بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 33.

KEUTAMAAN QANA'AH
Ketahuilah, bahwa orang miskin patut memiliki sifat qana’ah, tidak serakah dan tidak mengharapkan harta milik orang lain dan tidak berambisi untuk memperoleh harta bagaimanapun caranya.
Hal itu tidak mungkin dilakukannya, kecuali ia merasa puas dengan sekedar kebutuhannya berupa makanan, pakaian dan tempat tinggal. la batasi dirinya dengan kadar yang paling sedikit dan macam yang paling rendah dan mengembalikan angan-angannya kepada harinya atau bulannya dan tidak menyibukkan hatinya dengan sesudah sebulan.
Jika ia mengharapkan bagian yang banyak atau memanjangkan angan-angannya, hilanglah darinya kemuliaan qana’ah dan tercemar secara pasti dengan sifat tamak dan kerendahan sifat serakah.
Keserakahan dan ketamakan itu menyeretnya kepada akhlak yang buruk dan perbuatan mungkar yang merusak kehormatan dirinya.
Manusia diciptakan dengan tabiat serakah, tamak dan sedikit qana’ah. Rasulullah SAW bersabda: “Andaikata anak Adam mempunyai dua lembah dari emas, niscaya ia menginginkan lembah ketiga dan tidaklah memenuhi perut anak Adam, kecuali tanah dan Allah menerima taubat dari orang yang bertaubat.”
Diriwayatkan dari Abi Waqid Al-Laitsi, ia berkata: Adalah Rasulullah SAW apabila menerima wahyu, kami mendatanginya, lalu beliau mengajari kami apa yang diwahyukan kepadanya.
Pada suatu hari aku datang kepadanya. Beliau berkata: Allah azza wa jalla berkata: Sesungguhnya Kami turunkan harta untuk mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat. Andaikata anak Adam mempunyai sebuah lembah dari emas, niscaya dia ingin mempunyai lembah yang kedua. Dan jika ia mempunyai yang kedua, ia ingin memiliki yang ketiga dan tidaklah memenuhi perut anak Adam, kecuali tanah dan Allah menerima taubat dari orang yang bertaubat.
Berkata Abu Musa Al-Asy’ari: Turun surah seperti Baro’ah, kemudian diangkat dan dihafal darinya: “Sesungguhnya Allah menguatkan agama ini dengan orang-orang yang tidak mempunyai akhlak dan andaikata anak Adam mempunyai dua lembah dari harta, niscaya ia menginginkan lembah ketiga dan tidaklah memenuhi perut anak Adam, kecuali tanah dan Allah menerima taubat dari orang yang bertaubat.
Rasulullah SAW bersabda: “Dua macam orang rakus yang tidak pernah kenyang: yaitu rakus ilmu dan rakus harta.”
Rasulullah SAW bersabda: “Anak Adam menjadi tua dan ikut menjadi tua bersamanya dua perkara, yaitu angan-angan dan cinta harta.” atau sebagaimana yang dikatakannya.
Oleh karena ini adalah tabi’at manusia yang menyesatkan dan naluri yang membinasakan, maka Allah Ta’ala memuji rasul-Nya atas sifat qana’ah.
Nabi SAW bersabda: “Beruntunglah orang yang diberi petunjuk untuk masuk Islam, sedangkan penghidupannya adalah secukupnya dan ia puas dengannya.”

Nabi SAW bersabda: “Tidaklah seorang fakir maupun seorang kaya, melainkan ia berangan-angan pada hari kiamat kiranya ia diberi makanan pokok sewaktu berada di dunia.”
Nabi SAW bersabda: “Kekayaan itu bukan karena banyaknya harta, tetapi kekayaan itu adalah kaya jiwa.”
Nabi SAW melarang keserakahan yang sangat dan berlebihan dalam mencari dunia. Maka beliau berkata: Hai sekalian manusia, carilah dunia dengan cara yang baik, karena hamba tidak mendapatkan, kecuali yang ditulis baginya dan hamba tidak akan meninggalkan dunia hingga datang kepadanya dunia yang ditetapkan baginya, sedangkan dunia tidak suka.
Diriwayatkan bahwa Musa alaihis salam bertanya kepada Tuhannya Allah Ta’ala: Ia berkata: Hamba-Mu yang mana yang paling kaya? Allah menjawab: Orang yang paling puas dengan apa yang Aku berikan kepadanya.
Musa berkata: Siapa di antara mereka yang paling adil?
Allah menjawab: Orang yang berbuat baik terhadap dirinya.
Ibnu Mas’ud berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya roh qudus membisikkan dalam hatiku bahwa seseorang tidak akan mati hingga telah sempurna rezekinya. Maka takutlah kalian kepada Allah dan carilah rezeki dengan cara yang baik.”
Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW berkata kepadaku: “Haji Aba Hurairah, apabila engkau merasa sangat lapar, makanlah sepotong roti dan minumlah segelas air dan biarlah dunia binasa.”
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jadilah engkau orang yang paling wara’, niscaya engkau menjadi orang yang paling taat beribadah. Jadilah engkau orang yang bersifat qana’ah, niscaya engkau menjadi orang yang paling bersyukur. Sukailah pada orang lain apa yang engkau sukai pada dirimu, niscaya engkau menjadi seorang mukmin (sejati).
Rasulullah SAW melarang sifat tamak. Diriwayatkan oleh Abu Ayyub Al-Anshari bahwa seorang dusun datang kepada Nabi SAW.
la berkata: Ya Rasulallah, nasihatilah aku dan ringkaslah.
Nabi SAW berkata: Apabila engkau mengerjakan shalat, kerjakan shalat seperti shalatnya orang yang akan berpamitan dan janganlah engkau bicara dengan perkataan yang harus engkau mintakan maaf darinya besok dan jangan mengharapkan harta orang lain.
KEUTAMAAN QANA'AH 2
KEMBALI KE AWAL (Daftar isi)
Download Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub
Download Kitab Mukasyafatul Qulub (Arab)
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan Adsen. Mohon Keridhoannya. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.
Title : Terjemahan Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 33. KEUTAMAAN QANA'AH 1
Description : Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 33. KEUTAMAAN QANA'AH Ketahuilah, bahwa orang miskin patut memiliki sifat qana’ah, tidak serakah dan t...