بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 42.
PENJELASAN JELEKNYA KESOMBONGAN
الباب الثاني والأربعون
في بيان ذم الكبر
قد ذم الله الكبر في مواضع من كتابه وذم كل جبار متكبر، فقال تعالى: {سأصرف عن آياتي الذين يتكبرون في الأرض بغير الحق}، وقال عز وجل: {كذلك يطبع الله على كل قلب متكبر جبار}. وقال تعالى: {واستفتحوا وخاب كل جبار عنيد}. وقال تعالى: {إنه لا يحب المستكبرين} وقال تعالى: {لقد استكبروا في أنفسهم وعتوا عتواً كبيراً}. وقال تعالى {إن الذين يستكبرون عن عبادتي سيدخلون جهنم داخرين} وذم الكبر في القرآن كثير
وقد قال الرسول ﷺ: "لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال حبة من خردل من كبر، ولا يدخل النار من كان في قلبه مثقال حبة من خردل من إيمان
وقال أبو هريرة رضي الله عنه قال رسول الله ﷺ يقول الله تعالى: "الكبرياء ردائي والعظمة إزاري فمن نازعني واحداً منهما ألقيته في جهنم ولا أبالي
وعن أبي سلمة بن عبد الرحمن قال: التقى عبد الله بن عمرو وعبد الله بن عمر على الصفا فتوافقا فمضى ابن عمرو وأقام ابن عمر يبكي. فقالوا: ما يبكيك يا أبا عبد الرحمن؟ فقال: هذا، يعني عبد الله بن عمر وزعم أنه سمع رسول الله ﷺ يقول: "من كان في قلبه مثقال حبة من خردل من كبر أكبه الله في النار على وجهه". وقال رسول الله ﷺ: "لا يزال الرجل يذهب بنفسه حتى يكتب في الكافرين فيصيبه ما أصابهم من العذاب
قال سليمان بن داود عليه السلام يوماً للطير والإنس والجن والبهائم اخرجوا فخرجوا في مائتي ألف من الإنس، ومائتي ألف من الجن حتى سمع زجل الملائكة بالتسبيح في السموات ثم خفض حتى مست أقدامه البحر فسمع صوتاً يقول لو كان في قلب صاحبكم مثقال ذرة من كبر لخسفت به أبعد مما رفعته
وقال ﷺ يخرج من النار عنق له أذنان تسمعان وعينان تبصران ولسان ينطق يقول وكلت بثلاثة بكل جبار عنيد بكل من دعا مع الله إلهاً آخر وبالمصورين، وقال لا يدخل الجنة بخيل ولا جبار ولا سيء المملكة
Allah telah mencela kesombongan di beberapa tempat dari kitab. Nya dan mencela setiap orang yang sewenang-wenang dan sombong. Allah Ta'ala berfirman: “Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar.” Al-N'raf: 146
Allah azza wa jalla berfirman:“Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.” AlMu'min: 35
Allah Ta'ala berfirman: “Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala.” Ibrahim: 15
Allah Ta'ala berfirman: (Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong). An-Nahl: 23.
Allah Ta'ala berfirman: (Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan kezaliman)). Al-Furqan: 21.
Allah Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina.” Al-Mu'min: 60
Celaan terhadap kesombongan banyak sekali dalam Al-Qur’an.
Rasulullah SAW bersabda: “Tidak masuk surga siapa yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi dan tidak masuk neraka siapa yang di dalam hatinya terdapat iman sebesar biji sawi.”
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Allah Ta'ala berkata: Kebesaran diri itu selendang-Ku dan keagungan adalah pakaian-Ku.
Maka siapa yang melawan-Ku dalam salah satu sifat itu, Aku lemparkan dia dalam neraka dan Aku tidak peduli.”
Diriwayatkan dari Abi Salamah bin Abdurrahman, ia berkata: Abdullah bin Amru bertemu dengan Abdullah bin Umar di atas bukit Shafa.
Kemudian ibnu Amru pergi dan ibnu Umar tinggal sambil menangis.
Orang-orang berkata: Apa sebabnya engkau menangis, hai Aba Abdurrahman?
la menjawab: Orang ini, yakni Abdullah bin Amru mengaku bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi, Allah menjerumuskannya di atas wajahnya dalam api neraka.”
Rasulullah SAW bersabda:“Ada orang yang selalu menyombongkan dirinya hingga ia ditulis dalam golongan orang-orang yang sombong dan ia pun ditimpa siksaan yang menimpa mereka.”
Pada suatu hari Sulaiman bin Dawud alaihimas salam berkata kepada burung-burung, manusia dan jin dan binatang-binatang: Keluarlah kalian!
Maka mereka pun keluar dalam 200.000 manusia dan 200.000 jin. Kemudian Sulaiman diangkat hingga ia mendengar suara merdu dari para malaikat yang bertasbih di lapisanlapisan langit, kemudian ia diturunkan hingga kakinya menyentuh laut dan mendengar suara: Andaikata dalam hati teman kalian (Sulaiman) terdapat kesombongan sebesar zarrah, niscaya Aku benamkan dia ke dalam bumi lebih jauh daripada Aku mengangkatnya.
Nabi SAW bersabda: “Keluar dari neraka leher yang mempunyai dua telinga yang bisa mendengar dan dua mata yang bisa melihat dan lidah yang bisa bicara.
la berkata: Aku ditugaskan menghukum tiga macam orang, yaitu setiap orang yang sewenang-wenang dan keras kepala, setiap orang yang menyeru Tuhan selain Allah dan para pelukis atau pematung.” Nabi SAW bersabda: “Tidak masuk surga orang yang kikir, orang yang sewenang-wenang (sombong) dan orang yang bertabiat buruk.”
وقال ﷺ تحاجت الجنة والنار، فقالت : النار أوثرت بالمتكبرين والمتجبرين وقالت الجنة : ما لي لا يدخلني إلا الضعفاء من الناس وسقاطهم وعجزتهم فقال الله للجنة إنما أنت رحمتي أرحم بك من أشاء من عبادي وقال للنار إنما أنت عذابي أعذب بك من أشاء ولكل واحدة منكما ملؤها وقال ﷺ بئس العبد تجبر واعتدى ونسي الجبار الأعلى بئس العبد تجبر واختال ونسي الكبير المتعال بئس العبد عبد غفل وسها ونسي المقابر والبلى بئس العبد عبد عتى وبغى ونسي المبدأ والمنتهى وعن ثابت أنه قال : يا رسول الله ما أعظم كبر فلان فقال أليس بعده الموت
وقال عبد الله بن عمر ان رسول الله ﷺ قال أن نوحاً عليه السلام لما حضرته الوفاة دعا ابنيه ، وقال : إني آمركما باثنتين وانهاكما عن : أنهاكما عن الشرك والكبر وآمركما بلا إله إلا الله فإن السموات والأرضين وما فيهما لو وضعت في كفة الميزان ووضعت لا إله إلا الله في الكفة الأخرى كانت أرجح منها ولو أن السموات والأرضين وما فيهن كانت حلقة جياع فوضعت لا إله إلا الله عليها لقصمتها وآمركما بسبحان الله وبحمده فإنها صلاة كل شيء وبها يرزق كل شيء
وقال المسيح عليه السلام : طوبى لمن علمته الله كتابه ثم لم يمت جباراً
وقال ﷺ : أهل النار كل جعظري جواظ مستكبر جماع مناع وأهل الجنة الضعفاء المقلون ، وقال ﷺ : أن أحبكم إلينا وأقربكم منا في الآخرة أحسنكم أخلاقاً ، وإن ابغضكم إلينا وأبعدكم منا الثرثارون المتشدقون المتفيهقون ، قالوا : يا رسول الله قد علمنا الثرثارون والمتشدقون فما المتفيهقون قال المتكبرون
وقال ﷺ: يُحشر المتكبرون يوم القيامة في مثل صور الذر تطأهم الناس ذرًا في مثل صور الرجال يعلوهم كل شيء من الصغار، ثم يُساقون إلى سجن في جهنم يقال له (بولس) تعلوهم نار الأنيار يسقون من طين الخبال عصارة أهل النار
وقال أبو هريرة قال النبي ﷺ: يُحشر الجبارون والمتكبرون يوم القيامة في صور الذر تطأهم الناس لهوانهم على الله تعالى. وعن محمد بن واسع قال: دخلت على بلال بن أبي بردة فقلت له: يا بلال إن أباك حدثني عن أبيه عن النبي ﷺ أنه قال: إن في جهنم وادياً يقال له هيهب حق على الله أن يسكنه كل جبار فإياك يا بلال تكون ممن يسكنه. وقال ﷺ: إن في النار قصراً يجعل فيه المتكبرون ويطبق عليهم
Nabi SAW bersabda: “Surga dan neraka saling berdebat. Neraka berkata: Aku dipilih untuk orang-orang yang sombong dan yang sewenang-wenang. Surga berkata: Kenapa tidak masuk ke dalamku, kecuali orang-orang yang lemah, orang-orang yang rendah dan orang-orang yang tak berdaya? Maka Allah berkata kepada surga: Sesungguhnya engkau adalah rahmat-Ku, Aku
rahmati denganmu siapa yang Aku kehendaki dari para hamba-Ku. Dan Allah berkata kepada neraka. Sesungguhnya engkau adalah siksaan-Ku. Aku menyiksa denganmu siapa yang Aku kehendaki dan bagi masing-masing dari kamu berdua sepenuhnya.”
Nabi SAW bersabda: “Seburuk-buruk hamba adalah hamba yang sewenang-wenang dan melampaui batas dan melupakan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Tinggi. Seburuk-buruk hamba adalah hamba yang sewenang-wenang! dan sombong dan melupakan Tuhan Yang Maha Besar dan Maha
Tinggi. Seburuk-buruk hamba adalah hamba yang lalai dan lengah dan melupakan kuburan dan kehancuran badan. Seburuk-buruk hamba adalah hamba yang sombong dan berbuat zalim dan melupakan permulaan dan penghabisannya.”
Diriwayatkan dari Tsabit bahwa ia berkata: Telah sampai khabar pada kami bahwa ada orang mengatakan: Ya Rasulallah, alangkah besarnya kesombongan si Fulan? Nabi SAW menjawab: Bukankah sesudahnya ada kematian?
Berkata Abdullah bin Amru: Rasulullah SAW bersabda: Adalah Nuh alaihis salam ketika menjelang wafatnya, dia memanggil putera-puteranya dan berkata: Aku menyuruh kamu berdua dengan dua perkara dan melarang kamu berdua dari dua perkara.
Aku melarang kamu berdua dari syirik dan kesombongan. Dan aku menyuruh kamu berdua memperbanyak ucapan Laa ilaha illallah, karena lapisan-lapisan langit dan lapisan-lapisan bumi dan segala isinya andaikata diletakkan di sisi timbangan dan perkataan Laa ilaha illallah diletakkan di sisi yang lain, niscaya ia lebih unggul daripada langit dan bumi berikut isinya.
Dan andaikata lapisan-lapisan langit dan lapisan-lapisan bumi dan segala isinya berupa lingkaran, lalu perkataan Laa ilaha illallah diletakkan di atasnya, niscaya ia patahkan lingkaran itu.
Dan aku menyuruh kamu berdua mengucapkan Subhanallahi wa bihamdihi, karena ia adalah shalatnya segala sesuatu dan dengan sebabnya segala sesuatu diberi rezeki.
Berkata Al-Masih alaihis salam: Beruntunglah orang yang diajari Allah kitab-Nya, kemudian tidak mati sebagai orang yang sombong.
Nabi SAW bersabda: “Penghuni neraka adalah setiap orang yang kaku kasar, sombong, suka membanggakan diri, suka mengumpulkan harta dan kikir. Dan penghuni surga ialah orang-orang yang lemah dan mempunyai sedikit harta.”
Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya yang paling kami sukai di antara kalian dan yang paling dekat dari kami di antara kalian di akhirat adalah orang-orang yang terbaik akhlaknya di antara kalian. Dan orang yang paling kami benci dan paling jauh dari kami di antara kalian adalah orang-orang yang banyak bicara dan memaksakan kefasihan dan sombong.”
Nabi SAW bersabda: “Orang-orang yang sombong dihimpun pada hari kiamat dalam bentuk seperti semut yang diinjak orang banyak. Semut-semut itu berbentuk orang lelaki. Mereka diungguli oleh segala sesuatu yang kecil, kemudian mereka digiring ke sebuah penjara di neraka jahannam
bernama Bulas. Mereka dibakar oleh api yang paling panas dan diberi minum dari Thinatul khabaal, yaitu keringat penghuni neraka.”
Abu Hurairah berkata: Nabi SAW bersabda: “Orang-orang yang sewenang-wenang dan orang-orang yang sombong dihimpun pada hari kiamat dalam bentuk semut yang diinjak oleh orang banyak karena kehinaan mereka di sisi
Allah Ta'ala.”
Diriwayatkan dari Muhammad bin Waasi': Ia berkata: Aku masuk kepada Bilal bin Abi Burdah, lalu aku katakan kepadanya: Hai Bilal, sesungguhnya ayahmu menceritakan kepadaku dari ayahnya dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda: “Di neraka jahannam ada sebuah lembah bernama Habhab. Allah akan menempatkan di dalamnya setiap orang yang sewenangwenang.” Maka, hai Bilal, janganlah engkau termasuk orang yang meninggalinya.
Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya di dalam neraka ada sebuah istana di mana orang orang yang sombong ditempatkan dan ditutup atas mereka.”
Dan Nabi SAW bersabda:"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tiupan kesombongan."
Dan beliau juga bersabda:"Barangsiapa yang ruhnya berpisah dari jasadnya (meninggal dunia) dalam keadaan terbebas dari tiga hal, maka ia akan masuk surga: Sombong, Hutang, dan Ghulul (khianat)."
وقال أبو بكر الصديق رضي الله عنه: لا يحقرن أحد أحداً من المسلمين، فإن صغير المسلمين عند الله كبير. وقال وهب: لما خلق الله جنة عدن نظر إليها فقال: أنت حرام على كل متكبر. وكان الأحنف بن قيس يجلس مع مصعب بن الزبير على سريره فجاء يوماً ومصعب ماد رجليه فلم يقبضهما، وقعد الأحنف فزاحمه بعض الزحمة فرأى أثر ذلك في وجهه، فقال: عجباً لابن آدم متكبر وقد خرج من مجرى البول مرتين
وقال الحسن: العجب من ابن آدم يغسل الخراء بيده كل يوم مرة أو مرتين ثم يعارض جبار السموات، وقد قال "وفي أنفسكم أفلا تبصرون" هو سبيل الغائط والبول
وقال محمد بن الحسين بن علي: ما دخل قلب امرء شيء من الكبر إلا نقص من عقله بقدر ما دخل في ذلك قل أو أكثر. وسُئل سليمان عن السيئة التي لا تنفع معها حسنة، فقال: الكبر. وقال النعمان بن بشير على المنبر: إن للشيطان مصائد وفخوخاً، وإن مصائد الشيطان وفخوخه البطر بأنعم الله والفخر بإعطاء الله والكبر على عباد الله واتباع الهوى في غير ذات الله. نسأل الله تعالى العفو والعافية في الدنيا والآخرة منه وكرمه. وقال رسول الله ﷺ: لا ينظر الله إلى رجل جر إزاره بطراً
وقال ﷺ : بينما رجل يتبختر في بردته إذا أعجبته نفسه فخسف الله به الأرض فهو يتجلجل فيها إلى يوم القيامة. وقال زيد بن أسلم دخلت على ابن عمر فمر به عبد الله بن واقد وعليه ثوب جديد فسمعته يقول: أي بني ارفع إزارك فاني سمعت رسول الله ﷺ يقول: لا ينظر الله إلى من جر إزاره خيلاء
روي أن رسول الله ﷺ بصق يوماً على كفه ووضع أصبعه عليه وقال: يقول الله تعالى يا ابن آدم تعجزني وقد خلقتك من مثل هذه حتى إذا سويتك وعدلتك مشيت بين بردين وللأرض منك وئيد جمعت ومنعت ، حتى إذا بلغت التراقي ، قلت : أتصدق وأنى أوان الصدقة. وقال ﷺ : إذا مشت أمتي المطيطاء وخدمتهم فارس والروم سلط الله بعضهم على بعض. قال ابن الأعرابي : هي مشية فيها اختيال. وقال ﷺ : من تعظم في نفسه واختال في مشيته لقي الله وهو عليه غضبان
وعن أبي بكر الهذلي قال : بينما نحن مع الحسن إذ مر علينا ابن الأهتم يريد المقصورة وعليه جباب خز قد نضد بعضها فوق بعض على ساقه وانفرج عنها قباؤه وهو يمشي يتبختر ونظر إليه الحسن نظرة فقال : أف أف شامخ بأنفه ثان عطفه مصعر خده وينظر في عطفيه أي حميق أنت تنظر في عطفيك في نعم غير مشكورة ولا مذكورة غير مأخوذ بأمر الله فيها ولا مؤدي حق الله منها في كل عضو من أعضائه لله نعمة وللشيطان به لفتة والله ان يمشي أحد طبيعته أو يتخلج تخلج المجنون خير له من هذا. فسمع ابن الأهتم فرجع يعتذر إليه فقال: لا تعتذر إلي وتب إلى ربك ، أما سمعت قول الله تعالى : {ولا تمش في الأرض مرحا إنك لن تخرق الأرض ولن تبلغ الجبال طولا}
ومر بالحسن شاب عليه بزة له حسنة فدعاه فقال له: ابن آدم تعجب بشبابك محب لشمائلك كأن القبر قد وارى بدنك وكأنك قد لاقيت عملك ، ويحك داو قلبك فإن حاجة الله إلى العباد صلاح قلوبهم
Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. berkata:
"Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian meremehkan seorang pun dari kaum muslimin, karena sesungguhnya orang muslim yang kecil (di mata manusia) adalah besar di sisi Allah."
Wahb berkata:
"Ketika Allah menciptakan Surga 'Adn, Dia memandangnya dan berfirman: 'Engkau haram bagi setiap orang yang sombong.'"
Kisah Al-Ahnaf bin Qais:
Suatu hari Al-Ahnaf duduk bersama Mush'ab bin Az-Zubair di atas ranjangnya. Mush'ab sedang menjulurkan kakinya dan tidak melipatnya (tetap menjulur saat Al-Ahnaf datang). Saat Al-Ahnaf duduk, ia merasa agak sesak karena kaki tersebut, lalu terlihat rona tidak senang di wajah Mush'ab. Al-Ahnaf pun berkata: "Sungguh mengherankan anak Adam ini, ia sombong padahal ia telah keluar dari saluran kencing sebanyak dua kali (saat berupa sperma dari ayahnya dan saat lahir dari ibunya)."
Al-Hasan berkata:
"Sangat mengherankan anak Adam ini, ia mencuci kotorannya dengan tangannya sendiri sekali atau dua kali setiap hari, namun kemudian ia menantang Sang Penguasa Langit (Allah). Padahal Allah telah berfirman: 'Dan pada dirimu sendiri, apakah kamu tidak memperhatikan?' (QS. Adz-Dzariyat: 21). Dirimu adalah saluran bagi kotoran dan air kencing."
Muhammad bin Al-Husain bin Ali berkata:
"Tidaklah rasa sombong masuk ke dalam hati seseorang, melainkan akalnya akan berkurang sesuai dengan kadar sombong yang masuk, baik sedikit maupun banyak."
Sulaiman ditanya: "Kejahatan apa yang tidak berguna lagi kebaikan bersamanya?" Ia menjawab: "Kesombongan."
An-Nu’man bin Basyir berkata di atas mimbar:
"Sesungguhnya setan memiliki perangkap dan jerat. Di antara jerat setan adalah sikap melampaui batas atas nikmat-nikmat Allah, merasa bangga dengan pemberian Allah, sombong terhadap hamba-hamba Allah, dan mengikuti hawa nafsu bukan di jalan Allah. Kami memohon kepada Allah ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat."
Rasulullah ﷺ bersabda:"Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret pakaiannya (karena sombong/angkuh)." "Ketika seorang pria berjalan dengan angkuh mengenakan pakaian indahnya karena ia mengagumi dirinya sendiri, tiba-tiba Allah membenamkannya ke dalam bumi, maka ia terus terperosok ke dalamnya hingga hari kiamat."
Kisah Ibnu Umar:
Zaid bin Aslam bercerita: "Aku masuk menemui Ibnu Umar, lalu lewatlah Abdullah bin Waqid mengenakan pakaian baru. Aku mendengar Ibnu Umar berkata: 'Wahai anakku, angkatlah kainmu, karena aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret kainnya karena sombong.'"
Hadis tentang Hakikat Manusia:
Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ suatu hari meludah di telapak tangannya, lalu meletakkan jarinya di atasnya dan bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: 'Wahai anak Adam, bagaimana mungkin engkau bisa melemahkan-Ku, padahal Aku telah menciptakanmu dari hal semacam ini (air mani)? Hingga ketika Aku telah menyempurnakanmu dan membentukmu dengan seimbang, engkau berjalan di antara dua jubah dengan sombong hingga bumi bergetar karena langkahmu. Engkau mengumpulkan harta dan kikir, hingga ketika nyawa sudah sampai di kerongkongan, engkau baru berkata: Aku ingin bersedekah. Padahal kapan lagi waktu untuk bersedekah (sudah terlambat)?'"
Tentang Cara Berjalan: "Jika umatku sudah berjalan dengan cara al-muthithaa (berjalan dengan sombong/gaya) dan yang melayani mereka adalah bangsa Persia dan Romawi, maka Allah akan menjadikan mereka saling menghancurkan satu sama lain."
"Barangsiapa yang merasa besar dalam dirinya dan berjalan dengan angkuh, ia akan menemui Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya."
Kisah Teguran kepada Orang SombongTeguran Al-Hasan kepada Ibnu Al-Ahtam:
Al-Hasan melihat Ibnu Al-Ahtam berjalan dengan sangat angkuh mengenakan jubah sutra yang berlapis-lapis. Al-Hasan berkata: "Cuh! Cuh! Ia mengangkat hidungnya, membusungkan dada, memalingkan pipi dengan sombong, dan melihat ke sisi jubahnya. Betapa bodohnya engkau! Engkau bangga atas nikmat yang tidak engkau syukuri, yang tidak diambil atas perintah Allah dan tidak ditunaikan hak Allah di dalamnya. Sungguh, berjalan secara alami atau bahkan berjalan seperti orang gila jauh lebih baik bagimu daripada ini!" Ibnu Al-Ahtam meminta maaf, namun Al-Hasan berkata: "Jangan minta maaf kepadaku, bertobatlah kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau mendengar firman Allah: 'Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.' (QS. Al-Isra: 37)."
وروي أن عمر بن عبد العزيز حج قبل أن يستخلف فنظر إليه طاووس وهو يختال في مشيته فغمز جنبه بأصبعه ثم قال: ليست هذه مشية من في بطنه خرء. فقال عمر كالمعتذر: يا عم لقد ضرب كل عضو مني على هذه المشية حتى تعلمتها. ورأى محمد بن واسع ولده يختال فدعاه وقال: أتدري من أنت؟ أما أمك فاشتريتها بمائة درهم وأما أبوك فلا أكثر الله في المسلمين مثله. ورأى ابن عمر رجلاً يجر إزاره فقال: إن للشيطان إخواناً كررها مرتين أو ثلاثاً
وروي أن مطرف بن عبد الله بن الشخير رأى المهلب وهو يتبختر في جبة خز فقال: يا عبد الله هذه مشية يبغضها الله ورسوله. فقال له المهلب: أما تعرفني؟ فقال: بلى أعرفك، أولك نطفة قذرة، وآخرك جيفة قذرة، وأنت بين ذلك تحمل العذرة. فمضى المهلب وترك مشيته تلك، وأنشد في هذا المعنى
عـجبتُ من مـعـجبٍ بصورته ... وكان بالأمس نطفة مذرة
وفي غـدٍ بعـد حـسـن هيـئـته ... يصير في القبر جيفة قذرة
وأنشد خلف الأحمر
لنا صاحب مولع بالخلاف ... كثير الخطأ قليل الصواب
أشد لجاجاً من الخنفساء ... وأزهى إذا مشى من غراب
(وقال آخر)
قلت للمُعجب لما قال مثلي لا يراجع ... يا قريب العهد بالمخرج لم لا تتواضع
(ومثله لذي النون المصري)
أيها الشامخ الذي لا يرام ... نحن من طينة عليك السلام
إنما هذه الحياة الدنيا متاع ... ومع الموت تستوي الأقدام
وقال مجاهد في قوله تعالى: {ثم ذهب إلى أهله يتمطى} أي يتبختر والله تعالى أعلم
Teguran Thawus kepada Umar bin Abdul Aziz:
Sebelum menjadi Khalifah, Umar bin Abdul Aziz berjalan dengan agak angkuh. Thawus menyentuh pinggangnya dengan jari lalu berkata: "Ini bukanlah cara berjalan orang yang di dalam perutnya terdapat kotoran." Umar pun meminta maaf.
Mutharrif bin Abdullah kepada Al-Muhallab:
Mutharrif melihat Al-Muhallab berjalan angkuh dengan jubah sutranya. Mutharrif berkata: "Wahai hamba Allah, ini adalah cara berjalan yang dibenci Allah dan Rasul-Nya." Al-Muhallab bertanya: "Apakah kau tidak kenal siapa aku?" Mutharrif menjawab: "Tentu aku kenal. Awalmu adalah sperma yang menjijikkan, akhirmu adalah bangkai yang busuk, dan di antara keduanya engkau ke mana-mana membawa kotoran dalam perutmu." Al-Muhallab pun langsung meninggalkan cara berjalannya yang sombong itu.
Syair-Syair tentang KesombonganAku heran pada orang yang bangga dengan rupanya,
Padahal kemarin ia hanyalah tetesan sperma yang kotor.
Dan esok, setelah ketampanan rupanya itu,
Ia akan menjadi bangkai yang busuk di dalam kubur.
Wahai yang merasa tinggi tak terjangkau,
Kami berasal dari tanah, salam bagimu.
Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah perhiasan,
Dan saat kematian tiba, semua derajat akan menjadi sama.
Mujahid berkata tentang ayat: "Kemudian ia pergi kepada keluarganya dengan sombong" (QS. Al-Qiyamah: 33), maksudnya adalah berjalan dengan angkuh.
Wallahu Ta'ala A'lam.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.