بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Wasiat No. (49):
Takwa dalam Menjaga Anggota
Badan dari Perkara Haram
الوصية رقم (٤٩)
التقوى في حفظ الجوارح عن الحرام
وعليك بحفظ جوارحك فإنه من أرسل جوارحه أتعبَ قلبه، وذلك أن الإنسان لا يزال في راحةٍ حتى يُرسل جوارحه، فربما نظر إلى صورة حسنة تعلق قلبه بها، ويكون صاحب تلك الصورة من المنعة بحيث لا يقدر هذا الناظرُ على الوصول إليها، فلا يزال في تعب من حُبِّها يسهر الليلَ ولا يهنأ له عيش، هذا إذا كان حلالاً، فكيف به إن كان أرسله فيما لا يلمح له النظر إليه؟ فلهذا أمرنا بتقييد الجوارح فإن زنى العيون: النظرُ، وزنى اللسان: النطقُ بما حُرِّم عليه، وزنى الأذن: الاستماع إلى ما حُجر عليه، وزنى اليد: اللمس، وزنى الرجل: السعي، وكل جارحة تصرفت فيما حرم عليها التصرف فيه فذلك التصرف منها على هذا الوجه الحرام هو زناها، فاللسان يقول: هو الذي أوردني الموارد المهلكة
وقال ﷺ (وهل يكبُّ الناس على مناخرهم في النار إلا حصائد ألسنتهم)(١) قال الله تعالى ﴿يوم تشهدُ عليهم ألسنتُهم وأيديهم وأرجلهم بما كانوا يعملون﴾(٢) يعني بها فتقول اليد: بطش بي في كذا، يعني في غير حق فيما حُرِّم عليه البطش فيه، وتقول الرجل كذلك واللسانُ والبصرُ وجميع الجوارح كذلك ﴿إنّ السمعَ والبصرَ والفؤادَ كلُّ أولئك كان عنه مسؤولا﴾(٣) خرَّج مسلم عن محمد بن أبي عمر عن سفيان عن سهيل بن أبي صالح عن أبيه عن أبي هريرة قال: قالوا يا رسول الله (هل نرى ربَّنا يوم القيامة) قال رسول الله ﷺ (والذي نفسي بيده لا تُضارُّون في رؤية ربِّكم فيلقى العبدَ فيقول: ألم أكرمك وأسوِّدك وأزوِّجك وأسخّرْ لك الخيلَ والإبل وأذَرْك ترأس وتربع)؟ فيقول (بلى يا رب) فيقول (أفظنَنْتَ أنك ملاقيَّ)؟ فيقول آمنتُ بك وبكتابك وبرسلك وصليتُ وصمت وتصدقت ويثني بخير ما استطاع فيقول (ههنا إذنْ) قال: ثم يقال له (الآن نبعثُ شاهداً عليك) ويتفكر في نفسه: مَنْ ذا الذي يشهد عليَّ؟ فيختم على فِيْه ويقال لفخذه (انطق) فتنطق فخذه ولحمه وعظامه بعمله، وذلك ليُعذر من نفسه وذلك المنافق، وذلك الذي سخط الله عليه(٤)
Dan hendaklah engkau menjaga anggota badanmu
(pancaindera), karena sesungguhnya barangsiapa yang mengumbar anggota badannya,
ia akan meletihkan hatinya. Hal itu karena manusia senantiasa berada dalam
ketenangan sampai ia mengumbar anggota badannya. Maka boleh jadi ia melihat
suatu rupa yang indah lalu hatinya terpikat padanya, sedangkan pemilik rupa
tersebut berada dalam keterjagaan (sulit dijangkau) sedemikian rupa sehingga si
pelihat ini tidak mampu untuk mencapainya. Akibatnya, ia terus-menerus berada
dalam keletihan karena mencintainya, terjaga di waktu malam (tidak bisa tidur),
dan hidupnya tidak lagi tenteram. Ini jika perkaranya pada hal yang halal
(namun tak tercapai), maka bagaimana jadinya jika ia mengumbarnya pada hal yang
pada dasarnya tidak halal untuk dilirik oleh pandangan matanya?
Oleh karena itulah,
kita diperintahkan untuk membatasi (mengikat) anggota badan. Karena
sesungguhnya zina mata adalah memandang, zina lisan adalah mengucapkan apa yang
diharamkan atasnya, zina telinga adalah mendengarkan apa yang dilarang atasnya,
zina tangan adalah menyentuh, dan zina kaki adalah melangkah (menuju
kemaksiatan). Setiap anggota badan yang bertindak pada apa yang diharamkan
atasnya untuk bertindak, maka tindakan dengan cara yang haram tersebut adalah
bentuk zinanya. Maka lisan akan berkata: "Dialah yang telah
menjerumuskanku ke dalam tempat-tempat kebinasaan." Dan Nabi ﷺ bersabda: "Dan bukankah manusia itu
disungkurkan di atas wajah-wajah mereka (atau hidung mereka) ke dalam neraka
melainkan akibat dari hasil tuaian lisan-lisan mereka?"
Allah Ta'ala
berfirman:
"Pada hari (ketika) lidah,
tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu
mereka kerjakan."
(QS. An-Nur: 24).
Maksudnya, tangan akan
berkata: "Ia menggunakanku untuk memukul (berbuat zalim) dalam urusan
ini," yaitu bukan pada haknya pada apa yang diharamkan atasnya untuk
memukul/bertindak keras. Kaki juga akan berkata demikian, begitu pula lisan,
penglihatan, dan seluruh anggota badan.
"Sesungguhnya pendengaran,
penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya." (QS. Al-Isra': 36).
Imam Muslim
meriwayatkan dari Muhammad bin Abi Umar, dari Sufyan, dari Suhail bin Abi
Salih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, ia berkata: Mereka bertanya:
"Wahai Rasulullah, apakah kami akan melihat Tuhan kami pada hari
kiamat?" Rasulullah ﷺ
bersabda:
"Demi Dzat yang jiwaku
berada di tangan-Nya, kalian tidak akan saling membahayakan (mengalami
kesulitan/berdesakan) dalam melihat Tuhan kalian." Kemudian Allah menemui
seorang hamba lalu berfirman: "Bukankah Aku telah memuliakanmu,
menjadikanmu pemimpin, menikahkannya, serta menundukkan kuda dan unta untukmu,
dan Aku membiarkanmu memimpin serta memperoleh harta (ganimah)?" Hamba itu
menjawab: "Benar, wahai Tuhanku." Allah berfirman: "Apakah kamu
dahulu menyangka bahwa kamu akan menemui-Ku?" Hamba itu menjawab:
"Aku beriman kepada-Mu, kepada Kitab-Mu, dan kepada rasul-rasul-Mu, serta
aku telah salat, berpuasa, dan bersedekah," dan ia memuji dengan kebaikan
semampunya. Maka Allah berfirman: "Kalau begitu, di sinilah tempatmu
sekarang." Beliau bersabda: "Kemudian dikatakan kepadanya: 'Sekarang
Kami akan membangkitkan saksi atasmu.' Lalu hamba itu berpikir dalam dirinya
sendiri: 'Siapakah yang akan menjadi saksi atasku?' Maka mulutnya pun dikunci
(dilak), dan dikatakan kepada pahanya: 'Bicaralah!' Maka paha, daging, dan
tulang-tulangnya berbicara menceritakan amalnya. Hal itu agar ia tidak memiliki
alasan lagi bagi dirinya sendiri (kedoknya terbongkar). Dialah orang munafik,
dan dialah orang yang dimurkai oleh Allah."
وقد ورد في الحديث الثابت في أمر الدنيا (إن الساعة لا تقوم حتى تُكلّم الرجلَ بما فعل أهله: فخِذُه وعذبةُ سوطه)(٥)، وقد قيل في التفسير: إن الميت الذي أحياه الله في بني إسرائيل في حديث البقرة في قوله ﴿اضربوه ببعضها﴾(١) قال ضُرِب بفخذها، وإن الله ما عيّن ذلك البعض، فاتفق أن ضربوه بالفخذ. فاحذر يا أخي يومَ تشهد فيه عليك الجلودُ والجوارحُ وأنصفْ من نفسك، وعامِلْ جوارحك بما تشكرك به عند الله. ولقد رأينا ذلك عياناً في الدنيا في زمان الأحوال التي كنا فيها - أعني نطق الجوارح - إذا أراد العبد أن يصرفها فيما لا يجوز شرعاً تقول له الجارحة: يا هذا لا تفعل، لا تجبرني على فعل ما حُجر عليك فعلُه، فإني شهيد عليك يوم القيامة فاجعلني شاهداً لك لا عليك، واصحبني بالمعروف، وهو في غفلة لا يسمع، فإذا وقع منه الفعل تقول الجارحة: يا رب قد نهيتُه فلم يسمع، اللهم إني أبرأ إليك مما وصل إليه من مخالفتك بي. وعلى كل حال فإرسالُ الجوارح يؤدي إلى تعب القلب، فإن الله خلقك لك واصطفى منك لنفسه قلبَك، وذكر أنه يسعه إذا كان مؤمناً تقياً ذا وَرَعٍ فإذا شغلته بما تصرفت فيه جوارحك كنتَ ممن غضب الحقُّ عليه فيما ذكر أنه له منك. وأيُّ ظلمٍ أعظمُ من ظلم الحق، فلا تجعل الحقَّ خصمك فإن لله الحجةَ البالغةَ كما ذكر عن نفسه، وبكل وجه أسهدني الله حجته على خلقه، كيف تقوم وذلك في أن العلم يتبع المعلوم إنْ فهمتَ، فأكثرْ من هذا التصريح ما يكون
"Dan telah disebutkan dalam hadis yang tsabit
(sahih) mengenai urusan dunia: 'Sesungguhnya hari kiamat tidak akan terjadi
sampai paha seseorang dan ujung cambuknya mengabarkan (berbicara) kepadanya
tentang apa yang dilakukan oleh keluarganya (di rumah setelah ia
pergi).'" Dan telah dikatakan di dalam tafsir: Sesungguhnya orang mati
yang dihidupkan kembali oleh Allah pada kaum Bani Israel dalam kisah sapi
betina melalui firman-Nya: "Pukullah ia (mayat itu)
dengan bagian dari sapi itu!" (QS. Al-Baqarah: 73), ada yang
berpendapat bahwa mayat itu dipukul dengan bagian pahanya; walaupun Allah tidak
menentukan bagian mana itu secara spesifik, namun secara kebetulan mereka
memukulnya dengan bagian paha.
Maka berhati-hatilah,
wahai saudaraku, terhadap suatu hari di mana kulit-kulit dan anggota badanmu
akan bersaksi melawanmu. Bersikaplah adil (jujur) terhadap dirimu sendiri, dan
perlakukanlah anggota badanmu dengan sesuatu yang membuatnya akan berterima
kasih kepadamu di hadapan Allah kelak. Sungguh, kami telah menyaksikan hal
tersebut secara nyata di dunia pada masa-masa kondisi spiritual yang kami
lalui—maksudnya tentang berbicaranya anggota badan—. Ketika seorang hamba
hendak menggunakan anggota badannya untuk perkara yang tidak diperbolehkan secara
syariat, anggota badan itu akan berkata kepadanya: "Wahai fulan, jangan
lakukan! Jangan paksa aku untuk melakukan apa yang dilarang atasmu, karena
sesungguhnya aku akan menjadi saksi yang memberatkanmu pada hari kiamat, maka
jadikanlah aku sebagai saksi yang membelamu, bukan saksi yang menyerangmu, dan
hiasilah kebersamaan bersamaku dengan cara yang baik." Sementara manusia
itu berada dalam kelalaian dan tidak mendengarnya. Kemudian apabila perbuatan
maksiat itu tetap terjadi darinya, anggota badan itu akan berkata: "Wahai
Tuhanku, sungguh aku telah melarangnya namun ia tidak mau mendengar. Ya Allah,
sesungguhnya aku berlepas diri kepada-Mu dari tindakan maksiat kepada-Mu yang
ia lakukan melaluiku."
Bagaimanapun juga,
mengumbar anggota badan hanya akan membawa keletihan bagi hati. Sesungguhnya
Allah menciptakan dirimu adalah untukmu, namun Dia memilih hatimu dari dirimu
untuk diri-Nya sendiri, dan Dia menyebutkan bahwa hatimu itu luas menampung
(makrifat-Nya) apabila hati tersebut dalam keadaan beriman, bertakwa, dan
memiliki sifat wara'. Maka, apabila engkau
menyibukkan hatimu dengan apa yang diperbuat oleh anggota badanmu
(kemaksiatan), engkau termasuk orang yang dimurkai oleh Al-Haq (Allah) dalam
hal yang telah Dia nyatakan sebagai hak milik-Nya dari dirimu.
Dan kezaliman manakah
yang lebih besar daripada menzalimi hak Al-Haq? Maka janganlah sekali-kali
engkau menjadikan Allah sebagai penuntutmu (musuhmu), karena sesungguhnya Allah
memiliki hujah yang jelas dan kuat (al-hujjah al-balighah)
sebagaimana yang Dia sebutkan tentang diri-Nya. Dan dalam segala sisi, Allah
telah memperlihatkan kepadaku hujah-Nya atas makhluk-Nya; bagaimana hujah itu
tegak dan bahwasanya ilmu itu mengikuti apa yang diketahui (al-'ilmu yatba'u al-ma'lum) jika engkau memahaminya. Maka
perbanyaklah memahami penjelasan yang sejelas-jelasnya ini.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar isi Kitab Wasiat – Wasiat Ibn ‘Arabi
Cara cepat dan tanpa Ribet untuk memiliki 200 + Kitab Terjemah. Klik disini
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.