بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
KAJIAN KITAB AYYUHAL WALAD
Al Ghazali

(11)
Faedah-Faedah.
حُكِيَ أَنَّ الشِّبْلِى رَحِمَهُ اللّٰهُ خَدَمَ
أَرْبَعَمِائَةِ أُسْتَاذٍ وَقَالَ قَرَأْتُ أَرْبَعَةَ أٓلَافِ حَدِيْثٍ ثُمَّ
اخْتَرْتُ مِنْهَا حَدِيْثًا وَاحِدًا وَعَمِلْتُ بِهِ وَخَلَّيْتُ مَا سِوَاهُ
لِأَنِّيْ تَأَمَّلْتُهُ فَوَجَدْتُ خَلَاصِيْ وَنَجَاتِيْ فِيْهِ وَكَانَ عِلْمُ
الْأَوَّلِيْنَ وَالْأٰخِرِيْنَ كُلُّهُ مُنْدَرِجًا فِيْهِ فَاكْتَفَيْتُ بِهِ،
وَذٰلِكَ أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
لِبَعْضِ أَصْحَابِهِ : إِعْمَلْ لِدُنْيَاكَ بِقَدْرِ مُقَامِكَ فِيْهَا
وَاعْمَلْ لِأٰخِرَتِكَ بِقَدْرِ بَقَائِكَ فِيْهَا وَاعْمَلْ لِلّٰهِ بِقَدْرِ حَاجَتِكَ
إِلَيْهِ وَاعْمَلْ لِلنَّارِ بِقَدْرِ صَبْرِكَ عَلَيْهَا
Dikisahkan bahwa Imam Syibli ra telah mengabdikan diri pada
400 guru. Beliau berkata, aku telah membaca (mempelajari) 4.000 hadits kemudian
aku memilih satu hadits dari hadits-hadits itu, aku mengamalkannya dan
meninggalkan selain satu hadits itu, karena aku merenunginya lalu aku menemukan
pembebasan dan keselamatanku di dalamnya. Semua ilmu orang-orang awal dan
orang-orang akhir terangkum di dalamnya, aku pun mencukupkan diriku dengan satu
hadits itu. Demikian itulah, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda kepada para
sahabat Beliau, "Beramallah untuk duniamu sesuai lamanya kamu tinggal di
dalamnya, beramallah untuk akhiratmu sesuai kekalmu di dalamnya, beramallah
untuk Allah sesuai dengan kebutuhanmu pada-Nya, dan beramallah untuk terhindar
dari neraka sesuai dengan sabarmu (bertahan) di dalamnya".
أَيُّهَا الْوَلَدُ، إِذَا عَلِمْتَ هٰذَا الْحَدِيْثَ لَا
حَاجَةَ إِلَى الْعِلْمِ الْكَثِيْرِ وَتَأَمَّلْ فِيْ حِكَايَاتٍ أُخْرٰى،
وَذٰلِكَ أنَّ حَاتِمًا الْأَصَمَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ الشَّقِيْقِ الْبَلْخِى
رَحْمَةُ اللّٰهُ عَلَيْهِمَا فَسَأَلَهُ يَوْمًا، قَالَ صَاحَبَتْنِيْ مُنْذُ
ثَلَاثِيْنَ سَنَةً مَا حَصَّلْتَ فِيْهَا ؟ قَالَ حَصَّلْتُ ثَمَانِيَ فَوَائِدَ
مِنَ الْعِلْمِ، وَهِيَ تَكْفِيْنِيْ مِنْهُ لِأَنِّيْ أَرْجُوْ خَلَاصِيْ
وَنَجَاتِيْ فِيْهَا،
Wahai anakku, apabila kamu mengetahui hadits ini maka kamu
tidak membutuhkan ilmu yang banyak dan merenunglah dalam kisah-kisah yang lain.
Dan demikian itu, sesungguhnya Syekh Hatim Al-Asham merupakan salah satu teman
Syekh Syaqiq Al-Balkhi, semoga rahmat Allah terlimpahkan kepada keduanya, lalu
Syekh Syaqiq bertanya pada Syekh Hatim pada suatu hari, ia berkata, "Kamu
telah berteman denganku sejak 30 tahun, apa yang telah kamu peroleh di dalam
pertemanan itu ?". Syekh Hatim menjawab, "Aku memperoleh 8 faidah
ilmu dan itu mencukupiku karena aku mengharap pembebasan dan keselamatanku di
dalam 8 faidah tersebut".
فَقَالَ الشَّقِيْقُ مَا هِيَ ؟ قَالَ حَاتِمُ الْأَصَمُّ
الْفَائِدَةُ الْأُوْلٰى - أَنِّيْ نَظَرْتُ إِلَى
الْخَلْقِ فَرَأَيْتُ لِكُلٍّ مِنْهُمْ مَحْبُوْبًا وَمَعْشُوْقًا يُحِبُّهُ وَيَعْشُقُهُ،
وَبَعْضُ ذٰلِكَ الْمَحْبُوْبِ يُصَاحِبُهُ إِلٰى مَرَضِ الْمَوْتِ وَبَعْضُهُ
إِلٰى شَفِيْرِ الْقَبْرِ ثُمَّ يَرْجِعُ كُلُّهُ وَيَتْرُكُهُ فَرِيْدًا
وَحِيْدًا وَلَا يَدْخُلُ مَعَهُ فِيْ قَبْرِهِ مِنْهُمْ أَحَدٌ فَتَفَكَّرْتُ
وَقُلْتُ : أَفْضَلُ مَحْبُوْبِ الْمَرْءِ مَا يَدْخُلُ فِيْ قَبْرِهِ
وَيُؤَانِسُهُ فِيْهِ فَمَا وَجَدْتُهُ غَيْرَ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ
فَأَخَذْتُهَا مَحْبُوْبًا لِيْ لِتَكُوْنَ سِرَاجًا لِيْ فِيْ قَبْرِيْ
وَتُؤَانِسَنِيْ فِيْهِ وَلَا تَتْرُكَنِيْ فَرِيْدًا
Lalu Syekh Syaqiq bertanya, "Apa 8 faidah itu ?".
Syekh Hatim menjawab :
Faidah pertama - Sesungguhnya aku mengamati pada makhluk,
lalu aku melihat bahwa setiap masing-masing memiliki kekasih yang dicintai dan
kekasih yang dirindukan, ia mencintainya dan ia merindukannya. Dan sebagian
kekash yang dicintai itu bisa menemaninya sampai sakit menjelang kematian dan
sebagiannya menemani sampai ke tepi kubur, kemudian semuanya kembali dan
meninggalkannya sendiri seorang diri dan tidak ada seorang pun dari mereka yang
ikut masuk ke dalam kubur bersamanya. Lalu aku berpikir dan berkata,
"Kekasih seseorang yang paling utama adalah sesuatu yang turut masuk ke
dalam kuburnya dan menjadi penentram baginya di dalam sana, namun aku tidak
menemukannya selain amal-amal perbuatan yang shalih. Lalu aku menjadikan
amal-amal shalih sebagai kekasih bagiku agar ia menjadi pelita bagiku di dalam
kuburku, menjadi penentramku di dalamnya, dan tidak meninggalkanku
sendirian".
الْفَائِدَةُ الثَّانِيَةُ - أَنِّيْ رَأَيْتُ الْخَلْقَ
يَقْتَدُوْنَ بِأَهْوَائِهِمْ وَيُبَادِرُوْنَ إِلٰى مُرَادَاتِ أَنْفُسِهِمْ،
فَتَأَمَّلْتُ قَوْلَهُ تَعَالٰى : وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى
النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰى فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰى، وَتَيَقَّنْتُ أَنَّ
الْقُرْآنَ حَقٌّ صَادِقٌ فَبَادَرْتُ إِلٰى خِلَافِ نَفْسِيْ وَتَشَمَّرْتُ
لِمُجَاهَدَتِهَا وَمَنْعِهَا عَنْ هَوَاهَا حَتّٰى ارْتَاضَتْ لِطَاعَةِ اللّٰهِ
سُبْحَانَهُ وَتَعَالٰى وَانْقَادَتْ
Faidah kedua - Sesungguhnya aku melihat makhluk mengikuti
hawa nafsu mereka dan bergegas pada keinginan-keinginan nafsu mereka, lalu aku
merenungi Firman Allah Yang Maha Luhur, "Dan adapun orang-orang yang takut
kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka
sesungguhnya surgalah tempat tinggal-nya (An-Nazi'at : 40-41)". Aku
meyakini bahwa Al-Qur'an adalah hak dan benar, lalu aku bergegas untuk melawan
nafsuku, aku mempersiapkan diri untuk memeranginya dan mencegahnya dari hawa
nafsu sampai ia ridlo untuk melakukan ketaatan kepada Allah SWT dan tunduk.
الْفَائِدَةُ الثَّالِثَةُ - أَنِّيْ رَأَيْتُ كُلَّ
وَاحِدٍ مِنَ النَّاسِ يَسْعٰى فِيْ جَمْعِ حُطَامِ الدُّنْيَا ثُمَّ يُمْسِكُهُ
قَابِضًا يَدَهُ عَلَيْهِ فَتَأَمَّلْتُ فِيْ قَوْلِهِ تَعَالٰى : مَا عِنْدَكُمْ
يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللّٰهِ بَاقٍ، فَبَذَلْتُ مَحْصُوْلِيْ مِنَ الدُّنْيَا
لِوَجْهِ اللّٰهِ تَعَالٰى فَفَرَّقْتُهُ بَيْنَ الْمَسَاكِيْنَ لِيَكُوْنَ
ذُخْرًا لِيْ عِنْدَ اللّٰهِ تَعَالٰى
Faidah ketiga - Sesungguhnya aku melihat setiap seorang dari
manusia berusaha untuk mengumpulkan remukan harta dunia, kemudian ia menahannya
dengan menggengam tangannya, lalu aku merenungi Firman Allah Yang Maha Luhur,
"Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah
kekal (An-Nahl : 96)". Lalu aku menyerahkan penghasilanku dari dunia
karena Dzat Allah Yang Maha Luhur dan aku membagi-baginya di antara orang-orang
miskin agar ia menjadi simpanan bagiku di sisi Allah Yang Maha Luhur.
الْفَائِدَةُ الرَّابِعَةُ - أَنِّيْ رَأَيْتُ بَعْضَ
الْخَلْقِ ظَنَّ شَرَفَهُ وَعِزَّهُ فِيْ كَثْرَةِ الْأَقْوَامِ وَالْعَشَائِرِ
فَاغْتَرَّ بِهِمْ، وَزَعَمَ أٰخَرُوْنَ أَنَّهُ فِيْ ثَرْوَةِ الْأَمْوَالِ
وَكَثْرَةِ الْأَوْلَادِ فَافْتَخَرُوْا بِهَا، وَحَسِبَ بَعْضُهُمُ الشَّرَفَ
وَالْعِزَّ فِيْ غَصْبِ أَمْوَالِ النَّاسِ وَظُلْمِهِمْ وَسَفْكِ دِمَائِهِمْ،
وَاعْتَقَدَتْ طَائِفَةٌ أَنَّهُ فِيْ إِتْلَافِ الْمَالِ وَإِسْرَافِهِ
وَتَبْذِيْرِهِ، وَتَأَمَّلْتُ فِيْ قَوْلِهِ تَعَالٰى : إِنَّ أَكْرَمَكُمْ
عِنْدَ اللّٰهْ أَتْقَاكُمْ، فَاخْتَرْتُ التَّقْوٰى وَاعْتَقَدْتُ أَنَّ
الْقُرْآنَ حَقٌّ صَادِقٌ وَظَنَّهُمْ وَحِسْبَانَهُمْ كُلَّهَا بَاطِلٌ زَائِلٌ
Faidah keempat - Sesungguhnya aku melihat sebagian makhluk
menyangka bahwa kemuliaan dan keluhurannya ada di dalam banyaknya kaum dan
keluarga, itu sebabnya mereka telah tertipu. Yang lainnya menyangka bahwa
kemuliaan itu ada di dalam harta yang berlimpah dan banyaknya anak, itu
sebabnya mereka merasa sombong. Sebagian dari mereka menyangka bahwa kemuliaan
dan keluhuran itu ada di dalam merampas harta orang lain, menganiaya mereka,
dan mengalirkan darah mereka. Dan ada golongan yang meyakini bahwa kemuliaan
itu ada di dalam pemborosan harta, berlebih-lebihan harta, dan menghambur-hamburkan
(mubadzir) harta. Dan aku merenungi Firman Allah Yang Maha Luhur,
"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah
orang yang paling takwa di antara kamu (Al-Hujurat : 13)". Aku pun memilih
takwa dan aku meyakini bahwa Al-Qur'an adalah hak dan benar, sedangkan semua
prasangka dan anggapan mereka adalah bathil lagi lenyap.
اْلفَائِدَةُ الْخَامِسَةُ - أَنِّيْ رَأَيْتُ النَّاسَ
يَذُمُّ بَعْضُهُمْ بَعْضًا وَيَغْتَابُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا فَوَجَدْتُ ذٰلِكَ
مِنَ الْحَسَدِ فِى الْمَالِ وَالْجَاهِ وَالْعِلْمِ، فَتَأَمَّلْتُ فِيْ قَوْلِهِ
تَعَالٰى : نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيْشَتَهُمْ فِى الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا، فَعَلِمْتُ أَنَّ الْقِسْمَةَ كَانَتْ مِنَ اللّٰهِ تَعَالٰى فِى
الْأَزَلِ فَمَا حَسَدْتُ أَحَدًا بِقِسْمَةِ اللّٰهِ تَعَالٰى
Faidah kelima - Sesungguhnya aku melihat manusia, sebagian
dari mereka mencela sebagian lainnya dan sebagian dari mereka menggunjing
sebagian lainnya, lalu aku menemukan demikian itu termasuk sifat hasad (dengki)
di dalam harta, kedudukan, dan ilmu. Lalu aku merenungi Firman Allah Yang Maha
Luhur, "Kami telah menentukan bagian di antara mereka penghidupan mereka
dalam kehidupan dunia (Az-Zukhruf : 32". Aku pun mengetahui bahwa
pembagian itu sudah dari Allah Yang Maha Luhur di masa azali, maka aku tidak
hasad pada seorang pun atas pembagian Allah Yang Maha Luhur.
الْفَائِدَةُ السَّادِسَةُ - أَنِّيْ رَأَيْتُ النَّاسَ
يُعَادِى بَعْضُهُمْ بَعْضًا لِغَرَضٍ وَسَبَبٍ فَتَأَمَّلْتُ قَوْلَهُ تَعَالٰى :
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّا، فَعَلِمْتُ أَنَّهُ
لَا تَجُوْزُ عَدَاوَةُ أَحَدٍ غَيْرِ الشَّيْطَانِ
Faidah keenam - Sesungguhnya aku melihat manusia, sebagian
mereka memusuhi sebagian lainnya karena sebuah tujuan dan sebuah sebab, lalu
aku merenungi Firman Allah Yang Maha Luhur, "Sesungguhnya syetan bagimu
adalah musuh, maka anggaplah ia sebagai musuh (Fathir : 6)". Aku pun
mengetahui bahwa tidak diperbolehkan memusuhi seseorang selain syetan.
الْفَائِدَةُ السَّابِعَةُ - أَنِّيْ رَأَيْتُ كُلَّ أَحَدٍ
يَسْعٰى بِجِدٍّ وَيَجْتَهِدُ بِمُبَالَغَةٍ لِطَلَبِ الْقُوْتِ وَالْمَعَاشِ
بِحَيْثُ يَقَعُ بِهِ فِيْ شُبْهَةٍ وَحَرَامٍ وَيُذِلُّ نَفْسَهُ وَيَنْقُصُ
قَدْرَهُ، فَتَأَمَّلْتُ فِيْ قَوْلِهِ تَعَالٰى : وَمَا مِنْ دَآبَّةٍ فِى
الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا، فَعَلِمْتُ أَنَّ رِزْقِيْ عَلَى
اللّٰهِ تَعَالٰى وَقَدْ ضَمِنَهُ فَاشْتَغَلْتُ بِعِبَادَتِهِ وَقَطَعْتُ
طَمَعِيْ عَمَّنْ سِوَاهُ
Faidah ketujuh - Sesungguhnya aku melihat setiap orang
berusaha dengan sungguh-sungguh dan berjuang dengan giat untuk mencari makanan
pokok dan penghidupan sekiranya ia terjatuh ke dalam perkara syubhat dan haram,
ia menjadikan dirinya rendah dan mengurangi derajatnya, lalu aku merenungi
Firman Allah Yang Maha Luhur, "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di
bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya (Hud : 6)". Aku pun
mengetahui bahwa rizkiku ada pada Allah Yang Maha Luhur dan Dia telah
menjaminnya, lalu aku pun tersibukkan dengan beribadah pada-Nya dan memutus
keinginanku dari siapa pun selain Dia.
الْفَائِدَةُ الثَّامِنَةُ - أَنِّيْ رَأَيْتُ كُلَّ
وَاحِدٍ مُعْتَمِدًا عَلٰى شَيْءٍ مَخْلُوْقٍ بَعْضُهُمْ إِلَى الدِّيْنَارِ
وَالدِّرْهَمِ وَبَعْضُهُمْ إِلَى الْمَالِ وَالْمُلْكِ وَبَعْضُهُمْ إِلَى
الْحِرْفَةِ وَالصَّنَاعَةِ وَبَعْضُهُمْ إِلَى مَخْلُوْقٍ مِثْلِهِ،
فَتَأَمَّلْتُ فِيْ قَوْلِهِ تَعَالٰى : وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلٰى اللّٰهِ فَهُوَ
حَسْبُهُ إِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ
قَدْرًا، فَتَوَكَّلْتُ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبِيْ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
Faidah kedelapan - Sesungguhnya aku melihat setiap seseorang
bergantung pada sesuatu yang bersifat makhluk, sebagian mereka bergantung pada
dinar dan dirham, sebagian mereka bergantung pada harta dan kerajaan (jabatan),
sebagian mereka bergantung pada keahlian dan pekerjaan, dan sebagian mereka
bergantung pada makhluk yang serupada dengannya. Lalu aku merenungi Firman
Allah Yang Maha Luhur, "Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah
niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan
urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan
bagi tiap-tiap sesuatu (At-Thalaq : 6)". Aku pun tawakkal kepada Allah,
Dialah yang mencukupiku dan sebagai-baik Dzat yang dipasrahi.
فَقَالَ شَقِيْقٌ : وَفَّقَكَ اللّٰهُ تَعَالٰى إِنِّيْ
قَدْ نَظَرْتُ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيْلَ وَالزَّبُوْرَ وَالْفُرْقَانَ
فَوَجَدْتُ الْكُتُبَ الْأَرْبَعَةَ تَدُوْرُ عَلٰى هٰذِهِ الْفَوَائِدِ
الثَّمَانِيَّةِ فَمَنْ عَمِلَ بِهَا كَانَ عَامِلًا بِهٰذِهِ الْكُتُبِ
الْأَرْبَعَةِ
Syekh Syaqiq berkata : Semoga Allah Yang Maha Luhur
memberikan pertolongan kepadamu, aku telah melihat di dalam Kitab Injil, Kitab
Zabur, Kitab Taurat, dan Kitab Furqan (Al-Qur'an), aku menemukan keempat
kitab-kitab itu meliputi delapan faidah-faidah ini. Barang siapa yang
mengamalkan kedelapan faidah itu maka ia (seperti) mengamalkan keempat
kitab-kitab ini.
Wallahu a'lam bis showab.
Kitab Terjemahnya Disini
Untuk Kitabnya Download Disini
Untuk Kitab Makna pesantren Download Disini
Daftar isi
<<Kajian Sebelumnya
Kajian Selanjutnya>>
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.