بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Terjemah Kitab Tanwir al Qulub BAB III :
ISLAM
وَأَمَّا ( الإِسْلَامُ ) فَهُوَ الاِمْتِثَالُ
وَالاِنْقِيَادُ لِمَا جَاءَ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِمَّا
عُلِمَ مِنَ الدِّينِ بِالضَّرُورَةِ، وَالمُرَادُ بِالاِمْتِثَالِ الإِقْرَارُ اللِّسَانِيُّ
بِجَمِيعِ مَا جَاءَ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الشَّامِلُ لِثُبُوتِ
الوَحْدَانِيَّةِ للهِ تَعَالَى ، وَثُبُوتِ الرِّسَالَةِ لِسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَيَحْصُلُ ذَلِكَ الإِقْرَارُ بِالنُّطْقِ بِالشَّهَادَتَيْنِ
فَعَلَى كُلِّ حَالٍ مَدَارُ الإِسْلَامِ عَلَى النُّطْقِ بِالشَّهَادَتَيْنِ وَلَا
يَكُونُ الإِسْلَامُ مُنْجِيًا إِلَّا إِذَا انْضَمَّ إِلَيْهِ الإِذْعَانُ القَلْبِيُّ
الَّذِي هُوَ الإِيمَانُ ، وَبِهَذَا تَعْلَمُ أَنَّ الإِسْلَامَ المُنْجِيَ وَالإِيمَانَ
مُتَلَازِمَانِ ، وَلَكِنْ يُشْتَرَطُ فِي قَبُولِ الإِسْلَامِ بِهِمَا النَّفْيُ وَالإِثْبَاتُ
فَلَا يَكْفِي اللهُ وَاحِدٌ وَمُحَمَّدٌ رَسُولُهُ مَثَلًا ، وَهُوَ قَوْلُ الأَكْثَرِ
وَعَلَيْهِ الشَّافِعِيَّةُ ، وَقِيلَ لَا يُشْتَرَطُ ذَلِكَ بَلِ المَدَارُ عَلَى
مَا يَدُلُّ عَلَى الإِقْرَارِ للهِ تَعَالَى بِالوَحْدَانِيَّةِ ، وَلِسَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالرِّسَالَةِ ، وَهُوَ المُعْتَمَدُ عِنْدَ
المَالِكِيَّةِ ، وَعَلَى الأَوَّلِ يُشْتَرَطُ أَيْضًا الإِتْيَانُ بِلَفْظِ أَشْهَدُ
بِأَنْ يَقُولَ : أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
رَسُولُ اللهِ.
وَيُشْتَرَطُ أَنْ يَعْرِفَ المَعْنَى وَلَوْ إِجْمَالًا ، فَلَوْ لُقِّنَ
أَعْجَمِيٌّ الشَّهَادَتَيْنِ بِالعَرَبِيَّةِ فَتَلَفَّظَ بِهِمَا وَهُوَ لَا يَعْرِفُ
مَعْنَاهَا لَمْ يُحْكَمْ بِإِسْلَامِهِ . وَأَنْ يُرَتِّبَ ، فَلَوْ عَكَسَ فِي الشَّهَادَتَيْنِ
لَمْ يَصِحَّ إِسْلَامُهُ عَلَى المُعْتَمَدِ ، وَأَنْ يُوَالِيَ بَيْنَهُمَا ، فَلَوْ
تَرَاخَتِ الثَّانِيَةُ عَنِ الأُولَى لَمْ يَصِحَّ إِسْلَامُهُ عَلَى المُعْتَمَدِ
أَيْضًا ، وَأَنْ يَكُونَ بَالِغًا عَاقِلًا ، فَلَا يَصِحَّ إِسْلَامُ غَيْرِهِمَا
إِلَّا تَبَعًا ، وَأَنْ لَا يَظْهَرَ مِنْهُ مَا يُنَافِي الاِنْقِيَادَ ، فَلَا يَصِحَّ
إِسْلَامُ السَّاجِدِ لِصَنَمٍ فِي حَالِ سُجُودِهِ ، وَأَنْ يَكُونَ مُخْتَارًا فَلَا
يَصِحَّ إِسْلَامُ المُكْرَهِ إِلَّا إِذَا كَانَ حَرْبِيًّا أَوْ مُرْتَدًّا ، وَأَنْ
يُقِرَّ بِمَا أَنْكَرَهُ ، وَأَنْ يَرْجِعَ عَمَّا اسْتَبَاحَهُ إِنْ كَانَ كُفْرُهُ
بِجَحْدِ مُجْمَعٍ عَلَيْهِ أَوْ اسْتِبَاحَةِ مُحَرَّمٍ كَذَلِكَ
Adapun **(Islam)**, maka ia adalah berserah diri dan tunduk
patuh terhadap apa yang dibawa oleh Nabi *shallallahu 'alaihi wa sallam*
mengenai hal-hal yang telah diketahui dari agama secara aksiomatis (*maklum
biddharurah*). Yang dimaksud dengan tunduk patuh di sini adalah pengakuan
melalui lisan (ikrar) terhadap seluruh apa yang dibawa oleh Nabi *shallallahu
'alaihi wa sallam*, yang mencakup penetapan keesaan bagi Allah Ta'ala serta
penetapan kerasulan bagi junjungan kita Nabi Muhammad *shallallahu 'alaihi wa
sallam*.
Pengakuan tersebut dapat tercapai dengan mengucapkan dua
kalimat syahadat. Maka dalam keadaan bagaimanapun, poros Islam itu bertumpu
pada pengucapan dua kalimat syahadat. Namun, Islam tidak dapat menjadi
penyelamat (di akhirat) kecuali jika disertai dengan ketundukan hati, yang mana
hal itu adalah Iman. Melalui perincian ini, ketahuilah bahwa Islam yang
menyelamatkan dan Iman itu adalah dua hal yang saling beriringan
(*mutalaziman*).
# **Ketentuan dan Syarat Sah Pengucapan Syahadat**
Akan tetapi, disyaratkan dalam diterimanya Islam melalui dua
kalimat syahadat tersebut adanya unsur penafian (*nafi*) dan penetapan
(*itsbat*). Oleh karena itu, tidaklah cukup jika seseorang hanya mengucapkan
*"Allah itu Esa dan Muhammad adalah utusan-Nya"* misalnya. Ini
merupakan pendapat mayoritas ulama dan menjadi pegangan dalam Madzhab Syafi'i.
Namun, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa hal itu tidak
disyaratkan. Menurut pendapat ini, porosnya adalah apa saja yang menunjukkan
pengakuan keesaan bagi Allah Ta'ala dan kerasulan bagi junjungan kita Nabi
Muhammad *shallallahu 'alaihi wa sallam*. Pendapat inilah yang menjadi pegangan
(*mu'tamad*) dalam Madzhab Maliki.
Berdasarkan pendapat pertama (Madzhab Syafi'i), disyaratkan
pula mendatangkan lafal **"Asyhadu"** (Aku bersaksi), yaitu dengan
mengucapkan: *“Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan
rasulullah”*.
Di samping itu, disyaratkan pula syarat-syarat berikut:
**Memahami maknanya meskipun secara global.** Maka apabila
seorang non-Arab dituntun untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dalam bahasa
Arab, lalu ia melafazkannya padahal ia tidak mengetahui maknanya sama sekali,
maka ia belum dihukum sah Islamnya.
**Berurutan (*tartib*).** Jika ia membalik urutan kedua
syahadat tersebut (mendahulukan syahadat rasul baru syahadat tauhid), maka
Islamnya tidak sah menurut pendapat yang *mu'tamad*.
**Beriringan langsung (*muwalah*).** Jika ada jeda waktu
yang terlalu lama antara syahadat pertama dengan syahadat kedua, maka Islamnya
juga tidak sah menurut pendapat yang *mu'tamad*.
**Baligh dan Berakal.** Maka tidak sah Islamnya orang yang
tidak memenuhi kedua kriteria ini kecuali secara *taba'an* (mengikuti keislaman
orang tuanya).
**Tidak menampakkan perkara yang menafikan ketundukan.**
Maka tidak sah Islamnya seseorang yang bersujud kepada berhala pada saat ia
sedang melakukan sujud tersebut.
**Atas dasar pilihan sendiri (*sukarela*).** Maka tidak
sah Islamnya orang yang dipaksa (*mukrah*), kecuali jika ia adalah seorang
kafir harbi atau seorang yang murtad.
**Mengakui apa yang sebelumnya ia ingkari,** serta kembali
(bertaubat) dari apa yang sebelumnya ia halalkan, apabila kekafirannya yang
terdahulu disebabkan oleh pengingkaran terhadap perkara yang telah disepakati
ulama (*ijma'*) atau karena menghalalkan suatu perkara yang telah jelas
diharamkan dalam agama.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar Isi
Download Terjemah Kitab Tanwirul Qulub
Cara cepat dan tanpa Ribet untuk memiliki 200 + Kitab Terjemah. Klik disini
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.