بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab Ke-49
Penjelasan tentang
Hukuman bagi Orang yang Meninggalkan Shalat 4
وأحمد وأبو داود والنسائي والحاكم أول ما يحاسب الناس به يوم القيامة من أعمالهم الصلاة . فيقول ربنا عز وجل لملائكته وهو أعلم أنظروا في صلاة عبدي أتمها أم نقصها فإن كانت تامة كتبت تامة وإن كان انتقص منها شيئاً قال انظروا هل لعبدي من تطوع فان كان له تطوع لعَبدي فريضته من تطوعه ثم يأخذ الأعمال على ذلك
والطيالسي والطبراني والضياء في المختارة أتاني جبريل من عند الله تبارك وتعالى ، فقال يا محمد إن الله عز وجل يقول إني افترضت على أمتك خمس صلوات فمن أوفى بهن على وضوئهن ومواقيتهن وركوعهن وسجودهن كان له بهن عهد أن أدخله الجنة ومن لقيني قد انتقص من ذلك شيئاً فليس له عندي عهد إن شئت عذبته وإن شئt رحمته
والبيهقي الصلاة ميزان فمن أوفى استوفى ، والديلمي الصلاة تسود وجه الشيطان والصدقة تكسر ظهره والتحابب في الله والتودد في العلم يقطع دابره فإذا فعلتم ذلك تباعد منكم كمطلع الشمس من مغربها
والترمذي وابن حبان والحاكم اتقوا الله وصلوا خمسكم وصوموا شهركم وأدوا زكاة أموالكم وأطيعوا ذوي أمركم تدخلوا جنة ربكم ، وأحمد والشيخان وأبو داود والنسائي أحب الأعمال إلى الله تعالى الصلاة لوقتها ثم بر الوالدين ثم الجهاد في سبيل الله
والبيهقي عن عمر رضي الله عنه قال جاء رجل إلى النبي ﷺ فقال يا رسول الله أي الأعمال أحب إلى الله في الإسلام فقال الصلاة لوقتها ومن ترك الصلاة فلا دين له والصلاة عماد الدين ولذلك لما طعن عمر رضي الله عنه قيل له الصلاة يا أمير المؤمنين قال نعمت أما انه لا حظ لأحد في الاسلام أضاع الصلاة وصلى رضي الله عنه وجرحه يجري دمه
وروى الذهبي أنه ﷺ قال إذا صلى العبد الصلاة في أول الوقت صعدت إلى السماء ولها نور حتى تنتهي إلى العرش فتستغفر لصاحبها إلى يوم القيامة وتقول حفظك الله كما حفظتني وإذا صلى العبد الصلاة في غير وقتها صعدت إلى السماء وعليها ظلمة فإذا انتهت إلى السماء تلف كما يلف الثوب الخلق ويضرب بها وجه صاحبها
Ahmad, Abu
Dawud, An-Nasa'i, dan Al-Hakim meriwayatkan: *"Perkara pertama dari amal
perbuatan manusia yang dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Tuhan kita 'Azza
wa Jalla berfirman kepada para malaikat-Nya—padahal Dia lebih mengetahui—:
'Lihatlah pada shalat hamba-Ku, apakah ia menyempurnakannya atau
menguranginya?' Jika shalatnya sempurna, maka dicatat baginya sempurna. Namun
jika ada sesuatu yang kurang, Allah berfirman: 'Lihatlah apakah hamba-Ku
memiliki amalan sunnah?' Jika ia memiliki amalan sunnah, maka sempurnakanlah
shalat fardhu hamba-Ku itu dari amalan sunnahnya. Kemudian amalan-amalan
lainnya akan diperlakukan demikian'."*
At-Thayalisi,
At-Thabrani, dan Ad-Dhiya' dalam kitab Al-Mukhtarah meriwayatkan: *"Jibril
datang kepadaku dari sisi Allah Tabaraka wa Ta'ala, lalu berkata: 'Wahai
Muhammad, sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla berfirman: Sesungguhnya Aku
mewajibkan shalat lima waktu kepada umatmu. Barangsiapa yang menunaikannya
dengan menyempurnakan wudhunya, waktu-waktunya, ruku'nya, dan sujudnya, maka ia
mendapatkan janji di sisi-Ku untuk Aku masukkan ke dalam surga. Dan barangsiapa
menemui-Ku dalam keadaan mengurangi sesuatu dari hal itu, maka tidak ada janji
baginya di sisi-Ku; jika Aku menghendaki maka Aku mengadzabnya, dan jika Aku
menghendaki maka Aku merahmatinya'."*
Al-Baihaqi
meriwayatkan: *"Shalat adalah timbangan, barangsiapa yang memenuhi
(takarannya), niscaya ia akan disempurnakan (balasannya)."* Dan Ad-Dailami
meriwayatkan: *"Shalat itu menghitamkan wajah setan, sedekah itu mematahkan
tulang punggungnya, saling mencintai karena Allah dan saling mendekatkan diri
dalam ilmu itu memutuskan urat nadinya (membinasakannya). Jika kalian melakukan
hal itu, setan akan menjauh dari kalian sejauh jarak antara tempat terbitnya
matahari dan tempat terbenamnya."*
At-Tirmidzi,
Ibnu Hibban, dan Al-Hakim meriwayatkan: *"Bertakwalah kalian kepada Allah,
dirikanlah shalat lima waktu kalian, berpuasalah pada bulan kalian (Ramadhan),
tunaikanlah zakat harta kalian, dan taatilah pemimpin kalian, niscaya kalian
akan masuk ke dalam surga Tuhan kalian."* Serta Ahmad, Al-Bukhari, Muslim
(Asy-Syaikhan), Abu Dawud, dan An-Nasa'i meriwayatkan: *"Amalan yang
paling dicintai oleh Allah Ta'ala adalah shalat pada waktunya, kemudian
berbakti kepada kedua orang tua, kemudian berjihad di jalan Allah."*
Al-Baihaqi
meriwayatkan dari Umar radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Seorang laki-laki
mendatangi Nabi ﷺ lalu bertanya: *"Wahai Rasulullah, amalan apakah yang
paling dicintai oleh Allah dalam Islam?" Beliau bersabda: "Shalat
pada waktunya. Barangsiapa meninggalkan shalat maka tidak ada agama baginya,
dan shalat adalah tiang agama."* Oleh karena itu pula, ketika Umar
radhiyallahu 'anhu ditikam, dikatakan kepada beliau: *"Shalat, wahai
Amirul Mukminin!" Beliau menjawab: "Ya, benar. Ketahuilah bahwa tidak
ada bagian dalam Islam bagi siapa saja yang menyia-nyiakan shalat." Dan
beliau radhiyallahu 'anhu tetap mengerjakan shalat dalam keadaan lukanya masih
mengalirkan darah.*
(Dan
diriwayatkan) oleh Az-Zahabi bahwa Nabi ﷺ bersabda: *"Jika seorang
hamba mendirikan shalat di awal waktunya, shalat itu akan naik ke langit dalam
keadaan memiliki cahaya hingga sampai ke Arsy, lalu shalat itu memohonkan
ampunan bagi pemiliknya hingga hari kiamat sambil berkata: 'Semoga Allah
menjagamu sebagaimana kamu telah menjagaku.' Namun jika seorang hamba
mendirikan shalat bukan pada waktunya (menundanya tanpa uzur), shalat itu akan
naik ke langit dalam keadaan diliputi kegelapan. Begitu sampai di langit,
shalat itu dilipat sebagaimana dilipatnya pakaian yang usang, lalu dipukulkan
ke wajah pemiliknya."*
وأخرج أبو داود أنه ﷺ قال ثلاث لا يقبل الله منهم صلاتهم وذكر منهم من أتى الصلاة دباراً أي بعد أن تفوته ، قال بعضهم وورد في الحديث أن من حافظ على الصلاة أكرمه الله بخمس خصال يرفع عنه ضيق العيش وعذاب القبر ويعطيه الله تعالى كتابه بيمينه ويمر على الصراط كالبرق ويدخل الجنة بغير حساب ومن تهاون عن الصلاة عاقبه الله بخمس عشر عقوبة خمس في الدنيا وثلاث عند الموت وثلاث في قبره وثلاث عند خروجه من القبر فأما اللواتي في الدنيا فالأولى تنزع البركة من عمره والثانية تمحى سيما الصالحين من وجهه والثالثة كل عمل يعمله لا يأجره الله عليه والرابعة لا يرفع له دعاء إلى السماء والخامسة ليس له حظ في دعاء الصالحين وأما التي عند الموت فإنه يموت ذليلاً والثانية يموت جائعاً والثالثة يموت عطشاناً ولو سقي بحار الدنيا ما روي من عطشه وأما التي تصيبه في قبره فالأولى يضيق عليه القبر حتى تختلف أضلاعه والثانية يوقد عليه القبر ناراً فيتقلب على الجمر ليلاً نهاراً والثالثة يسلط عليه في قبره ثعبان اسمه الشجاع الأقرع عيناه من نار وأظفاره من حديد طول كل ظفر مسيرة يوم يكلم الميت فيقول أنا الشجاع الأقرع وصوته مثل الرعد القاصف يقول أمرني ربي أن أضربك على تضييع صلاة الصبح إلى طلوع الشمس وأضربك على تضييع صلاة الظهر إلى العصر وأضربك على تضييع صلاة العشاء إلى الفجر فكلما ضربه ضربة يغوص في الأرض سبعين ذراعاً فلا يزال في القبر معذباً إلى يوم القيامة ، وأما التي تصيبه عند خروجه من القبر في موقف القيامة فشدة الحساب وسخط الرب ودخول النار
وفي رواية فإنه يأتي يوم القيامة وعلى وجهه ثلاثة أسطر مكتوبات ، السطر الأول يامضيع حق الله فآيس اليوم أنت من رحمة الله وما ذكر هذا الحديث من قبيل العدد لا يوافق جملة الخمس عشرة لأن المفصل أربع عشرة فقط فلعل الراوي نسي الخامس عشر
وعن ابن عباس رضي الله عنهما، قال إذا كان يوم القيامة يؤتى برجل فيوقف بين يدي الله عز وجل، فيأمر الله به إلى النار، فيقول: يا رب بماذا فيقول تعالى : بتأخيرك الصلاة عن أوقاتها وحلفك بي كاذباً
Abu Dawud
mengeluarkan hadits bahwa Nabi ﷺ bersabda: *"Tiga golongan
yang Allah tidak menerima shalat mereka..."* dan beliau menyebutkan salah
satunya: *"Orang yang mendatangi shalat secara duburan (di
belakang/terlambat),"* yaitu setelah waktunya terlewat. Sebagian ulama
berkata: Disebutkan dalam hadits bahwa barangsiapa yang menjaga shalatnya,
Allah akan memuliakannya dengan lima perkara: Dihilangkan kesempitan hidupnya,
dihilangkan azab kubur darinya, Allah Ta'ala memberikan kitab catatan amalnya
dengan tangan kanannya, ia melewati jembatan (shirath) bagaikan kilat, dan
masuk surga tanpa hisab. Dan barangsiapa yang meremehkan shalat, Allah akan
menghukumnya dengan lima belas siksaan: Lima di dunia, tiga ketika mati, tiga
di dalam kuburnya, dan tiga ketika keluar dari kubur.
Adapun lima
siksaan di dunia adalah:
1. Dicabut
berkah dari umurnya.
2. Dihapus
tanda-tanda orang shaleh dari wajahnya.
3. Setiap
amal yang ia kerjakan tidak diberi pahala oleh Allah.
4. Doanya
tidak akan diangkat ke langit.
5. Ia tidak
mendapatkan bagian dari doa orang-orang shaleh.
Adapun tiga
siksaan ketika mati adalah:
1. Ia mati
dalam keadaan terhina.
2. Ia mati
dalam keadaan kelaparan.
3. Ia mati
dalam keadaan kehausan; seandainya ia diberi minum dengan air dari seluruh
lautan di dunia, niscaya tidak akan dapat menghilangkan rasa haus itu.
Adapun tiga
siksaan yang menimpanya di dalam kubur adalah:
1. Kuburnya
disempitkan hingga tulang-tulang rusuknya saling bersilangan.
2. Kuburnya
dinyalakan api, sehingga ia terbolak-balik di atas bara api itu siang dan
malam.
3. Di dalam
kuburnya diutus seekor ular besar bernama *Asy-Syuja' Al-Aqra'*, yang kedua
matanya dari api dan kuku-kukunya dari besi, panjang setiap kukunya sejauh
perjalanan sehari. Ular itu berbicara kepada mayit seraya berkata: *"Aku
adalah Asy-Syuja' Al-Aqra'!"* Suaranya bagaikan petir yang menggelegar, ia
berkata: *"Tuhanku memerintahkanku untuk memukulmu karena kamu menyia-nyiakan
shalat Shubuh hingga terbit matahari, memukulmu karena menyia-nyiakan shalat
Zhuhur hingga Ashar, dan memukulmu karena menyia-nyiakan shalat Isya hingga
Shubuh."* Setiap kali ular itu memukulnya dengan satu pukulan, mayit itu
terperosok ke dalam bumi sedalam tujuh puluh hasta, dan ia senantiasa diadzab
di dalam kubur tersebut sampai hari kiamat.
Adapun tiga
siksaan yang menimpanya ketika keluar dari kubur di padang mahsyar adalah:
Beratnya hisab (perhitungan amal), kemurkaan Tuhan, dan dimasukkan ke dalam
neraka.
Dalam suatu
riwayat disebutkan: Sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan
di wajahnya tertulis tiga baris tulisan. Baris pertama berbunyi: *"Wahai
orang yang menyia-nyiakan hak Allah, maka hari ini kamu berputus asa dari rahmat
Allah."* (Penyusun kitab mencatat): Mengapa hadits ini menyebutkan
hitungan lima belas, padahal rincian di atas tidak cocok karena total
rinciannya hanya empat belas saja? Maka barangkali perawi hadits lupa
menyebutkan perkara yang kelima belas.
Diriwayatkan
dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata: Apabila hari kiamat tiba,
didatangkanlah seorang laki-laki lalu dihadapkan di hadapan Allah 'Azza wa
Jalla. Kemudian Allah memerintahkan agar ia dibawa ke neraka. Laki-laki itu
bertanya: *"Wahai Tuhanku, karena sebab apa (aku masuk neraka)?"*
Allah Ta'ala berfirman: *"Karena kamu menunda-nunda shalat dari
waktu-waktunya, dan karena kamu bersumpah palsu atas nama-Ku."*
قال بعضهم أيضاً وعن رسول الله ﷺ أنه قال يوماً لأصحابه: قولوا اللهم لا تدع فينا شقياً ولا محروماً ، ثم قال ﷺ : أتدرون من الشقي المحروم ، قالوا : ومن هو يا رسول الله . قال : تارك الصلاة ، قال أيضاً ويروى أنه أول ما تسود يوم القيامة وجوه تاركي الصلاة وأن في جهنم وادياً يقال له اللملَم فيه حيات كل حية ثخن رقبة البعير طولها مسيرة شهر تلسع تارك الصلاة فيفشي سمها في جسمه سبعين ثم ينهري لحمه
قال وروي أن امرأة من بني إسرائيل جاءت إلى موسى صلى الله عليه نبينا وعليه وعلى سائر النبيين فقالت يا نبي الله أذنبت ذنباً عظيماً وقد تبت إلى الله تعالى فادع الله أن يغفر ذنبي ويتوب علي فقال لها موسى وما ذنبك قالت يا نبي الله زنيت وولدت ولداً وقتلته فقال لها موسى عليه السلام اخرجي يا فاجرة لئلا تنزل نار من السماء فتحرقنا بشؤمك فخرجت من عنده منكسرة القلب فنزل جبريل عليه السلام وقال يا موسى الرب تعالى يقول لك لم رددت التائبة يا موسى أما وجدت شر منها قال موسى يا جبريل ومن شر منها قال تارك الصلاة عامداً متعمداً
أيضاً روي عن بعض السلف أنه دفن أختاً له ماتت فسقط منه كيس فيه مال في قبرها ولم يشعر به حتى انصرف عن قبرها ثم تذكره فرجع إلى قبرها فنبشه بعدما انصرف الناس فوجد القبر يشتعل عليها ناراً فرد التراب عليها ورجع إلى أمه باكياً حزيناً فقال يا أماه أخبريني عن أختي وما كانت تعمل قالت وما سؤالك عنها قال يا أماه رأيت قبرها يشتعل ناراً قال فبكت وقالت يا ولدي كانت أختك تتهاون بالصلاة وتؤخرها عن وقتها فهذا حال من يؤخر الصلاة عن وقتها فكيف حال من لا يصلي فنسأل الله تعالى أن يعيننا على المحافظة عليها بكمالاتها في أوقاتها انه كريم رؤوف رحيم
Sebagian
ulama berkata juga, diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ bahwa pada suatu hari beliau
bersabda kepada para sahabatnya: *"Ucapkanlah: Ya Allah, janganlah Engkau
biarkan di antara kami ada orang yang celaka dan terhalang dari rahmat."*
Kemudian beliau ﷺ bertanya: *"Tahukah kalian siapa orang yang celaka dan
terhalang dari rahmat itu?"* Para sahabat bertanya: *"Siapakah dia,
wahai Rasulullah?"* Beliau menjawab: *"Orang yang meninggalkan
shalat."*
Beliau juga bersabda, dan diriwayatkan bahwa: *"Wajah yang
pertama kali dihitamkan pada hari kiamat adalah wajah orang-orang yang
meninggalkan shalat. Dan sesungguhnya di dalam neraka Jahanam ada sebuah lembah
yang disebut Lamlam. Di dalamnya terdapat ular-ular, yang mana ukuran setiap
ularnya setebal leher unta dan panjangnya sejauh perjalanan sebulan. Ular itu
menyengat orang yang meninggalkan shalat, lalu bisanya menyebar di dalam
tubuhnya selama tujuh puluh tahun, kemudian dagingnya hancur terkelupas."*
Diriwayatkan
bahwa ada seorang wanita dari Bani Israil datang kepada Nabi Musa—semoga
shalawat Allah tercurah atas Nabi kita, atasnya, dan atas seluruh nabi—lalu
wanita itu berkata: *"Wahai Nabi Allah, aku telah melakukan dosa yang sangat
besar dan aku telah bertaubat kepada Allah Ta'ala, maka doakanlah kepada Allah
agar mengampuni dosaku dan menerima taubatku."* Musa bertanya kepadanya:
*"Apa dosamu?"* Wanita itu menjawab: *"Wahai Nabi Allah, aku
telah berzina, lalu aku melahirkan seorang anak, kemudian anak itu aku
bunuh."* Maka Musa 'alaihis salam berkata kepadanya: *"Keluarlah kamu
dari sini, wahai perempuan fajir (pendosa)! Jangan sampai turun api dari langit
lalu membakar kami semua karena kesialan perbuatanmu!"* Wanita itu pun keluar
dari hadapan Musa dengan hati yang hancur lebur.
Maka
Malaikat Jibril 'alaihis salam turun dan berkata: *"Wahai Musa, Tuhan
Ta'ala berfirman kepadamu: Mengapa kamu menolak orang yang bertaubat, wahai
Musa? Apakah kamu tidak mendapati ada yang lebih buruk daripada dia?"*
Musa bertanya: *"Wahai Jibril, siapakah yang lebih buruk daripada
dia?"* Jibril menjawab: *"Orang yang meninggalkan shalat secara
sengaja dengan sadar."*
Diriwayatkan
pula dari sebagian ulama salaf, bahwa ia pernah memakamkan saudara perempuannya
yang meninggal dunia. Tanpa sengaja, kantong miliknya yang berisi uang terjatuh
ke dalam kuburan saudaranya tersebut dan ia tidak menyadarinya sampai ia
selesai dari pemakaman. Ketika ia teringat, ia kembali lagi ke kuburan itu lalu
menggalinya kembali setelah orang-orang pergi. Namun, ia mendapati kuburan
tersebut menyala-nyala dipenuhi api atas saudaranya. Ia pun segera
mengembalikan tanah ke dalam kubur itu lalu pulang menemui ibunya dalam keadaan
menangis sedih. Ia berkata: *"Wahai ibuku, beritahukanlah kepadaku tentang
saudara perempuanku, apa sebenarnya yang dahulu ia amalkan?"* Ibunya balik
bertanya: *"Mengapa kamu menanyakan hal itu?"* Ia menjawab:
*"Wahai ibuku, aku melihat kuburannya menyala-nyala dipenuhi api."*
Mendengar hal itu, ibunya menangis lalu berkata: *"Wahai anakku, dahulu
saudara perempuanmu itu suka meremehkan shalat dan menunda-nunda dari
waktunya."*
Maka (penulis kitab menutup bab ini): Ini adalah kondisi bagi
orang yang menunda-nunda shalat dari waktunya, lalu bagaimana lagi dengan
kondisi orang yang tidak shalat sama sekali? Kita memohon kepada Allah Ta'ala
agar membantu kita untuk senantiasa menjaga shalat secara sempurna tepat pada
waktu-waktunya. Sesungguhnya Dia Maha Mulia, Maha Penyantun, lagi Maha
Penyayang.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.