بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

PARA NABI DAN RASUL ALLAH YANG WAJIB DIKETAHUI
ومما يجب علينا معاشر المكلفين أن نعرف الأنبياء عليهم الصلاة والسلام (تفصيلا ) فيمن علم منهم تفصيلا ( و إجمالا ) في غيرهم فأما إجمالا فيجب علينا أن نعتقد أن الله تعالى رسلا وأنبياء ولا يجب التعرض لمعرفة أسمائهم وعددهم لقوله تعالى : ( مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ من لم نقصص عليك ( وأما مارواه ابن حبان في صحيحه عن أبي ذر الغفاري أنه قال : قلت لرسول الله صلى الله عليه وسلم : كم الأنبياء ؟ فقال : (مائة ألف وأربعة وعشرون ألفاً ) فقلت . وكم الرسل ؟ فقال : (ثلاثمائة وثلاثة عشر جما غفيراً ) فلا يكفي في الاستدلال هنا ؛ لأن خبر الواحد على تقدير اتصافه بالصحة لا يفيد إلا الظن ، وهو لا يعتبر فى الاعتقاديات ، بل في العمليات وأما الذين تجب علينا معرفتهم تفصيلا ؛ فهم خمسة وعشرون وهم . آدم ، إدريس ، نوح، هود ، صالح ، إبراهيم ، لوط ، إسماعيل ، إسحاق ، يعقوب يوسف ، أيوب ، شعیب ، موسی ، هارون ، ذو الكفل ، داود ، سليمان إلياس ، اليسع ، يونس ، زكريا ، يحيى ، عيسى ، وسيد الكائنات محمد صلى الله عليه وسلم وعليهم أجمعين . وأما أولو العزم أي زيادة الصبر وتحمل المشاق عن غيرهم فخمسة مجموعة في قول بعضهم :
محمد إبراهيم موسى كليمه فعيسى فنوح هم أولوا العزم فاعلم
وهم في الفضل على هذا الترتيب ، قال المحقق الأمير في حواشيه على الجوهرة بعد ما عد من يجب الإيمان بهم تفصيلا من الأنبياء . (أما نحو اليسع فأكثر العامة يجهلون اسمه فضلا عن رسالته ؛ فالظاهر أنه كغيره من المتواتر لا يعد الجهل به كفراً إلا بعناد بعد التعليم ) اهـ . وهو تحقيق نفيس فاعرفه
Salah satu bagian dari kewajiban orang mukallaf adalah
mengetahui para nabi yang diriwiyatkan secara rinci juga berkenaan dengan para
nabi yang ditutur secara rinci, mengetahui para nabi yang tidak diriwiyatkan
secara rinci. Secara umum kita mesti meyakini bahwa Allah Ta’ala mempunyai para
rasul dan nabi. Tetapi kita tidak wajib mengetahui nama dan bilangan mereka
secara keseluruhan, karena Allah Ta’ala berfirman, “Dan sesungguhnya telah Kami
utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami
ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan
kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mukjizat, melainkan
dengan seizin Allah, maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan
(semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang
kepada yang batil.” Ada hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban di dalam kitab
shatah-nya, dari Abu Dzarr al-Ghifari, yang mengisahkan bahwa Abu Dzarr pernah
bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, berapa banyak jumlah para nabi?”
Rasulullah saw. menjawab, “Seratus dua puluh empat ribu.” Kemudian Abu Dzarr
bertanya lagi, “Berapa banyak jumlah rasul?” dan Rasulullah saw. menjawab, “Tiga
ratus tiga belas.”
Namun hadis ini tidak cukup untuk dijadikan dalil di
sini. Karena kabar dari satu orang yang kesahihannya masih disangsikan dan
hanya bisa sampai para derajat dhann. Lagipula hadis ini diungkapkan bukan
dalam masalah-masalah akidah, melainkan di dalam bab amaliah. |
Para rasul yang wajib kita ketahui secara rinci ada dua
puluh lima. Mereka itu adalah, Adam, Idris, Nuh, Hud, Shalih, Ibrahim, Lath,
Ism’il, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Ayyub, Syu’aib, Musa, Harun, Dzul-Kifli, : Dawud,
Sulaiman, Ilyas, Ilyasa’, Zakariyya, Yahya, Isa dan baginda Rasulullah Muhammad
saw.
Adapun para rasul yang termasuk “lul-‘azmi, yakni yang memiliki
tingkat kesabaran yang lebih dalam menanggung cobaan berat dari para
penentangnya, ada lima. Penyebutan mereka terangkum dalam bait syair salah
seorang “arif berikut ini:
Muhammad, Ibrahim, Masa Kalimullah, “Isa dan Nuh adalah
alulazmi. ketahuilah!
Tingkatan keutamaan dari kelima rasul tersebut secara
gradual sesuai dengan urutan penyebutan namanya. Al-MuHaqqig al-Amir
berpendapat dalam komentarnya terhadap kitab al-Jauhar, setelah merinci
nama-nama nabi yang wajib diimani, “Ihwal Nabi Ilyasa’, kebanyakan orang awam
tidak mengetahui namanya, apalagi kerasulannya. Secara lahir, dia seperti
nabi-nabi lainnya yang diriwiyatkan secara mutawatir. Tidak mengetahuinya tidak
dihukumi kafir. Tetapi menjadi kafir jika seseorang menentang kenyataan Ilyasa’
sebagai rasul setelah dia diberitahu.” Ini adalah hasil penelitian yang
berharga, camkanlah!
Daftar Isi
Download Terjemah Kitab Tanwirul Qulub
Download Kitab Tanwirul Qulub (arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsens. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Terjemah Kitab Tanwir al Qulub BAB II :PARA NABI DAN RASUL ALLAH YANG WAJIB DIKETAHUI
Description : PARA NABI DAN RASUL ALLAH YANG WAJIB DIKETAHUI ومما يجب علينا معاشر المكلفين أن نعرف الأنبياء عليهم الصلاة والسلام (تفصيلا ) فيمن عل...