بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
اللهُم َّصلِّ علٰى سَيِّدنا مُحَمّدٍ عبدِكَ وَنبيِّكَ ورسولِكَ النَّبيِّ الاُمِيّ وَعلٰى اٰلهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّم تسليماً بقدرِ عظمةِ ذاَتِكَ في كـُلِّ وَقتٍ وَحيـنٍ

Bab Keenam:
Bantuan-Bantuan Cahaya (Amdad
al-Anwar)
أمداد الأنوار
ولما كان النور هو جند القلب ، لأنه يكشف عن حقائق الأشياء ، فيتميز الحق من الباطل ، فيحق الحق ويبطل الباطل ، فينتصر القلب بإقباله على الحق على بينة واضحة ، وتنهزم النفس بانهزام جند ظلماتها ، إذ لا بقاء للظلمة مع وضوح النور ، ا
كما أشار إلى ذلك بقوله : [ النور له الكشف ، والبصيرة لها الحكم ، والقلب له الإقبال والإدبار ] . قلت : النور من حيث هو من شأنه أن يكشف الأمور ويوضحها حتى يظهر حسنها من قبيحها ، ومن شأن البصيرة المفتوحة أن تحكم على الحسن بحسنه وعلى القبيح بقبحه والقلب يقبل على ما يثبت حسنه ويدبر عن ما يثبت قبحه . أو تقول : يقبل على ما فيه نفعه ويدبر عما فيه ضرره ، ومثال ذلك : رجل دخل بيتاً مظلماً فيه عقارب وحيات وفيه سبائك ذهب وفضة ، فلا يدري ما يأخذ ولا ما يذر ولا ما فيه نفع ولا ضرر . فإذا أدخل فيه مصباحاً رأى ما ينفعه وما يضره ، وما يأمنه وما يحذره ، كذلك قلب المؤمن العاصي لا يفرق بين مرارة المعصية وحلاوة الطاعة ، فإذا استضاء بنور التقوى عرف ما يضره وما ينفعه ، وفرق بين الحق والباطل ، قال تعالى : ( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا ) . أي نوراً يفرق بين الحق والباطل . وقال تعالى : ( أَوَ مَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ ) . وقال تعالى : ( أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلإِسْلامِ فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ) . ا
Karena cahaya adalah tentara
hati—yang bertugas menyingkap hakikat segala sesuatu sehingga kebenaran dapat
dibedakan dari kebatilan, menetapkan kebenaran dan memusnahkan kebatilan—maka
hati menjadi menang dengan menghadap kepada kebenaran di atas bukti yang
terang. Sebaliknya, nafsu menjadi kalah seiring dengan hancurnya tentara
kegelapannya, karena kegelapan tidak akan bertahan saat cahaya telah terang
benderang. Hal ini sebagaimana diisyaratkan oleh beliau dalam perkataannya:
النور له الكشف ، والبصيرة لها الحكم ، والقلب له الإقبال والإدبار
"Cahaya bertugas menyingkap
(al-kasyf), pandangan batin (al-basirah) bertugas menetapkan hukum (al-hukm),
dan hati bertugas maju (al-iqbal) atau mundur (al-idbar)."
Aku katakan: Cahaya pada hakikatnya
bertugas menyingkap dan memperjelas segala perkara hingga tampak kebaikannya
dari keburukannya. Sementara itu, pandangan batin (basirah) yang terbuka
bertugas menilai yang baik sebagai kebaikan dan yang buruk sebagai keburukan.
Kemudian hati akan maju menghadap kepada apa yang terbukti kebaikannya, dan
mundur menjauhi apa yang terbukti keburukannya.
Atau engkau bisa katakan: Hati akan
mendekati hal yang bermanfaat baginya dan menjauhi hal yang membahayakannya.
Perumpamaannya seperti seseorang yang memasuki rumah gelap yang di dalamnya
terdapat kalajengking dan ular, tetapi juga terdapat batangan emas dan perak.
Ia tidak tahu apa yang harus diambil atau ditinggalkan, serta tidak tahu mana
yang membawa manfaat atau bahaya. Namun, ketika sebuah lampu dimasukkan ke
dalamnya, ia dapat melihat apa yang bermanfaat dan membahayakannya, serta apa
yang membuatnya aman atau harus diwaspadainya.
Demikian pula hati seorang mukmin
yang berbuat maksiat; ia tidak dapat membedakan antara pahitnya maksiat dan
manisnya ketaatan. Apabila hatinya telah disinari oleh cahaya ketakwaan, ia
akan mengetahui apa yang membahayakan dan bermanfaat baginya, serta dapat
membedakan antara yang hak dan yang batil. Allah Ta'ala berfirman:
( "Wahai orang-orang yang
beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu
Furqan" ) [QS. Al-Anfal: 29]. Artinya: Cahaya
yang membedakan antara kebenaran dan kebatilan.
Allah Ta'ala juga berfirman: (
"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami
berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan
di tengah-tengah masyarakat manusia..." ) [QS. Al-An'am: 122].
Dan Allah Ta'ala berfirman: (
"Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah dadanya untuk (menerima)
agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya..." ) [QS. Az-Zumar:
22].
وهذا النور الذي يكشف الأمور هو نور الواردات المتقدمة الذي هو مطايا إلى علام الغيوب . أولها : نور وارد الانتباه ، ومن شأنه أن يكشف ظلمة الغفلة . ويظهر نور اليقظة ، فتحكم البصيرة بقبح الغفلة وحسن اليقظة ، فيقبل القلب حينئذ على ذكر ربه ويدبر عما يغفله عن ربه ، وهذا هو نور الطالبين . الثاني : نور وارد الإقبال ، ومن شأنه أن يكشف ظلمة الأغيار ، ويظهر بهجة المعارف والأسرار ، فتحكم البصيرة بضرر الأغيار وحسن الأسرار ، فيقبل القلب على بهجة الأسرار ، ويدبر عن ظلمة الأغيار ، وهذا هو نور السائرين . الثالث : نور وارد الوصال ، ومن شأنه أن يكشف ظلمة الكون ورداء الصون ، ويظهر نور تجليات المكون فيقبل القلب على مشاهدة مولاه ، ويدبر عن الالتفات إلى ما سواه ، وهذا هو نور الواصلين وهو نور المواجهة ، ونور ما قبله نور التوجه . ا
ا
وإن شئت قلت : هو نور الإسلام والإيمان والإحسان ، فنور الإسلام يكشف ظلمة الكفر والعصيان ، ويظهر نور الانقياد والإذعان ، فتحكم البصيرة بقبح الكفر والعصيان ، وحسن نور الإسلام والإذعان ، فيقبل القلب على طاعة ربه ويعرض عما يبعده من ربه ، ونور الإيمان يكشف ظلمات الشرك الخفي ويظهر بهجة الإخلاص والصدق الوفي ؛ فتحكم البصيرة بقبح الشرك وضره وحسن الإخلاص وخيره ، فيقبل القلب على توحيد ربه ويعرض عن الشرك وشره ، ونور الإحسان يكشف ظلمة السوى ويظهر نور وجود المولى ، فتحكم البصيرة بقبح ظلمة الأثر وحسن نور المؤثر ، فيقبل القلب على معرفة مولاه ويغيب بالكلية عما سواه . ا
ا
وإن شئت قلت : هذا النور هو نور الشريعة والطريقة والحقيقة ، فنور الشريعة يكشف ظلمة البطالة والتقصير ، ويظهر نور المجاهدة والشمير ، فتحكم البصيرة بقبح البطالة وحسن المجاهدة ، فيقبل القلب على مجاهدة الجوارح في طاعة مولاه ، ويدبر عن متابعة حظوظه وهواه ، ونور الطريقة يكشف ظلمة المساوئ والعيوب ، ويظهر بهجة الصفاء وما يثمره من علم الغيوب ، فتحكم البصيرة بقبح العيوب وحسن الصفا وعلم الغيوب ، فيقبل القلب على ما يوجب التصفية ويُدبِر عما يمنعه من التخلية والتحلية ، ونور الحقيقة يكشف ظلمة الحجاب ، ويظهر له محاسن الأحباب . ا
ا
أو تقول : نور الحقيقة يكشف له ظلمة الأكوان ، ويظهر نور الشهود والعيان ، فيقبل القلب على مشاهدة الأحباب داخل الحجاب ، ويدبر عما يقطعه عن الأدب مع الأحباب ، جعلنا الله معهم على الدوام في هذه الدار وفي دار السلام آمين . ا
Dan cahaya yang menyingkap segala perkara ini adalah cahaya karunia (al-waridat)
yang telah dijelaskan sebelumnya, yang menjadi kendaraan menuju Dialah Yang
Maha Mengetahui Hal Gaib.
·
Pertama: Cahaya Warid
al-Intibah (Karunia Kesadaran)
Bertugas menyingkap kegelapan kelalaian (ghaflah)
dan memunculkan cahaya kewaspadaan/kesadaran (yaqdhah). Maka pandangan
batin (basirah) akan menilai buruknya kelalaian dan indahnya kesadaran,
sehingga saat itu hati akan maju untuk mengingat Tuhannya dan mundur dari
segala yang melalaikannya dari Tuhannya. Ini adalah cahayanya para pencari (at-talibin).
·
Kedua: Cahaya Warid
al-Iqbal (Karunia Pendekatan Diri)
Bertugas menyingkap kegelapan keterikatan selain
Allah (al-aghyar) serta memancarkan keindahan makrifat dan rahasia batin
(al-asrar). Maka basirah akan menilai bahayanya keterikatan
selain Allah dan indahnya rahasia batin, sehingga hati maju menuju keindahan
rahasia batin dan mundur menjauhi kegelapan selain Allah. Ini adalah cahayanya
para pejalan spiritual (as-sairin).
·
Ketiga: Cahaya Warid
al-Wisal (Karunia Penyatuan/Kedekatan Puncak)
Bertugas menyingkap kegelapan alam semesta (al-kaun)
dan tirai penutup (rida' as-saun), serta memunculkan cahaya penampakan
zat Pencipta (al-Mukawwin). Maka hati akan maju untuk menyaksikan
Pelindungnya (Allah) dan berpaling dari menoleh kepada selain-Nya. Ini adalah
cahayanya orang-orang yang telah sampai (al-wasilin), yang dinamakan
cahaya tatap muka (nur al-muwajahah), sedangkan cahaya sebelumnya adalah
cahaya menghadap (nur at-tawajjuh).
Jika engkau mau, engkau bisa katakan bahwa cahaya ini adalah cahaya
Islam, Iman, dan Ihsan:
·
Cahaya Islam
menyingkap kegelapan kekufuran dan kemaksiatan, serta memunculkan cahaya
kepatuhan dan ketundukan. Basirah menilai buruknya kekufuran dan maksiat
serta indahnya cahaya Islam dan ketundukan, sehingga hati menghadap pada
ketaatan kepada Tuhannya dan berpaling dari hal yang menjauhkannya dari-Nya.
·
Cahaya Iman
menyingkap kegelapan syirik samar (as-syirk al-khafi) dan memunculkan
keindahan ikhlas serta kejujuran yang sejati. Basirah menilai buruk dan
bahayanya syirik serta indahnya ikhlas dan kebaikannya, sehingga hati menghadap
pada ketauhidan Tuhannya dan berpaling dari syirik serta keburukannya.
·
Cahaya Ihsan
menyingkap kegelapan selain Allah (as-siwa) dan memunculkan cahaya
keberadaan Sang Pelindung. Basirah menilai buruknya kegelapan bekas
ciptaan (al-atsar) dan indahnya cahaya Sang Pencipta (al-Mu'atstsir),
sehingga hati menghadap pada makrifat Pelindungnya dan alpa secara total dari
selain-Nya.
Jika engkau mau, engkau juga bisa katakan bahwa cahaya ini adalah cahaya
Shariah, Thariqah, dan Haqiqah:
·
Cahaya Shariah
menyingkap kegelapan pengangguran (pengabaian ibadah) dan kelalaian, serta
memunculkan cahaya kesungguhan (mujahadah) dan persiapan ibadah. Basirah
menilai buruknya kelalaian dan indahnya kesungguhan, sehingga hati menghadap
pada kesungguhan anggota badan dalam menaati Tuhannya dan membelakangi dorongan
hawa nafsu dan kesenangannya.
·
Cahaya Thariqah
menyingkap kegelapan keburukan dan aib-aib diri, serta memunculkan keindahan
kesucian hati dan buahnya berupa ilmu gaib. Basirah menilai buruknya aib
dan indahnya kesucian serta ilmu gaib, sehingga hati menghadap pada hal-hal
yang menyucikan jiwa dan membelakangi apa yang menghalanginya dari pembersihan
(takhalili) dan penghiasan diri (tahlil).
·
Cahaya Haqiqah
menyingkap kegelapan penghalang/hambatan (al-hijab) dan memperlihatkan
keindahan Yang Dicintai (Allah).
Atau engkau katakan: Cahaya Haqiqah menyingkap kegelapan alam semesta
baginya, serta memunculkan cahaya kesaksian (syuhud) dan penyaksian
langsung ('ayan). Maka hati akan menghadap untuk menyaksikan Yang
Dicintai di balik hijab, dan membelakangi apa pun yang memutuskannya dari adab
bersama Yang Dicintai. Semoga Allah menjadikan kita selalu bersama mereka di
negeri ini (dunia) dan di Negeri Keselamatan (Surga), Aamiin.
<<Sebelumnya
Selanjutnya>>
Daftar Isi
Silahkan Download Kitab Aslinya Disini
Silahkan Download Kitab Terjemahnya Disini
Silahkan Bagikan Artikel ini
Mohon Maaf, Kepada Semua Sahabat, Atas Ketidak Nyamanannya, Dengan adanya Iklan. Terima Kasih.**** Apabila ada link Download yg rusak/mati, mohon beritahu kami lewat komentar dibawah ini.