بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

RASULULLAH SAW. SEBAGAI RAHMAT BAGI SEMESTA ALAM
Salah satu hal yang wajib kita yakini adalah kenyataan bahwa Allah Ta’ala mengutus Nabi Muhammad saw. sebagai rahmat bagi seluruh alam. Buktinya antara lain: penangguhan siksa bagi kaum kafir di alam dunia, peniadaan siksa bagi orang-orang yang beriman di dunia dan akhirat, peniadaan hukum-hukum syari’at yang berat yang pernah diberlakukan bagi umat-umat sebelum beliau, semisal ketentuan hukum Qishash dalam pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja maupun tidak sengaja, atau kemestian memotong anggota tubuh yang bersalah, memotong pakaian yang terkena najis dan bertobat dengan cara bunuh diri.
Suatu hari di masa lampau, seorang lelaki Bani Isra’il melakukan perbuatan dosa. Lalu di pagi hari setelah dia berbuat dosa itu, di pintu rumahnya terdapat tulisan: Untuk menebus dosa tersebut, engkau harus mencongkel kedua matamu. Kemudian si lelaki itu mencongkel kedua matanya.
Berkat diutusnya Nabi Muhammad saw., hukum-hukum yang berat seperti itu dihapuskan. Allah Ta’ala berfirman, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
Allah Ta’ala berfirman, (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
Allah Ta’ala berfirman, “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan Jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” Semoga Allah memberi balasan terbaik bagi beliau.
Kita wajib meyakini bahwa Nabi Muhammad saw. adalah makhkuk yang paling utama di antara seluruh makhluk, entah jin, manusia mau. pun malaikat. Ini adalah kesepakatan kaum muslimin. Dalilnya, umat Muhammad adalah umat yang paling utama (kami akan menguraikan pembahasannya nanti). Tidak diragukan lagi bahwa keunggulan suatu umat dihitung berdasarkan tingkat kesempurnaannya dalam agama, dan ini tentu mengikuti tingkat kesempurnaan nabi yang diikutinya. Pemuliaan terhadap suatu umat juga merupakan pemuliaan terhadap nabi umat tersebut.
Dalil lainnya adalah sabda Rasulullah saw., “Dalam pandangan Allah, aku adalah orang yang paling mulia di antara semua, yang awal maupun akhir, bukan bangga.” Hadis ini diriwayatkan oleh al-Imam at-Tirmidzi.
KERASULAN NABI MUHAMMAD SAW.
Daftar Isi
Download Terjemah Kitab Tanwirul Qulub
Download Kitab Tanwirul Qulub (arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Terjemah Kitab Tanwir al Qulub BAB II : RASULULLAH SAW. SEBAGAI RAHMAT BAGI SEMESTA ALAM
Description : RASULULLAH SAW. SEBAGAI RAHMAT BAGI SEMESTA ALAM Salah satu hal yang wajib kita yakini adalah kenyataan bahwa Allah Ta’ala mengutus N...