بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ
Wahai Manusia,
Bertaubatlah kalian semua kepada Alloh

Wahai hamba Berusahalah untuk selalu bertaubat kepada Alloh disetiap waktumu,
karena Alloh ta’ala sudah memerintah kamu untuk bertaubat.
Alloh
ta’ala sudah berfirman Dalam Al Qur’an yang artinya, “Hai orang-orang
yang beriman, bertaubatlah kamu semua kepada Alloh dengan keseluruhan. Supaya
kamu semua beruntung.” Dan firman Alloh yang artinya: “Sesungguhnya Alloh
ta’ala cinta pada orang yang bertaubat dari dosa, dan cinta pada orang
yang bersesuci dari kotoran.”
Rosululloh
saw. Bersabda, “Sesungguhnya hatiku ditutupi/dipenuhi dengan Nur, Dan aku
selalu meminta ampunan kepada Alloh setiap harinya tujuh puluh kali.”
Jika
kamu mau bertaubat sebaiknya kamu jangan sampai lepas dari memikirkan seberapa
lama umurmu, dan berfikir tentang apa yang sudah kau kerjakan pada waktu
siangmu. Apabila kamu mendapati taat yang kamu kerjakan, maka bersyukurlah
kepada Alloh karena ketaatan itu.
Apabila
kamu mengerjakan maksiat, maka celalah dirimu sendiri sebab amal maksiat yang
kau kerjakan.
Dan
mintalah ampun dan bertaubatlah kepada Alloh ta’ala. Karena majelismu dihadapan
Alloh ta’ala itu tidak ada yang lebih bermanfaat bagimu dibanding majlis untuk
mencela dirimu sendiri. Dan tidak dikatakan mencela diri sedang kamu
tertawa-tawa dan senang-senag. Akan tetapi celalah dirimu dengan
sungguh-sungguh, orang yang sungguh dalam mencela diri akan terlihat raut muka
yang muram, susah hatinya dan merasa hina.
Jika
kamu mau melakukan yang seperti itu dengan sungguh-sungguh, Alloh ta’ala
akan mengganti susah dangan kegembiraan, hina dengan kemuliaan, gelap diganti
dengan nur/cahaya dan terhijabmu kepada Alloh akan dibuka oleh Alloh ta’ala.
Di
ceritakan dari Syeikh Makinuddin al Asmar, Beliau salah satu dari tujuh wali
abdal. Beliau berkata: Ketika aku dalam permulaan perjalanan(Suluk), Aku
bekerja menjahit yang hasilnya untuk kebutuhan makan. Pada waktu siang aku
selalu menghitung bicaraku, dan ketika waktu sore, aku selalu meneliti semu
kata bicaraku pada waktu siang tadi yang hanya sedikit, apabila pembicaraanku
tadi itu bagus, Aku terus memuji dan bersyukur kepada Alloh ta’ala. Dan apabila
pembicaraanku tadi tidak baik, aku lengsung bertaubat kepada Alloh
meminta ampunan-Nya. Begitulah amalan Syeikh Makinuddin, sehingga Alloh
mengangkat beliau menjadi wali Abdal.

Ketahuilah,
apabila kamu sudah mempunyai wakil yang mau mengoreksi dan meneliti dirimu
sendiri, tentu kamu tidak perlu mengreksi dirimu, karena sudah ada yang
mengoreksi dan meneliti dirimu. Akan tetapi apabila wakilmu tidak mau
mengoreksi dan meneliti dirimu, tentu kamu sendiri yang harus berusaha
mengoreksi dirimu sendiri dengan teliti.
Maka
atas dasar inilah seyogjanya semua amal yang kamu kerjakan hanya karena
mengagungkan Alloh dan tidak merasa dirimu bisa beramal. Dan Alloh ta’ala
tidak memeriksa dan meneliti kamu.
Apabila
seorang hamba melakukan dosa, maka terjadi pada dirinya kegelapan. Jadi
maksiyat itu di ibaratkan seperti api, sedang kegelapan hati khususnya maksiat
seperti orang yang menyalakan api didalam rumah selama masa 70 tahun. Dan kamu
akan melihat rumah itu pasti menghitam.
Begitu
juga hati akan menjadi hitam sebab maksiat, dan tidak akan bisa bersih kecuali
hanya dengan Taubat kepada Alloh ta’ala. Jadi adanya kehinaan, gelapnya hati,
terhijabnya hati itu selalu bersamaan dengan maksiat, dan apabila kamu
bertaubat kepada Alloh, bekas-bekas dosa itu akan hilang.
DATAR ISI
Selanjutnya
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Kitab tajul 'Arus Bab 1 a: Bertaubatlah kepada Alloh.
Description : Wahai Manusia, Bertaubatlah kalian semua kepada Alloh Wahai hamba Berusahalah untuk selalu bertaubat kepada Alloh disetiap waktumu, kar...