بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 33.

33. KEUTAMAAN QANA'AH 3
Umar r.a. berkata: Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang apa yang aku anggap halal dari harta Allah Ta’ala, yaitu dua lembar pakaian untuk musim dingin dan musim panasku, kendaraan yang mencukupi aku untuk pergi haji dan menunaikan umrah dan makanan pokokku seperti makanan pokok seorang lelaki dari Quraisy. Aku bukan orang tertinggi dari mereka dan bukan orang terendah. Demi Allah, aku tidak tahu, apakah itu halal bagiku atau tidak.
Sepertinya dia ragu apakah kadar ini melebihi kecukupan yang wajib puas dengannya.
Seorang dusun menegur saudaranya atas keserakahannya. Ia berkata: Hai saudaraku, engkau pencari dan dicari. Engkau dicari oleh pencari yang engkau tidak bisa luput darinya dan engkau mencari sesuatu yang engkau sudah dicukupi.
Seakan-akan apa yang tidak engkau lihat telah disingkapkan bagimu dan apa yang engkau dapatkan, engkau pun telah dipindah darinya.
Hai saudaraku, sepertinya engkau tidak pernah melihat orang serakah yang tidak mendapat apa-apa dan orang zahid yang mendapat rezeki.
Mengenai hal itu penyair berkata: Aku melihat kekayaan telah menambah keserakahanmu terhadap dunia, seakan-akan engkau tidak mati bukankah engkau mempunyai tujuan jika pada suatu hari engkau sampai padanya, lalu engkau katakan: cukuplah bagiku, aku sudah ridha.
Berkata Asy-Syi'bi: Diceritakan bahwa seorang lelaki berburu seekor burung Qumburah. Burung itu berkata: Apa yang ingin engkau lakukan terhadapku?
Pemburu itu menjawab: Aku akan menyembelihmu dan memakanmu. Burung itu berkata: Demi Allah, aku tidak puas dari makanan dan tidak kenyang karena lapar. Akan tetapi aku akan memberitahukan kepadamu tiga perkara yang lebih baik daripada memakanku. Yaitu pertama: Aku beritahu engkau ketika aku berada di tanganmu. Yang kedua: Aku beritahu engkau ketika aku berada di atas pohon. Yang ketiga: Ketika aku berada di atas gunung.
Orang itu berkata: Beritahukan yang pertama.
Burung itu berkata: Jangan menyesal atas sesuatu yang luput darimu.
Maka orang itu melepaskannya. Ketika burung itu berada di atas pohon, orang itu berkata: Beritahukan kepadaku yang kedua. Burung itu berkata: Janganlah mempercayai sesuatu yang tidak terjadi bahwa ia akan terjadi.
Kemudian burung itu terbang dan berada di atas gunung.
la berkata: Hai orang yang malang, andaikata engkau menyembelihku, niscaya engkau keluarkan dari rongga tubuhku dua butir mutiara. Setiap butir beratnya 20 mitsqal.
Maka orang itu menggigit bibirnya dan menyesal. Ia berkata: Beritahukan kepadaku yang ketiga. Burung itu menjawab: Engkau sudah melupakan dua perkara, maka bagaimana aku beritahukan kepadamu yang ketiga. Bukankah aku katakan kepadamu: Janganlah engkau menyesal atas sesuatu yang luput darimu dan jangan mempercayai sesuatu yang tidak terjadi. Aku, dagingku, darah dan buluku tidak berharga 20 mitsqal maka bagaimana di dalam rongga tubuhku ada dua butir mutiara masing-masing seharga 20 mitsqal. Kemudian burung itu terbang dan lenyap.

Ini adalah contoh ketamakan manusia yang melampaui batas karena ketamakan itu membutakannya dari memahami kebenaran hingga menganggap sesuatu yang tidak terjadi akan terjadi.
Berkata ibnu Sammak: Sesungguhnya harapan adalah tali dj hatimu dan ikatan di kakimu. Maka keluarkan harapan dari hatimu, niscaya keluarlah ikatan dari kakimu.
Berkata Abu Muhammad Al-Yazidi: Aku masuk kepada Ar-Rasyid, Aku mendapatinya mengamati selembar surat yang tertulis padanya dengan tinta emas.
Ketika ia melihatku, dia tersenyum. Maka aku katakan: Faedah, semoga Allah memperbaiki Amirul mukminin.
Ar-Rasyid menjawab: Ya. Aku mendapati dua bait ini di perbendaharaan bani Umayyah. Maka aku menganggapnya bagus dan aku tambahkan bait ketiga bagi keduanya:
Apabila ditutup satu pintu darimu tanpa keperluan maka biarkan dia untuk keperluan lain yang terbuka pintunya bagimu sesungguhnya cukuplah bagimu mengisi rongga perut dan cukuplah bagimu menjauhi kejelekan dari berbagai urusan janganlah engkau korbankan kehormatanmu
dan jauhilah perbuatan maksiat niscaya engkau dijauhi oleh hukumannya.
Abdullah bin Salam berkata kepada Ka’ab: Apa yang menghilangkan ilmu dari ulama setelah mereka menghafal dan memahaminya?
Ka’ab menjawab: Ketamakan dan keserakahan jiwa dan mencari berbagai kebutuhan.
Seorang lelaki berkata kepada Al-Fudhail: Tafsirkan bagiku perkataan Ka’ab.
Fudhail menjawab: Ada orang tamak terhadap sesuatu. Ia mencarinya sehingga lenyap agamanya .
Adapun keserakahan adalah keserakahan jiwa terhadap ini dan terhadap ini sehingga engkau tidak ingin kehilangan sesuatu darinya dan engkau membutuhkan orang ini dan membutuhkan orang ini.
Apabila ia melaksanakannya bagimu, maka ia melubangi hidungmu dan menuntunmu ke tempat mana pun yang dia kehendaki dan menguasaimu dan engkau pun tunduk kepadanya.
Maka siapa yang mencintaimu untuk mendapatkan dunia engkau beri salam kepadanya bila engkau melewatinya dan engkau jenguk dia bila ia sakit. Engkau tidak memberinya salam karena Allah azza wa jalla dan tidak menjenguknya karena Allah. maka seandainya tidak membutuhkannya, hal itu lebih baik bagimu.
KEUTAMAAN QANA'AH 2
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 33. KEUTAMAAN QANA'AH 3
Description : Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 33. 33. KEUTAMAAN QANA'AH 3 Umar r.a. berkata: Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang apa...