بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Terjemah Kitab Tanwir al Qulub BAB III :
Kengerian di Padang Mahsyar
ومما يجب اعتقاده أن هول الموقف حق ، وهو ماينال الناس فيه من الشدائد والمصائب ، كطول الوقوف وإلجام العرق الناس حتى يبلغ آذانهم ويذهب في الأرض سبعين ذراعاً ودنو الشمس من الرؤوس حتى لا يكون بينها وبين رؤوس الخلائق إلا قدر الميل ، وتطاير الكتب وأخذها بالأيمان والشمائل ، ولزومها الأعناق ، والمسئلة وشهادة الألسنة والأيدى والأرجل والسمع والبصر والجلود والأرض والليل والنهار والحفظة الكرام وتغير الألوان ، قال تعالى : ( يَأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ ، يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللهِ شَدِيدٌ ) وقال تعالى : ( يَوْماً يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيباً ) وقال تعالى : ( يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ ) ولكن لا ينال شيء من ذلك الأنبياء ولا الأولياء وسائر الصلحاء لقوله تعالى : ( تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَنْ لَا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا ) الآية ، وقوله تعالى : ( لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الْأَكْبَرُ ) وخوف الأنبياء والملائكة يومئذ خوف إجلال وإعظام ، وإن كانوا آمنين من عذاب الله عز وجل وبالجملة فالأمر مختلف باختلاف أحوال الناس . اللهم خفف عنا أهواله بفضلك يا كريم ( فائدة ) قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ تَعَالَى فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ : إِمَامٌ عَادِلٌ ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسْجِدِ إِذَا خَرَجَ مِنْهُ حَتَّى يَعُودَ إِلَيْهِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ حَسَبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ » رواه البخاري ومسلم وغيرهما
·
(Dan di antara yang wajib diyakini) adalah bahwa kengerian di tempat
pemberhentian (Haul al-Mauqif) adalah nyata. Hal
ini mencakup kesulitan dan musibah yang menimpa manusia, seperti lamanya
berdiri dan keringat yang menenggelamkan manusia hingga mencapai telinga mereka
serta meresap ke dalam bumi sedalam tujuh puluh hasta.
·
Matahari akan mendekat ke kepala hingga jarak antara matahari
dan kepala makhluk hanya sekadar satu mil.
·
Hal lain termasuk berterbangannya kitab-kitab catatan amal,
pengambilan kitab dengan tangan kanan atau kiri, melekatnya kitab di leher,
proses tanya jawab (al-mas'ulah), serta kesaksian dari
lidah, tangan, kaki, pendengaran, penglihatan, kulit, bumi, siang, malam, dan
para malaikat pencatat yang mulia (al-hafazhah al-kiram),
serta berubahnya warna kulit.
Dalil Al-Qur'an Mengenai Kiamat
·
Allah Ta'ala berfirman: "Wahai manusia!
Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan hari kiamat itu adalah sesuatu
yang sangat besar. (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya, lalailah setiap
wanita yang menyusui dari anak yang disusuinya, dan gugurlah kandungan setiap
wanita yang hamil; dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka
tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras" (QS. Al-Hajj:
1-2).
·
Allah juga berfirman tentang hari yang menjadikan anak-anak
beruban (QS. Al-Muzzammil: 17) dan hari ketika ada wajah yang putih berseri
serta ada wajah yang hitam muram (QS. Ali Imran: 106).
Pengecualian bagi Orang Saleh
·
Segala kengerian tersebut tidak akan menimpa para Nabi, para
Wali, dan orang-orang saleh lainnya. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala: "Malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata),
'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati'"
(QS. Fussilat: 30) dan firman-Nya: "Mereka tidak disedihkan
oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat)" (QS. Al-Anbiya:
103).
·
Adapun rasa takut yang dialami para Nabi dan Malaikat pada hari
itu adalah rasa takut karena mengagungkan dan memuliakan Allah (khauf ijlal wa i'zham), meskipun mereka aman dari azab
Allah 'Azza wa Jalla.
Tujuh Golongan yang Mendapat
Naungan
(Faidah) Rasulullah SAW bersabda: "Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di bawah
naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: pemimpin yang
adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, seseorang yang hatinya
terpaut dengan masjid saat ia keluar darinya hingga ia kembali, dua orang yang
saling mencintai karena Allah di mana keduanya berkumpul dan berpisah
karena-Nya, seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam kesunyian lalu
meneteskan air mata, seseorang yang diajak (berzina) oleh wanita terpandang dan
cantik lalu ia berkata 'Sungguh aku takut kepada Allah', serta seseorang yang
bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa
yang diinfakkan oleh tangan kanannya" (HR. Bukhari, Muslim, dan
lainnya).
ومما يجب اعتقاده أن وزن أعمال العباد حق ، وأن الميزان حق ، قال الله تعالى : ( وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ ) وقال الله تعالى : ( وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ ) وقال تعالى : ( فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ ) وهو ميزان حسى له لسان وكفتان إحداهما نيرة وهي اليمنى المعدة للحسنات والأخرى مظلمة وهى اليسرى المعدة للسيئات ، وأما الموزون فهو صحف الأعمال لحديث ( إنَّ اللهَ يَسْتَخْلِصُ رَجُلًا مِنْ أُمَّتِي عَلَى رُؤُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، فَيَنْشُرُ لَهُ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ سِجِلًّا كُلُّ سِجِلٍّ مِنْهَا مَدَّ الْبَصَرِ فَيَقُولُ : أَتُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا ؟ أَظَلَمَكَ كَتَبَتِي الْحَافِظُونَ ؟ فَيَقُولُ : لَا يَا رَبِّ ، فَيَقُولُ : أَلَكَ عُذْرٌ ؟ فَيَقُولُ : لَا يَا رَبِّ ، فَيَقُولُ : أَلَكَ حَسَنَةٌ ؟ فَيَقُولُ لَا يَا رَبِّ ، فَيَقُولُ : بَلَى إِنَّ لَكَ عِنْدَنَا حَسَنَةً وَإِنَّهُ لَا ظُلْمَ عَلَيْكَ فَتُخْرَجُ لَهُ بِطَاقَةٌ فِيهَا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، فَيَقُولُ : احْضُرْ وَزْنَكَ ، فَيَقُولُ : يَا رَبِّ مَا هَذِهِ الْبِطَاقَةُ مَعَ هَذِهِ السِّجِلَّاتِ فَيَقُولُ : إِنَّكَ لَا تُظْلَمُ ، فَتُوضَعُ السِّجِلَّاتُ فِي كِفَّةٍ وَالْبِطَاقَةُ فِي كِفَّةٍ ، فَطَاشَتِ السِّجِلَّاتُ وَثَقُلَتِ الْبِطَاقَةُ وَلَا يَثْقُلُ مَعَ اسْمِ اللهِ شَيْءٌ ) رواه الإمام أحمد والترمذي والحاكم والبيهقي . ويؤخذ منه أن ثقل الميزان على الوجه المعروف في الدنيا خلافاً لمن زعم العكس . ﴿ تنبيه ﴾ حكمة الوزن وإن كان الله تعالى عالماً بكل شيء امتحان الله تعالى العباد بالإيمان به في الدنيا ، وجعل ذلك علامة لأهل السعادة والشقاوة في الأخرى
Timbangan Amal (Mizan)
·
(Dan di antara yang wajib diyakini) adalah bahwa penimbangan amal para hamba
adalah benar (nyata), dan bahwa Timbangan (Mizan) itu nyata
adanya.
·
Allah Ta'ala berfirman: "Timbangan pada hari itu
(menjadi ukuran) kebenaran" (QS. Al-A'raf: 8).
·
Allah Ta'ala berfirman: "Kami akan memasang
timbangan yang tepat pada hari kiamat" (QS. Al-Anbiya: 47).
·
Allah Ta'ala berfirman: "Barangsiapa yang berat
timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan
barangsiapa yang ringan timbangannya, maka itulah orang-orang yang merugikan
dirinya sendiri" (QS. Al-A'raf: 8-9).
Sifat dan Hakikat Mizan
·
Mizan tersebut adalah timbangan fisik (hissi) yang memiliki lisan (jarum penunjuk) dan dua
piringan timbangan.
·
Piringan pertama bercahaya, berada di sebelah kanan, dan
diperuntukkan bagi amal-amal kebaikan.
·
Piringan lainnya gelap, berada di sebelah kiri, dan
diperuntukkan bagi amal-amal keburukan.
·
Adapun yang ditimbang adalah lembaran-lembaran catatan amal (soha'if al-a'mal).
Hadis Tentang Kartu Tauhid (Bithaqah)
Hal ini didasarkan
pada hadis: "Sesungguhnya Allah akan memisahkan seorang laki-laki dari
umatku di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat. Lalu dibentangkanlah
baginya sembilan puluh sembilan gulungan (catatan dosa), setiap gulungan sejauh
mata memandang. Allah bertanya: 'Apakah ada yang kau ingkari dari semua ini?
Apakah malaikat pencatat-Ku menzalimimu?' Ia menjawab: 'Tidak, wahai Tuhanku.'
Allah bertanya: 'Apakah kau punya alasan?' Ia menjawab: 'Tidak, wahai Tuhanku.'
Allah bertanya: 'Apakah kau punya satu kebaikan?' Ia menjawab dengan putus asa:
'Tidak, wahai Tuhanku.' Allah berfirman: 'Tentu, sesungguhnya kau memiliki satu
kebaikan di sisi Kami, dan sungguh tidak ada kezaliman atasmu.' Maka
dikeluarkanlah sebuah kartu (bithaqah) yang tertulis di dalamnya: Asyhadu alla
ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allah berfirman:
'Hadirilah timbanganmu.' Orang itu bertanya: 'Wahai Tuhanku, apalah artinya
satu kartu ini dibandingkan gulungan-gulungan besar itu?' Allah menjawab:
'Sesungguhnya kau tidak akan dizalimi.' Lalu gulungan-gulungan itu diletakkan
di satu piringan dan kartu tersebut di piringan lainnya. Ternyata,
gulungan-gulungan dosa itu terangkat (ringan) dan kartu tersebut menjadi berat.
Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dibandingkan Nama Allah."
(HR. Imam Ahmad, Tirmidzi, Al-Hakim, dan Al-Baihaki).
Hikmah Penimbangan
·
Dari sini dapat dipahami bahwa beratnya timbangan itu serupa
dengan cara yang dikenal di dunia (piringan yang berisi beban berat akan
turun), berbeda dengan pendapat yang mengklaim sebaliknya.
·
Peringatan (Tanbih): Hikmah dari adanya penimbangan amal—padahal Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu—adalah sebagai bentuk ujian bagi para hamba untuk
mengimaninya selama di dunia, serta menjadikannya sebagai tanda bagi penduduk
kebahagiaan (surga) dan penduduk kesengsaraan (neraka) di akhirat kelak.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar Isi
Download Terjemah Kitab Tanwirul
Qulub
Download
Kitab Tanwirul Qulub (arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.