بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab Ke-58.
Tentang Penjelasan Tipu Daya Dunia
البَابُ الثَّامِنُ وَالخَمْسُونَ
فِي بَيَانِ غُرُورِ الدُّنْيَا
جَمِيعُ أَحْوَالِ الدُّنْيَا مَصْرُوفَةٌ إِلَى مَا يَسُوءُ وَيَسُرُّ، فَلَيْسَتْ مُسَاعِدَةً لِجَمِيعِ أَهْلِهَا، وَإِنَّمَا هِيَ مُتَلَوِّنَةٌ، عَلَى مَا اقْتَضَتْهُ حِكْمَةُ الحَكِيمِ. قَالَ سُبْحَانَهُ: ﴿وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ ۞ إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَ﴾. قَالَ بَعْضُ المُفَسِّرِينَ: مُخْتَلِفِينَ فِي الرِّزْقِ، يُرِيدُ اخْتِلَافَهُمْ فِي الغِنَى وَالفَقْرِ
فَمَنِ الوَاجِبِ عَلَى مَنْ سَاعَدَتْهُ دُنْيَاهُ وَأَخْدَمَهَا لَهُ مَوْلَاهُ، أَنْ يَتَلَقَّى ذَلِكَ بِشُكْرِهِ، وَيَتَوَجَّهَ إِلَيْهِ بِصَنَائِعِ المَعْرُوفِ فَإِنَّهَا تَقِي مَصَارِعَ السُّوءِ، وَلَا يَغْتَرَّ بِدُنْيَاهُ وَكَفَى بِقَوْلِهِ تَعَالَى: ﴿فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُور
وَقَوْلِهِ تَعَالَى: ﴿وَلَكِنَّكُمْ فَتَنتُمْ أَنفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْأَمَانِيُّ﴾ الآيَة. تَنْفِيرًا عَنِ الغُرُورِ بِهَا
وَقَالَ ﷺ: «حَبَّذَا نَوْمُ الأَكْيَاسِ وَفِطْرُهُمْ، كَيْفَ يَغْبِطُونَ سَهَرَ الحَمْقَى وَاجْتِهَادَهُمْ، وَلَمِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ صَاحِبِ تَقْوَى وَيَقِينٍ، أَفْضَلُ مِنْ مِلْءِ الأَرْضِ مِنَ المُغْتَرِّينَ
وَقَالَ ﷺ: «الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ، وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ المَوْتِ، وَالأَحْمَقُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا، وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ الأَمَانِيَّ
Seluruh keadaan dunia berputar di
antara hal yang menyusahkan dan menyenangakan. Dunia tidak akan selalu
berpihak/membantu kepada seluruh penghuninya, melainkan ia selalu berubah-ubah
sesuai dengan apa yang dituntut oleh hikmah dari Allah Yang Mahabijaksana.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: “Tetapi mereka senantiasa
berselisih pendapat, kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.” (QS.
Hud: 118-119). Sebagian ahli tafsir berkata: "Berselisih dalam hal
rezeki," maksudnya adalah perbedaan mereka dalam hal kekayaan dan
kemiskinan.
Maka, kewajiban bagi orang yang
dunianya berpihak padanya dan dijadikannya tunduk oleh pelindungnya (Allah),
adalah menyambut hal itu dengan rasa syukur, dan menghadap kepada-Nya dengan
perbuatan-perbuatan baik, karena perbuatan baik itu dapat membendung
keburukan/kesengsaraan. Janganlah ia terpedaya oleh dunianya, dan cukuplah
firman Allah Ta'ala sebagai peringatan: “Maka janganlah sekali-kali
kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan pula penipu (setan)
memperdayakan kamu tentang Allah.” (QS. Luqman: 33 / Fatir: 5).
Serta firman-Nya Ta'ala: “Tetapi
kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu-nunggu (kehancuran kami) dan kamu
ragu-ragu serta dipalingkan oleh angan-angan kosong...” hingga akhir ayat
(QS. Al-Hadid: 14), sebagai bentuk peringatan agar menjauhi tipu daya dunia.
Nabi ﷺ
bersabda: “Betapa indahnya tidurnya orang-orang yang cerdas (berakal) dan
tidak berpuasanya mereka! Bagaimana bisa mereka (orang bodoh) iri dengan
begadangnya orang-orang bodoh dan kesungguhan ibadah mereka? Sungguh, seberat
zarrah (biji sawi) ibadah dari orang yang memiliki ketakwaan dan keyakinan,
lebih baik daripada pahala seisi bumi dari orang-orang yang terperdaya.”
Nabi ﷺ
juga bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menundukkan
nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang
lemah/bodoh adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya lalu berharap
(paling baik) kepada Allah dengan angan-angan kosong.”
وَقَالَ الشَّاعِرُ
وَمَنْ يَحْمَدُ الدُّنْيَا لِشَيْءٍ يَسُرُّهُ ... فَسَوْفَ لَعَمْرِي عَنْ قَلِيلٍ يَلُومُهَا
إِذَا أَدْبَرَتْ كَانَتْ عَلَى المَرْءِ حَسْرَةً ... وَإِنْ أَقْبَلَتْ كَانَتْ كَثِيرًا هُمُومُهَا
وَقَالَ آخَرُ
تَاللَّهِ لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا بِأَجْمَعِهَا ... تَبْقَى عَلَيْنَا وَيَأْتِي رِزْقُهَا رَغَدَا
مَا كَانَ فِي حَقِّ حُرٍّ أَنْ يَذِلَّ لَهَا ... فَكَيْفَ وَهِيَ مَتَاعٌ يَضْمَحِلُّ غَدَا
وَأَنْشَدَ ابْنُ بَسَّامٍ
أُفٍّ لِلدُّنْيَا وَأَيَّامِهَا ... فَإِنَّهَا لِلْحُزْنِ مَخْلُوقَهْ
غُمُومُهَا لَا تَنْقَضِي سَاعَةً ... عَنْ مَلِكٍ فِيهَا وَلَا سُوقَهْ
يَا عَجَبًا مِنْهَا وَمِنْ شَأْنِهَا ... عَدُوَّةٌ لِلنَّاسِ مَعْشُوقَهْ
وَأَنْشَدَ آخَرُ
وَقَائِلَةٍ أَرَى الأَيَّامَ تُعْطِي ... لِلَئَامِ النَّاسِ مِنْ رِزْقٍ حَثِيثْ
وَتَمْنَعُ مَنْ لَهُ شَرَفٌ وَفَضْلٌ ... فَقُلْتُ لَهَا: خُذِي أَصْلَ الحَدِيثْ
رَأَتْ جُلَّ المَكَاسِبِ مِنْ حَرَامٍ ... فَجَادَتْ بِالخَبِيثِ عَلَى الخَبِيثْ
وَأَنْشَدَ آخَرُ أَيْضًا
سَلِ الأَيَّامَ مَا فَعَلَتْ بِكِسْرَى ... وَقَيْصَرَ وَالقُصُورِ وَسَاكِنِيهَا
أَمَا اسْتَدْعَتْهُمُ لِلْمَوْتِ طُرًّا ... فَلَمْ تَدَعِ الحَلِيمَ وَلَا السَّفِيهَا
وَحُكِيَ أَنَّ أَعْرَابِيًّا نَزَلَ بِقَوْمٍ، فَقَدَّمُوا إِلَيْهِ طَعَامًا، فَأَكَلَ، ثُمَّ نَامَ فِي ظِلِّ خَيْمَتِهِمْ. فَاَقْتَلَعُوا الخَيْمَةَ، فَأَصَابَهُ حَرُّ الشَّمْسِ، فَانْتَبَهَ فَارْتَحَلَ، وَهُوَ يَقُولُ
إِلَا إِنَّمَا الدُّنْيَا كَظِلِّ بَنِيَّةٍ ... وَلَا بُدَّ يَوْمًا أَنْ ظِلَّكَ زَائِلُ
وَقَالَ أَيْضًا
أَلَا إِنَّمَا الدُّنْيَا مَقِيلٌ لِرَاكِبٍ ... قَضَى وَطَرًا مِنْ مَنْزِلٍ ثُمَّ هَجَّرَا
وَقَالَ بَعْضُ الحُكَمَاءِ لِصَاحِبٍ لَهُ: قَدْ أَسْمَعَكَ الدَّاعِي، وَأَعْذَرَ إِلَيْكَ الطَّالِبُ، وَلَا أَحَدَ أَعْظَمُ رَزِيَّةً مِمَّنْ ضَيَّعَ اليَقِينَ، وَأَخْطَأَ العَمَلَ
وَقَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ: كَفَى بِخَشْيَةِ اللهِ عِلْمًا، وَكَفَى بِالاِغْتِرَارِ بِاللهِ جَهْلًا
وَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «مَنْ أَحَبَّ الدُّنْيَا وَسُرَّ بِهَا، ذَهَبَ خَوْفُ الآخِرَةِ مِنْ قَلْبِهِ
وَقَالَ بَعْضُهُمْ: إِنَّ العَبْدَ يُحَاسَبُ عَلَى التَّحَزُّنِ عَلَى مَا فَاتَهُ مِنَ الدُّنْيَا، وَيُحَاسَبُ بِفَرَحِهِ فِي الدُّنْيَا، إِذَا قَدَرَ عَلَيْهَا، وَلَقَدْ كَانَ السَّلَفُ الصَّالِحُ فِيمَا أُحِلَّ لَهُمْ، أَزْهَدَ مِنْكُمْ فِيمَا حُرِّمَ عَلَيْكُمْ، إِنَّ الَّذِي لَا بَأْسَ بِهِ عِنْدَكُمْ كَانَ مِنَ المُوبِقَاتِ عِنْدَهُمْ
وَكَانَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ العَزِيزِ كَثِيرًا مَا يَتَمَثَّلُ بِهَذِهِ الأَبْيَاتِ، وَهِيَ لِمِسْعَرِ بْنِ كِدَامٍ
نَهَارُكَ يَا مَغْرُورُ نَوْمٌ وَغَفْلَةٌ ... وَلَيْلُكَ نَوْمٌ وَالرَّدَى لَكَ لازِمُ
يَغُرُّكَ مَا يَفْنَى وَتَفْرَحُ بِالمُنَى ... كَمَا غُرَّ بِاللَّذَّاتِ فِي النَّوْمِ حَالِمُ
وَشُغْلُكَ فِيهَا سَوْفَ تَكْرَهُ عُقْبَهُ ... كَذَلِكَ فِي الدُّنْيَا تَعِيشُ البَهَائِمُ
Seorang penyair berkata:
Barang siapa memuji dunia karena
sesuatu yang menyenangkannya...
Demi umurku, sebentar lagi ia pasti
akan mencelanya.
Jika dunia berpaling, ia menjadi
penyesalan bagi seseorang...
Dan jika dunia datang mendekat,
justru semakin banyak pula kecemasannya.
Penyair lain berkata:
Demi Allah, seandainya dunia beserta
seluruh isinya ini...
Kekal bersama kita dan rezekinya
datang dengan sangat melimpah,
Tetap tidak layak bagi seorang yang
merdeka untuk merendahkan diri padanya...
Lantas bagaimana (mungkin
merendahkan diri), sedangkan dunia adalah kenikmatan yang akan lenyap esok
hari?
Ibnu Bassam bersyair:
Cis untuk dunia dan hari-harinya...
Sungguh dunia diciptakan untuk duka.
Kesusahannya tidak pernah berhenti
walau sesaat... Baik bagi seorang raja maupun rakyat biasa.
Alangkah herannya terhadap dunia dan
urusannya... Ia adalah musuh bagi manusia, namun paling dicintai.
Penyair lain bersyair:
Seorang wanita berkata: "Aku
lihat hari-hari memberi rezeki yang cepat kepada orang-orang tercela,"
“Serta menghalangi orang yang
memiliki kemuliaan dan keutamaan.” Maka kukatakan padanya: "Pahamilah akar
masalahnya,"
“Dunia melihat sebagian besar
penghasilan berasal dari yang haram, maka ia pun mengobral hal yang buruk
kepada orang yang buruk pula.”
Penyair lain juga bersyair:
Tanyakan pada sang waktu, apa yang
telah dilakukannya pada Kisra... Dan Caesar, serta istana-istana dan para
penghuninya?
Bukankah waktu telah memanggil
mereka semua menuju kematian... Tanpa menyisakan orang yang santun maupun orang
yang bodoh?
Diceritakan bahwa seorang Arab Badui
singgah di suatu kaum, lalu mereka menyajikan makanan kepadanya, ia pun makan
lalu tidur di bawah naungan tenda mereka. Kemudian mereka mencabut tenda
tersebut hingga ia terkena teriknya panas matahari. Ia pun terbangun lalu
berangkat melanjutkan perjalanan seraya berkata:
Ingatlah, sesungguhnya dunia ini
bagaikan naungan kemah... Dan suatu hari pastilah bayanganmu itu akan lenyap.
Ia juga berkata:
Ingatlah, sesungguhnya dunia
hanyalah tempat istirahat sejenak bagi seorang pengendara... Yang telah
menunaikan hajatnya di suatu persinggahan, lalu berangkat lagi di tengah panas
terik.
Sebagian ahli hikmah berkata kepada
sahabatnya: "Penyeru (kematian) telah membuatmu mendengar, dan penuntut
(ajal) telah meniadakan alasan bagimu. Tidak ada musibah yang lebih besar
daripada orang yang menyia-nyiakan keyakinan dan salah dalam beramal."
Ibnu Mas'ud berkata: "Cukuplah
rasa takut kepada Allah sebagai sebuah ilmu, dan cukuplah terperdaya (merasa
aman) dari Allah sebagai sebuah kebodohan."
Rasulullah ﷺ
bersabda: “Barang siapa yang mencintai dunia dan merasa senang dengannya,
maka akan hilang rasa takut terhadap akhirat dari hatinya.”
Sebagian ulama berkata:
"Sesungguhnya seorang hamba akan dihisab atas kesedihannya terhadap apa
yang luput darinya dari perkara dunia, dan ia akan dihisab atas kegembiraannya
pada dunia ketika berhasil menguasainya. Sungguh, para salafus shalih
(generasi terdahulu) dalam hal-hal yang dihalalkan bagi mereka, jauh lebih
zuhud daripada kalian dalam hal-hal yang diharamkan atas kalian. Sesungguhnya
hal yang kalian anggap biasa (tidak mengapa), dahulu di sisi mereka dianggap
sebagai dosa-dosa yang membinasakan."
Khalifah Umar bin Abdul Aziz sering
kali bersyair dengan bait-bait ini, yang merupakan karya Mis'ar bin Kidam:
Siangmu wahai orang yang terperdaya
adalah tidur dan kelalaian... Sedangkan malammu adalah tidur, padahal
kebinasaan selalu mengintaimu.
Engkau terperdaya oleh apa yang akan
fana dan gembira dengan angan-angan... Sebagaimana orang yang bermimpi
terperdaya oleh kelezatan di dalam tidurnya.
Kesyibukanmu di dunia kelak akan kau
benci akibatnya... Begitulah cara hidup binatang ternak di dunia.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Cara cepat dan tanpa Ribet untuk memiliki 200 +
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsense. Mohon Keridhoannya dan ikut meng-KLIK iklannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.