بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Terjemah Kitab Tanwir al Qulub BAB III :
Balasan Amal Perbuatan
ومما يجب اعتقاده أن السيئة تقابل بمثلها إن قوبلت ، وأن الحسنة تقابل بضعفها لقوله تعالى : ( من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها ومن جاء بالسيئة فلا يجزى إلا مثلها ) وذلك بمحض فضله تعالى وكرمه . والمضاعفة أنواع ، قسم يضاعف إلى عشرة وهو عمل البدن كالذكر . ودليله الآية المذكورة ، وقوله صلى الله عليه وسلم : « من قرأ حرفاً من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها لا أقول الم حرف ولكن أقول ألف حرف ، ولام حرف ، وميم حرف » رواه الترمذي وقال حسن صحيح . وقسم يضاعف بخمسة عشر ففي الحديث « صم يومين ولك أجر مابقي » أي من الشهر فالحسنة بخمسة عشر ،وقسم بثلاثين ففى الحديث « صم يوماً ولك أجر ما بقى » أخرجهما مسلم ، فالحسنة بثلاثين ، وقسم بخمسين ، ففى الحديث « من قرأ القرآن فأعربه فله بكل حرف خمسون حسنة » ، والمراد بإعراب القرآن معرفة معاني ألفاظه ، وليس المراد به ما قابل اللحن ، لأن القراءة مع اللحن ليست بقراءة ولا ثواب عليها . وقسم بسبعمائة وهو نفقة الأموال في سبيل الله ، قال تعالى : ( مَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ) ، وقسم لا ينحصر وهو عمل القلب كالصبر قال تعالى : ( إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ ) ( ومما ينبغي أن يعلم ) أن مراتب التضعيف متفاوتة بحسب ما يقترن بالحسنة من الإخلاص وحسن النية ، وهذا ظاهر
"Dan di antara
yang wajib diyakini" adalah bahwa satu keburukan akan dibalas dengan satu
setimpal (jika tidak diampuni), sedangkan satu kebaikan akan dibalas dengan
lipatan-lipatan pahala. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala: "Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala)
sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka
dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya."
(QS. Al-An'am: 160). Hal tersebut murni karena karunia dan kemurahan Allah
Ta'ala.
Macam-Macam Pelipatgandaan
Pahala
·
Kelipatan Sepuluh: Yaitu amal badan seperti dzikir. Dalilnya adalah ayat di atas
dan sabda Nabi SAW: "Barangsiapa membaca satu huruf dari
Kitabullah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu
dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim
itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu
huruf." (HR. Tirmidzi, ia berkata: Hadis Hasan Shahih).
·
Kelipatan Lima Belas: Sebagaimana dalam hadis: "Berpuasalah dua hari,
maka bagimu pahala sisanya" (maksudnya sisa hari dalam bulan
tersebut), maka satu kebaikan dihitung lima belas.
·
Kelipatan Tiga Puluh: Sebagaimana dalam hadis: "Berpuasalah satu hari,
maka bagimu pahala sisanya (sebulan)". Hadis ini diriwayatkan
oleh Muslim; maka satu kebaikan dibalas tiga puluh kali lipat.
·
Kelipatan Lima Puluh: Sebagaimana dalam hadis: "Barangsiapa membaca
Al-Qur'an dan meng-i'rab-kannya, maka baginya setiap huruf lima puluh
kebaikan". Yang dimaksud dengan i'rab Al-Qur'an di
sini adalah memahami makna dari lafal-lafalnya, bukan sekadar lawan dari lahn (kesalahan tata bahasa/bunyi). Sebab, membaca
dengan lahn yang merusak tidaklah dianggap sebagai bacaan yang
sah dan tidak ada pahala di dalamnya.
·
Kelipatan Tujuh Ratus: Yaitu menginfakkan harta di jalan Allah. Allah Ta'ala
berfirman: "Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan
Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada
tiap-tiap bulir seratus biji" (QS. Al-Baqarah: 261).
·
Kelipatan yang Tidak Terbatas: Yaitu amalan hati seperti sabar. Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang
dicukupkan pahala mereka tanpa batas" (QS. Az-Zumar: 10).
(Hal yang Perlu Diketahui)
Bahwasanya tingkatan
pelipatgandaan pahala itu berbeda-beda tergantung pada tingkat keikhlasan dan
kebaikan niat yang menyertai amal tersebut, dan hal ini sudah sangat jelas.
ومما يجب اعتقاده أن الله يعفو تفضلا منه عن كبائر السيئات بسبب التوبة عنها ، ويغفر الصغائر باجتناب الكبائر ، قال تعالى : ( إِن تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ ) (ومما يجب اعتقاده) أن من مات ولم يتب من الكبائر غير الكفر ، فهو تحت مشيئة الله عز وجل إن شاء عاقبه بعدله ، وإن شاء غفر له بفضله ، قال تعالى : ( إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ ) ( ومما يجب اعتقاده ) تعذيب بعض غير معين عندنا من عصاة هذه الأمة ارتكب كبيرة من غير تأويل يعذر به ومات ولم يتب ، لورود ذلك شرعاً ، والمراد بهذه الأمة أمة الإجابة وهم المؤمنون ، فلابد أن يكون البعض المعذب منهم ومع كون الوعيد ينفذ في بعض العصاة فلا يخلد في النار قطعاً ، بل يخرج منها ويدخل الجنة ، ويخلد فيها بخلاف الكفار ، فإنهم مخلدون في النار . والحاصل أن الناس على قسمين : مؤمن وكافر ؛ فالكافر مخلد في النار أبدا ، والمؤمن على قسمين : طائع وعاص ؛ فالطائع في الجنة قطعاً ، والعاصي على قسمين: تائب وغير تائب ؛ فالتائب في الجنة قطعاً ، وغير التائب في المشيئة وعلى تقدير عذابه لا يخلد في النار
Pengampunan Dosa
·
(Dan di antara yang wajib diyakini) adalah bahwa Allah memberikan ampunan sebagai
karunia-Nya atas dosa-dosa besar karena sebab tobat dari dosa tersebut.
·
Allah juga mengampuni dosa-dosa kecil dengan sebab menjauhi
dosa-dosa besar. Allah Ta'ala berfirman: "Jika kamu menjauhi
dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya
Kami hapus kesalahan-kesalahanmu" (QS. An-Nisa: 31).
Pelaku Dosa Besar yang Tidak
Bertobat
·
(Dan di antara yang wajib diyakini) adalah bahwa barangsiapa yang meninggal dunia
dan belum bertobat dari dosa-dosa besar selain kekafiran, maka urusannya berada
di bawah kehendak (masyi'ah) Allah 'Azza wa Jalla.
Jika Dia berkehendak, Dia akan menyiksanya dengan keadilan-Nya, dan jika Dia
berkehendak, Dia akan mengampuninya dengan karunia-Nya.
·
Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah tidak
akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari
(syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya" (QS. An-Nisa:
48).
Siksa bagi Pelaku Maksiat dari
Umat Islam
· (Dan di antara yang wajib diyakini) adalah adanya siksaan bagi sebagian pelaku
maksiat dari umat ini (yang tidak ditentukan secara personal oleh kita) yang
melakukan dosa besar tanpa alasan (ta'wil) yang dapat
diterima syariat, lalu meninggal tanpa bertobat. Hal ini didasarkan pada
dalil-dalil syara' yang telah datang.
·
Yang dimaksud dengan "umat ini" adalah Ummatul Ijabah (umat yang menyambut dakwah), yaitu
orang-orang mukmin. Maka pasti ada sebagian dari mereka yang disiksa, namun
meskipun ancaman itu berlaku bagi sebagian pelaku maksiat, mereka dipastikan tidak akan kekal di dalam neraka. Sebaliknya, mereka
akan dikeluarkan dari sana dan dimasukkan ke dalam surga untuk kekal di
dalamnya. Berbeda dengan orang-orang kafir, karena sesungguhnya mereka kekal di
dalam neraka.
Kesimpulan Klasifikasi Manusia
Walhasil, manusia
terbagi menjadi dua kelompok:
Kafir: Kekal di dalam neraka selamanya.
Mukmin: Terbagi menjadi dua:
Taat: Pasti masuk surga.
Pelaku Maksiat ('Ashy): Terbagi menjadi dua:
Bertobat: Pasti masuk surga.
Tidak Bertobat: Urusannya sesuai kehendak Allah (Tahta Masyi'atillah). Jika pun ia disiksa, ia tidak
akan kekal di dalam neraka.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar Isi
Download Terjemah Kitab Tanwirul
Qulub
Download
Kitab Tanwirul Qulub (arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.