Abu Darda' berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Penghuni neraka mengalami kelaparan hingga menyamai siksaan yang menimpa mereka. Maka mereka meminta tolong agar diberi makanan. Kemudian mereka ditolong dengan makanan dari pohon yang berduri, tidak bisa menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.
Dan mereka meminta tolong agar diberi makanan, maka mereka diberi makanan yang menyumbat kerongkongan. Mereka teringat bahwa mereka dulu di dunia melancarkan makanan yang menyumbat kerongkongan dengan minuman. Maka mereka meminta minuman. Kemudian diangkat kepada mereka air panas dengan menggunakan pengait dari besi.
Ketika air panas itu mendekati wajah mereka, besi panas itu menghanguskan wajah mereka dan ketika minuman masuk dalam perut mereka, air panas itu memutuskan isi perut mereka. Maka mereka berkata: Panggilkan penjaga neraka. Kemudian mereka memanggil para penjaga neraka: Berdoalah kalian kepada Tuhanmu agar Dia meringankan siksaan dari kami satu hari.
Mereka menjawab: “Apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan? Mereka menjawab: “Benar, sudah datang.” Penjaga-penjaga jahannam berkata: “Berdoalah kamu.” Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.”
Kemudian mereka berkata: “Panggilah malaikat Malik. Maka penjaga jahannam memanggil Malik. Penghuni neraka berkata: “Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh karni saja.” Dia menjawab: Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).
Berkata Al-A'masy: Aku diberitahu bahwa di antara doa mereka dan jawaban Malik kepada mereka berselang seribu tahun.
Kemudian penjaga neraka berkata: Berdoalah kalian kepada Tuhanmu. Tidak ada yang lebih baik daripada Tuhanmu.
Penghuni neraka berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat. Keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orangorang yang zalim.” Allah menjawab mereka: (Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku). Al-Mu'minun: 108.
Ketika itu mereka putus asa dari setiap kebaikan dan pada waktu itu mereka mulai menjerit, menyesal dan mengaduh.
Abu Umamah berkata: Rasulullah SAW bersabda mengenai firman Allah Ta'ala: (Dan dia akan diberi minuman dengan air nanah. Diminumnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya). Ibrahim: 16-17. Air nanah itu didekatkan kepadanya, maka dia tidak menyukainya. Ketika didekatkan darinya, air nanah itu menghanguskan mukanya hingga jatuh kulit kepalanya. Apabila ia meminumnya, air panas itu memutuskan usus-ususnya hingga keluar dari duburnya.
Allah Ta'ala berfirman: (Dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotongmotong ususnya). Muhammad: 15.
Allah Ta'ala berfirman: (Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka). Al-Kahfi: 29.
Ini adalah makanan dan minuman mereka ketika mereka lapar dan haus.
Maka lihatlah sekarang kepada ular-ular neraka dan kalajengkingnya dan racunnya yang keras, bentuknya yang besar dan pemandangannya yang buruk. Semua binatang itu telah menguasai penghuni neraka dan disuruh menyiksa mereka, tidak berhenti menggigit dan menyengatnya sesaat pun.
Abu Hurairah berkata: Barangsiapa diberi Allah harta dan tidak menunaikan zakatnya, ditampilkan padanya di hari kiamat seekor ular gundul yang mempunyai dua bintik dan dikalungkan padanya di hari kiamat, kemudian mencengkeram mulutnya, lalu berkata: Aku hartamu, aku simpananmu. Kemudian beliau membaca firman Allah Ta'ala: sekali-kali
janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka
dari karuniaNya (Ali Imran: 180).
وقال رسول الله ﷺ أن في النار لحيات مثل أعناق البخت يلسعن اللسعة فيجد حموتها أربعين خريفا وأن فيها العقارب كالبغال الموكفة يلسعن اللسعة فيجد حموتها أربعين خريفا وهذه الحيات والعقارب إنما تسلط على من سلط عليه في الدنيا البخل وسوء الخلق وإيذاء الناس ومن وفي ذلك وقى هذه الحميات فلم تمثل له ثم تفكر بعد هذا كله في تعظيم أجسام أهل النار ، فان الله تعالى يزيد في أجسامهم طولا وعرضا حتى يتزايد عذابهم بسببه فيحسون بلفح النار ولدغ العقارب والحيات من جميع أجزائها دفعة واحدة على التوالي
قال أبو هريرة قال رسول الله ﷺ : ضرس الكافر في النار مثل أحد وغلظ جلده مسيرة ثلاث ، وقال رسول الله ﷺ شفته السفلى ساقطة على صدره والعليا قالصة قد غطت وجهه وقال : أن الكافر ليجر لسانه في سجين يوم القيامة يتواطء الناس ومع عظم الأجسام كذلك تحرقهم النار مرات فتجدد جلودهم ولحومهم
قال الحسن في قوله تعالى : كلما نضجت جلودهم بدلناهم جلودا غيرها قال تأكلهم النار كل يوم سبين ألف مرة ، كلما أكلته ، قيل لهم : عودوا فيعودون كما كانوا ثم تفكر الان في بكاء أهل النار وشهيقهم ودعائهم بالويل و الشبور فان ذلك يسلط عليهم في أول القائهم في النار ، قال رسول الله ﷺ يؤتى به تهنم يومئذ لها بعون ألف زمام مع كل زمام سبعون ألف ملك ، وقال انس : رسول الله ﷺ : يرسل على أهل النار البكاء فيبكون حتى تنقطع الدموع ثم يبكون الدم حتى يرى في وجوههم كهيئة الأخدود لو أرسلت فيها السفن الجرت وما دام يؤذن لهم في البكاء والشهيق والزفير والدعوة بالويل والثبور فلهم فيه مستروح ولكنهم يمنعون أيضا من ذلك
) وقال محمد بن كعب ( لأهل النار خمس دعوات يجيبهم الله عز وجل في أربعة فاذا كانت الخامسة لم يتكلموا بعدها أبدا فيقولون ربنا أمننا اثنتين واحبيتنا اثنتين فاعترفنا بذنوبنا فهل إلى خروج من سبيل فيقول الله تعالى محببا لهم ذلكم بأنه إذا دعي الله وحده كفرتم وان يشرك به تؤمنوا فالحكم الله العلي الكبير
ثم يقولون ربنا أبصرنا وسمعنا فأرجعنا نعمل صالحا فيجيبهم الله تعالى أولم تكونوا أقسمتم من قبل مالكم من زوال ، فيقولون : ربنا أخرجنا نعمل صالحا غير الذي كنا نعمل فيجيبهم الله تعالى أو لم نعمركم ما يتذكر فيه من تذكر ، وجاءكم النذير فذوقوا فما للظالمين من نصير
ثم يقولون : ربنا غلبت علينا شقوتنا وكنا قوما ضانين ربنا أخرجنا منها فان عدنا فانا ظالمون فيجيبهم الله اخسؤوا فيها ولا تكلمون بعدها أبدا وذلك غاية شدة العذاب . قال مالك بن أنس رضي الله عنه قال زيد بن أسلم في قوله تعالى سواء علينا أجزعنا أم صبرنا مالنا من محيص قال صبروا مائة سنة ، ثم جزعوا مائة سنة ، ثم صبروا مائة سنة ، ثم قالوا سواء علينا أجزعنا أم صبرنا
وقال - يؤتى بالموت يوم القيامة كأنه كبش أملح فيذبح بين الجنة والنار ويقال يا أهل الجنة خلود بلا موت ويا أهل النار خلود بلا موت
Rasulullah SAW bersabda: Sungguh di neraka ada ular-ular yang besarnya seperti leher unta. Mereka menyengat dengan sengatan yang keras. Maka ia rasakan kepedihannya selama empat puluh tahun.
Dan didalamnya terdapat banyak kalajengking yang besarnya seperti bagal yang diberi pelana. Mereka menyengat dengan sengatan yang keras. Maka ia pun merasakan kepedihannya selama empat puluh tahun. Ular-ular dan kalajengking-kalajengking ini disuruh menyengat Orang yang di dunia mempunyai sifat kikir, akhlak yang buruk dan suka menyakiti orang lain. Siapa yang terhindar dari sifat-sifat itu, ia pun terlindung dari ular-ular ini sehingga tidak ditampilkan baginya.
Kemudian, setelah semua ini pikirkanlah tentang pembesaran tubuh-tubuh penghuni neraka. Allah menambah ukuran panjang dan lebar dari tubuh mereka hingga siksaan mereka bertambah dengan sebabnya.
Maka mereka merasakan pembakaran api, sengatan kalajengking dan ular dari semua bagiannya sekaligus secara berturut-turut.
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Gigi geraham orang kafir di neraka seperti gunung Uhud besarnya dan tebal kulitnya sejauh perjalanan tiga (hari)."
Rasulullah SAW bersabda: Bibirnya yang bawah jatuh di atas dadanya dan yang atas berkerut telah menutupi mukanya.
Nabi SAW bersabda: Sungguh orang kafir diseret lidahnya di Sijjin pada hari kiamat diinjakinjak oleh orang banyak dengan tubuh yang besar.
Begitu pula api membakar mereka berkali-kali sehingga kulit dan daging mereka diganti.
Al-Hasan berkata mengenai firman Allah Ta'ala: (An-Nisa': 56). la berkata: Api memakan mereka setiap hari 70.000 kali. Setiap kali ia memakan mereka, dikatakan kepada mereka: “Kembalilah”, maka mereka kembali seperti sedia kala.
Kemudian, pikirkan sekarang tentang tangisan penghuni neraka, jeritan mereka dan seruan celaka mereka dan keinginan untuk binasa.
Hal itu ditimpakan atas mereka pada pertama kali ketika mereka dimasukkan dalam neraka.
Rasulullah SAW bersabda: Pada hari itu didatangkan jahannam yang mempunyai 70.000 tali kendali, dan setiap tali kendali dipegang oleh 70.000 malaikat.
Anas berkata: Rasulullah SAW bersabda: Dikirimkan kepada penghuni neraka tangisan. Maka mereka menangis hingga terlihat pada wajah mereka seperti bentuk parit yang andaikata dilepaskan kapal di situ, maka kapal itu bisa berjalan.
Selama mereka diizinkan menangis, menjerit, berteriak dan berseru celaka dan binasa, maka mereka mempunyai tempat istirahat, tetapi mereka juga dicegah dari itu.
Berkata Muhammad bin Ka'ab: Penghuni neraka mempunyai lima doa. Allah azza wa jalla menjawab mereka dalam empat doa. Pada doa yang kelima mereka tidak bicara selamanya. “Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah suatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka).”
Maka Allah Ta'ala menjawab mereka: “Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” Al-Mu'min: 12. Kemudian mereka berkata: Ya Tuhan kami, kami melihat dan kami mendengar, maka
kembalikan kami (ke dunia) supaya kami berbuat amal baik.
Maka Allah Ta'ala menjawab mereka: “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?” Ibrahim: 44
Mereka berkata: Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang baik berlainan dengan yang telah kami kerjakan.
Maka Allah Ta'ala menjawab mereka: “Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (Siksa Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” Fathir: 37
Kemudian mereka berkata: Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami dan adalah kami orang-orang yang sesat. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.
Maka Allah Ta'ala menjawab mereka: (Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku). Al Mu'minun: 108.
Setelah itu mereka tidak berbicara untuk selamanya dan itu puncak kekerasan siksa.
Malik bin Anas r.a. berkata: Zaid bin Aslam berkata mengenai firman Allah Ta'ala: “Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri.” Ibrahim: 21
la berkata: Mereka bersabar seratus tahun, kemudian mereka mengeluh seratus tahun, kemudian bersabar seratus tahun, kemudian mereka berkata: Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar.
Rasulullah SAW bersabda: “Didatangkan kematian pada hari kiamat seakan-akan domba hitam putih, lalu disembelih di antara surga dan neraka dan dikatakan: Hai penghuni surga, tinggallah dengan kekal, tidak ada kematian. Hai penghuni neraka, tinggallah dengan kekal, tidak ada kematian.”
وعن الحسن قال : يخرج من النار رجل بعد ألف عام وليتني ذلك الرجل ، ورؤي الحسن رضي الله عنه جالسا في زاوية وهو يبكي فقيل له لم تبكى . فقال أخشى أن يطرحني في النار ولا يبالي فهذه أصناف عذاب جهنم على الجملة وتفصيل غمومها واحزانها ومحنها وحسراتها لا نهاية له فأعظم الأمور عليهم مع ما يلاقونه من شدة العذاب حسرة فوت نعيم الجنة وفوت لقاء الله تعالى وقوت رضاه مع علمهم فإنهم باعوا كل ذلك بثمن بخس دراهم معدودة إذ لم يبيعوا ذلك إلا بشهوات حقيرة في الدنيا أياماً قصيرة وكانت غير صافية بل كانت مكدرة منغصة
فيقولون في انفسهم واحسرتاه كيف أهلكنا أنفسنا بعصيان ربنا وكيف لم نكلف انفسنا الصبر أياما قلائل ولو صبرنا لكانت قد انقضت عنه أيامه وبقينا الآن في جوار رب العالمين متنعمين بالرضا والرضوان فيا الحسرة هؤلاء وقد فاتهم ما فاتهم وبلوا ما بلوا به ولم يبق معهم شيء من نعيم الدنيا ولذاتها ثم أنهم لو لم يشاهدوا نعيم الجنة لم تعظم حسرتهم لكنها تعرض عليهم
فقد قال رسول الله ﷺ يؤتى يوم القيامة بناس من النار الى الجنة حتى اذا دنوا منها واستنشقوا رائحتها ونظروا الى قصورها والى ما أعد الله لأهلها فيها نودوا از اصرفوهم عنها لا نصيب لهم فيها فيرجعون بحسرة ما رجع الأولون الآخرون بمثلها ، فيقولون يا ربنا لو أدخلتنا النار قبل أن ترينا ما أريتنا من ثوابك وما أعددت فيها لأوليائك كان أهون علينا فيقول الله تعالى ذاك أردت بكم كنتم اذا خلوتم بارزتموني بالعظائم واذا لقيتم الناس لقيتموهم محبتين تراؤن الناس بخلاف ما تعطوني من قلوبكم هبتم الناس ولم تهابوني واجللتم الناس ولم تجلوني وتركتم للناس ولم تتركوا الي فاليوم أذيقكم العذاب الأليم مع ما حرمتكم من الثواب المقيم
قال احمد بن حرب أن أحدنا يؤثر الظل على الشمس ثم لا يؤثر الجنة على النار ، وقال عيسى عليه السلام كم من جسد صحيح ووجه صبيح ولسان فصيحغدا بين أطباق النار يصيح
وقال داود : إلهي لا صبر لي على حر شمسك فكيف صبر لي على حر نارك ولا صبر لي على صوت رحمتك فكيف على صوت عذابك فانظر يا مسكين في هذه الأهوال وأعلم أن الله تعالى خلق النار بأهوالها وخلق لها أهلا لا يزيدون ولا ينقصون وأن هذا أمر قد قضى وفرغ منه
قال الله تعالى : وأنذرهم يوم الحسرة إذ قضي الأمر وهم في غفلة وهم لا يؤمنون ولعمري الاشارة به إلى يوم القيامة بل في أزل الأزل ولكن أظهر يوم القيامة ما سبق به القضاء فالعجب منك حيث تضحك وتلهو وتشتغل بمحقرات الدنيا ولست تدري أن القضاء بماذا سبق في حقك فإن قلت فليت شعري ماذا موردي وإلى ماذا مالي ومرجعي وما الذي سبق به القضاء في حقي فلك علامة تستأنس بها وتصدق رجاءك بسببها وهو أن تنظر الى أحوالك وأعمالك فإن كلا ميسر لما خلق له فإن كان قد يسر لك سبيل الخير فابشر مبعد عن النار وإن كنت لاتقصد خيراً إلا ويحيط بك العوائق فتدفعه ولا تقصد شرا إلا ويتيسر لك اسبابه فاعلم أنك مقضي عليك فإن دلالة هذا على العاقة كمدلالة المطر على النبات ودلالة الدخان على النار
فقد قال الله تعالى : أن الأبرار لفي نعيم وإن الفجار لفي جحيم فاعرض نفسك على الآيتين وقد عرفت مستقرك من الدارين والله اعلم
Diriwayatkan dari Al-Hasan, ia berkata: Keluar dari neraka seorang lelaki sesudah seribu tahun dan kiranya akulah orang itu.
Ada orang bermimpi melihat Al-Hasan r.a. duduk di sebuah zawiyah sambil menangis. Maka dikatakan kepadanya: Mengapa engkau menangis?
Al-Hasan menjawab: Aku takut Allah memasukkan aku di dalam neraka dan Dia tidak peduli. Inilah macam-macam siksaan neraka secara ringkas dan perincian kesusahan dan kesedihannya, bencana dan penyesalannya, tiada akhir baginya.
Perkara terbesar atas mereka di samping dahsyatnya siksaan yang mereka alami adalah hilangnya kenikmatan surga dan hilangnya kemungkinan berjumpa dengan Allah dan keridhaan-Nya di samping pengetahuan mereka bahwa mereka menjual semua itu dengan harta yang sedikit hanya beberapa dirham, karena mereka tidak menjual itu, kecuali dengan syahwat-syahwat yang hina di dunia selama hari-hari yang pendek dan tidak jernih, tetapi keruh dan sulit.
Mereka berkata dalam diri mereka: Alangkah menyesalnya! Bagaimana kami binasakan diri kami dengan mendurhakai Tuhan kami dan kenapa kami tidak memaksa diri kami untuk bersabar selama hari-hari yang sedikit.
“Andaikata kami bersabar, tentulah hari-harinya telah berakhir dan kami bisa tinggal sekarang di sisi Tuhan semesta alam menikmati keridhaan-Nya.
Alangkah besarnya penyesalan mereka ini. Telah hilang dari mereka semua kesenangan dan banyak kesusahan yang mereka alami dan tidak tersisa bersama mereka sedikitpun dari kenikmatan dunia dan kesenangannya.
Kemudian, sesungguhnya andaikata mereka tidak menyaksikan kenikmatan surga, niscaya tidaklah besar penyesalan mereka, tetapi kenikmatan itu ditunjukkan kepada mereka.
Rasulullah SAW bersabda: Didatangkan pada hari kiamat orang-orang dari neraka ke surga hingga ketika mereka sudah dekat darinya dan mencium baunya dan melihat kepada istanaistananya dan kepada kenikmatan yang disediakan Allah bagi penghuninya di dalamnya, mereka diseru: Jauhkan mereka itu dari surga. Tidak ada bagian bagi mereka di dalamnya.
Maka mereka kembali dengan penyesalan yang tidak pernah dialami seperti itu oleh orangorang yang terdahulu dan terakhir.
Mereka berkata: Ya Tuhan kami, kiranya Engkau masukkan kami ke dalam neraka sebelum Engkau tunjukkan kepada kami pahalaMu yang telah Engkau tunjukkan itu dan kenikmatan yang Engkau sediakan bagi para wali-Mu di dalamnya, niscaya hal itu lebih ringan bagi kami.
Maka Allah Ta'ala berkata: Itulah yang Aku inginkan bagi kalian. Apabila kalian beradasendirian, kalian menantang-Ku dengan berbuat dosa besar. Apabila kalian berjumpa orang banyak, kalian temui mereka dengan tunduk dan berbuat riya” kepada orang-orang berbeda dengan yang kalian berikan kepada-Ku dari hatimu. Kalian takut kepada manusia dan tidak takut kepada-Ku, kalian agungkan manusia dan tidak mengagungkan Aku, kalian tinggalkan orang-orang dan tidak meninggalkan mereka demi Aku. Hari ini Aku timpakan siksaan yang pedih atas kalian di samping yang Aku haramkan kalian dari pahala yang kekal.
Ahmad bin Harb berkata: Sesungguhnya seseorang dari kita memilih tempat yang teduh daripada sinar matahari, tetapi tidak memilih surga daripada neraka.
Isa alaihis salam berkata: Banyak tubuh yang sehat dan wajah yang bagus dan lisan yang fasih menjerit di antara lapisan-lapisan neraka.
Berkata Dawud: Ya Tuhanku, aku tidak sabar menahan panas mataharimu, maka bagaimana aku bisa sabar menahan panasnya apimu. Dan aku tidak sabar untuk mendengar suara rahmat-Mu, maka bagaimana aku bisa sabar mendengar suara siksaan-Mu.
Maka pikirkanlah, hai miskin, mengenai hal-hal yang menakutkan ini dan ketahuilah bahwa Allah Ta'ala menciptakan neraka dan berbagai siksaannya dan menciptakan baginya penghuni baginya yang tidak bertambah dan tidak berkurang dan ini adalah perkara yang sudah diputuskan dan selesai darinya.
Allah Ta'ala berfirman: “Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.” Maryam: 39
Demi hidupku,.ini adalah isyarat kepada hari kiamat, bahkan sejak masa dahulu yang sangat lama. Akan tetapi Allah menampakkan pada hari kiamat perkara yang sudah diputuskan.
Yang mengherankan darimu ialah ketika engkau tertawa, bermain dan sibuk dengan urusanurusan dunia yang remeh, sedangkan engkau tidak tahu apa yang sudah diputuskan mengenai dirimu.
Jika engkau katakan, kiranya aku tahu apa tempat kedatanganku, ke mana tempat aku kembali dan apa yang sudah diputuskan mengenai diriku, maka engkau mempunyai tanda yang bisa engkau andalkan dan engkau percayai harapanmu dengan sebabnya, yaitu engkau lihat keadaanmu dan amal-amalmu, karena setiap orang dimudahkan untuk apa yang diciptakan baginya.
Jika Allah telah memudahkan bagimu jalan kebaikan, maka gembiralah, karena engkau dijauhkan dari neraka. Dan jika engkau menginginkan kebaikan, tetapi banyak hambatan yang menghalangimu hingga menolak kebaikan itu dan menginginkan kejelekan, sedangkan engkau bisa melakukan sebab-sebabnya dengan mudah, maka ketahuilah bahwa engkau telah binasa.
Petunjuk ini atas akibatnya adalah seperti petunjuk hujan atas tanaman dan petunjuk asap atas api. Allah Ta'ala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan. Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.” Al-Infithar: 13-14
Maka periksalah dirimu terhadap kedua ayat itu dan engkau ketahui tempat tinggalmu dari dua tempat itu. Wallahu a'lam.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)