بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Masuknya Hati ke Hadirat Yang
Maha Suci 4
ثم قسم الناس في شهود الحق على ثلاثة أقسام : عموم ، وخصوص ، وخصوص الخصوص ، فقال :[ فمن رأى الكون ولم يشاهده فيه أو عنده أو قبله أو بعده ، فقد أعوزه وجود الأنوار ، وحجبت عنه شموس المعارف بسحب الآثار ] .فأهل مقام البقاء يشهدون الحق بمجرد وقوع بصرهم على الكون ، فهم يثبتون الأثر بالله ولا يشهدون بسواه ، إلا أنهم لكمالهم يثبتون الواسطة والموسوطة ، فهم يشهدون الحق بمجرد شهود الواسطة أو عندها بلا تقديم ولا تأخير ولا ظرفية ولا مظروف : مُذْ عَرَفْتُ الإِلهَ لَمْ أَرَ غَيْرَا *** وَكَذَا الغَيْرُ عِنْدَنَا مَمْنُوعُ
وقال الشيخ مولاى عبد السلام بن مشيش رضى الله عنه لأبي الحسن رضى الله عنه : يا أبا الحسن حدد بصر الإيمان تجد الله في كل شيء ، وعند كل شيء ، ومع كل شيء ، وقبل كل شيء ، وبعد كل شيء ، وفوق كل شيء ، وتحت كل شيء ، وقريبًا من كل شيء ، ومحيطاً بكل شيء ، بقرب هو وصفه، وبحيطة هي نعته ، وعدّ عن الظرفية والحدود ، وعن الأماكن والجهات ، وعن الصحبة والقرب بالمسافات ، وعن الدور بالمخلوقات ، وامحق الكل بوصفه : الأول والآخر والظاهر والباطن ، وهو هو هو : « كَانَ اللهُ وَلَا شَيْءَ مَعَهُ ، وَهُوَ الآنَ عَلَى مَا كَانَ » اهـ .
وقال بعضهم : مارأيت شيئا إلا رأيت الله فيه ولم أره حديثا ، وإنما هو من قول بعض العارفين : فأهل السير من المريدين يشهدون الكون ، ثم يشهدون المكون عنده . وبأثره فيمتحق الكون من نظرهم بمجرد نظرهم إليه وهذا حال المستشرفين . وأهل مقام الفناء يشهدون الحق قبل شهود الحق بمعنى أنهم لايرون الخلق أصلا ، إذ لاثبوت له عندهم لأنهم لسكرتهم غائبون عن الواسطة ، فانون عن الحكمة ، غرقى في بحر الأنوار ، مطموس عليهم الآثار .
وفي هذا المقام قال بعضهم : مارأيت شيئا إلا رأيت الله قبله ، وأهل الحجاب من أهل الدليل والبرهان إنما يشهدون الكون ولا يشهدون المكون لاقبله ولا بعده ، إنما يستدلون على وجوده بوجود الكون وهذا لعامة المسلمين من أهل اليمين ، قد أعوزهم : أى فاتهم وجود الأنوار ، ومنعوا منها ، وحجبت عنهم شموس المعارف بسحب الآثار : بعد طلوعها وإشراق نورها ، لكن لابد للشمس من سحاب ، وللحسناء من نقاب ، والله در القائل
وَمَا احْتَجَبَتْ إِلَّا بِرَفْعِ حِجَابِهَا *** وَمِنْ عَجَبٍ أَنَّ الظُّهُورَ تَسَتُّرُ
وقال آخر
لَقَدْ ظَهَرْتَ فَلَا تَخْفَى عَلَى أَحَدٍ *** إِلَّا عَلَى أَكْمَهٍ لاَيُبْصِرُ القَمَرَا
لَكِنْ بَطَنْتَ بِمَا أَظْهَرْتَ مُحْتَجِبا*** وَكَيْفَ يُعْرَفُ مَنْ بِالْعِزَّةِ اسْتَتَرَا
Kemudian penulis
membagi manusia dalam penyaksian mereka terhadap Al-Haq (Allah)
menjadi tiga golongan: umum, khusus, dan sangat khusus (khushushul khushush). Beliau berkata:
فمن رأى الكون ولم يشاهده فيه أو عنده أو قبله أو بعده ، فقد أعوزه وجود الأنوار ، وحجبت عنه شموس المعارف بسحب الآثار
"Barangsiapa melihat alam
semesta namun tidak menyaksikan Allah di dalamnya, atau di sisinya, atau
sebelumya, atau sesudahnya, maka ia benar-benar kekurangan cahaya, dan matahari
makrifat telah terhalang darinya oleh awan peninggalan makhluk (atsar)."
Golongan yang berada
pada maqam Baqa' menyaksikan Al-Haq segera saat
pandangan mereka jatuh pada alam semesta. Mereka menetapkan adanya ciptaan
melalui Allah dan tidak menyaksikan selain-Nya, namun karena kesempurnaan
mereka, mereka tetap menetapkan adanya perantara (wasithah). Mereka
menyaksikan Allah tepat saat menyaksikan perantara atau di sisinya, tanpa
mendahului, mengakhirkan, tanpa tempat (dzarfiyah), dan
tanpa isi:
Semenjak aku mengenal Tuhan,
aku tak melihat yang lain*** demikian pula "yang lain" itu bagi kami
adalah mustahil.
Syekh Maulana Abdus
Salam bin Masyisy ra. berkata kepada Abul Hasan ra.: "Wahai Abul Hasan,
tajamkanlah pandangan imanmu, niscaya engkau akan mendapati Allah di dalam
segala sesuatu, di sisi segala sesuatu, bersama segala sesuatu, sebelum segala
sesuatu, sesudah segala sesuatu, di atas segala sesuatu, di bawah segala
sesuatu, dekat dengan segala sesuatu, dan meliputi segala sesuatu.
Kedekatan-Nya adalah sifat-Nya, dan liputan-Nya adalah watak-Nya. Jauhkanlah
dari bayangan tempat, batasan, ruang, arah, persahabatan, jarak fisik, serta
perputaran makhluk. Leburkanlah segalanya dengan sifat-Nya: Yang Awal, Yang
Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin, dan Dia adalah Dia, Dia, Dia:
'Allah telah ada ketika belum
ada sesuatu pun bersama-Nya, dan Dia sekarang tetap sebagaimana keadaan-Nya
semula.'"
Sebagian mereka
berkata: "Tidaklah aku melihat sesuatu kecuali aku melihat Allah di
dalamnya." Kalimat ini adalah ucapan sebagian kaum arifin. Para pejalan (ahlu sair) dari
kalangan murid menyaksikan alam semesta, kemudian menyaksikan Sang Pencipta di
sisinya dan melalui jejak-Nya, hingga alam pun sirna dari pandangan mereka saat
mereka melihat-Nya; inilah keadaan kaum mustashrifin. Adapun
golongan maqam Fana' menyaksikan Al-Haq sebelum menyaksikan makhluk, dalam artian mereka
sama sekali tidak melihat makhluk karena bagi mereka makhluk tidak memiliki
ketetapan; disebabkan "mabuk" spiritual, mereka gaib dari perantara,
fana dari hikmah (syariat/sebab), tenggelam dalam samudera cahaya, dan jejak
makhluk telah terhapus dari mereka.
Dalam maqam ini,
sebagian berkata: "Tidaklah aku melihat sesuatu kecuali aku melihat Allah
sebelumnya." Adapun orang-orang yang terhijab dari kalangan ahli dalil dan
logika hanya menyaksikan alam semesta dan tidak menyaksikan Sang Pencipta, baik
sebelum maupun sesudahnya. Mereka hanya berargumen tentang keberadaan-Nya
melalui adanya alam semesta; ini adalah keadaan kaum muslimin pada umumnya dari
golongan kanan (ash-habul yamin). Mereka kekurangan
cahaya dan matahari makrifat terhalang dari mereka oleh awan ciptaan (atsar), padahal matahari itu telah terbit dan cahayanya
telah bersinar. Namun memang harus ada awan bagi matahari, dan cadar bagi si
cantik. Sungguh indah perkataan penyair:
Dan tidaklah Dia berhijab
kecuali dengan mengangkat hijab-Nya*** dan sungguh ajaib bahwa kenyataan yang
tampak justru menjadi persembunyian.
Penyair lain berkata:
Sungguh Engkau telah tampak
jelas sehingga tak tersembunyi bagi siapa pun*** kecuali bagi orang buta yang
tak mampu melihat rembulan.
Namun Engkau tersembunyi
(batin) dengan apa yang Engkau tampakkan (zahir) sebagai hijab*** dan bagaimana
mungkin bisa dikenali, Dia yang bersembunyi di balik keagungan-Nya.
<<Sebelumnya
Sesudahnya>>
Daftar Isi
Silahkan Download Kitab Aslinya Disini
Silahkan Download Kitab Terjemahnya Disini
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.