بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 47.
Tentang Keutamaan Berzikir
kepada Allah Ta'ala 2
وقال رسول الله ﷺ : ما جلس قوم مجلسا يذكرون الله عز وجل إلا حفت بهم الملائكة وغشيتهم الرحمة وذكرهم الله تعالى فيمن عنده ، وقال ﷺ ما من قوم اجتمعوا يذكرون الله تعالى لا يريدون بذلك إلا وجهه إلا ناداهم مناد من السماء قوموا مغفوراً لكم قد بدلت لكم سيئاتكم حسنات ، وقال ﷺ : ما قعد قوم مقعداً لم يذكروا الله سبحانه وتعالى فيه ولم يصلوا على النبي ﷺ إلا كان عليهم حسرة يوم القيامة وقال داود عليه السلام : إلهي إذا رأيتني أجاوز مجالس الذاكرين إلى مجالس الغافلين فاكسر رجلي دونهم فإنها نعمة تنعم بها علي . وقال ﷺ المجلس الصالح يكفر عن المؤمن ألفي ألف مجلس من مجالس السوء .
وقال أبو هريرة رضي الله عنه : أن أهل السماء ليتراؤون بيوت أهل الأرض التي يذكر فيها اسم الله تعالى كما تتراءى النجوم
وقال سفيان بن عيينة رحمه الله إذا اجتمع قوم يذكرون الله تعالى اعتزل الشيطان والدنيا . فيقول الشيطان للدنيا ألا ترين ما يصنعون فتقول الدنيا دعهم فإنهم إذا تفرقوا أخذت بأعناقهم إليك
وعن أبي هريرة رضي الله عنه أنه دخل السوق وقال : أراكم ههنا وميراث رسول الله ﷺ يقسم في المسجد فذهب الناس إلى المسجد وتركوا السوق فلم يروا ميراثاً فقالوا يا أبا هريرة ما رأينا ميراثاً يقسم في المسجد قال : فماذا رأيتم قالوا : رأينا قوماً يذكرون الله عز وجل يقرؤون القرآن قال : فذلك ميراث رسول الله ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah suatu kaum duduk dalam suatu majelis
seraya berzikir kepada Allah Azza wa Jalla, melainkan para malaikat akan
mengelilingi mereka, rahmat akan meliputi mereka, dan Allah Ta'ala akan
menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya." Beliau ﷺ juga bersabda: "Tidaklah suatu kaum berkumpul untuk
berzikir kepada Allah Ta'ala dengan hanya mengharap rida-Nya, melainkan seorang
penyeru dari langit akan berseru kepada mereka: 'Berdirilah kalian dalam
keadaan telah diampuni, sungguh keburukan-keburukan kalian telah diganti dengan
kebaikan'." Dan beliau ﷺ
bersabda: "Tidaklah suatu kaum duduk di suatu tempat tanpa berzikir kepada
Allah Subhaanahu wa Ta'ala dan tanpa bersalawat kepada Nabi ﷺ di dalamnya, melainkan hal itu akan menjadi penyesalan bagi
mereka pada hari kiamat."
Nabi Daud عليه السلام berkata: "Wahai Tuhanku, jika Engkau
melihatku melampaui majelis orang-orang yang berzikir menuju majelis
orang-orang yang lalai, maka patahkanlah kakiku sebelum sampai kepada mereka,
karena sesungguhnya itu adalah nikmat yang Engkau anugerahkan kepadaku."
Beliau ﷺ
juga bersabda: "Majelis yang saleh menghapuskan bagi seorang mukmin dua
juta majelis yang buruk."
Abu Hurairah رضي الله عنه berkata: "Sesungguhnya penduduk
langit benar-benar melihat rumah-rumah penduduk bumi yang di dalamnya disebut
nama Allah Ta'ala, sebagaimana terlihatnya bintang-bintang (oleh penduduk
bumi)."
Sufyan bin 'Uyainah رحمه الله berkata: "Apabila suatu kaum berkumpul
untuk berzikir kepada Allah Ta'ala, maka setan dan dunia akan menjauh."
Setan berkata kepada dunia: "Tidakkah engkau lihat apa yang mereka
lakukan?" Dunia menjawab: "Biarkanlah mereka, karena sesungguhnya
jika mereka telah berpisah, aku akan menyeret leher-leher mereka
kepadamu."
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, bahwasanya ia masuk ke pasar lalu
berkata: "Aku melihat kalian di sini, padahal warisan Rasulullah ﷺ sedang dibagikan di masjid." Maka orang-orang pun pergi ke
masjid dan meninggalkan pasar, namun mereka tidak melihat adanya warisan yang
dibagikan. Mereka bertanya: "Wahai Abu Hurairah, kami tidak melihat ada
warisan yang dibagikan di masjid." Ia bertanya: "Lalu apa yang kalian
lihat?" Mereka menjawab: "Kami melihat suatu kaum sedang berzikir kepada
Allah Azza wa Jalla dan membaca Al-Qur'an." Ia berkata: "Itulah
warisan Rasulullah ﷺ."
وروى الأعمش عن أبي صالح عن أبي هريرة وأبي سعيد الخدري عنه ﷺ انه قال إن لله عز وجل ملائكة سياحين في الأرض فضلا عن كتاب الناس فإذا وجدوا قوماً يذكرون الله عز وجل تنادوا هلموا إلى بغيتكم فيجيئون فيحفون بهم إلى السماء ، فيقول الله تبارك وتعالى أي شيء تركتم عبادي يصنعونه فيقولون تركناهم يحمدونك ويمجدونك ويسبحونك فيقول الله تبارك وتعالى وهل رأوني فيقولون : لا فيقول جل جلاله كيف لو رأوني فيقولون لو رأوك لكانوا أشد تسبيحاً وتحميداً وتمجيداً فيقول لهم من أي شيء يتعوذون فيقولون من النار فيقول تعالى وهل رأوها فيقولون لا . فيقول الله عز وجل فكيف لو رأوها فيقولون لو رأوها لكانوا أشد هربا منها وأشد نفورا . فيقول الله عز وجل وأي شيء يطلبون فيقولون الجنة فيقول تعالى وهل رأوها فيقولون لا . فيقول تعالى فكيف لو رأوها فيقولون لو رأوها لكانوا أشد عليها حرصا فيقول جل جلاله إني أشهدكم أني قد غفرت لهم فيقولون كان فيهم فلان ابن فلان لم يردهم إنما جاء لحاجة فيقول الله عز وجل هم القوم لا يشقى جليسهم
وقال ﷺ أفضل ما قلت أنا والنبيون من قبلي لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وقال ﷺ : من قال لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير كل يوم مائة مرة كانت له عدل عشر رقاب وكتبت له مائة حسنة ومحيت عنه مائة سيئة وكانت له حرز من الشيطان يومه ذلك حتى يمسي ولم يأت أحد بأفضل مما جاء به إلا أحد عمل أكثر من ذلك . قال
وقال ﷺ ما من عبد توضأ فأحسن الوضوء ثم رفع طرفه الى السماء فقال أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله إلا فتحت له أبواب الجنة يدخل من أيها شاء
(Diriwayatkan) oleh
Al-A'masy dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id al-Khudri, dari Nabi
ﷺ bahwa beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla
memiliki malaikat yang berkeliling di bumi—selain malaikat pencatat amal
manusia—jika mereka menemukan suatu kaum yang sedang berzikir kepada Allah Azza
wa Jalla, mereka saling memanggil: 'Kemarilah menuju apa yang kalian cari !'.
Maka mereka datang lalu mengelilingi kaum tersebut dengan sayap-sayap mereka
hingga ke langit dunia.
Lalu Allah Tabaraka wa
Ta'ala bertanya (kepada para malaikat): 'Dalam keadaan apa kalian meninggalkan
hamba-hamba-Ku saat mereka melakukan sesuatu?'. Malaikat menjawab: 'Kami
meninggalkan mereka dalam keadaan memuji-Mu (tahmid), mengagungkan-Mu (tamjid),
dan menyucikan-Mu (tasbih)'. Allah Tabaraka wa Ta'ala bertanya: 'Apakah mereka
melihat-Ku?'. Malaikat menjawab: 'Tidak'. Allah Jalla Jalaluhu bertanya:
'Bagaimana jika mereka melihat-Ku?'. Malaikat menjawab: 'Jika mereka
melihat-Mu, niscaya mereka akan lebih bersungguh-sungguh dalam bertasbih,
bertahmid, dan bertamjid kepada-Mu'.
Allah bertanya lagi:
'Dari hal apa mereka memohon perlindungan?'. Malaikat menjawab: 'Dari api
neraka'. Allah bertanya: 'Apakah mereka pernah melihatnya?'. Malaikat menjawab:
'Tidak'. Allah Azza wa Jalla bertanya: 'Bagaimana jika mereka melihatnya?'.
Malaikat menjawab: 'Jika mereka melihatnya, niscaya mereka akan lebih menjauh
dan lebih lari darinya'.
Allah Azza wa Jalla
bertanya: 'Dan apa yang mereka minta?'. Malaikat menjawab: 'Surga'. Allah
bertanya: 'Apakah mereka pernah melihatnya?'. Malaikat menjawab: 'Tidak'. Allah
bertanya: 'Bagaimana jika mereka melihatnya?'. Malaikat menjawab: 'Jika mereka
melihatnya, niscaya mereka akan lebih bersemangat untuk mendapatkannya'. Maka
Allah Jalla Jalaluhu berfirman: 'Sesungguhnya Aku mempersaksikan kepada kalian
bahwa Aku telah mengampuni mereka'.
Para malaikat berkata:
'Di antara mereka ada si Fulan bin Fulan, dia tidak bermaksud ikut berzikir,
dia datang hanya karena ada keperluan lain'. Allah Azza wa Jalla berfirman:
'Mereka adalah suatu kaum yang teman duduknya tidak akan celaka'.
Beliau ﷺ bersabda: 'Ucapan paling utama yang aku dan para nabi sebelumku
ucapkan adalah: Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah
(Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya)'.
Beliau ﷺ bersabda: 'Barangsiapa yang mengucapkan: Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa
lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir seratus kali dalam
sehari, maka itu setara dengan memerdekakan sepuluh budak, dicatat baginya
seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, dan menjadi pelindung
baginya dari setan pada hari itu hingga sore hari. Tidak ada seorang pun yang
membawa amal lebih utama darinya, kecuali orang yang mengamalkannya lebih
banyak dari itu'.
Beliau ﷺ bersabda: 'Tidaklah seorang hamba berwudu lalu membaguskan
wudunya, kemudian mengangkat pandangannya ke langit dan berucap: Asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, wa
asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluh, melainkan akan
dibukakan baginya pintu-pintu surga dan ia boleh masuk dari pintu mana saja
yang ia kehendaki'."
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.