بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 32.
Tentang Celaan Terhadap Dunia 1
1. Mencela Dunia
Sebagian ulama berkata:
"Hai manusia, beramallah secara sembunyi-sembunyi, takutlah pada Allah dan jangan engkau tertipu dengan lamunan dan melupakan mati. Janganlah terlalu menghendaki dunia, sebab dunia banyak mengkhianati, menipu, sangat indah dengan tipu dayanya, dan memfitnah kamu dengan manisnya tutur kata. Dunia ibarat pengantin yang berhias celak, banyak mata yang memandang, banyak hati yang terpikat dan banyak sekali orang mencintai. Maka pandanglah dunia dengan realistis.
Sesungguhnya dunia adalah perkampungan yang penuh bahaya, Tuhan amat mencela, barang barunya adalah usang, kekuasaan hak miliknya akan hilang, kemuliaan adalah kehinaan dan yang banyak adalah sedikit.
Maka sadarlah kalian, semoga Allah mengasihimu, dari kelalaianmu dan bangunlah dari tidurmu sebelum dikatakan:
"Si Fulan sakit cinta yang amat berat; adakah yang punya obat atau jalan menuju dokter".
Kemudian dipanggil para dokter namun tak ada yang mampu menyembuhkan. Lalu disimpulkan:
"Dia sudah menulis wasiat dan menghitung semua hartanya. Lidahnya sudah berat dan tidak lagi mengenal kawan atau tetangga-tetangganya, Ketika itu dahimu berkeringat dan terdengar rintihanmu dan tetaplah keyakinanmu dan pandanganmu menatap ke atas, sangkaanmu menjadi nyata, lidahmu tergagap dan saudara-saudaramu menangis.".
Dikatakan kepadamu: Ini puteramu si Fulan dan ini saudaramu si Fulan.
Engkau dicegah bicara sehingga tidak bisa bicara dan lidahmu dihalangi sehingga tidak bisa lancar.Kemudian keputusan Allah berlaku atasmu dan nyawamu dicabut dari anggota-anggota tubuhmu, kemudian diangkat ke langit.
Pada waktu itu saudara-saudaramu berkumpul dan kafanmu disiapkan. Mereka memandikan dan mengkafanimu. Maka berhentilah para penjengukmu dan terbebaslah para pendengkimu. Keluargamu mendatangi hartamu dan engkau tergantung pada amal amalmu.

Seorang bijak berkata kepada seorang raja: Sesungguhnya yang paling pantas mencela dunia dan membencinya ialah orang yang diberi kelapangan di dalamnya dan diberi keperluan darinya, karena ia menunggu bencana yang menimpa hartanya sehingga membinasakannya atau menimpa kelompoknya sehingga mencerai beraikannya dan menimpa kekuasaannya sehingga merobohkannya atau masuk ke dalam tubuhnya sehingga membuatnya sakit atau menyusahkannya dengan kehilangan sesuatu yang ia pertahankan di antara apa-apa yang dicintainya.
Maka dunia lebih patut dicela. Dialah yang mengambil apa yang diberikannya dan menarik kembali apa yang dihibahkannya.
Sementara ia membuat pemiliknya tertawa, ia pun membuat lainnya tertawa. Sementara ia membuat pemiliknya menangis, ia pun membuat orang lain menangisinya. Sementara ia mengulurkan telapak tangannya untuk memberi, ia pun mengulurkan tangannya untuk memintanya kembali.
Maka dunia memasang mahkota di atas pecintanya hari ini dan mengotorkannya dalam tanah besok, sama baginya lenyapnya apa yang lenyap dan tinggalnya apa yang tinggal.
la dapati dalam yang tinggal pengganti bagi yang lenyap dan ia rela masing-masing menjadi pengganti yang lain.
Hasan Al-Bashri menulis surat kepada Umar bin Abdul Aziz: Amma ba’du, sesungguhnya dunia adalah tempat untuk berpindah, bukan tempat tinggal. Adam alaihis salam diturunkan dari surga ke situ sebagai hukuman, maka waspadailah dia, wahai Amirul mukminin.
Sesungguhnya bekal darinya adalah meninggalkannya dan kekayaan darinya adalah kemiskinannya. Setiap waktu ada orang terbunuh di dalamnya.
la hinakan siapa yang memuliakannya dan ia miskinkan siapa yang mengumpulkannya.
Dunia itu seperti racun. la dimakan oleh orang yang tidak mengetahuinya sehingga menyebabkan kematiannya.
Maka jadilah engkau di dunia seperti orang yang diobati lukanya. la berpantang sedikit karena takut terjadi sesuatu yang tidak disukainya dalam waktu yang lama dan bersabar atas kerasnya obat karena takut lamanya penyakit.
Maka waspadailah negeri yang berkhianat dan menipu yang telah berhias dengan tipuannya dan mempesona dengan ghururnya dan menampakkan angan-angannya. la menunda para peminangnya sehingga seperti pengantin yang cantik. Semua mata memandang kepadanya dan semua hati bingung memikirkannya dan semua orang mencintainya, padahal ia membenci semua pecintanya.
Orang yang masih hidup tidak mengambil pelajaran dari yang sudah mati, yang terakhir tidak mengambil pelajaran dari yang pertama dan tidak mengambil pelajaran dari orang yang arif tentang Allah azza wa jalla ketika mengabarinya tentang dunia.
Pecinta dunia mendapatkan keperluannya dari dunia hingga ia terkecoh dan sombong dan lupa akhirat.
Maka ia sibukkan akalnya memikirkan dunia hingga kakinya tergelincir dan besar penyesalannya dan banyak kesedihannya. Sakaratul maut, kepedihannya dan penyesalan atas kehilangan dunia mengelilinginya.

Orang yang menyukainya tidak mendapatkan apa yang dicarinya dari dunia dan tidak mengistirahatkan dirinya dari kepayahan sehingga ia keluar tanpa bekal dan datang tanpa tempat tinggal.
Maka waspadalah terhadapnya, ya Amiral mukminin. Jadilah engkau orang yang paling berhati-hati dan paling waspada dalam menghadapinya, karena penghuni dunia setiap kali merasa gembira darinya, dunia menampakkan gangguan kepadanya.
Kesejahteraan dari dunia disambung dengan cobaan dan tinggal di dunia berakhir dengan kemusnahan.
Maka kegembiraannya bercampur dengan kesedihan, yang lewat dan pergi darimu tidak kembali.
la tidak tahu apa yang akan datang. la menunggu cita-citanya yang dusta dan angan-angannya yang batil.
Kejernihannya keruh, kehidupannya sulit, sedangkan anak Adam di dunia dalam bahaya. Jika ia berpikir dan merenung, maka ia merasakan kenikmatan di atas bahaya dan mendapat cobaan di atas kewaspadaan.
Andaikata Al-Khaliq tidak mengabarkan tentang dunia dan tidak membuat perumpamaan untuknya, niscaya dunia telah membangunkan orang yang tidur dan menyadarkan orang yang lalai. Maka bagaimana setelah datang dari Allah azza wa jalla pemberi peringatan dan penasihat. Dunia tidak mempunyai nilai di sisi Allah azza wa jalla dan Allah tidak melihat kepadanya sejak Dia menciptakannya.
Dunia telah ditawarkan kepada nabimu Muhammad SAW dengan kunci-kunci dan perbendaharaannya dan tidak menQur’anginya di sisi Allah sebesar sayap nyamuk pun. Akan tetapi beliau menolak untuk menerimanya, karena dia tidak suka menentang perintah Allah atay menyukai sesuatu yang dibenci Penciptanya atau mengangkat sesuatu yang direndahkan Rajanya.
Maka Allah menjauhkannya dari orang-orang shaleh untuk menguji mereka dan melapangkannya bagi musuh-musuh-Nya supaya mereka terkecoh dan orang yang terpedaya dengannya dan memilikinya menduga bahwa dia dimuliakan dengannya.
ia melupakan apa yang diperbuat Allah azza wa jalla terhadap Muhammad SAW ketika dia mengikat batu pada perutnya.
Diriwayatkan darinya dari Tuhannya azza wa jalla bahwa Dia berkata kepada Musa alaihis salam: Apabila engkau melihat kekayaan datang, katakanlah: Dosa yang disegerakan hukumannya.
Dan apabila engkau melihat kemiskinan datang, katakanlah: Selamat datang syi’ar orang-orang shaleh.
Jika engkau mau, engkau ikuti pemilih ruh dan kalimat, Isa putra Maryam alaihis salam. la berkata: Lauk paukku adalah rasa lapar dan syiarku adalah rasa takut, pakaianku baju wol, lampuku bulan, kendaraanku adalah kedua kakiku, makanan dan buah-buahanku adalah tanaman yang ditumbuhkan bumi. Aku bermalam dan aku tidak mempunyai sesuatu, aku memasuki waktu pagi dan aku tidak mempunyai sesuatu dan tidak ada orang di bumi yang lebih kaya daripada aku.
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsen. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Terjemahan Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 32. Tentang Celaan Terhadap Dunia 1
Description : Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 32. Tentang Celaan Terhadap Dunia 1 1. Mencela Dunia Sebagian ulama berkata: "Hai manusia, beramall...