بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
Kitab Mukasyafatul Qulub Bab Ke-62.
Mengenai Keutamaan Wudhu
الباب الثاني والستون
في فضل الوضوء
قال رسول الله ﴿ﷺ﴾ من توضأ فأحسن الوضوء وصلى ركعتين لم يحدث نفسه فيهما بشيء من الدنيا خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه وفي لفظ آخر ولم يسه فيهما غفر له ما قدم من ذنبه وقال ﴿ﷺ﴾ أيضاً ألا أنبئكم بما يكفر الله به الخطايا ويرفع به الدرجات إسباغ الوضوء على المكاره ونقل الأقدام إلى المساجد وانتظار الصلاة بعد الصلاة فذلكم الرباط ثلاث مرات وتوضأ ﴿ﷺ﴾ مرة وقال هذا وضوء لا يقبل الله الصلاة إلا به وتوضأ مرتين مرتين آتاه الله أجره مرتين وتوضأ ثلاثاً ثلاثاً وقال : هذا وضوئي ووضوء الأنبياء من قبلي ووضوء خليل الرحمن إبراهيم عليه السلام
وقال ﴿ﷺ﴾ من ذكر الله عند وضوئه طهر الله جسده كله ومن لم يذكر الله لم يطهر منه إلا ما أصاب الماء . وقال ﴿ﷺ﴾ من توضأ على طهر كتب الله له به عشر حسنات وقال ﴿ﷺ﴾ الوضوء على الوضوء نور على نور وهذا كله حث على تجديد الوضوء وقال عليه الصلاة والسلام إذا توضأ العبد المسلم فتمضمض خرجت الخطايا من فيه فإذا استنثر خرجت الخطايا من أنفه فإذا غسل وجهه خرجت الخطايا من وجهه حتى تخرج من تحت أشفار عينيه فإذا غسل يديه خرجت من تحت أظفاره فإذا مسح برأسه خرجت الخطايا من رأسه حتى تخرج من تحت أذنيه وإذا غسل رجليه خرجت الخطايا من رجليه حتى تخرج من تحت أظفار رجليه ثم كان مشيه إلى المسجد وصلاته نافلة له
وروى أن الطاهر الصائم وقال عليه الصلاة والسلام من توضأ فأحسن الوضوء ثم رفع طرفه إلى السماء فقال أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله فتحت له أبواب الجنة الثمانية يدخل من أيها شاء . وقال عمر رضي الله عنه أن الوضوء الصالح يطرد عنك الشيطان وقال مجاهد من استطاع أن لا يبيت إلا طاهراً ذاكراً مستغفراً فليفعل فإن الأرواح تبعث على ما قبضت عليه
ويروى أن عمر بن الخطاب رضي الله تعالى عنه وجه رجلاً من أصحاب رسول الله ﴿ﷺ﴾ إلى مصر لكسوة الكعبة فنزل الرجل بعض أرض الشام إلى جانب صومعة حبر من الأحبار ولم يكن حبر أعلم منه فأحب رسول عمر أن يلقاه فيسمع منه علمه فأتاه واستفتح باب داره فلم يفتح له طويلاً ثم دخل على الحبر فسأله ليسمع منه فأعجبه علمه فشكى إليه حبسه على بابه فقال له الحبر إنا كنا رأيناك حين عدلت إلينا على هيبة السلطان فتخوفناك وإنما حبسناك على الباب لأن الله تبارك وتعالى قال لموسى يا موسى إذا تخوفت سلطاناً فتوضأ وأمر أهلك بالوضوء فإن من توضأ كان في أمان مما يتخوف فأغلقنا دونكب الباب حتى توضأت وتوضأ جميع من في الدار وصلينا فأمناك لذلك فتحنا لك الباب
Rasulullah ﷺ
bersabda: "Barangsiapa yang berwudhu lalu memperbagus wudhunya,
kemudian ia melaksanakan shalat dua rakaat tanpa membicarakan sesuatu tentang
urusan dunia di dalam hatinya (fokus/khusyuk), niscaya ia keluar dari
dosa-dosanya bersih seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya."
Dalam redaksi lain: "Dan ia tidak lupa (lalai) di dalam shalatnya,
niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." Beliau ﷺ
juga bersabda: "Maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu yang
dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkan derajat? Yaitu
menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak disukai (seperti saat
dingin/sulit), memperbanyak langkah menuju masjid, dan menunggu shalat setelah
shalat. Maka itulah 'Ribath' (perjuangan yang kuat)," (beliau
mengucapkannya tiga kali). Beliau ﷺ pernah berwudhu
satu kali pembasuhan (pada tiap anggota) lalu bersabda: "Ini adalah
wudhu yang Allah tidak akan menerima shalat kecuali dengannya." Dan
beliau berwudhu dua kali-dua kali pembasuhan, lalu bersabda: "Allah
memberikan pahalanya dua kali lipat." Serta beliau berwudhu tiga
kali-tiga kali pembasuhan dan bersabda: "Ini adalah wudhu-ku dan wudhu para
nabi sebelumku, serta wudhu kekasih Tuhan Yang Maha Pengasih, Nabi Ibrahim
Alaihissalam."
Beliau ﷺ
bersabda: "Barangsiapa mengingat Allah (membaca basmalah) saat
berwudhu, Allah akan menyucikan seluruh tubuhnya. Dan barangsiapa yang tidak
mengingat Allah, maka tidak ada yang disucikan dari tubuhnya kecuali bagian
yang terkena air saja." Beliau ﷺ bersabda: "Barangsiapa
berwudhu dalam keadaan masih suci (memperbarui wudhu), Allah akan mencatat
baginya sepuluh kebaikan." Beliau ﷺ juga bersabda: "Wudhu
di atas wudhu (memperbarui wudhu) adalah cahaya di atas cahaya." Semua
ini adalah anjuran untuk memperbarui wudhu (tajdidul wudhu). Beliau
Alaihis Shalatu was Salam bersabda: "Apabila seorang hamba muslim
berwudhu lalu ia berkumur-kumur, maka keluarlah dosa-dosa dari mulutnya.
Apabila ia memasukkan air ke hidung lalu mengeluarkannya, keluarlah dosa-dosa
dari hidungnya. Apabila ia membasuh wajahnya, keluarlah dosa-dosa dari wajahnya
hingga keluar dari bawah kelopak matanya. Apabila ia membasuh kedua tangannya, keluarlah
dosa-dosa dari bawah kuku-kukunya. Apabila ia mengusap kepalanya, keluarlah
dosa-dosa dari kepalanya hingga dari bawah kedua telinganya. Dan apabila ia
membasuh kedua kakinya, keluarlah dosa-dosa dari kedua kakinya hingga dari
bawah kuku-kuku kakinya. Kemudian perjalanannya menuju masjid dan shalatnya
menjadi pahala tambahan baginya."
Diriwayatkan bahwa orang yang suci
(berwudhu) itu bagaikan orang yang berpuasa. Dan beliau Alaihis Shalatu was
Salam bersabda: "Barangsiapa yang berwudhu lalu memperbagus wudhunya,
kemudian ia mendongakkan pandangannya ke langit seraya mengucapkan: 'Aku
bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya,
dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya,' niscaya dibukakan
baginya delapan pintu surga dan ia boleh masuk dari pintu mana saja yang ia
kehendaki." Umar RA berkata: "Sesungguhnya wudhu yang baik itu
dapat mengusir setan darimu." Mujahid berkata: "Barangsiapa
yang mampu untuk tidak tidur malam kecuali dalam keadaan suci, berzikir, dan
memohon ampunan (beristigfar), maka lakukanlah, karena sesungguhnya ruh-ruh
akan dibangkitkan sesuai dengan keadaan saat ia dicabut (meninggal)."
Diriwayatkan bahwa Umar bin
Al-Khattab RA mengutus seorang pria dari kalangan sahabat Rasulullah ﷺ
ke Mesir untuk mengurus kiswah (kain
penutup) Ka'bah. Pria tersebut singgah di suatu daerah di Syam di samping
tempat ibadah (shuma'ah) seorang pendeta (habr) Yahudi/Nasrani,
dan tidak ada pendeta yang lebih berilmu darinya. Utusan Umar tersebut ingin
menemuinya untuk mendengarkan ilmunya. Maka ia mendatanginya dan mengetuk pintu
rumahnya, namun pendeta itu tidak membukakan pintu dalam waktu yang cukup lama.
Setelah itu, ia berhasil masuk menemui sang pendeta dan mengajukan pertanyaan
untuk mendengarkan ilmunya, lalu ia merasa kagum dengan ilmu pendeta tersebut.
Ia pun mengadukan perihal dirinya yang tertahan lama di depan pintu. Pendeta
itu berkata kepadanya: "Sesungguhnya kami melihatmu ketika engkau
menghampiri kami membawa wibawa kekuasaan (pemerintah), sehingga kami merasa
takut padamu. Kami menahanmu di depan pintu karena Allah Tabaraka wa Ta'ala
pernah berfirman kepada Musa: 'Wahai Musa, jika engkau takut kepada seorang
penguasa/raja, maka berwudhulah dan perintahkan keluargamu untuk berwudhu,
karena barangsiapa yang berwudhu maka ia berada dalam keamanan dari apa yang ia
takuti.' Oleh karena itu, kami mengunci pintu darimu sampai engkau berwudhu,
dan seluruh penghuni rumah ini pun ikut berwudhu lalu kami berdo'a/shalat,
sehingga kami merasa aman darimu. Karena itulah kami baru membukakan pintu
untukmu."
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Cara cepat dan tanpa Ribet untuk memiliki 200 +
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Kitab Mukasyafatul Qulub Bab Ke-62. Mengenai Keutamaan Wudhu
Description : Kitab Mukasyafatul Qulub Bab Ke-62. Mengenai Keutamaan Wudhu الباب الثاني والستون في فضل الوضوء قال رسول الله ﴿ﷺ﴾ من توضأ فأحسن الوضوء وصل...