بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
Wasiat No. 40
Hilangnya Kenikmatan
الوصية رقم ٤٠
زوال النعم
وعليك بالبَذَاذة فإنها من الإيمان وهي: عدم الترفه في الدنيا، وقد ورد قوله (اخْشَوْشِنُوا) وهي من صفات الحاج وصفة أهل يوم القيامة، فإنهم شعث غُبر حفاة فإن ذلك كله أنفى للكِبَر وأبعد من العجب والزهو والخيلاء والصلف، وهي أمور ذمّها الشرع وكرهها وهي مذمومة في العرف عند الناس وعند الله، ولذلك جعل النبي ﷺ البذاذة من الإيمان، وألحقها بشعبه، فإن النبي ﷺ يقول (الإيمان بضع وسبعون شعبة، أعلاها: لا إله إلا الله، وأدناها إماطة الأذى عن الطريق) ولا شك أن الزهو والعجب والكبر أذىً في طريق سعادة المؤمن، ولا يُماط هذ الأذى إلا بالبذاذة، فلهذا جعلها رسول الله ﷺ من الإيمان.
Hilangnya Kenikmatan
Hendaklah engkau hidup
sederhana (al-badzadzah), karena sesungguhnya kesederhanaan itu
adalah bagian dari iman. Maksudnya adalah tidak bermewah-mewah dalam urusan
dunia. Telah diriwayatkan sebuah perkataan: "Hiduplah dengan
sederhana/keras" (Ikhsyansyinu). Ini merupakan sifat orang yang
sedang berhaji dan sifat orang-orang pada hari kiamat; sesungguhnya mereka
dalam keadaan rambut yang kusut, berdebu, dan tidak beralas kaki.
Sesungguhnya semua hal
itu lebih dapat meniadakan kesombongan serta menjauhkan diri dari rasa bangga
diri ('ujub), keangkuhan, kemegahan, dan kepongahan.
Perkara-perkara tersebut adalah hal yang dicela dan dibenci oleh syariat, serta
tercela menurut adat kebiasaan manusia maupun di sisi Allah.
Oleh karena itu, Nabi ﷺ menjadikan kesederhanaan sebagai bagian dari iman dan
memasukkannya ke dalam cabang-cabang iman. Sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: "Iman itu ada tujuh puluh
sekian cabang. Yang paling tinggi adalah ucapan 'La ilaha illallah' (Tiada
Tuhan selain Allah), dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari
jalanan".
Tidak diragukan lagi
bahwa keangkuhan, rasa bangga diri, dan kesombongan adalah gangguan (adza) di jalan menuju kebahagiaan seorang mukmin.
Gangguan ini tidak dapat disingkirkan kecuali dengan kesederhanaan. Karena
alasan itulah, Rasulullah ﷺ
menjadikannya sebagai bagian dari keimanan.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar isi Kitab Wasiat – Wasiat Ibn ‘Arabi
Cara cepat dan tanpa Ribet untuk memiliki 200 + Kitab Terjemah. Klik disini
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Terjemah Al-Washaya li Ibn al-‘Arabi 40:Hilangnya Kenikmatan
Description : Wasiat No. 40 Hilangnya Kenikmatan الوصية رقم ٤٠ زوال النعم وعليك بالبَذَاذة فإنها من الإيمان وهي: عدم الترفه في الدنيا، وقد ورد قوله...