بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
Wasiat No. 37
Kesombongan dan Keangkuhan
الوصية رقم ٣٧
الكبر والخيلاء
إياك والخيلاء وارفع ثوبك فوق كعبك أو إلى نصف ساقك، روي عن رسول الله ﷺ أنه قال (إِزْرَةُ المؤمنِ إلى نصفِ ساقه) أو كما قال، ولعلي ابن أبي طالب القيرواني في ذلك: تَقْصيرُكَ الثّوبَ حقاً أنْـقـى وأبْـقـى وأتْـقـى***
فأما قوله (أنقى) فلارتفاعه عن القاذورات والنجاسات التي تكون في الطرق، وأما قوله (أبقى) فإن الثوب إذا طال حكّ في الأرض بالمشي فيسارع إليه التقطيع فيقلّ عمر الثوب فإنه يخلق بالعجلة إذا طال بما يصيب الأرض منه، وأما قوله (أتقى) فإنه مشروع - أعني تقصير الثوب - إلى نصف الساق، والمتقي من جعل الشرع له وقاية وجنة يتقي بها ما يؤذيه من شياطين الإنس والجن، وإن الله لا ينظر لمن يجرّ ثوبه خيلاء، وإياك أن تسأل الناس تكثراً وعندك ما يغنيك في حال سؤالك، فإن المسألة خُدوش أو خُموش في وجههم يوم القيامة، فإذا اضطررت ولم تقدر على شغل فاسأل قوتك لا تتعداه إذا لم يرزقك الله يقيناً وثقة به، وكفارة ذلك عدم تكثرك واقتصارك في المسألة على بُلغة وقتك، فإن السائل تكثراً يأتي يوم القيامة ومسألته خدوش وخموش وقروح في وجهه، ومسألة المؤمن حَرَق النار، ومعنى ذلك أن المؤمن يجد عند سؤاله مخلوقاً مثله ودفع ضرورته مثل حَرَق النار في قلبه من الحياء في ذلك حيث لم يُنزل مسألته ودفع ضرورته بربه الذي بيده ملكوت كل شيء وهو الذي يُسخّر له هذا المسؤول منه حتى يعطيه. ومن وجد عند ذلك تعززا وتكبرا حيث التجأ إلى مخلوق مثله فذلك من شرف همته من حيث لا يشعر، وشرف الهمة أحسن من دناءة الهمة فإن العبد يتغزز على عبد مثله كما أن فخره وشرفه في فقره إلى سيده وسؤاله في دفع ضروراته ومُلمّاته وقضاء مهماته
Waspadalah terhadap
keangkuhan dan angkatlah pakaianmu di atas mata kaki atau hingga pertengahan
betis. Diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ
bahwa beliau bersabda: "Pakaian (sarung) seorang mukmin adalah
hingga pertengahan betisnya" (atau sebagaimana yang beliau
sabdakan). Terkait hal ini, Ali bin Abi Thalib al-Qairawani berkata:
Memendekkan pakaian itu
sungguh... lebih bersih, lebih awet, dan lebih bertakwa.
·
Lebih Bersih (Anqa): Karena posisinya yang tinggi dari kotoran dan najis yang ada di
jalanan.
·
Lebih Awet (Abqa): Karena jika pakaian terlalu panjang, ia akan menyeret di tanah
saat berjalan sehingga cepat robek dan rusak; umurnya menjadi pendek karena
gesekan dengan tanah.
·
Lebih Bertakwa (Atqa): Karena memendekkan pakaian hingga tengah betis adalah hal yang
disyariatkan. Orang yang bertakwa adalah orang yang menjadikan syariat sebagai
pelindung dan tameng dari gangguan setan manusia maupun jin.
Sesungguhnya Allah
tidak akan melihat orang yang menyeret pakaiannya karena sombong. Waspadalah
pula dari meminta-minta kepada orang lain untuk memperkaya diri padahal kamu
memiliki kecukupan. Sesungguhnya meminta-minta (tanpa darurat) akan menjadi
bekas luka atau cakaran di wajah pada hari kiamat. Jika terpaksa dan tidak
mampu bekerja, mintalah sekadar kebutuhan pokokmu saja, jangan berlebih, jika
engkau belum dianugerahi keyakinan dan tawakal yang penuh kepada Allah. Tebusan
(kafarat) bagi hal itu adalah dengan tidak meminta lebih dan membatasi
permintaan hanya untuk penyambung hidup saat itu.
Barangsiapa meminta-minta
untuk memperkaya diri, ia akan datang pada hari kiamat dengan luka, cakaran,
dan borok di wajahnya. Permintaan seorang mukmin (karena terpaksa) diibaratkan
seperti "sengatan api". Maknanya, seorang mukmin merasakan rasa malu
yang membakar hatinya seperti api ketika harus meminta kepada sesama makhluk
untuk memenuhi kebutuhannya, karena ia tidak mengadukan hajatnya langsung
kepada Tuhannya—Pemilik segala kerajaan—yang sebenarnya mampu menggerakkan hati
orang yang dimintai tersebut untuk memberi. Barangsiapa yang merasa tinggi hati
atau sombong saat meminta kepada sesama makhluk, maka itu menunjukkan kehinaan
jiwanya tanpa ia sadari. Memiliki kemuliaan jiwa (dengan tidak meminta-minta)
jauh lebih baik daripada jiwa yang rendah. Seorang hamba seharusnya hanya
merasa butuh dan bangga dalam kefakirannya di hadapan Tuannya (Allah), serta
hanya memohon kepada-Nya dalam mengatasi kesulitan dan memenuhi segala
keperluannya.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar isi Kitab Wasiat – Wasiat Ibn ‘Arabi
Cara cepat dan tanpa Ribet untuk memiliki 200 + Kitab Terjemah. Klik disini
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Terjemah Al-Washaya li Ibn al-‘Arabi 37: Kesombongan dan Keangkuhan
Description : Wasiat No. 37 Kesombongan dan Keangkuhan الو صية رقم ٣٧ الكبر والخيلاء إياك والخيلاء وارفع ثوبك فوق كعبك أو إلى نصف ساقك، روي عن رسول الل...