بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
Bersedekah kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya dari bahaya
musuh.
Janganlah matahari terbit hingga engkau
bertransaksi dengan Allah, bersedekahlah setiap hari meskipun hanya seperempat
dirham, agar Allah SWT mencatatmu dalam golongan orang-orang yang bersedekah.Dan
salatlah di malam hari meskipun dua rakaat, agar Allah SWT mencatatmu bersama
orang-orang yang mendirikan salat malam.
Dan hati-hatilah dari kesalahan dengan berkata,
"Siapa yang memiliki makanan pokok hari demi hari, bagaimana ia bisa
bersedekah?" Allah SWT berfirman: (Hendaklah orang yang mampu memberi
nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rezekinya, hendaklah
memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya).
Maka perumpamaan orang miskin jika diberi
sedekah, seperti tunggangan yang membawa bekalmu untuk akhirat.
Barangsiapa menginginkan akhir yang baik, maka
hendaklah ia memperbaiki permulaannya.
Barangsiapa yang tulus kepada Allah, Allah akan
mencukupinya dari bahaya musuh, dan menanggung beban pembelaan untuknya.
Sungguh kehinaan yang sangat hina bagi orang yang
membutuhkan makhluk.
Apakah engkau mengira bahwa obat itu semuanya
manis? Jika engkau tidak menyerangnya dengan sungguh-sungguh, engkau tidak akan
mendapatkan kesembuhan.
Maka seranglah taubat dan jangan biarkan manisnya
maksiat mengalahkanmu.
Dan jika engkau melihat dirimu menginginkan
syahwat, maka larilah kepada Allah dan mohonlah pertolongan kepada-Nya, maka
Dia akan menyelamatkanmu darinya.
Daripada engkau berkata, "Di mana
orang-orang yang memiliki karomah, di mana para wali, di mana para pria?"
katakanlah, "Di mana ahli bashiroh?"
Apakah layak bagi orang yang berlumuran kotoran
meminta putri raja?
Dari Syekh Makinuddin al-Asmar radhiyallahu
ta'ala 'anhu, beliau berkata: "Aku berada di Iskandariyah, lalu aku
melihat matahari terbit bersama matahari (yang lain). Aku pun heran melihatnya
lalu aku mendekatinya, ternyata itu adalah seorang pemuda yang tumbuh
jambangnya, cahayanya mengalahkan cahaya matahari. Aku pun mengucapkan salam
kepadanya dan ia menjawab salamku. Aku bertanya kepadanya: 'Dari mana
(asalmu)?' Ia menjawab: 'Aku shalat Subuh di Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis.
Dan aku shalat Zhuhur di tempat kalian, Ashar di Mekah, dan Maghrib di
Madinah.' Aku pun berkata: 'Sudikah engkau menjadi tamuku?' Ia menjawab: 'Tidak
ada jalan untuk itu.' Kemudian ia berpamitan dan pergi."
"Barangsiapa memuliakan seorang mukmin, maka
seolah-olah ia memuliakan Allah. Dan barangsiapa menyakiti seorang mukmin, maka
ia telah menyakiti tuannya dan pelindungnya. Maka berhati-hatilah engkau
menyakiti seorang mukmin, karena dirimu sendiri telah dipenuhi dengan
keburukan-keburukan. Cukuplah bebanmu itu, perumpamaan dirimu hanyalah seperti
bawang bombay, jika dikupas, semuanya hanyalah lapisan kulit. Jika engkau ingin
membersihkan air, potonglah penyebab-penyebabnya yang kotor. Maka perumpamaan
anggota tubuh seperti saluran-saluran yang mengalir ke hati. Maka
berhati-hatilah engkau mengaliri hatimu dengan keburukan, seperti ghibah, adu
domba, perkataan kotor, memandang kepada yang tidak halal, dan selain itu.
Karena hati tidak terhalang oleh apa yang keluar darinya. Akan tetapi, yang
menghalanginya adalah apa yang menetap di dalamnya.
Selanjutnya
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Terjemahan Kitab Tajul ‘Arus Bab 12 a: bersedekahlah kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya dari bahaya musuh
Description : Bersedekah kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya dari bahaya musuh. Janganlah matahari terbit hingga engkau bertransaksi dengan Allah...