بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Terjemah Tuhfatu Saniyyah Syarah Jauharotul Aliyyah Fi Ahkamil Udhiyyah
Kehadiran literatur fikih yang ringkas namun padat materi selalu menjadi oase bagi umat Muslim, terutama saat mendekati bulan Dzulhijjah. Kitab Tuhfatu Saniyyah Syarah Jauharotul Aliyyah Fi Ahkamil Udhiyyah hadir sebagai panduan komprehensif yang membedah seluk-beluk ibadah kurban. Karya ini tidak hanya sekadar menyajikan aturan prosedural, tetapi juga merangkum sari pati pemikiran para otoritas besar dalam madzhab Syafi'i, seperti Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar al-Haitami, sehingga menjadikannya rujukan yang sangat kredibel dan presisi.
Salah satu daya tarik utama dari teks ini adalah strukturnya yang bermula dari manzhumah (bait syair) yang kemudian dijelaskan secara mendalam melalui syarah. Pendekatan ini memudahkan pembaca untuk menghafal poin-poin inti sekaligus memahami argumentasi di baliknya. Pembahasan mengenai kriteria hewan kurban, seperti definisi Musinnah (hewan yang cukup umur) dan Jadz’ah (domba satu tahun), dijelaskan dengan analogi yang menarik dari Ar-Rafi’i, yang menyamakan kedewasaan hewan kurban dengan fase baligh pada manusia.
Artikel ini juga mengupas tuntas hierarki keutamaan hewan kurban yang sering menjadi pertanyaan masyarakat awam. Dalam teks ini dijelaskan secara logis mengapa unta lebih utama dari sapi, dan mengapa sapi lebih utama dari domba, yang didasarkan pada kuantitas daging. Namun, di sisi lain, teks ini memberikan catatan menarik bahwa tujuh ekor kambing bisa lebih utama daripada seekor unta karena aspek berbilangnya penumpahan darah (iraqatud dam), sebuah nuansa fikih yang menunjukkan kedalaman analisis para ulama terdahulu.
Hal yang jarang dibahas secara detail namun dikupas tuntas di sini adalah preferensi warna hewan kurban. Teks ini mengurutkan warna putih (al-amlahan) sebagai posisi puncak, diikuti warna kuning, putih pucat, hingga hitam. Menariknya, alasan di balik urutan ini tidak hanya bersifat dogmatis (ta'abbudi), tetapi juga mempertimbangkan aspek estetika visual (husn al-manzhar) dan kualitas kelezatan dagingnya. Ini menunjukkan bahwa ibadah dalam Islam juga memperhatikan sisi keindahan dan kelayakan materi yang dipersembahkan.
Silahkan Download Kitabnya Disini
https://drive.google.com/file/d/1t1gm62QC2nHtv4j1PBdczROIoEgbvOmc/view?usp=sharing
Cara cepat dan tanpa Ribet untuk memiliki 200 + Kitab Terjemah. Klik disini
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Download Terjemah kitab Tuhfatu Saniyyah Syarah Jauharotul Aliyyah Fi Ahkamil Udhiyyah
Description : Terjemah Tuhfatu Saniyyah Syarah Jauharotul Aliyyah Fi Ahkamil Udhiyyah Kehadiran literatur fikih yang ringkas namun padat materi selalu m...