بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 34.
34. KEUTAMAAN KAUM FAKIR 1
Nabi SAW bersabda: “Sebaik-baik umat ini adalah kaum fakirnya dan yang paling cepat berbaring di surga adalah orang-orang yang lemah darinya.”
Nabi SAW bersabda: “Aku mempunyai dua pekerjaan. Siapa yang menyukai keduanya berarti ia mencintai aku. Dan siapa yang membenci keduanya, maka ia telah membenciku, yaitu kemiskinan dan jihad.”
Diriwayatkan bahwa Jibril alaihis salam turun kepada Rasulullah SAW. la berkata: Ya Muhammad, Allah azza wa jalla memberi salam kepadamu dan Dia berkata: Apakah engkau suka Aku jadikan gunung ini emas dan menjadi milikmu dimanapun engkau berada?
Rasulullah SAW menundukkan kepalanya sebentar, kemudian berkata: “Ya Jibril, dunia adalah tempat bagi orang yang tidak punya tempat dan harta bagi orang yang tidak punya harta dan hanya Orang tak berakal yang mengumpulkan harta untuknya.”
Maka Jibril berkata kepadanya: Ya Muhammad, Allah telah meneguhkanmu dengan perkataan yang teguh.
Diriwayatkan bahwa Al-Masih alaihis salam dalam perjalanannya melewati seorang lelaki yang tidur menutupi badannya dengan selimut. Maka Isa membangunkannya dan berkata: Hai orang yang tidur, bangunlah dan sebutlah Allah Ta’ala. Orang itu menjawab: Apa yang engkau inginkan dariku? sesungguhnya aku telah meninggalkan dunia bagi penggemarnya.
Maka Isa berkata kepadanya: Kalau begitu tidurlah, wahai kekasihku.
Musa alaihis salam melewati seorang lelaki yang tidur di atas tanah dan di bawah kepalanya ada batu bata, sedangkan wajah dan janggutnya di tanah dan ia memakai sarung abaya.
Musa berkata: Ya Tuhanku, hamba-Mu ini di dunia terlantar.
Kemudian Allah Ta’ala mewahyukan kepadanya: Hai Musa, tidakkah engkau tahu bahwa Aku telah melihat kepada seorang hamba dengan seluruh wajah-Ku dan Aku jauhkan dunia seluruhnya darinya?
Dari Abu Rafi’, beliau berkata: Seorang tamu datang kepada Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam, tetapi ia tidak memiliki apa pun untuk memuaskannya. Maka beliau mengutusku kepada seorang laki-laki dari kaum Yahudi di Khaybar dan berkata: Katakan kepadanya bahwa Muhammad bersabda untuk meminjamkan kepadaku sedikit tepung atau menjualnya kepadaku hingga bulan Rajab yang baru lahir. Maka aku pergi kepadanya, dan dia berkata: Tidak, demi Allah, kecuali dengan jaminan. Maka aku memberitahukan hal itu kepada Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam.
Dia berkata: "Demi Allah, aku dapat dipercaya di antara penghuni surga dan dapat dipercaya di antara penghuni bumi. Jika dia menjual sesuatu kepadaku atau meminjamkan uang kepadaku, aku akan membayarnya kembali. Bawalah perisai ini kepadanya dan jadikan sebagai jaminan."

Ketika dia keluar, ayat ini diturunkan: "Dan janganlah engkau (Muhammad) tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia", dan ayat ini ditujukan untuk Rasulullah ﷺ tentang dunia dan dia bersabda: Kemiskinan lebih indah/bagus bagi orang mukmin daripada hiasan yang bagus di pipi kuda.”
Nabi SAW bersabda: “Siapa di antara kalian yang sehat tubuhnya, aman dalam hatinya dan mempunyai makanan untuk harinya, maka seakan-akan ia diberi dunia seluruhnya.”
Berkata Ka’ab Al-Ahbar: Allah Ta’ala berfirman kepada Musa alaihis salam: Hai Musa, apabila engkau melihat kemiskinan datang, maka katakanlah: Selamat datang, syi’ar orang-orang shaleh.
Atha’ Al-Khurasani berkata: Seorang nabi lewat di pantai. Ia melihat seorang lelaki berburu ikan.
la mengucapkan: Bismillah dan melemparkan jaring, tetapi tidak ada yang masuk di dalamnya. Kemudian ia melewati seorang lelaki lain dan berkata: Bismi syaitan (dengan nama syaitan) dan melemparkan jaringnya. Ternyata banyak ikan masuk di dalamnya dan tidak bisa Menampung karena banyaknya.
Maka nabi itu berkata: Ya Tuhanku, apa ini? Sedangkan aku sudah tahu bahwa semua itu di tangan-Mu.
Kemudian Allah Ta’ala berkata kepada para malaikat: Ungkapkan bagi hamba-Ku tentang kedudukan kedua orang itu. Ketika nabi itu melihat kemuliaan yang diberikan Allah Ta’ala kepada orang ini dan kehinaan yang diberikan kepada orang itu, nabi itu berkata: Aku ridha, ya Rabb.
Nabi kita Muhammad SAW bersabda: Aku melihat ke dalam surga. Ternyata kulihat sebagian besar penghuninya orang-orang miskin dan aku mengintai ke dalam neraka, ternyata sebagian besar penghuninya orang kaya dan wanita.
Dalam hadits lain disebutkan: Maka kulihat sebagian besar penghuni neraka adalah wanita. Kemudian aku katakan: Apa urusan mereka? Dijawab: Mereka dilalaikan oleh dua benda merah, emas dan za’faran.
Nabi SAW bersabda: “Hadiah bagi orang mukmin di dunia adalah kemiskinan.”
Disebutkan dalam khabar: Nabi yang terakhir masuk surga adalah Sulaiman bin Dawud alaihimas salam karena kedudukannya sebagai raja. Dan sahabatku yang terakhir masuk surga adalah Abdurrahman bin Auf disebabkan kekayaannya.
KEUTAMAAN QANA'AH 3
KEUTAMAAN KAUM FAKIR 2
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 34. KEUTAMAAN KAUM FAKIR 1
Description : Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 34. 34. KEUTAMAAN KAUM FAKIR 1 Nabi SAW bersabda: “Sebaik-baik umat ini adalah kaum fakirnya dan yang p...