بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

32. Tentang Celaan Terhadap Dunia 2
Wahab bin Munabbih berkata: Ketika Allah azza wa jalla mengutus Musa dan Harun alaihimas salam kepada Fir’aun, Dia berkata: Janganlah kamu berdua merasa takut terhadap baju yang dipakainya dari dunia, karena nyawanya berada di tangan-Ku. Ia tidak bicara, tidak melihat dan tidak bernafas, kecuali dengan izinku.
Janganlah kamu berdua merasa kagum kepada kenikmatan dunia yang dinikmatinya, karena itu adalah bunga kehidupan dunia dan perhiasan orang-orang yang hidup mewah. Jika Aku mau menghiasi kamu berdua dengan perhiasan dari dunia sehingga Fir’aun mengetahui ketika melihatnya bahwa kekuasaannya tidak mampu mengadakan apa yang diberikan kepada kamu berdua, niscaya Aku lakukan. Akan tetapi Aku tidak suka kamu berdua mendapatkannya, maka Aku jauhkan itu dari kamu berdua. Demikianlah yang Aku lakukan terhadap para wali-Ku.
Sungguh Aku menjauhkan mereka dari kenikmatannya sebagaimana penggembala yang penyayang menjauhkan kambing-kambingnya dari tempat gembala yang berbahaya dan Aku jauhkan mereka dari kenikmatannya sebagaimana penggembala yang penyayang menjauhkan unta-untanya dari tempat-tempat bahaya.
Hal itu bukan disebabkan oleh kehinaan mereka terhadapku, tetapi supaya mereka mendapat bagian yang penuh dari kemuliaanku dalam keadaan selamat dan banyak.
Sesungguhnya para wali-Ku berhias untuk-Ku dengan kerendahan diri, rasa takut dan tunduk. Ketakwaan tumbuh di hati mereka dan nampak pada tubuh mereka.
Ketakwaan adalah baju yang mereka pakai dan pakaian luar yang mereka tampakkan dan batin mereka yang mereka renungkan, keselamatan mereka dengan mana mereka beruntung dan harapan mereka yang ingin mereka capai, kebesaran mereka yang mereka banggakan dan tanda mereka yang dengannya mereka dikenal.
Maka apabila engkau berjumpa dengan mereka, rendahkan sayapmu bagi mereka dan hinakan hati dan lisanmu bagi mereka.
Ketahuilah, bahwa siapa mengancam wali-Ku, ia pun telah menantang perang terhadap-Ku, kemudian Aku akan membalasnya pada hari kiamat.
Pada suatu hari Ali karromallahu wajhahu menyampaikan khutbah. la berkata dalam khutbah itu: Ketahuilah, bahwa kalian akan mati dan dibangkitkan sesudah kematian dan bergantung pada amal-amalmu serta dibalas dengannya.
Maka, janganlah kalian tertipu oleh kehidupan dunia, karena dunia dikelilingi cobaan, dikenal dengan kefanaannya dan disifati dengan khianat.
Semua yang ada di dalamnya akan lenyap dan ia bergilir di antara penghuninya dan silih berganti, keadaannya tidak tetap dan tidak selamat penghuninya dari kejelekannya.
Sementara penghuninya berada dalam keadaan sejahtera dan gembira, tiba-tiba mendapat bencana dan tertipu oleh keadaan yang bermacam-macam dan waktu-waktu yang sudah lewat. Kehidupan di dalamnya tercela dan kesejahteraan di dalamnya tidak kekal.
Penghuninya menjadi sasaran yang ditujunya dan ia memanah mereka dengan anak panahnya dan menjauhkan mereka dengan kematiannya.
Setiap kematiannya di dalamnya sudah ditentukan dan bagiannya banyak.

Ketahuilah wahai hamba-hamba Allah, kalian dan apa yang kalian alami dari dunia ini adalah mengikuti jalan umat yang sudah lewat dan lebih panjang umurnya daripada kalian, lebih besar kekuatannya daripada kalian, lebih banyak membangun rumah-rumah dan lebih jauh jejaknya.
Ternyata suara mereka menjadi tenang dan diam setelah lama berubah-ubah dan tubuh mereka hancur dan rumah-rumah mereka telah roboh temboknya dan jejak-jejak mereka terhapus.
Mereka mendapat ganti dari istana yang kokoh dan tempat tidur serta bantal yang empuk berupa batu-batu besar dan batu-batu yang disandarkan di kuburan yang telah digali menjadi liang lahad.
Maka tempatnya menjadi dekat dan penghuninya terasing di antara para penghuni bangunan yang kesepian dan penghuni tempat yang sibuk tidak merasa senang dengan bangunan dan tidak saling berhubungan seperti tetangga dan saudara, meskipun dekat tempatnya dan bertetangga serta dekat rumahnya.
Bagaimana mereka bisa saling berhubungan, setelah mereka dimakan cacing dan tanah dan menjadi orang mati setelah menjalani kehidupan dan menjadi tulang belulang setelah melewati kehidupan yang penuh nikmat.
Para kekasih mereka sedih atas kematian mereka dan mereka tinggal di bawah tanah dan berpindah tidak bisa kembali. Sungguh jauh, jauh sekali. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja.
Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. Seakan-akan kalian telah berada di tempat mereka menetap dan mengalami ujian dan kesendirian di tempat tinggal dan kalian tertahan di tempat berbaring itu dan ditampung oleh tempat penyimpanan itu.
Maka bagaimana seandainya kalian menyaksikan berbagai kejadian dan kuburan dibongkar dan isi hati ditampakkan dan kalian disuruh berdiri untuk pemeriksaan di hadapan Raja Yang Maha Agung.
Hati menjadi bingung karena takut dosa-dosa yang lampau dan tabir-tabir disingkap darimu hingga tampak kejelekan dan rahasiamu.
Ketika itu setiap jiwa dibalas atas perbuatan yang dilakukannya.
Allah azza wa jalla berfirman:
“Supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).” An-Najm: 31
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan di letakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya.” Al-Kahfi: 49
Semoga Allah menjadikan kami dan kalian orang-orang yang mengamalkan kitab-Nya dan mengikut para wali-Nya hingga Dia menempatkan kita di negeri yang kekal dari karunia-Nya, sesungguhnya Dia Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Seorang bijak berkata: Hari-hari bagaikan anak panah dan manusia adalah sasarannya, sedangkan kehidupan menembakkan anak panahnya setiap hari kepadamu dan membinasakanmu dengan malam-malam dan hari-harinya hingga menghabiskan semua bagianmu.
Maka bagaimana engkau tetap selamat sementara hari-hari menimpamu dan malam-malam berjalan cepat di badanmu.
Andaikata diungkap bagimu kekurangan yang ditimbulkan harihari padamu, niscaya engkau merasa resah terhadap setiap hari yang datang kepadamu dan merasakan berat lewatnya saat-saat padamu.
Akan tetapi pengaturan Allah di atas pengaturan renungan dan dengan melupakan kejelekan dunia ia merasakan kelezatannya, padahal sesungguhnya ia lebih pahit daripada algam apabila diramu oleh orang yang bijak.
Dunia telah memayahkan orang yang menggambarkan kejelekannya dengan perbuatan-perbuatannya yang nampak dan berbagai keajaiban yang ditimbulkannya lebih banyak daripada yang diketahui oleh penasehat.
Ya Allah, tunjukkan kepada kami jalan yang benar.
Seorang bijak berkata setelah diminta menggambarkan dunia dan kadar umurnya: la berkata: Dunia adalah waktumu yang kembali pandanganmu kepadamu di dalamnya, karena apa yang sudah lewat darimu telah luput darimu untuk mendapatkannya dan apa yang tidak datang, maka engkau tidak mengetahuinya.
Kehidupan adalah hari yang datang dan diberitakan kepergiannya oleh malamnya dan dilipat oleh saat-saatnya.
Peristiwa-peristiwanya datang kepada manusia dengan menimbulkan perubahan dan kekurangan.
Kehidupan mencerai beraikan kelompok-kelompok dan memecah kesatuan dan menyebabkan berganti-gantinya pemilikan harta, sedangkan angan-angan panjang dan umur pendek dan kepada Allah kembali semua urusan.
Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkhutbah: la berkata: Hai sekalian manusia, sesungguhnya kalian diciptakan untuk suatu perkara yang apabila kalian mempercayainya, maka sesungguhnya kalian orang-orang yang dungu. Dan jika kalian mendustakannya, maka kalian binasa.
Kalian tidak diciptakan untuk hidup abadi, tetapi kalian dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya.
Hai hamba-hamba Allah, sesungguhnya kalian berada di tempat yang kamu bisa tersedak oleh makananmu dan tersendat oleh minumanmu. Tidak mulus bagimu suatu kenikmatan yang menggembirakanmu, melainkan dengan meninggalkan kenikmatan lainnya yang kamu tidak suka meninggalkannya. Maka beramallah untuk apa yang ingin kamu dapatkan dan kekal di dalamnya. Kemudian ia menangis dan turun.
Ali karromallahu wajhahu berkata dalam khutbahnya: Aku berwasiat kepada kalian, agar bertakwa kepada Allah dan meninggalkan dunia yang meninggalkan kalian.
Jika kalian tidak suka meninggalkan dunia yang membuat tubuhmu menjadi usang dan kalian ingin memperbaruinya, maka perumpamaan kalian dan dunia adalah seperti suatu kaum dalam perjalanan. Mereka menempuh suatu jalan dan seakan-akan mereka sudah menempuhnya dan sampai kepada suatu tanda, maka seakan-akan mereka sudah sampai kepadanya.
Berapa lama orang berjalan hingga tiba di tempat tujuan dan berapa lama hidupnya seorang yang mempunyai satu hari di dunia sementara pencari yang cepat mencarinya hingga ia meninggalkannya.

Maka janganlah kalian cemas karena kesengsaraan dan kesusahannya, karena itu akan berakhir dan jangan gembira dengan kesenangan dan kenikmatannya, karena itu akan lenyap.
Aku heran terhadap pencari dunia, sedangkan kematian mencarinya dan orang yang lalai sedangkan ia tidak dilalaikan.
Muhammad bin Husein berkata: Ketika orang bijak. orang berilmu, ahli makrifat dan orang yang beradab mengetahui bahwa Allah azza wa jalla telah menghinakan dunia dan Dia tidak meridhainya bagi para wali-Nya dan bahwa dunia di sisi-Nya hina dan rendah dan Rasulullah SAW menjauhinya dan memperingatkan para sahabatnya dari fitnahnya, mereka pun makan sekedarnya dan memberikan kelebihannya dan mengambil darinya secukupnya dan meninggalkan yang melalaikan mereka.
Mereka memakai baju untuk menutup aurat dan memakan makanan yang terendah untuk menghilangkan lapar dan memandang dunia sebagai objek yang akan musnah dan memandang akhirat sebagai objek yang kekal. Maka mereka menyiapkan bekal dari dunia seperti bekal pengendara. Kemudian mereka merobohkan dunia dan membangun akhirat dengannya.
Mereka memandang akhirat dengan hati mereka. maka mereka mengetahui bahwa mereka akan memandang kepadanya dengan hati mereka, karena mereka akan pergi kepadanya dengan badan mereka. Mereka merasa payah sedikit dan bersenang-senang lama.
Semua itu dengan taufik dari Tuhan mereka yang Maha Pemurah. Mereka menyukai apa yang disukai Allah bagi mereka dan membenci apa yang dibenci Allah bagi mereka.
Celaan Terhadap Dunia 1
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsen. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Terjemahan Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 32. Tentang Celaan Terhadap Dunia 2
Description : 32. Tentang Celaan Terhadap Dunia 2 Wahab bin Munabbih berkata: Ketika Allah azza wa jalla mengutus Musa dan Harun alaihimas salam k...