بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
at-Tajrid
التجريد
التجريد
وهو ظهور الأثر أشار إليه بقوله
إرادتك التجريد مع إقامة الله إياك في الأسباب من الشهوة الخفية ، وإرادتك
الأسباب مع إقامة الله إياك في التجريد انحطاط عن الهمة
العلية ] .
قلت : التجريد فى اللغة : هو التكشيط والإزالة ، تقول جردت الثوب ،
أزلته عنى وتجرد فلان أزال ثوبه ، وجردت الجلد أزلت شعره
وأما عند الصوفية فهو على ثلاثة أقسام : تجرد الظاهر فقط ، أو الباطن
فقط ، أو هما معًا . فتجريد الظاهر : هو ترك الأسباب الدنيوية ، وخرق العوائد الجسمانية
. والتجريد الباطني : هو ترك العلائق النفسانية ، والعوائق الوهمية . وتجريدهما معا
: هو ترك العلائق الباطنية ، والعوائد الجسمانية
أو تقول : تجريد الظاهر هو ترك كل ما يشغل الجوارح عن طاعة الله ، وتجريد
الباطن هو ترك كل ما يشغل القلب عن الحضور مع الله ، وتجريدهما هو إفراد القلب والقالب
الله . والتجريد الكامل فى الظاهر : هو ترك الأسباب ،
وتعرية البدن من معتاد الثياب . وفى الباطن هو تجريد القلب من كل وصف
ذميم ، وتحليته بكل وصف كريم ، وهو : أى التجريد الكامل الذي أشار إليه شيخ شيوخنا
سيدى عبد الرحمن المجذوب بقوله :
أقارِئِينَ عِلْمَ التَّوْحِيدِ هُنَا الْبُحُورُ إِلَى تُنبِي هُذَا
مَقَامُ أَهْلِ التَّجْرِيد الْوَاقِفِينَ مَع رَبِّي
وأما من جرد ظاهره دون باطنه فهو كذاب ، كمن كسا النحاس بالفضة ، باطنه
قبيح وظاهره مليح ، ومن جرد باطنه دون ظاهره إن تأتي ذلك فهو حسن ، كمن كسا الفضة بالنحاس
وهو قليل ، إذ الغالب أن من تنشب ظاهره تنشب باطنه ومن اشتغل ظاهره بالحس اشتغل باطنه
به ، والقوة لا تكون في الجهتين ، ومن جمع بين تجريدي الظاهر والباطن فهو الصديق الكامل
، وهو الذهب المشحر ۱) الصافى الذى يصلح الخزانة الملوك
Penulis menunjuk
tentangnya dengan berkata:
ارادتك
التجريد مع إقامة الله إياك فى الأسباب من الشهوة الخفية، وإراداتك الأسباب مع
إقامة الله إياك فى التجريد انحطاط عن الهمة العالية
“Keinginanmu untuk tajrid
bersama penetapan Allah atasmu dalam sebab-sebab adalah bagian dari nafsu tersembunyi. Keinginanmu untuk sebab-sebab bersama penetapan
Allah atasmu dalam tajrid
adalah
penurunan dari semangat yang tinggi”.
Tajrid dalam
bahasa adalah pengelupasan dan penghilangan. Dikatakan,
‘Aku
menanggalkan pakaian,’ artinya aku menghilangkannya dari tubuhku. ‘Fulān menanggalkan
diri,’ artinya ia menghilangkan pakaiannya. ‘Aku mengelupas kulit,’ artinya
aku
menghilangkan bulunya.
Adapun
menurut kaum sufi, tajrid terbagi atas
tiga jenis: tajrid
zahir
saja, tajrid
batin
saja, atau
keduanya bersama-sama.
Tajrid zahir adalah meninggalkan sebab-sebab duniawi dan
melanggar kebiasaan-kebiasaan jasmani. Tajrid batin adalah
meninggalkan keterkaitanketerkaitan nafsu dan penghalang-penghalang imajinasi. Tajrid keduanya
bersama-sama
adalah
meninggalkan keterkaitan-keterkaitan batin dan kebiasaan-kebiasaan jasmani.
Atau dapat
dikatakan, tajrid
zahir
adalah meninggalkan segala yang menyibukkan anggotaanggota tubuh dari ketaatan
kepada Allah.
Tajrid batin
adalah meninggalkan segala yang menyibukkan
hati dari kehadiran bersama Allah. Tajrid keduanya
adalah mengkhususkan
hati dan
jasad untuk Allah. Tajrid sempurna
dalam zahir adalah meninggalkan sebab-sebab dan
menelanjangi tubuh dari pakaian yang biasa. Dalam batin, ia adalah menelanjangi
hati dari
setiap sifat tercela dan menghiasinya dengan setiap sifat mulia. Inilah tajrid sempurna
yang
ditunjukkan oleh Guru dari guru kami, Sidi Abdurrahman al-Majdzub, dengan
ucapannya:
‘Bacalah ilmu
tauhid,
Di sini
lautan hingga engkau tenggelam.
Ini adalah
maqam ahli tajrid,
Yang berdiri
bersama Tuhanku.’
Adapun orang
yang hanya menelanjangi zahirnya tanpa batinnya, maka ia adalah pendusta,
seperti orang yang melapisi tembaga dengan perak: batinnya buruk dan zahirnya
indah. Orang
yang menelanjangi batinnya tanpa zahirnya, jika ia mampu melakukannya,
maka itu
baik, seperti orang yang melapisi perak dengan tembaga. Ini jarang terjadi,
karena
umumnya barang siapa yang zahirnya bersih, batinnya juga bersih. Barang siapa
yang zahirnya
sibuk dengan indrawi, batinnya juga sibuk dengannya. Kekuatan tidak
dapat berada
pada dua arah sekaligus. Barang siapa menggabungkan tajrid zahir dan
batin, maka
ia adalah shiddiq
yang
sempurna, seperti emas murni yang diasah, yang layak untuk perbendaharaan
para raja.
قال
الشيخ أبو الحسن الشاذلى رضى الله عنه : آداب الفقير المتجرد أربعة :
-الحرمة للأكابر ، والرحمة للأصاغر ، والإنصاف من نفسك ، وعدم الانتصار لها
وآداب
الفقير المتسبب أربعة : موالاة الأبرار ، ومجانبة الفجار ، وإيقاع الصلاة
في الجماعة ، ومواساة الفقراء والمساكين بما يفتح عليه . وينبغي له أيضا أن
يتأدب بآداب المتجردين ، إذ هو كمال في حقه
ومن آداب المتسبب إقامته
فيها أقامه الحق تعالى فيه من فعل الأسباب ، حتى . يكون الحق تعالى هو الذي
ينقله منها على لسان شيخه إن كان ، أو بإشارة واضحة كتعذرها من كل وجه ،
فحينئذ ينتقل للتجريد ، فإرادته التجريد مع إقامته تعالى له فى الأسباب هو
الشهوة الخفية ، لأن النفس قد تقصد بذلك الراحة ولم يكن لها من اليقين ما
تحمل به مشاق الفاقة ، فإذا نزلت بها الفاقة نزلت واضطربت ورجعت إلى
الأسباب ، فيكون أقبح لها من الإقامة فيها ، فهذا وجه كونها شهوة ، وإنما
كانت خفية لأنها فى الظاهر أظهرت الانقطاع والتبتل ، وهو مقام شريف ، وحال
منيف ، لكنها في الباطن أخفت حظها من قصد الراحة أو الكرامة أو الولاية أو
غير ذلك من الحروف ، ولم تقصد تحقيق العبودية وتربية اليقين ، وفاتها أيضًا
الأدب مع الحق ، حيث أرادت الخروج بنفسها ولم تصبر حتى يؤذن لها . وعلامة
إقامتها فيها دوامها له مع حصول النتائج ، وعدم العوائق القاطعة له عن
الدين . وحصول الكفاية بحيث إذا تركها حصل له التشوف إلى الخلق والاهتمام
بالرزق ، فإذا انخرمت هذه الشروط انتقل إلى التجريد .
قال في التنوير :
والذي يقتضيه الحق منك أن تمكث حيث أقامك ، حتى يكون الحق تعالى هو الذي
يتولى إخراجك كما تولى إدخالك ، وليس الشأن أن تترك السبب بل الشأن أن
يتركك السبب
Syaikh Abu
al-Hasan asy-Syadzili—semoga Allah meridhainya—berkata, adab fakir
yang mutajarrid ada empat:
■
menghormati yang lebih tua,
■
mengasihi yang lebih muda,
■
bersikap adil terhadap dirinya sendiri, dan
■
tidak membela dirinya.
Adab fakir
yang mutasabbib
ada
empat: berteman dengan orang-orang saleh, menjauhi orang-orang
jahat, melaksanakan shalat berjamaah, dan membantu fakir miskin dengan
apa yang
dibukakan kepadanya.
Ia juga harus
beradab dengan adab-adab mutajarrid, karena
itu adalah
kesempurnaan baginya. Di antara adab mutasabbib adalah tetap
berada dalam apa yang ditetapkan oleh Hakikat Yang
Maha Tinggi baginya dari melakukan sebab-sebab, hingga
Hakikat Yang Maha Tinggi sendiri yang memindahkannya darinya melalui lisan
syaikhnya
jika ada, atau dengan isyarat yang jelas seperti ketidakmungkinan sebab-sebab
itu dari
segala sisi. Baru pada saat itu ia berpindah ke tajrid.
Keinginannya untuk tajrid
bersama
penetapan Allah atasnya dalam sebab-sebab adalah nafsu tersembunyi, karena
nafsu mungkin
menginginkan ketenangan dengan itu, tetapi ia tidak memiliki keyakinan
yang cukup
untuk menanggung kesulitan kefakiran. Jika kefakiran menimpanya, ia
akan goyah,
terpaksa, dan kembali ke sebab-sebab, sehingga keadaannya menjadi lebih
buruk
daripada tetap berada di dalamnya. Ini adalah alasan mengapa itu disebut nafsu.
Disebut
tersembunyi karena di zahir ia menampakkan pemutusan dan pengabdian—yang merupakan
maqam mulia dan keadaan tinggi—tetapi di batin ia menyembunyikan bagiannya
dari niat ketenangan, kemuliaan, kewalian, atau hal-hal lain dari huruf-huruf,
dan tidak
menginginkan realisasi keabdian serta pendidikan keyakinan. Ia juga kehilangan
adab dengan
Hakikat karena ingin keluar dengan dirinya sendiri dan tidak bersabar hingga
diberi izin.
Tanda tetapnya dalam sebab-sebab adalah keberlangsungannya dengan
hasilhasilnya, tanpa adanya penghalang yang memutuskan hubungannya dengan
agama, dan tercukupinya
kebutuhan sehingga jika ia meninggalkannya, ia akan merasa rindu kepada
makhluk dan
sibuk dengan rezeki. Jika syarat-syarat ini rusak, ia berpindah ke tajrid.”
Dalam at-Tanwir dikatakan
bahwa yang dituntut oleh Hakikat darimu adalah engkau tetap di tempat
Dia menempatkanmu hingga Hakikat Yang Maha Tinggi sendiri yang mengeluarkanmu,
sebagaimana Dia yang memasukkanmu. Urusan bukanlah meninggalkan sebab,
melainkan sebab yang meninggalkanmu.
<<Sebelumnya
Sesudahnya>>
Daftar Isi
Silahkan Download Kitab Aslinya Disini
Silahkan Download Kitab Terjemahnya Disini
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.