بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Tajul ‘Arus Bab 22:
Al-Arif Billah (Orang yang
Mengenal Allah Ta'ala) Tidak Memiliki Dunia Maupun
Akhirat
العارف بالله تعالى لا دنيا له ولا آخرة
وسمعت شيخنا أبا العباس المرسي رضي الله تعالى عنه يقول: العارف لا دنيا له ولا آخرة لأن دنياه لآخرته، وآخرته لربه، وعلى هذا تحمل أحوال الصحابة والسلف رضي الله تعالى عنهم أجمعين، فكلما دخلوا فيه من الأسباب فهم بذلك إلى الله متقربون ولرضاه منتسبون لا يقصدون بذلك الدنيا وزينتها ووجود لذاتها، ولهذا وصفهم الحق سبحانه وتعالى بقوله تعالى: ﴿مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ﴾ الآية
وما ظنك بقوم يحبهم الله واختارهم لصحبة رسوله صلى الله عليه وآله وسلم ولمواجهة خطابه في تنزيله، فما أحد من المؤمنين إلى يوم القيامة إلا وللصحابة في عنقه منن لا تحصى وأياد لا تنسى، لأنهم هم الذين حملوا إلينا عن النبي صلى الله عليه وآله وسلم الحكم والأحكام وبينوا الحلال من الحرام، الخاص والعام وفتحوا الأقاليم والبلاد، وقهروا أهل الشرك والعناد فحق فيهم قوله صلى الله عليه وآله وسلم: "أصحابي كالنجوم بأيهم اقتديتم اهتديتم"، وقد وصفهم الله في الآية الكريمة بأوصاف إلى أن قال: ﴿يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللهِ وَرِضْوَانًا، وَيَنْصُرُونَ اللهَ وَرَسُولَهُ﴾ دلّ ذلك من قوله سبحانه وتعالى، إنهم ما ابتغوا بما حملوه من الدنيا ولم يقصدوا بذلك إلا وجهه الكريم وفضله العظيم وقال سبحانه وتعالى في آية أخرى: ﴿فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ﴾ الآية ولم ينف عنهم الأسباب، ولا التجارة ولا البيع ولا الشراء فلا يخرجهم عن المدحة غناهم إذا قاموا بحقوق مولاهم
Aku mendengar guru
kami, Abul Abbas al-Mursi radhiyallahu 'anhu
berkata: "Seorang Arif tidak memiliki dunia maupun
akhirat, karena dunianya adalah untuk akhiratnya, dan akhiratnya adalah untuk
Tuhannya." Atas dasar inilah keadaan para Sahabat dan ulama Salaf
dipahami. Segala bentuk sebab (urusan duniawi) yang mereka masuki, mereka tujukan
semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengharap keridaan-Nya.
Mereka tidak memaksudkan hal itu untuk mengejar dunia, perhiasannya, atau demi
kelezatan dunia itu sendiri. Oleh karena itu, Allah menyifatkan mereka dalam
firman-Nya: "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang
bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih
sayang sesama mereka..." (Al-Fath: 29).
Apa prasangkamu
terhadap suatu kaum yang dicintai Allah dan dipilih-Nya untuk menemani
Rasul-Nya ﷺ
serta menjadi lawan bicara langsung saat wahyu diturunkan? Tidak ada seorang
mukmin pun hingga hari kiamat kecuali di lehernya terdapat hutang budi yang tak
terhitung dan jasa yang tak terlupakan kepada para Sahabat. Karena merekalah
yang membawa hikmah dan hukum-hukum dari Nabi ﷺ
kepada kita, menjelaskan yang halal dari yang haram, yang khusus dan yang umum,
membuka wilayah-wilayah dan negeri-negeri, serta menundukkan kaum musyrik dan
pembangkang. Maka benarlah sabda Nabi ﷺ
mengenai mereka: "Sahabatku bagaikan bintang-bintang,
dengan siapa pun kalian meneladani, niscaya kalian mendapat petunjuk."
Allah telah
menyifatkan mereka dalam ayat yang mulia dengan berbagai sifat hingga
berfirman: "...mereka mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, dan mereka
menolong Allah dan Rasul-Nya." Hal ini menunjukkan bahwa apa
pun yang mereka bawa dari urusan dunia, mereka tidak bermaksud kecuali hanya
mengharap Wajah-Nya Yang Mulia dan karunia-Nya yang agung. Allah juga berfirman
dalam ayat lain: "Di rumah-rumah yang telah diperintahkan
Allah untuk ditinggikan dan disebut nama-Nya di dalamnya..."
(An-Nur: 36). Allah tidak menafikan adanya usaha (asbab), perdagangan,
maupun jual beli pada diri mereka. Kekayaan mereka tidaklah mengeluarkan mereka
dari pujian Allah, selama mereka tetap menunaikan hak-hak Tuhan mereka.
Selanjutnya>>
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Kitab Tajul ‘Arus Bab 22: Al-Arif Billah ituTidak Memiliki Dunia Maupun Akhirat
Description : Kitab Tajul ‘Arus Bab 22: Al-Arif Billah (Orang yang Mengenal Allah Ta'ala) Tidak Memiliki Dunia Maupun Akhirat العارف بالله تعال...