بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
TERJEMAH KITAB
RISALATUL-QUSYAIRIYYAH
**BAB PERTAMA**
**Tokoh-Tokoh Utama Sufi dan Ilmu Tauhid**
kumpulan dari
petikan perkataan Kaum Sufi terkait masalah-masalah *ushul* (akidah dasar) 6
سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ الحُسَيْنِ يَقُولُ
: سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ عَلِيٍّ الحَافِظَ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا مُعَاذٍ القَزْوِينِيَّ
يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا عَلِيٍّ الدَّلَالَ يَقُولُ : سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللهِ
بْنَ قَهْرَمَانَ يَقُولُ : سَمِعْتُ إِبْرَاهِيمَ الخَوَّاصَ يَقُولُ : انْتَهَيْتُ
إِلَى رَجُلٍ وَقَدْ صَرَعَهُ الشَّيْطَانُ ، فَجَعَلْتُ أُؤَذِّنُ فِي أُذُنِهِ ،
فَنَادَانِي الشَّيْطَانُ مِنْ جَوْفِهِ : دَعْنِي أَقْتُلُهُ ؛ فَإِنَّهُ يَقُولُ
: القُرْآنُ مَخْلُوقٌ
وَقَالَ ابْنُ عَطَاءٍ : ( إِنَّ اللهَ
تَعَالَى لَمَّا خَلَقَ الأَحْرُفَ . . جَعَلَهَا سِرًّا لَهُ ، فَلَمَّا خَلَقَ آدَمَ
عَلَيْهِ السَّلَامُ . . بَثَّ فِيهِ ذَلِكَ السِّرَّ ، وَلَمْ يَبُثَّ ذَلِكَ السِّرَّ
فِي أَحَدٍ مِنْ مَلَائِكَتِهِ ، فَجَرَتِ الأَحْرُفُ عَلَى لِسَانِ آدَمَ عَلَيْهِ
السَّلَامُ بِفُنُونِ الجَرَيَانِ وَفُنُونِ اللُّغَاتِ ، فَجَعَلَهَا اللهُ تَعَالَى
صُورًا لَهَا ، صَرَّحَ ابْنُ عَطَاءٍ بِأَنَّ الحُرُوفَ مَخْلُوقَةٌ
وَقَالَ سَهْلُ بْنُ عَبْدِ اللهِ : ( إِنَّ
الحُرُوفَ لِسَانُ فِعْلٍ لَا لِسَانُ ذَاتٍ ؛ لِأَنَّهَا فِعْلٌ فِي مَفْعُولٍ ) ،
وَهَذَا أَيْضًا صَرِيحٌ بِأَنَّ الحُرُوفَ مَخْلُوقَةٌ
وَقَالَ الجُنَيْدُ فِي « جَوَابَاتِ مَسَائِلِ
الشَّامِيِّينَ » : ( التَّوَكُّلُ : عَمَلُ القَلْبِ ، وَالتَّوْحِيدُ : قَوْلُ القَلْبِ
) ، وَهَذَا قَوْلُ أَهْلِ الأُصُولِ : إِنَّ الكَلَامَ : هُوَ المَعْنَى الَّذِي قَامَ
بِالقَلْبِ مِنْ مَعْنَى الأَمْرِ وَالنَّهْيِ وَالخَبَرِ وَالاسْتِخْبَارِ
وَقَالَ الجُنَيْدُ فِي « مَسَائِلِ الشَّامِيِّينَ
» أَيْضًا : ( تَفَرَّدَ الحَقُّ بِعِلْمِ الغُيُوبِ ، فَعَلِمَ مَا كَانَ ، وَمَا
يَكُونُ ، وَمَا لَا يَكُونُ أَنْ لَوْ كَانَ كَيْفَ كَانَ يَكُونُ
وَقَالَ الحُسَيْنُ بْنُ مَنْصُورٍ : (
مَنْ عَرَفَ الحَقِيقَةَ فِي التَّوْحِيدِ . . سَقَطَ عَنْهُ « لِمَ » وَ« كَيْفَ
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الحُسَيْنِ
قَالَ : سَمِعْتُ مَنْصُورَ بْنَ عَبْدِ اللهِ يَقُولُ : سَمِعْتُ جَعْفَرَ بْنَ مُحَمَّدٍ
يَقُولُ : قَالَ الجُنَيْدُ : ( أَشْرَفُ المَجَالِسِ وَأَعْلَاهَا : الجُلُوسُ مَعَ
الفِكْرَةِ فِي مَيْدَانِ التَّوْحِيدِ
وَقَالَ الوَاسِطِيُّ : ( مَا أَحْدَثَ
اللهُ تَعَالَى شَيْئًا أَكْرَمَ مِنَ الرُّوحِ ) ، صَرَّحَ بِأَنَّ الرُّوحَ مَخْلُوقٌ
قَالَ الأُسْتَاذُ الإِمَامُ رَضِيَ اللهُ
عَنْهُ : دَلَّتْ هَذِهِ الحِكَايَاتُ : عَلَى أَنَّ عَقَائِدَ مَشَايِخِ الصُّوفِيَّةِ
تُوَافِقُ أَقَاوِيلَ أَهْلِ الحَقِّ فِي مَسَائِلِ الأُصُولِ ، وَقَدِ اقْتَصَرْنَا
عَلَى هَذَا المِقْدَارِ خَشْيَةَ خُرُوجِنَا عَمَّا آثَرْنَاهُ مِنَ الإِيجَازِ وَالاخْتِصَارِ
Saya mendengar Muhammad bin Al-Husain berkata: Saya
mendengar Muhammad bin Ali Al-Hafizh berkata: Saya mendengar Abu Mu'adz
Al-Qazwini berkata: Saya mendengar Abu Ali Ad-Dallal berkata: Saya mendengar
Abu Abdillah bin Qahraman berkata: Saya mendengar Ibrahim Al-Khawwash berkata:
Saya pernah mendatangi seorang laki-laki yang sedang dirasuki setan, lalu aku
mengumandangkan azan di telinganya. Tiba-tiba setan dari dalam tubuhnya
berteriak kepadaku: *"Biarkan aku membunuhnya! Karena dia mengatakan bahwa
Al-Qur'an adalah makhluk!"*
Ibnu 'Atha berkata: *(Sesungguhnya Allah Ta'ala ketika
menciptakan huruf-huruf... Dia menjadikannya sebagai rahasia bagi-Nya. Ketika
Dia menciptakan Adam 'alaihissalam... Dia menyebarkan rahasia tersebut padanya,
dan tidak menyebarkannya kepada seorang pun dari para malaikat-Nya. Maka
huruf-huruf itu mengalir di lisan Adam 'alaihissalam dengan berbagai macam alur
dan bahasa, lalu Allah Ta'ala menjadikannya rupa-rupa/bentuk baginya).* Ibnu
'Atha secara tegas menyatakan bahwa huruf-huruf itu adalah makhluk.
Sahl bin Abdullah berkata: *(Sesungguhnya huruf-huruf adalah
lisan perbuatan [fi'il], bukan lisan Dzat; karena ia adalah perbuatan pada
objek ciptaan [maf'ul]).* Ini juga secara tegas menyatakan bahwa huruf-huruf
adalah makhluk.
Al-Junaid berkata dalam kitab *Jawabatu
Masailisy-Syamiyyin*: *(Tawakal adalah perbuatan hati, sedangkan tauhid adalah
perkataan hati).* Perkataan ini sejalan dengan pendapat para ahli ushul
(akidah): Bahwa Kalam (firman) yang hakiki adalah makna yang berdiri pada hati
(Kalam Nafsi), berupa makna perintah, larangan, berita, dan pertanyaan.
Al-Junaid juga berkata dalam *Masailisy-Syamiyyin*: *(Al-Haq
[Allah] Maha Sendiri dalam pengetahuan hal-hal gaib; Dia mengetahui apa yang
telah terjadi, apa yang sedang/akan terjadi, dan apa yang tidak terjadi
seandainya terjadi bagaimana ia akan terjadi).*
Al-Husain bin Manshur (Al-Hallaj) berkata: *(Barangsiapa
yang memahami hakikat dalam tauhid... niscaya gugur padanya pertanyaan "Mengapa"
[Lima] dan "Bagaimana" [Kaifa]).*
Muhammad bin Al-Husain mengabarkan kepada kami, ia berkata:
Saya mendengar Manshur bin Abdullah berkata: Saya mendengar Ja'far bin Muhammad
berkata: Al-Junaid berkata: *(Majelis yang paling mulia dan paling tinggi
adalah duduk bersama pemikiran di medan tauhid).*
Al-Wasiti berkata: *(Allah Ta'ala tidak menciptakan
[mengadakan] sesuatu yang lebih mulia daripada ruh).* Beliau secara tegas
menyatakan bahwa ruh adalah makhluk (diciptakan).
Al-Ustadz Al-Imam (Al-Qusyairi) —semoga Allah meridhainya—
berkata: Kisah-kisah/riwayat-riwayat ini menunjukkan bahwa akidah para
syekh/tokoh sufi sesuai dengan pendapat-pendapat *Ahlul Haq* (Ahlus Sunnah)
dalam masalah-masalah pokok agama (*ushul*). Dan kami mencukupkan diri pada
kadar (riwayat) ini karena khawatir keluar dari prinsip yang kami pilih, yaitu
ringkas dan singkat.
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.