بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
Kitab Mukasyafatul Qulub Bab Ke-48
Tentang Keutamaan-Keutamaan
Shalat
الباب الثامن والأربعون
في فضائل الصلوات
قال الله تعالى: "إن الصلاة كانت على المؤمنين كتاباً موقوتاً". وقال ﷺ: خمس صلوات كتبهن الله على العباد فمن جاء بهن ولم يضيع منهن شيئاً استخفافاً بحقهن كان له عند الله عهد أن يدخله الجنة ومن لم يأت بهن فليس له عند الله عهد إن شاء عذبه وإن شاء أدخله الجنة
وقال ﷺ: مثل الصلوات الخمس كمثل نهر عذب يمر بباب أحدكم يستحم فيه كل يوم خمس مرات فما ترون ذلك يبقى من درنه. قالوا لا شيء قال ﷺ: فإن الصلوات الخمس تذهب الذنوب كما يذهب الماء الدرن
وقال ﷺ: إن الصلوات كفارة لما بينهن ما اجتنبت الكبائر كما قال تعالى: "إن الحسنات يذهبن السيئات" ومعنى يذهبنها يكفرنها حتى كأنها لم تكن. وأخرج البخاري ومسلم وأهل السنن وغيرهم عن ابن مسعود أن رجلاً أصاب من امرأة قبلة فأتى النبي ﷺ فذكر له كأنه يسأل عن كفارتها فنزلت عليه: "وأقم الصلاة طرفي النهار" الآية. فقال الرجل: يا رسول الله ألي هذا؟ قال: هي لمن عمل بها من أمتي
وأخرج أحمد ومسلم وغيرهما عن أبي أمامة أن رجلاً أتى النبي ﷺ، فقال: يا رسول الله أقم فيّ حد الله مرة أو مرتين فأعرض عنه ثم أقيمت الصلاة فلما فرغ قال: أين الرجل؟ قال: أنا ذا. قال: أتممت الوضوء وصليت معنا آنفاً؟ قال: نعم. قال: فإنك من خطيئتك كيوم ولدتك أمك فلا تعدو. وأنزل الله على رسوله حينئذ: "وأقم الصلاة طرفي النهار" الآية . وقال ﷺ: بيننا وبين المنافقين شهود العتمة والصبح لا يستطيعونهما
وقال ﷺ: من لقي الله وهو مضيع للصلاة لم يعبأ بشيء من حسناته
وقال ﷺ: الصلاة عماد الدين فمن تركها فقد هدم الدين
وسئل ﷺ: أي الأعمال أفضل؟ فقال: الصلاة لمواقيتها
Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya salat itu adalah fardu
yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."
Nabi ﷺ bersabda:
"Lima waktu salat telah Allah wajibkan kepada para hamba. Barangsiapa yang
melaksanakannya dan tidak menyia-nyiakan sedikit pun darinya karena meremehkan
haknya, maka ia memiliki janji di sisi Allah untuk memasukkannya ke dalam
surga. Dan barangsiapa yang tidak melaksanakannya, maka ia tidak memiliki janji
di sisi Allah; jika Allah berkehendak, Dia akan mengazabnya, dan jika Dia
berkehendak, Dia akan memasukkannya ke dalam surga."
Beliau ﷺ juga bersabda: "Perumpamaan salat lima waktu adalah seperti sungai air
tawar yang mengalir di depan pintu salah seorang dari kalian, ia mandi di sana
lima kali sehari. Maka menurut pendapat kalian, apakah masih ada kotoran yang
tersisa?" Mereka menjawab: "Tidak ada." Beliau bersabda:
"Maka sesungguhnya salat lima waktu itu menghapuskan dosa-dosa sebagaimana
air menghapuskan kotoran."
Beliau ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya salat itu penghapus dosa di antara waktu-waktunya selama
dosa-dosa besar dijauhi," sebagaimana firman Allah: "Sesungguhnya
perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang
buruk." Arti 'menghapuskannya' adalah menutupinya hingga seolah-olah dosa
itu tidak pernah ada.
Diriwayatkan oleh Bukhari,
Muslim, dan para penyusun kitab Sunan: dari Ibnu Mas'ud, bahwa seorang laki-laki mencium seorang
wanita (yang bukan mahramnya), lalu ia mendatangi Nabi ﷺ dan menceritakannya seolah bertanya tentang penebusnya
(kafarat). Maka turunlah ayat: "Dan dirikanlah salat pada kedua tepi
siang..." Laki-laki itu bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah ini
khusus untukku?" Beliau menjawab: "Ini untuk siapa saja dari umatku
yang mengamalkannya."
Diriwayatkan oleh Ahmad dan
Muslim: dari Abu Umamah bahwa
seorang laki-laki mendatangi Nabi ﷺ dan
berkata: "Wahai Rasulullah, tegakkanlah hukuman (had) Allah atasku,"
ia mengucapkannya satu atau dua kali, namun Nabi berpaling darinya. Kemudian
salat ditegakkan. Setelah selesai, beliau bertanya: "Mana laki-laki tadi?"
Ia menjawab: "Saya di sini." Beliau bertanya: "Apakah engkau
telah menyempurnakan wudu dan salat bersama kami tadi?" Ia menjawab:
"Ya." Beliau bersabda: "Maka sesungguhnya engkau telah bersih
dari dosamu seperti hari saat ibumu melahirkanmu, maka janganlah engkau
mengulanginya." Dan Allah menurunkan ayat: "Dan dirikanlah salat pada
kedua tepi siang..."
Beliau ﷺ bersabda:
"Pembeda antara kita dan orang-orang munafik adalah kehadiran pada salat
Isya dan Subuh, karena mereka tidak sanggup menghadirinya."
Beliau ﷺ bersabda:
"Barangsiapa bertemu Allah (wafat) dalam keadaan menyia-nyiakan salat,
maka Allah tidak akan mempedulikan sedikit pun dari kebaikan-kebaikannya."
Beliau ﷺ bersabda:
"Salat adalah tiang agama, barangsiapa meninggalkannya maka ia telah merobohkan
agama."
Beliau ﷺ ditanya:
"Amalan apakah yang paling utama?" Beliau menjawab: "Salat pada
waktunya."
وقال ﷺ: من حافظ على الخمس بإكمال طهورها ومواقيتها كانت له نوراً وبرهاناً يوم القيامة ومن ضيعها حشر مع فرعون وهامان، وقال ﷺ: مفتاح الجنة الصلاة، وقال: ما افترض الله على خلقه بعد التوحيد أحب إليه من الصلاة ولو كان شيء أحب منها لتعبد به ملائكته فمنهم راكع ومنهم ساجد ومنهم قائم وقاعد. وقال النبي ﷺ: من ترك الصلاة متعمداً فقد كفر أي قارب أن ينخلع عن الايمان بانحلال عروته وسقوط عباده كما يقال لمن قارب البلدة أنه بلغها ودخلها وقال ﷺ: من ترك الصلاة متعمداً فقد بريء من ذمة محمد عليه السلام
وقال أبو هريرة رضي الله عنه من توضأ فأحسن وضوءه، ثم خرج عامداً إلى الصلاة فإنه في صلاة ما كان يعمد إلى الصلاة وأنه يكتب له بإحدى خطوتيه حسنة وتمحي عنه بالأخرى سيئة فإذا سمع أحدكم الاقامة فلا ينبغي له أن يتأخر فإن أعظمكم أجراً أبعدكم داراً قالوا لما يا أبا هريرة. قال من أجل كثرة الخطى
قال رسول الله ﷺ ما تقرب العبد إلى الله بشيء أفضل من سجود خفي وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم ما من مسلم يسجد لله سجدة إلا رفعه الله بها درجة وحط عنه بها سيئة (وروي) أن رجلاً قال لرسول الله ﷺ أدع الله أن يجعلني من اهل شفاعتك وأن يرزقني مرافقتك في الجنة، فقال عليه الصلاة والسلام: أعني بكثرة السجود، وقيل أقرب ما يكون العبد من الله تعالى أن يكون ساجداً وهو معنى قوله عز وجل واسجدوا واقترب. وقال عز وجل: "سيماهم في وجوههم من أثر السجود": فقيل هو ما يلتصق بوجوههم من الأرض عند السجود وقيل: هو نور الخشوع فإنه يشرق من الباطن على الظاهر وهي الأصح. وقيل هي الغرر التي تكون في وجوههم يوم القيامة من أثر الوضوء
وقال عليه الصلاة والسلام: إذا قرأ ابن آدم السجدة فسجد اعتزل الشيطان يبكي ويقول يا ويلاه أمر هذا السجود فسجد فله الجنة وأمرت أنا بالسجود فعصيت فلي النار
ويروى عن علي بن عبد الله بن عباس. أنه كان يسجد كل يوم ألف سجدة وكان يسمونه السجاد. (ويروى) أن عمر بن عبد العزيز رضي الله عنه كان لا يسجد إلا على التراب وكان يوسف بن سباط يقول يا معشر الشباب بادروا بالصحة قبل المرض فما بقي احد أحسده إلا رجل يتم ركوعه وسجوده وقد حيل بيني وبين ذلك
وقال سعيد بن جبير ما آسي على شيء من الدنيا إلا على السجود، وقال عقبة بن مسلم ما من خصلة في العبد أحب إلى الله عز وجل منه حيث يخر ساجداً، وقال ابو هريرة رضي الله عنه أقرب ما يكون العبد إلى الله عز وجل إذا سجد فاكثروا الدعاء عند ذلك
Nabi ﷺ bersabda:
"Barangsiapa yang menjaga salat lima waktu dengan menyempurnakan wudunya
dan waktu-waktunya, maka salat itu akan menjadi cahaya dan bukti baginya di
hari kiamat. Dan barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka ia akan dikumpulkan
bersama Firaun dan Haman."
Beliau ﷺ juga bersabda: "Kunci surga adalah salat." Dan beliau bersabda:
"Tidak ada kewajiban yang Allah fardukan kepada makhluk-Nya setelah Tauhid
yang lebih dicintai-Nya daripada salat. Seandainya ada sesuatu yang lebih
dicintai daripada salat, niscaya para malaikat-Nya akan beribadah dengan itu;
namun di antara malaikat ada yang ruku, ada yang sujud, ada yang berdiri, dan
ada yang duduk."
Nabi ﷺ bersabda:
"Barangsiapa meninggalkan salat dengan sengaja, maka ia telah kafir,"
maksudnya adalah hampir terlepas dari iman karena terurainya ikatan iman
tersebut; sebagaimana dikatakan kepada orang yang mendekati suatu kota bahwa ia
telah sampai dan memasukinya. Beliau ﷺ juga bersabda: "Barangsiapa meninggalkan salat dengan sengaja, maka
lepaslah jaminan (perlindungan) dari Muhammad AS baginya."
Abu Hurairah RA berkata: "Barangsiapa berwudu dan membaguskan
wudunya, kemudian keluar dengan sengaja menuju salat, maka ia terhitung dalam
keadaan salat selama ia menuju ke sana. Dan dituliskan baginya satu kebaikan
pada salah satu langkahnya dan dihapuskan satu keburukan pada langkah lainnya.
Jika kalian mendengar iqamah, maka janganlah terlambat, karena orang yang
paling besar pahalanya adalah yang paling jauh rumahnya." Mereka bertanya:
"Mengapa demikian wahai Abu Hurairah?" Beliau menjawab: "Karena
banyaknya langkah kaki."
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidak ada cara seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah yang lebih
utama daripada sujud yang tersembunyi (sirr)." Dan beliau bersabda:
"Tidaklah seorang muslim bersujud kepada Allah satu kali sujud, melainkan
Allah akan mengangkat derajatnya dan menghapuskan satu keburukannya."
(Diriwayatkan) bahwa seorang laki-laki berkata kepada
Rasulullah ﷺ:
"Berdoalah kepada Allah agar menjadikanku termasuk orang yang mendapat
syafaatmu dan memberiku rezeki untuk menemanimu di surga." Beliau
bersabda: "Bantulah aku (untuk mewujudkannya) dengan memperbanyak
sujud." Dikatakan bahwa keadaan paling dekat antara seorang hamba dengan
Allah adalah saat ia bersujud, sebagaimana firman Allah: "Sujudlah dan dekatkanlah dirimu (kepada Allah)."
Mengenai firman Allah: "Tanda-tanda mereka tampak
pada muka mereka dari bekas sujud," ada yang berpendapat itu
adalah bekas tanah yang menempel saat sujud, ada pula yang berpendapat itu
adalah cahaya kekhusyukan yang memancar dari batin ke lahiriah (ini adalah
pendapat yang paling sahih), dan ada yang berpendapat itu adalah cahaya putih (al-ghurrah)
pada wajah mereka di hari kiamat bekas dari wudu.
Beliau ﷺ bersabda:
"Apabila anak Adam membaca ayat sajdah lalu ia bersujud, maka setan akan
menjauh sambil menangis dan berkata: 'Celakalah aku! Ia diperintah bersujud
lalu ia sujud maka baginya surga, sedangkan aku diperintah bersujud namun aku
membangkang maka bagiku neraka'."
(Diriwayatkan) dari Ali bin Abdullah bin Abbas bahwa beliau
bersujud seribu kali setiap hari, sehingga orang-orang menjulukinya As-Sajjad (orang yang ahli sujud).
(Diriwayatkan) bahwa Umar bin Abdul Aziz RA tidak bersujud
kecuali di atas tanah langsung. Yusuf bin Sibath sering berkata: "Wahai
para pemuda, bersegeralah beramal di waktu sehat sebelum datang sakitmu. Tidak
ada seorang pun yang aku iringi kecuali orang yang menyempurnakan ruku dan
sujudnya, sementara aku telah terhalang (oleh usia/sakit) dari melakukan
itu."
Said bin Jubair berkata: "Tidak ada yang aku tangisi (saat
meninggalkan) dunia ini kecuali (kehilangan kesempatan) bersujud." Uqbah bin Muslim berkata: "Tidak ada sifat pada
diri hamba yang lebih dicintai Allah daripada saat ia tersungkur
bersujud." Abu Hurairah RA berkata:
"Keadaan paling dekat antara hamba dengan Allah adalah saat ia bersujud,
maka perbanyaklah doa pada saat itu."
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.