بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
TERJEMAH KITAB
البَابُ الثَّانِي
بَيَانُ عَقَائِدِ أَقْطَابِ التَّصَوُّفِ فِي مَسَائِلِ التَّوْحِيدِ
BAB KEDUA
Penjelasan Akidah Tokoh-Tokoh Sufi dalam Masalah-Masalah Tauhid
********
**فَصْلٌ**
قَالَ الأُسْتَاذُ زَيْنُ الإِسْلَامِ أَبُو
القَاسِمِ ، أَدَامَ اللهُ عِزَّهُ
وَهَذِهِ
فُصُولٌ تَشْتَمِلُ عَلَى بَيَانِ
عَقَائِدِهِمْ فِي مَسَائِلِ التَّوْحِيدِ
ذَكَرْنَاهَا عَلَى وَجْهِ التَّرْتِيبِ
قَالَ شُيُوخُ هَذِهِ الطَّائِفَةِ عَلَى
مَا يَدُلُّ عَلَيْهِ مُتَفَرِّقَاتُ كَلَامِهِمْ وَمَجْمُوعَاتُهَا وَمُصَنَّفَاتُهُمْ
فِي التَّوْحِيدِ
إِنَّ الحَقَّ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى مَوْجُودٌ
قَدِيمٌ ، وَاحِدٌ حَكِيمٌ ، قَادِرٌ عَلِيمٌ ، قَاهِرٌ رَحِيمٌ ، مُرِيدٌ سَمِيعٌ
، مَجِيدٌ رَفِيعٌ ، مُتَكَلِّمٌ بَصِيرٌ ، مُتَكَبِّرٌ قَدِيرٌ ، حَيٌّ أَحَدٌ ، بَاقٍ
صَمَدٌ
وَأَنَّهُ عَالِمٌ بِعِلْمٍ ، قَادِرٌ بِقُدْرَةٍ
، مُرِيدٌ بِإِرَادَةٍ ، سَمِيعٌ بِسَمْعٍ ، بَصِيرٌ بِبَصَرٍ ، مُتَكَلِّمٌ بِكَلَامٍ
، حَيٌّ بِحَيَاةٍ ، بَاقٍ بِبَقَاءٍ
وَلَهُ يَدَانِ هُمَا صِفَتَانِ ، يَخْلُقُ
بِهِمَا مَا يَشَاءُ عَلَى التَّخْصِيصِ ، وَلَهُ الوَجْهُ
وَصِفَاتُ ذَاتِهِ مُخْتَصَّةٌ بِذَاتِهِ
، لَا يُقَالُ : هِيَ هُوَ ، وَلَا هِيَ أَغْيَارٌ لَهُ ، بَلْ هِيَ صِفَاتٌ لَهُ أَزَلِيَّةٌ
، وَنُعُوتٌ سَرْمَدِيَّةٌ
وَأَنَّهُ أَحَدِيُّ الذَّاتِ ، لَيْسَ
يُشْبِهُ شَيْئاً مِنَ المَصْنُوعَاتِ ، وَلَا يُشْبِهُهُ شَيْءٌ مِنَ المَخْلُوقَاتِ
، لَيْسَ بِجِسْمٍ وَلَا جَوْهَرٍ ، وَلَا صِفَاتُهُ أَعْرَاضٌ
لَا يَتَصَوَّرُ فِي الأَوْهَامِ ، وَلَا
يَتَقَدَّرُ فِي العُقُولِ ، وَلَا لَهُ جِهَةٌ وَمَكَانٌ ، وَلَا يَجْرِي عَلَيْهِ
وَقْتٌ وَزَمَانٌ ، وَلَا يَجُوزُ فِي وَصْفِهِ زِيَادَةٌ وَلَا نُقْصَانٌ ، وَلَا
يَخُصُّهُ هَيْئَةٌ وَقَدٌّ ، وَلَا يَقْطَعُهُ نِهَايَةٌ وَحَدٌّ ، وَلَا يَحُلُّهُ
حَادِثٌ ، وَلَا يَحْمِلُهُ عَلَى الفِعْلِ بَاعِثٌ ، وَلَا يَجُوزُ عَلَيْهِ لَوْنٌ
وَلَا كَوْنٌ ، وَلَا يَنْصُرُهُ مَدَدٌ وَلَا عَوْنٌ ، وَلَا يَخْرُجُ عَنْ قُدْرَتِهِ
مَقْدُورٌ ، وَلَا يَنْفَكُّ عَنْ حُكْمِهِ مَفْطُورٌ ، وَلَا يَعْزُبُ عَنْ عِلْمِهِ
مَعْلُومٌ ، وَلَا هُوَ عَلَى فِعْلِهِ كَيْفَ يَصْنَعُ وَمَا يَصْنَعُ مَلُومٌ
لَا يُقَالُ لَهُ : أَيْنَ وَلَا حَيْثُ
وَلَا كَيْفَ ، وَلَا يَسْتَفْتِحُ لَهُ وُجُودٌ فَيُقَالُ : مَتَى كَانَ ، وَلَا يَنْتَهِي
لَهُ بَقَاءٌ فَيُقَالُ : اسْتَوْفَى الأَجَلَ وَالزَّمَانَ ، وَلَا يُقَالُ : لِمَ
فَعَلَ مَا فَعَلَ ؛ إِذْ لَا عِلَّةَ لِأَفْعَالِهِ ، وَلَا يُقَالُ : مَا هُوَ ؛
إِذْ لَا جِنْسَ لَهُ فَيَتَمَيَّزُ بِأَمَارَةٍ عَنْ أَشْكَالِهِ
**Pasal**
Al-Ustadz Zainul Islam Abu al-Qasim—semoga Allah mengekalkan
kemuliaannya—berkata:
Ini adalah pasal-pasal yang mencakup penjelasan tentang
akidah/keyakinan mereka dalam masalah-masalah tauhid, yang kami sebutkan secara
berurutan.
Para guru (*guru-guru tasawuf/kalam*) dari kelompok ini
menyatakan—sebagaimana ditunjukkan oleh ucapan-ucapan mereka yang tersebar
maupun yang terhimpun, serta karya-karya tulisan mereka dalam bab tauhid:
Bahwasanya **Allah yang Mahabenar**, Maha Suci dan Maha
Tinggi Dia, adalah Zat yang Ada (*Mawjud*), Maha Terdahulu/Tanpa Permulaan
(*Qadim*), Maha Esa (*Wahid*), Maha Bijaksana (*Hakim*), Maha Kuasa (*Qadir*),
Maha Mengetahui (*'Alim*), Maha Memaksa/Menundukkan (*Qahir*), Maha Penyayang
(*Rahim*), Maha Berkehendak (*Murid*), Maha Mendengar (*Sami'*), Maha Mulia
(*Majid*), Maha Tinggi (*Rafi'*), Maha Berfirman (*Mutakallim*), Maha Melihat
(*Basir*), Maha Megah/Agung (*Mutakabbir*), Maha Mampu (*Qadir*), Maha Hidup
(*Hayy*), Maha Tunggal (*Ahad*), Maha Kekal (*Baqi*), dan Tempat Bergantung
(*Samad*).
Dan bahwasanya Dia:
* Maha Mengetahui dengan ilmu (*'Ilm*),
* Maha Kuasa dengan kekuasaan (*Qudrah*),
* Maha Berkehendak dengan kehendak (*Iradah*),
* Maha Mendengar dengan pendengaran (*Sam'*),
* Maha Melihat dengan penglihatan (*Basar*),
* Maha Berfirman dengan firman (*Kalam*),
* Maha Hidup dengan kehidupan (*Hayat*), dan
* Maha Kekal dengan kekekalan (*Baqa'*).
Dan bagi-Nya **dua tangan**—keduanya merupakan sifat—yang
dengan keduanya Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki secara khusus, serta
bagi-Nya **Wajah**.
Sifat-sifat Zat-Nya adalah khusus bagi Zat-Nya. Tidak
dikatakan: *"Sifat itu adalah Zat-Nya sendiri"*, dan tidak pula
dikatakan: *"Sifat itu adalah sesuatu yang asing/terpisah dari-Nya"*.
Melainkan, sifat-sifat itu milik-Nya yang bersifat azali (tanpa awal) dan abadi
(tanpa akhir).
Bahwasanya Dia Maha Esa Zat-Nya, tidak ada sesuatu pun dari
ciptaan (*masnu'at*) yang menyerupai-Nya, dan tidak ada sesuatu pun dari
makhluk yang serupa dengan-Nya. Dia bukan bentuk fisik (*jism*), bukan materi
dasar (*jauhar*), dan sifat-sifat-Nya bukanlah sifat yang menempel/berubah-ubah
(*'aradh*).
Dia tidak dapat dibayangkan oleh prasangka/imajinasi, tidak
dapat diukur oleh akal pikiran, tidak memiliki arah (*jihat*) maupun tempat
(*makan*), tidak berlaku bagi-Nya waktu dan zaman. Sifat-sifat-Nya tidak
menerima penambahan maupun pengurangan, tidak dibatasi oleh bentuk maupun
ukuran tubuh, tidak diakhiri oleh batas akhir maupun tepi, tidak dihinggapi
oleh hal baru (*hadits*), dan tidak ada dorongan yang memaksa-Nya untuk berbuat
sesuatu.
Tidak boleh bagi-Nya warna maupun perubahan wujud, tidak
dibantu oleh pertolongan maupun penyokong, tidak ada satu pun yang dapat
ditakdirkan keluar dari kekuasaan-Nya, tidak ada ciptaan yang terlepas dari
hukum-Nya, tidak ada satu pun yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya, dan Dia
tidak dicela atas apa yang Dia perbuat dan bagaimana Dia berbuat.
Tidak dikatakan bagi-Nya: *"Di mana?"*, *"Di
tempat yang mana?"*, atau *"Bagaimana?"*. Keberadaan-Nya tidak
diawali sehingga dikatakan: *"Kapan Dia ada?"*, dan kekekalan-Nya
tidak berakhir sehingga dikatakan: *"Masa-Nya telah habis"*. Tidak
pula dikatakan: *"Mengapa Dia melakukan apa yang Dia lakukan?"*
karena tidak ada sebab (*'illah*) bagi perbuatan-perbuatan-Nya. Tidak pula
dikatakan: *"Apakah Dia?"* karena Dia tidak memiliki jenis (*jins*)
sehingga dapat dibedakan dengan tanda dari yang serupa dengan-Nya.
يُرَى لا عَنْ مُقَابَلَةٍ ، وَيُرِئُ لا
عَنْ مُمَاقَلَةٍ ، وَيَصْنَعُ لا بِمُبَاشَرَةٍ وَمُزَاوَلَةٍ
لَهُ الأَسْمَاءُ الحُسْنَى ، وَالصِّفَاتُ
العُلا ، يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ ، وَيَذِلُّ لِحُكْمِهِ العَبِيدُ ، لا يَجْرِي فِي
سُلْطَانِهِ إِلاَّ مَا يَشَاءُ ، وَلا يَحْصُلُ فِي مُلْكِهِ غَيْرُ مَا سَبَقَ بِهِ
القَضَاءُ ، مَا عَلِمَ أَنَّهُ يَكُونُ مِنَ الحَادِثَاتِ . . أَرَادَ أَنْ يَكُونَ
، وَمَا عَلِمَ أَنَّهُ لا يَكُونُ مِمَّا جَازَ أَنْ يَكُونَ . . أَرَادَ أَلاَّ يَكُونَ
خَالِقُ أَكْسَابِ العِبَادِ ؛ خَيْرِهَا
وَشَرِّهَا ، وَمُبْدِعُ مَا فِي العَالَمِ مِنَ الأَعْيَانِ وَالآثَارِ ؛ قِلَّتِهَا
وَكَثْرَتِهَا
وَمُرْسِلُ الرُّسُلِ إِلَى الأُمَمِ مِنْ
غَيْرِ وُجُوبٍ عَلَيْهِ ، وَمُتَعَبِّدُ الأَنَامِ عَلَى لِسَانِ الأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ
السَّلامُ بِمَا لا سَبِيلَ لأَحَدٍ بِاللَّوْمِ وَالاعْتِرَاضِ إِلَيْهِ ، وَمُؤَيِّدُ
نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالمُعْجِزَاتِ الظَّاهِرَةِ
وَالآيَاتِ الزَّاهِرَةِ بِمَا أَزَاحَ بِهِ العُذْرَ ، وَأَوْضَحَ بِهِ اليَقِينَ
وَالذِّكْرَ ، وَحَافِظُ بَيْضَةِ الإِسْلامِ بَعْدَ وَفَاتِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ بِخُلَفَائِهِ ، ثُمَّ حَارِسُ الحَقِّ وَنَاصِرُهُ بِمَا يُوَضِّحُهُ مِنْ
حُجَجِ الدِّينِ عَلَى أَلْسِنَةِ أَوْلِيَائِهِ
عَصَمَ الأُمَّةَ الحَنِيفِيَّةَ عَنِ الاِجْتِمَاعِ
عَلَى الضَّلالَةِ ، وَحَسَمَ مَادَّةَ البَاطِلِ بِمَا نَصَبَ مِنَ الدَّلالَةِ ،
وَأَنْجَزَ مَا وَعَدَ مِنْ نُصْرَةِ الدِّينِ بِقَوْلِهِ تَعَالَى : ﴿لِيُظْهِرَهُ
عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ﴾
فَهَذِهِ فُصُولٌ تُشِيرُ إِلَى أُصُولِ
المَشَايِخِ عَلَى وَجْهِ الإِيجَازِ ، وَبِاللهِ التَّوْفِيقُ
Dia dilihat bukan dari arah yang berhadapan (*muqabalah*),
memperlihatkan bukan dari jarak/kemiripan (*mumaqalah*), dan
membuat/menciptakan sesuatu tanpa sentuhan fisik (*mubasyarah*) maupun proses
kerja bertahap (*muzawalah*).
Milik-Nya lah Nama-nama yang Paling Indah (*Asma'ul Husna*)
dan Sifat-sifat yang Maha Tinggi. Dia berbuat apa saja yang Dia kehendaki, dan
seluruh hamba tunduk pada ketetapan-Nya. Tidak ada yang berlaku dalam
kekuasaan-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki, dan tidak terjadi di dalam
kerajaan-Nya selain apa yang telah didahului oleh takdir (*qadha'*). Apa yang
Dia ketahui akan terjadi dari perkara-perkara baru (makhluk)... Dia telah
menghendakinya untuk ada. Dan apa yang Dia ketahui tidak akan terjadi dari hal-hal
yang mungkin ada... Dia telah menghendakinya untuk tidak pernah ada.
Dialah Pencipta dari usaha-usaha/perbuatan para hamba, baik
perbuatan baik maupun buruknya. Dia pula yang menciptakan segala wujud fisik
(*a'yan*) dan jejak/pengaruh (*atsar*) yang ada di alam semesta, baik dalam
jumlah sedikit maupun banyak.
Dia mengutus para rasul kepada umat-umat manusia tanpa ada
kewajiban atas-Nya (sebagai karunia semata). Dia memberi beban syariat kepada
manusia melalui lisan para nabi *'alaihimussalam* dengan ketetapan yang tidak
memberi celah bagi siapa pun untuk mencela maupun memprotes-Nya. Dia yang
menguatkan Nabi kita Muhammad *shallallahu 'alaihi wa sallam* dengan
mukjizat-mukjizat yang nyata serta tanda-tanda yang cemerlang, yang dengannya
Dia menghilangkan alasan (bagi penolak kebenaran) serta memperjelas keyakinan
dan Peringatan (Al-Qur'an).
Dia yang menjaga kemuliaan/keutuhan Islam setelah wafatnya
beliau *shallallahu 'alaihi wa sallam* melalui para khalifahnya, kemudian
menjadi Penjaga dan Penolong kebenaran melalui argumen-argumen agama yang
dijelaskan lewat lisan para wali/kekasih-Nya.
Dia memelihara/menjaga umat yang lurus ini dari bersatu di
atas kesesatan (*ijma' 'ala al-dhalalah*), memutus akar kebatilan dengan
bukti-bukti yang Dia tegakkan, dan menepati apa yang Dia janjikan berupa
pertolongan bagi agama ini melalui firman-Nya Ta'ala: *"Agar Dia
memenangkannya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak
menyukainya."*
Maka ini adalah pasal-pasal yang mengisyaratkan kepada
pokok-pokok ajaran para guru (*masyayikh*) secara ringkas, dan hanya kepada
Allah-lah pertolongan serta taufik dipohonkan.
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.