بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 49.
Penjelasan
tentang Hukuman bagi Orang yang Meninggalkan Shalat
الباب التاسع والأربعون
**في بيان عقوبة تارك الصلاة**
قال تعالى مخبراً عن أصحاب الجحيم: {مَا سَلَكَكُمْ فِي سَفَرَ * قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ * وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ * وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ} [المدثر: 42-45]. واخرج أحمد بين الرجل وبين الكفر ترك الصلاة ومسلم بين الرجل وبين الشرك والكفر ترك الصلاة ، وأبو داود النسائي ليس بين العبد وبين الكفر إلا ترك الصلاة ، والترمذي بين الكفر والايامان ترك الصلاة ، وابن ماجه بين العبد وبين الكفر ترك الصلاة وصح كما رواه الترمذي وغيره أنه ﷺ قال : العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة فمن تركها قد كفر
والطبراني باسناد لا بأس به من ترك الصلاة متعمداً فقد كفر جهاراً وفي رواية بين العبد والكفر أو الشرك ترك الصلاة فإذا ترك الصلاة فقد كفر وفي أخرى ليس بين العبد والشرك إلا ترك الصلاة فإذا تركها فقد أشرك ، وفي أخرى سندها حسن عز الإسلام وقواعد الدين ثلاث عليهن أسس الإسلام من ترك واحدة منهم فهو بها كافر حلال الدم شهادة أن لا إله إلا الله والصلاة المكتوبة وصوم رمضان
وفي أخرى سندها حسن أيضاً من ترك منهن واحدة فهو بالله كافر ولا يقبل منه صرف ولا عدل وقد حل دمه وماله والطبراني وغيره باسنادين لا بأس بهما عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه أوصاني خليلي عليه الصلاة والسلام بسبع خلال قال لا تشركوا بالله شيئاً وإن قطعتم أو حرقتم أو صلبتم ولا تتركوا الصلاة تعمدا فمن تركها متعمدا فقد خرج من الله ولا تركبوا المعصية فإنها سخط الله ولا تشربوا الخمر فإنها رأس الخطايا كلها الحديث والترمذي كان أصحاب محمد عليه الصلاة والسلام لا يرون شيئاً من الأعمال تركه كفر غير الصلاة وصح خبر بين العبد وبين الكفر والايمان الصلاة فاذا تركها فقد أشرك والبزار لا سهم في الاسلام لمن لا صلاة له ولا صلاة لمن لا وضوء له
Allah Ta'ala
berfirman mengabarkan tentang penduduk neraka Jahanam: *"Apakah yang
memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami
dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak
(pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami mendebat bersama orang-orang
yang mendebat."* [QS. Al-Muddassir: 42-45].
Ahmad
meriwayatkan: *"Pembatas antara seseorang dengan kekufuran adalah
meninggalkan shalat."* Muslim meriwayatkan: *"Pembatas antara
seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat."*
Abu Dawud dan An-Nasa'i meriwayatkan: *"Tidak ada pembatas antara seorang
hamba dengan kekufuran kecuali meninggalkan shalat."* At-Tirmidzi
meriwayatkan: *"Pembatas antara kekufuran dan keimanan adalah meninggalkan
shalat."* Ibnu Majah meriwayatkan: *"Pembatas antara seorang hamba
dengan kekufuran adalah meninggalkan shalat."* Dan telah shahih
sebagaimana diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan selainnya bahwa Nabi ﷺ
bersabda: *"Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat, maka
barangsiapa yang meninggalkannya, sungguh ia telah kafir."*
At-Thabrani
meriwayatkan dengan sanad yang tidak mengapa (jayyid): *"Barangsiapa
meninggalkan shalat dengan sengaja, maka ia telah kafir secara
terang-terangan."* Dalam riwayat lain: *"Antara hamba dengan
kekufuran atau kesyirikan adalah meninggalkan shalat, maka jika ia meninggalkan
shalat sungguh ia telah kafir."* Dalam riwayat lain: *"Tidak ada
antara hamba dan kesyirikan kecuali meninggalkan shalat, maka jika ia
meninggalkannya sungguh ia telah berbuat syirik."* Dan dalam riwayat lain
dengan sanad yang hasan: *"Kemuliaan Islam dan kaidah-kaidah agama itu ada
tiga, yang di atasnya Islam dibangun. Barangsiapa meninggalkan salah satu di
antaranya, maka ia kafir terhadapnya dan halal darahnya: Kesaksian bahwa tidak
ada tuhan selain Allah, shalat fardhu, dan puasa Ramadhan."*
Dalam
riwayat lain dengan sanad yang hasan pula: *"Barangsiapa meninggalkan
salah satu dari ketiganya, maka ia telah kafir kepada Allah, tidak diterima
darinya amalan wajib maupun sunnah, dan telah halal darah serta
hartanya."* At-Thabrani dan selainnya meriwayatkan dengan dua sanad yang
tidak mengapa dari Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu 'anhu: *"Kekasihku
(Nabi ﷺ) berwasiat kepadaku dengan
tujuh perkara, beliau bersabda: Janganlah kalian menyekutukan Allah dengan
sesuatu pun meskipun kalian dipotong-potong, dibakar, atau disalib. Dan
janganlah kalian meninggalkan shalat dengan sengaja, karena barangsiapa meninggalkannya
dengan sengaja maka ia telah keluar dari perlindungan Allah. Dan janganlah
kalian melakukan kemaksiatan karena hal itu mendatangkan kemurkaan Allah. Dan
janganlah kalian meminum khamr karena ia adalah induk dari segala
dosa..."* (hingga akhir hadits).
At-Tirmidzi
meriwayatkan: *"Dahulu para sahabat Muhammad ﷺ
tidak melihat suatu amal yang jika ditinggalkan menyebabkan kafir selain
shalat."* Dan telah shahih kabar: *"Pembatas antara seorang hamba
dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat, maka jika ia meninggalkannya
sungguh ia telah berbuat syirik."* Dan Al-Bazzar meriwayatkan:
*"Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang tidak shalat, dan tidak ada
shalat bagi orang yang tidak berwudhu."*
والطبراني لا إيمان لمن لا أمانة له ولا صلاة لمن لا طهور له ولا دين لمن لا صلاة له إنما موضع الصلاة من الدين كموضع الرأس من الجسد . وابن ماجه والبيهقي عن أبي الدرداء رضي الله عنه قال : أوصاني خليلي ﷺ أن لا تشرك بالله شيئاً وإن قطعت وأن حرقت ولا تترك صلاة مكتوبة متعمداً فمن تركها متعمداً فقد برئت منه الذمة ولا تشرب الخمر فإنها مفتاح كل شر
والبزار وغيره بسند حسن عن ابن عباس رضي الله عنهما قال لما قام بصري أي ذهب مع بقاء صحة الحدقة قيل نداويك وتدع الصلاة أياماً قلت لا أن رسول الله ﷺ قال من ترك الصلاة لقي الله وهو عليه غضبان
والطبراني بسند لا بأس به في المتابعات أتى رسول الله ﷺ رجل فقال يا رسول الله علمني عملاً إذا أنا عملته دخلت الجنة قال لا تشرك بالله شيئاً وإن عزبت وحرقت وأطع والديك وإن أخرجاك من مالك ومن كل شيء هو لك ولا تترك الصلاة متعمداً فإن من ترك الصلاة فقد برئت منه ذمة الله. الحديث
وفي رواية سندها صحيح لكن فيه انقطاع لا تشرك بالله شيء وإن قتلت وحرقت ولا تعقّن والديك وإن أمراك ان تخرج من أهلك ومالك ولا تتركن صلاة مكتوبة متعمداً فأن من ترك صلاة مكتوبة متعمداً فقد برئت منه ذمة الله ولا تشربن الخمر فانه أي شربها رأس كل فاحشة وإياك والمعصية فإن بالمعصية حل سخط الله وإياك والفرار من الزحف وإن هلك الناس وإن أصاب الناس موت فاثبت وأنفق على اهلك من طولك ولا ترفع عصاك عنهم أدباً وأخفهم في الله
وابن حبان في صحيحه بكروا بالصلاة في يوم الغيم فإنه من ترك الصلاة فقد كفر
والطبراني عن أميمة مولاة رسول الله ﷺ قالت كنت أصب على رأس رسول الله ﷺ وضوءه فدخل رجل فقال أوصني فقال لا تشرك بالله شيئاً وإن قطعت وحرقت بالنار ولا تعص والديك وإن أمراك أن تخلي من أهلك ودنياك فتخله ولا تشربن خمر فإنها مفتاح كل شر ولا تتركن صلاة متعمداً فمن فعل ذلك برئت منه ذمة الله ورسوله الحديث
At-Thabrani
meriwayatkan: *"Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki sifat
amanah, tidak ada shalat bagi orang yang tidak bersuci (wudhu), dan tidak ada
agama bagi orang yang tidak mengerjakan shalat. Kedudukan shalat dalam agama
itu bagaikan kedudukan kepala pada tubuh."*
Ibnu Majah
dan Al-Baihaqi meriwayatkan dari Abu Darda radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
*"Kekasihku (Nabi ﷺ) berwasiat kepadaku: Janganlah
kamu menyekutukan Allah dengan sesuatu pun meskipun kamu harus dipotong-potong
atau dibakar. Dan janganlah kamu meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja,
karena barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja, maka jaminan
perlindungan Allah telah lepas darinya. Serta janganlah kamu meminum khamr
karena ia adalah kunci dari segala keburukan."*
Al-Bazzar
dan selainnya meriwayatkan dengan sanad yang hasan dari Ibnu Abbas radhiyallahu
'anhuma, ia berkata ketika pandangan matanya kabur/hilang (namun fisik bola
matanya masih utuh): *"Dikatakan kepadaku: 'Kami bisa mengobatimu, tetapi
kamu harus meninggalkan shalat selama beberapa hari.' Aku menjawab: 'Tidak,
karena Rasulullah ﷺ telah bersabda: Barangsiapa
meninggalkan shalat, ia akan menemui Allah dalam keadaan Allah murka
kepadanya'."*
At-Thabrani
meriwayatkan dengan sanad yang tidak mengapa (jayyid) dalam jalur penguatnya
(mutaba'at), bahwa seorang laki-laki mendatangi Rasulullah ﷺ
lalu berkata: *"Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku suatu amalan yang
jika aku mengerjakannya, aku akan masuk surga." Beliau bersabda:
"Janganlah kamu menyekutukan Allah dengan sesuatu pun meskipun kamu
diasingkan atau dibakar. Patuhilah kedua orang tuamu meskipun keduanya
mengeluarkanmu dari hartamu dan dari segala hal yang kamu miliki. Dan janganlah
kamu meninggalkan shalat dengan sengaja, karena barangsiapa meninggalkan shalat
dengan sengaja, maka jaminan perlindungan Allah telah lepas darinya."*
(hingga akhir hadits).
Dalam
riwayat lain yang sanadnya shahih namun ada keterputusan (inqitha'):
*"Janganlah kamu menyekutukan Allah dengan sesuatu pun meskipun kamu
dibunuh atau dibakar. Janganlah kamu mendurhakai kedua orang tuamu meskipun
keduanya memerintahkanmu untuk keluar meninggalkan keluarga dan hartamu. Jangan
sekali-kali kamu meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja, karena barangsiapa
meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja, maka jaminan perlindungan Allah
telah lepas darinya. Jangan sekali-kali kamu meminum khamr, karena meminumnya
adalah pangkal dari segala kekejian. Jauhilah kemaksiatan, karena dengan
kemaksiatan itu turunlah kemurkaan Allah. Jauhilah melarikan diri dari medan
perang meskipun manusia binasa. Dan jika manusia ditimpa kematian (wabah), maka
bertahanlah. Nafkahilah keluargamu sesuai kemampuanmu, janganlah kamu
mengangkat tongkatmu (berhenti mendidik) dari mereka sebagai adab, dan buatlah
mereka takut kepada Allah."*
Ibnu Hibban
dalam kitab Shahihnya meriwayatkan: *"Bersegeralah kalian mendirikan
shalat di hari yang mendung, karena barangsiapa yang meninggalkan shalat,
sungguh ia telah kafir."*
At-Thabrani
meriwayatkan dari Umaimah, mantan budak perempuan Rasulullah ﷺ,
ia berkata: *"Ketika aku sedang menuangkan air wudhu ke kepala Rasulullah ﷺ,
seorang laki-laki masuk dan berkata: 'Berilah aku wasiat.' Beliau bersabda:
'Janganlah kamu menyekutukan Allah dengan sesuatu pun meskipun kamu
dipotong-potong dan dibakar dengan api. Janganlah kamu mendurhakai kedua orang
tuamu meskipun keduanya memerintahkanmu untuk melepaskan diri dari keluarga dan
duniamu, maka lepaskanlah. Jangan sekali-kali kamu meminum khamr karena ia
adalah kunci dari segala keburukan. Dan jangan sekali-kali kamu meninggalkan
shalat dengan sengaja, karena barangsiapa melakukan hal itu, maka jaminan
perlindungan Allah dan Rasul-Nya telah lepas darinya'."* (hingga akhir
hadits).
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.