بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Terjemah Kitab Tanwir al Qulub BAB III :
**Hakikat
Kebahagiaan dan Kesengsaraan di Akhir Hayat (Husnul Khatimah & Su'ul
Khatimah)**
(ثُمَّ اعْلَمْ) أَنَّ السَّعِيدَ هُوَ مَنْ عَلِمَ اللهُ تَعَالَى فِي الأَزَلِ مَوْتَهُ عَلَى الإِسْلَامِ وَإِنْ تَقَدَّمَ مِنْهُ كُفْرٌ ، وَالشَّقِيَّ مَنْ عَلِمَ اللهُ تَعَالَى فِي الأَزَلِ مَوْتَهُ عَلَى الكُفْرِ وَإِنْ تَقَدَّمَ مِنْهُ إِسْلَامٌ : فَالسَّعَادَةُ المَوْتُ عَلَى الإِسْلَامِ ، وَالشَّقَاوَةُ المَوْتُ عَلَى الكُفْرِ المُقَدَّرَانِ لِلْعَبْدِ فِي الأَزَلِ ، فَلَيْسَ كُلٌّ مِنَ السَّعَادَةِ وَالشَّقَاوَةِ بِاعْتِبَارِ الوَصْفِ القَائِمِ بِهِ فِي الحَالِ مِنَ الإِسْلَامِ فِي الأَوَّلِ ، وَالكُفْرِ فِي الثَّانِي ، بَلْ بِاعْتِبَارِ مَا سَبَقَ أَزَلًا فِي عِلْمِهِ تَعَالَى كَمَا عَلِمْتَ ، وَعَلَى ذَلِكَ فَلَا يَتَصَوَّرُ فِي السَّعِيدِ أَنْ يَشْقَى ، وَلَا فِي الشَّقِيِّ أَنْ يَسْعَدَ ، فَلَا يَتَحَوَّلُ السَّعِيدُ وَالشَّقِيُّ عَمَّا خُتِمَ لَهُ ، فَالسَّعِيدُ لَا يَنْقَلِبُ شَقِيًّا وَبِالعَكْسِ ، وَإِلَّا لَزِمَ انْقِلَابُ العِلْمِ جَهْلًا ، وَهُوَ بَدِيهِيُّ الاِسْتِحَالَةِ ، فَالخَاتِمَةُ تَدُلُّ عَلَى السَّابِقَةِ ، فَإِنْ خُتِمَ لَهُ بِالإِسْلَامِ دَلَّ عَلَى أَنَّهُ فِي الأَزَلِ كَانَ مِنَ السُّعَدَاءِ وَإِنْ تَقَدَّمَ مِنْهُ كُفْرٌ ، وَإِنْ خُتِمَ لَهُ بِالكُفْرِ وَالعِيَاذُ بِاللهِ دَلَّ عَلَى أَنَّهُ فِي الأَزَلِ كَانَ مِنَ الأَشْقِيَاءِ وَإِنْ تَقَدَّمَ مِنْهُ إِسْلَامٌ ، وَلِذَا قَالَ بَعْضُهُمْ :
( إِذَا المَرْءُ لَمْ يُخْلَقْ سَعِيدًا تَخَلَّفَتْ ... ظُنُونُ مُرَبِّيهِ وَخَابَ المُؤَمِّلُ )
( فَمُوسَى الَّذِي رَبَّاهُ جِبْرِيلُ كَافِرٌ ... وَمُوسَى الَّذِي رَبَّاهُ فِرْعَوْنُ مُرْسَلُ )
(Kemudian ketahuilah)
bahwasanya orang yang bahagia
(*As-Sa'id*) adalah orang yang telah Allah Ta'ala ketahui di zaman azali bahwa
ia akan mati dalam keadaan memeluk Islam, meskipun sebelum itu ia pernah
melakukan kekafiran. Sedangkan orang yang sengsara (*Asy-Syaqi*) adalah orang
yang telah Allah Ta'ala ketahui di zaman azali bahwa ia akan mati dalam keadaan
kafir, meskipun sebelum itu ia pernah memeluk Islam.
Maka, kebahagiaan sejati adalah mati di atas Islam, dan
kesengsaraan sejati adalah mati di atas kekafiran, yang mana keduanya telah
ditentukan bagi seorang hamba di zaman azali. Jadi, status kebahagiaan dan
kesengsaraan seseorang itu bukan dinilai berdasarkan sifat/kondisi yang ada
padanya saat ini—berupa keislamannya pada kondisi pertama, atau kekafirannya
pada kondisi kedua—melainkan dinilai berdasarkan apa yang telah terdahulu di
zaman azali dalam ilmu Allah Ta'ala, sebagaimana yang telah engkau ketahui.
Berdasarkan hal tersebut, tidak tergambar pada diri orang yang
(dalam ilmu Allah) bahagia akan berubah menjadi sengsara, dan tidak pula orang
yang sengsara akan berubah menjadi bahagia. Orang yang bahagia maupun yang
sengsara tidak akan bergeser dari apa yang menjadi akhir hayatnya (*khatimah*).
Orang yang bahagia tidak akan berbalik menjadi sengsara, dan begitu pula
sebaliknya. Jika tidak demikian, niscaya akan konsekuensinya adalah berubahnya
ilmu (Allah) menjadi suatu ketidaktahuan (kebodohan), dan perkara ini secara
aksiomatis adalah mustahil terjadi.
Maka dari itu, keadaan akhir hayat (*al-khatimah*)
menunjukkan apa yang telah ditetapkan terdahulu di azali (*as-sabiqah*):
* Apabila seseorang diakhiri hidupnya dengan Islam, hal itu
menunjukkan bahwa di zaman azali ia termasuk golongan orang-orang yang bahagia,
meskipun sebelum itu ia pernah melakukan kekafiran.
* Dan apabila seseorang diakhiri hidupnya dengan
kekafiran—kita berlindung kepada Allah dari hal tersebut—maka hal itu
menunjukkan bahwa di zaman azali ia termasuk golongan orang-orang yang
sengsara, meskipun sebelum itu ia pernah memeluk Islam.
Oleh karena itu, sebagian ulama menggubah bait syair:
*Apabila seseorang tidak diciptakan (dalam ilmu Allah)
sebagai orang yang bahagia...*
*Maca akan melesetlah semua prasangka pendidiknya, dan
kecewalah orang yang menaruh harapan padanya.*
*Maka Musa (Samiri) yang diasuh oleh Jibril berakhir menjadi
seorang yang kafir...*
*Sedangkan Musa (bin Imran) yang diasuh oleh Fir'aun
berakhir menjadi seorang Rasul utusan Allah.*
وَقَدْ يَسَّرَ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى كُلًّا مِنَ السَّعِيدِ وَالشَّقِيِّ لِمَا خُلِقَ لَهُ ، فَيَسَّرَ السَّعِيدَ بِفَضْلِهِ لِلْإِيمَانِ وَالطَّاعَاتِ ، وَيَسَّرَ الشَّقِيَّ بِعَدْلِهِ لِلْكُفْرِ وَالمَعَاصِي ، قَالَ تَعَالَى : ( فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى وَكَذَّبَ بِالحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى ) وَأَخْرَجَ مُسْلِمٌ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ سُرَاقَةَ بْنَ مَالِكِ بْنِ جُعْشُمٍ قَالَ : يَا رَسُولَ اللهِ « بَيِّنْ لَنَا دِينَنَا كَأَنَّنَا خُلِقْنَا الآنَ . فِيمَ العَمَلُ أَفِيمَا جَفَّتْ بِهِ الأَقْلَامُ وَجَرَتْ بِهِ المَقَادِيرُ أَمْ فِيمَا يُسْتَقْبَلُ ؟ قَالَ : فِيمَا جَفَّتْ بِهِ الأَقْلَامُ وَجَرَتْ بِهِ المَقَادِيرُ ، قَالَ : فَفِيمَ العَمَلُ ؟ قَالَ : اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ وَكُلُّ عَامِلٍ بِعَمَلِهِ » وَأَمَّا قَوْلُهُ تَعَالَى : ( كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ ) فَالْمُرَادُ شُؤُونٌ لَا يَبْتَدِيهَا . ذَكَرَ صَاحِبُ الكَشَّافِ أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ طَاهِرٍ قَالَ لِلْحُسَيْنِ بْنِ الفَضْلِ : أُشْكِلَ عَلَيَّ قَوْلُهُ تَعَالَى : ( كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ ) مَعَ مَا صَحَّ أَنَّ القَلَمَ جَفَّ بِمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ ، فَقَالَ الحُسَيْنُ : هِيَ شُؤُونٌ يُبْدِيهَا ، أَيْ يُظْهِرُهَا عَلَى وَفْقِ قَضَائِهِ فِي الأَزَلِ ، لَا شُؤُونٌ يَبْتَدِيهَا أَيْ يُنْشِئُهَا الآنَ ، لِأَنَّ التَّقْدِيرَ سَابِقٌ ، فَقَامَ عَبْدُ اللهِ وَقَبَّلَ رَأْسَ الحُسَيْنِ . وَذَكَرَ بَعْضُ العُلَمَاءِ أَنَّ ابْنَ الشَّجَرِيِّ جَلَسَ يَوْمًا عَلَى كُرْسِيِّ وَعْظِهِ فَذَكَرَ الآيَةَ فَوَقَفَ رَجُلٌ عَلَى رَأْسِهِ وَقَالَ : فَمَا يَفْعَلُ رَبُّكَ الآنَ ؟ فَسَكَتَ وَبَاتَ مَهْمُومًا ، فَرَأَى المُصْطَفَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَهُ ، فَقَالَ لَهُ : إِنَّ السَّائِلَ هُوَ الخَضِرُ ، وَسَيَعُودُ إِلَيْكَ فَقُلْ لَهُ : شُؤُونٌ يُبْدِيهَا وَلَا يَبْتَدِيهَا يَخْفِضُ أَقْوَامًا وَيَرْفَعُ آخَرِينَ ، فَأَتَاهُ فَسَأَلَهُ ، فَأَجَابَ ، فَقَالَ لَهُ : صَلِّ عَلَى مَنْ عَلَّمَكَ . وَهَذَا آخِرُ مَا أَرَدْنَا إِيرَادَهُ فِي هَذَا القِسْمِ ، وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ .
Dan sungguh, Allah Subhanahu wa
Ta'ala telah memudahkan masing-masing dari orang yang bahagia maupun orang yang
sengsara menuju tujuan penciptaannya. Allah memudahkan orang yang
bahagia—dengan karunia-Nya—menuju keimanan dan ketaatan. Sebaliknya, Allah
memudahkan orang yang sengsara—dengan keadilan-Nya—menuju kekafiran dan
kemaksiatan. Allah Ta'ala berfirman:
"Maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah)
dan bertakwa, dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga), maka Kami
akan memudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan). Dan adapun orang
yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah), serta
mendustakan (pahala) yang terbaik, maka Kami akan memudahkan baginya jalan
menuju kesukaran (kesengsaraan)."* (QS. Al-Lail: 5-10).
Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bahwasanya Suraqah bin
Malik bin Ju'syum berkata: *"Wahai
Rasulullah, terangkanlah kepada kami tentang agama kami seolah-olah kami baru
diciptakan sekarang. Untuk apakah amal perbuatan itu dilakukan saat ini? Apakah
pada perkara yang pena-pena takdir telah kering dan ketetapan-ketetapan telah
berlaku, ataukah pada perkara yang akan dihadapi nanti (belum
ditentukan)?" Beliau menjawab: "Bahkan pada perkara yang pena-penanya
telah kering dan ketetapan-ketetapannya telah berlaku." Suraqah bertanya
lagi: "Lalu untuk apa kami beramal?" Beliau bersabda:
"Beramallah kalian, karena masing-masing orang akan dimudahkan menuju
tujuan ia diciptakan, dan setiap orang akan memanen amal perbuatannya."*
**Penjelasan Ayat "Setiap Hari Dia dalam Kesibukan"**
Adapun firman Allah Ta'ala: *"Setiap hari Dia dalam
kesibukan (urusan)."* (QS. Ar-Rahman: 29), maka yang dimaksud adalah
urusan-urusan yang Dia tampakkan, bukan urusan baru yang dimulai dari awal.
Penulis kitab *Al-Kasysyaf* (Imam Az-Zamakhsyari)
menyebutkan bahwasanya Abdullah bin Thahir berkata kepada Al-Husain bin
Al-Fadhl: "Aku merasa janggal dengan firman Allah Ta'ala: *(Setiap hari
Dia dalam kesibukan)*, sementara telah sah riwayat bahwa pena takdir telah
kering mencatat segala sesuatu yang akan terjadi hingga hari kiamat."
Maka Al-Husain menjawab: "Maksudnya adalah
urusan-urusan yang Dia tampakkan (*yubdiha*), artinya Dia menampakkannya di
alam nyata secara selaras dengan ketetapan Qadha-Nya di zaman azali, bukan
urusan baru yang baru dimulai (*yabtadiha*), artinya Dia baru menciptakannya
(merencanakannya) sekarang. Hal itu karena ketentuan takdir telah mendahului
segala sesuatu." Mendengar jawaban itu, Abdullah berdiri lalu mencium
kepala Al-Husain.
Sebagian ulama juga menyebutkan kisah bahwasanya Ibnu
Asy-Syajari pada suatu hari duduk di kursi majelis nasihatnya, lalu ia
menyebutkan ayat tersebut. Tiba-tiba seorang pria berdiri di dekat kepalanya
dan bertanya: "Lalu, apa yang sedang dilakukan Tuhanmu saat ini?"
Ibnu Asy-Syajari pun terdiam dan melewati malamnya dalam kondisi gundah gulana.
Kemudian ia bermimpi bertemu Al-Musthafa (Nabi Muhammad) *shallallahu 'alaihi
wa sallam* dan menanyakan hal tersebut kepada beliau.
Nabi bersabda kepadanya: *"Sesungguhnya orang yang
bertanya itu adalah Nabi Khidir, dan ia akan kembali mendatangi majelismu. Maka
katakanlah kepadanya: '(Urusan-Nya adalah) urusan-urusan yang Dia tampakkan dan
bukan urusan baru yang Dia mulai; Dia merendahkan sebagian kaum dan meninggikan
kaum yang lain'."* Ketika orang itu (Nabi Khidir) datang kembali dan
bertanya, Ibnu Asy-Syajari menjawab dengan jawaban tersebut. Maka orang itu
berkata kepadanya: *"Bershalawatlah kepada (Nabi) yang telah
mengajarimu."*
Inilah akhir dari apa yang ingin kami sampaikan pada bagian
(bab) ini, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar Isi
Download Terjemah Kitab Tanwirul Qulub
Cara cepat dan tanpa Ribet untuk memiliki 200 + Kitab Terjemah. Klik disini
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.