخشى أن يزاحمني البقالون وقيل أتى وائل بن حجر إلى النبي ﷺ فأقطعه أرضا وقال لمعاوية أعرض هذه الأرض عليه واكتبها له فخرج معه معاوية في هاجرة شديدة ومشى خلف ناقته فأحرقه حر الشمس فقال له اردفني خلفك على ناقتك قال : لست من أرداف الملوك قال فأعطني ناعليك قال ما بخل يمنعني يا ابن أبي سفيان ولكن أكره أن يبلغ أفيال اليمن أنك لبست نعلي ولكن امش في ظل ناقتي فحسبك شرفاً وقيل إنه لحق زمن معاويه ودخل عليه فأقعده معه على السرير وحدثه وقال المسرور بن هند لرجل أتعرفني قال : لا قال : أنا المسرور بن هند قال ما أعرفك قال فتعساً لمن لم يعرف القمر وفي مثله يقول الشاعر :ا
ا
قولا لأحمق يذوي التيه أخدعه لو كنت تعلم ما في التيه لم تته التيه مفسدة للدين منقصة للعقل مهلكة للعرض فانتبه
Ketahuilah—semoga Allah memberiku dan membinamu petunjuk menuju kebaikan
dunia dan akhirat—bahwa kesombongan (kibr) dan rasa kagum pada diri sendiri
(ujub) merampas keutamaan dan mendatangkan kehinaan. Cukuplah sebagai celaan
bahwa sifat ini menghalangi seseorang dari mendengarkan nasihat dan menerima
pengajaran. Oleh karena itu para ulama berkata: "Ilmu itu sirna di
antara sifat malu (yang berlebihan) dan kesombongan. Ilmu itu musuh bagi orang
yang tinggi hati, sebagaimana banjir bandang adalah musuh bagi bangunan yang
tinggi."
Nabi ﷺ bersabda: "Tidak
akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat dzarrah dari
kesombongan." Beliau ﷺ juga bersabda: "Barangsiapa
yang menjulurkan pakaiannya karena sombong, Allah tidak akan melihat
kepadanya." Para ahli hikmah berkata: "Kekuasaan tidak akan
bertahan bersama kesombongan." Allah Subhanahu wa Ta'ala telah
menyandingkan kesombongan dengan kerusakan. Allah Ta'ala berfirman: "Negeri
akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan
tidak berbuat kerusakan di bumi." Allah Ta'ala juga berfirman: "Aku
akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di bumi tanpa alasan
yang benar dari ayat-ayat-Ku." Sebagian ahli hikmah berkata: "Tidaklah
aku melihat orang yang sombong melainkan kesombongannya itu berpindah
kepadaku" (maksudnya: aku melayaninya dengan sikap yang serupa). Dan
Ibnu 'Uranah adalah salah satu orang yang paling buruk kesombongannya.
Diriwayatkan bahwa ia pernah berkata kepada pelayannya, "Bawakan aku
air minum!" Pelayannya menjawab, "Baik (Na'am)." Ibnu 'Uranah
berkata, "Hanya orang yang sanggup berkata 'tidak' yang boleh berkata
'baik'. Tampar dia!" Kemudian ia memanggil seorang petani lalu berbicara
dengannya. Setelah selesai, ia meminta air lalu berkumur-kumur darinya karena
merasa jijik telah berbicara dengan petani itu. Dan dikatakan tentang
seseorang: "Si Fulan menempatkan dirinya pada kedudukan yang jika ia
jatuh darinya, niscaya ia akan hancur."
Al-Jahiz berkata: Orang-orang yang terkenal dengan kesombongannya dari kaum
Quraisy adalah Bani Makhzum dan Bani Umayyah. Dari kalangan bangsa Arab adalah
Bani Ja'far bin Kilab dan Bani Zurarah bin 'Adi. Adapun para Raja Persia
(Kisra), mereka tidak menganggap manusia melainkan sebagai hamba sahaya, dan
diri mereka sebagai tuan. Dikatakan kepada seorang pria dari Bani Abdid Dar,
"Mengapa engkau tidak mendatangi Sang Khalifah?" Ia menjawab,
"Aku khawatir jembatan itu tidak sanggup menahan keagunganku." Dan
dikatakan kepada Al-Hajjaj bin Arthah, "Mengapa engkau tidak menghadiri
shalat berjamaah?" Ia menjawab, "Aku khawatir para pedagang sayur
akan berdesak-desakan denganku."
Diceritakan pula bahwa Wa'il bin Hujr mendatangi Nabi ﷺ, lalu Nabi memberinya sebidang tanah dan
bersabda kepada Mu'awiyah, "Tunjukkan tanah ini kepadanya dan catatkan
untuknya." Maka Mu'awiyah keluar bersamanya pada siang hari yang
sangat panas terik sambil berjalan di belakang unta Wa'il hingga terik matahari
membakarnya. Mu'awiyah berkata kepadanya, "Boncengkanlah aku di
belakanganmu di atas untamu." Wa'il menjawab, "Engkau bukan termasuk
orang yang layak membonceng para raja." Mu'awiyah berkata, "Kalau
begitu berikan sandalmu padaku." Wa'il menjawab, "Bukan karena pelit
aku melarangmu wahai putra Abu Sufyan, tetapi aku tidak suka jika para gajah di
Yaman mendengar bahwa engkau memakai sandalku. Namun, berjalanlah di bawah
bayang-bayang untaku, cukuplah itu sebagai kehormatan bagimu." Dikatakan
bahwa ia (Wa'il) sempat hidup hingga masa pemerintahan Mu'awiyah, lalu ia masuk
menemuinya, dan Mu'awiyah mendudukkannya bersamanya di atas ranjang kerajaan
serta berbincang dengannya.
Al-Masrur bin Hind berkata kepada seseorang, "Apakah engkau
mengenalku?" Orang itu menjawab, "Tidak." Ia berkata, "Aku
adalah Al-Masrur bin Hind!" Orang itu berkata, "Aku tidak
mengenalkanmu." Maka Al-Masrur berkata, "Celakalah bagi siapa yang
tidak mengenal rembulan!" Mengenai orang seperti ini, seorang penyair
berkata dalam bait syairnya:
Katakanlah kepada orang bodoh yang kesombongannya memalingkannya, Jika
saja engkau tahu apa akibat dari kesombongan, niscaya engkau tidak akan
sombong. Kesombongan itu merusak agama, mengurangi keimanan, Merasuki
akal dan membinasakan kehormatan, maka berhati-hatilah!
وقيل لا يتكبر إلا كل وضع ولا يتواضع إلا كل رفيع وقال ﷺ ثلاث مهلكات شح مطاع وهوى متبع وإعجاب المرء بنفسه . ا
ا
وعن عبد الله بن عمرو أن رسول الله ﷺ قال أن نوحا عليه السلام لما حضرته الوفاة دعا ابنيه وقال إني آمركما باثنين وأنهاكما عن اثنتين أنهاكما عن الشرك والكبر وآمركما بلا إله إلا الله فإن السموات والأرض وما فيهن لو وضعت في كفة الميزان ولا إله إلا الله في الكفة الأخرى كانت لا إله إلا الله أرجح منها ولو أن السموات والأرض كانتا في حلقة فوضعت لا إله إلا الله عليها لقصمتها وآمركما بسبحان الله وبحمده فإنها صلاة كل شيء وبها يرزق كل شيء . ا
ا
وقال عيسى عليه السلام طوبى لمن علمه الله كتابه ولم يمت جباراً ، وعن عبد الله بن سلام رضي الله عنه أنه مر في السوق وعليه حزمة من حطب فقيل له ما يحملك على هذا وقد أغناك الله عن هذا قال أردت أن أدفع الكبر عن نفسي ، وفي تفسير القرطبي في قوله تبارك وتعالى ولا يضربن بأرجلهن إن فعلنه تبرجاً وتعرضاً للرجال حرم وكذا من ضرب بنعليه من الرجال عجباً حرم لأن العجب كبيرة . ا
Dikatakan: "Tidaklah bersikap sombong melainkan setiap orang yang
hina, dan tidaklah bersikap tawaduk (rendah hati) melainkan setiap orang yang
mulia." Nabi ﷺ bersabda: "Tiga
perkara yang membinasakan: kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, dan
rasa ujub (kagum) seseorang terhadap dirinya sendiri."
Dari Abdullah bin 'Amr bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Ketika Nabi Nuh 'alaihissalam
menjelang wafatnya, beliau memanggil kedua putranya lalu berkata: "Sesungguhnya
aku memerintahkan dua hal kepada kalian dan melarang dua hal dari kalian. Aku
melarang kalian dari kesyirikan dan kesombongan. Dan aku memerintahkan kalian
dengan kalimat 'Laa ilaaha illallaah' (Tidak ada tuhan selain Allah), karena
sesungguhnya langit dan bumi beserta seluruh isinya, jika diletakkan di satu
daun timbangan dan kalimat 'Laa ilaaha illallaah' di daun timbangan lainnya,
niscaya kalimat 'Laa ilaaha illallaah' akan lebih berat darinya. Dan seandainya
langit dan bumi berupa satu lingkaran yang kokoh lalu diletakkan kalimat 'Laa
ilaaha illallaah' di atasnya, niscaya kalimat itu akan memecahkannya. Dan aku
memerintahkan kalian dengan membaca 'Subhaanallaahi wa bihamdihi' (Maha Suci
Allah dan dengan memuji-Nya), karena sesungguhnya itu adalah doa/ibadah seluruh
makhluk dan dengannya seluruh makhluk diberi rezeki."
Nabi Isa 'alaihissalam berkata: "Beruntunglah bagi orang yang
diajarkan Kitabullah oleh Allah dan ia tidak mati dalam keadaan sebagai orang
yang sombong (sewenang-wenang)."
Dari Abdullah bin Salam radhiyallahu 'anhu, bahwasanya ia pernah
berjalan di pasar sambil memikul seikat kayu bakar. Lalu ditanyakan kepadanya,
"Apa yang mendorongmu melakukan ini, padahal Allah telah mencukupi
kebutuhanmu?" Beliau menjawab, "Aku ingin menolak/mencegah
kesombongan dari diriku."
Dalam Tafsir Al-Qurtubi mengenai firman Allah Tabaraka wa Ta'ala:
"Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya..." Jika wanita
melakukannya dengan maksud tabarruj (memamerkan perhiasan/diri) dan
memikat laki-laki, maka hukumnya haram. Begitu pula bagi laki-laki yang
menghentakkan kedua sandalnya karena ujub (sombong/pamer), hukumnya adalah
haram, karena sifat ujub merupakan dosa besar.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Cara cepat dan tanpa Ribet untuk memiliki 200 +
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.